
“Teknik pernapasan hitam?” darah Xiao Ahnzi berdesir, apa ini kebetulan? Jika memang begitu ini adalah kebetulan yang luar biasa bukan?
Melihat perubahan ekspresi anak muda di depannya pria yang keluar dari dalam lukisan bisa langsung menebak subjek tersebut mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan pembahasannya.
“Setan tua itu pernah berkunjung ke tempat ini, dan berniat menguras habis formasi petir di ketujuh menara batu, tapi saat itu aku berhasil menahan kemauan nya, setelah berbincang beberapa lama setan tua itu pergi dengan beberapa kalimat yang membuatku yakin, dia juga meninggalkan warisan nya ad di luar sana,” pria itu menatap kedalam mata Xiao Ahnzi seakan mencari kebenaran di dalam cahaya mata anak muda itu. “ kau bisa mencari nya!”
“.......bukankah,,dia itu tokoh super jahat?” Xiao Ahnzi terpikirkan julukan iblis penghancur yang sempat disinggung pria di depannya, dan tanpa ragu menyuarakan pertanyaannya.
“Hahahaha,,baik dan buruk itu tergantung dari sisi mana kamu melihatnya, tidak ada kebenaran sejati di dalam dunia kultivator, begitupun di dunia ini, yang ada hanya lah kepentingan pribadi” pria itu menjawab santai dan tanpa nada.
Ini seperti sebuah lampu hijau bagi Xiao Ahnzi,memang pada prinsipnya pangeran ke empat tidak memandang sesuatu itu berdasarkan baik buruk, hal itu subjektif sekali menurutnya. Setelah memantapkan hati Xiao Ahnzi berucap
“Baiklah senior,,kalau begitu izin kan anak muda ini untuk menunjukkan sesuatu,,,”
"......" pria tampan itu menajamkan pandangannya.
Xiao Ahnzi segera menerapkan teknik pernapasan hitam, energi yang besar berputar putar di atas menara batu,seketika itu juga semua petir seperti terpusat kepadanya, fluktuasi energi membuat pilar batu itu bergetar
!
“Kau!” pria itu terkejut bukan main, perasaan ini sangat familiar, ini teknik pernapasan hitam, pemuda ini penuh kejutan. Terdengar suara tawa nya ketika tubuhnya bergerak menjauh, teknik pernapasan hitam sangat berbahaya untuk eksistensinya, menjauh adalah pilihan terbaik.
****
Benua daratan timur menjadi kacau balau setelah kejatuhan penguasa tiap tiap wilayah, akademi tianqi sebagai pilar benua daratan timur seakan di gembosi tiap tiap sendi nya,karena tidak sekalipun kekuatan nomor satu itu mengirimkan murid muridnya untuk membantu rakyat yang dijadikan korban ke semena mena an kekuasan dan kekuatan.
__ADS_1
Tapi diantara kekacauan tidak terkendali tersebut juga muncul bibit bibit baru yang berpijak pada kepentingan rakyat jelata, membela kebenaran dan keadilan,
Shu Liu Xin dan Ye Minghao agaknya menjadi dua nama baru yang melejit selama setahun terakhir, dua mantan siswa Akademi Tianqi itu melakukan perang gerilya menghadapi tirani baru di daratan benua timur, wajah kedua anak muda itu menjadi poster buronan paling dicari setelah berkali kali menggempur kekuatan orang orang bertopeng,bahkan berdua anak muda ini berhasil membebaskan keluarga Shu Liu Xin di belahan utara dari tawanan musuh,
Perlahan tapi pasti api pembebasan membakar benua daratan timur yang terendam darah dari rakyat yang tidak bersalah.
*****
Disuatu ruang rahasia di akademi tianqi.
“Dimana mataku?” Seorang pria tampan dengan wajah seperti giok bak keluar dari lukisan duduk dengan wibawa di atas sebuah kursi panjang yang beralaskan bulu bulu harimau berwarna keemasan.
“Bocah itu menghilang di lembah berkabut,” pria tua yang berlutut di lantai itu menjawab tanpa berani mengangkat kepalanya.
“Lembah berkabut?” pria tampan itu mengangkat sebelah alisnya
“Bagaimana si tua bangka Alang? Kau sudah mengendus keberadaan tua bangka itu?”
“Alang terakhir kali terlihat di kota Tianqi, ia sempat bertarung dengan pria yang memiliki rajah bulan sabit dikeningnya itu ketika terjadi serangan besar demonic beast” pria tua itu menjelaskan
“Orang itu lagi,,,” pria tampan yang tidak lain adalah Xiao Ho Dong, pendiri kerajaan ufuk barat itu berdesis.
Sedangkan pria tua yang berlutut di lantai adalah sosok yang sangat dikenal Xiao Ahnzi, orang ini di panggil Atung, pustakawan lantai dua yang mengarahkan Xiao AHnzi menjadi seorang kultivator di masa lalu.
“Temukan bocah itu secepatnya!,bagaimana pun caranya. Suruh ketua akademi bodoh itu menghadap!” Xiao Ho Dong mengiibaskan tangannya mengusir Atung.
__ADS_1
Tapi pria tua itu masih belum beranjak,lalu terdengar suaranya “Tuan,, Keluarga Ling mulai bergerak mencari keberadaan permaisuri Ling Xue”
“Huh, Aku tidak peduli! Habisi mereka bila menghalangi jalanmu! Xiao Ho Dong menjawab dengan arogan.
Pria tua bernama Atung itu lalu menjura hormat dan beringsut meninggalkan ruangan rahasia itu,begitu keluar dari ruangan rahasia tempat Xiao Ho Dong berada, Atung menghembuskan nafas yang terasa menyesakkan dadanya “kekuatan memang membutakan nurani,, bahkan ia berencana menghabisi keturunannya sendiri hanya untuk kekuatan,,kasihan sekali anak muda itu,,” sekilas nampak keengganan subjek ini untuk menjalankan perintah tidak masuk akal ‘Tuannya’ itu, tapi kakui tua nan lelah itu tetap melangkah menuju ruangan kepala Akademi untuk menyampaikan beberapa perintah kepada Kepala Akademi itu, yang seketika langsung bergerak setelah mendapatkan perintah.
Hari itu puluhan murid akademi Tianqi langsung dikirim menuju lembah berkabut untuk mencari jejak XIao Ahnzi.
*******
Permaisuri Ling Xue tampak mondar mandir di dalam ruangan perpustakaan lantai pertama, terakhir kali perpustakaan ini merupakan tempat paling aman di istana ufuk barat,siapa sangka tempat ini tak ubah nya sebuah penjara tak tertembus.
Seorang wanita berusia tiga puluhan tampak diam tak bergerak di sudut ruangan, ada lelehan darah di hidung wanita cantik berpakaian berwarna merah itu. Wanita itu tidak lain adalah Xiao Mei Mei,penjaga lantai satu. Xiao Mei Mei terkapar tak berdaya setelah menerima hajaran sang Phoenix,permaisuri Ling Xue,
“Adik Ling,,tenanglah,, putra ke empat selalu penuh kejutan,selama tua bangka itu masih menanyakan hal yang sama,berarti putra kita masih aman diluar sana!” Raja Xiao Tian menghempaskan pantatnya di lantai keramik dan beersandar pada rak yang dipenuhi bermacam gulungan.
“Sebenarnya apa yang di inginkan orang itu dari adik ke empat?” Xiao Lu Metian yang baru turun dari lantai dua menghampiri Xiao Mei Mei yang diam tidak bergerak.lalu menghapus jejak darah dari wajah cantik itu.
“Sampai kapan ibu akan menghajar bibi Mei seperti ini?” Xiao Lu Metian bertanya tanpa nada,seakan ini adalah pekerjaan rutin yang dilakukan gadis itu setiap hari.
“Sampai wanita sundal ini membuka segel penghalang ini!” permaisuri Ling Xue menghantam segel pelindung yang mengurung mereka sekeluarga.
Booom
Ruangan itu bergetar,bahkan beberapa kitab jatuh dari raknya,tapi segel itu tidak bergeming sedikitpun.
__ADS_1
"lakukan sesuka hatimu!" sebuah suara tiba tiba membuat semua orang bergidik ngeri, ini adalah suara yang membuat jerah Raja Xiao Tian selama setahun terakhir. Xiao Ho Dong