
Jarak antara Xiao Ahnzi dan Beruang terpisah hampir seratus meter, dengan kecepatan seperti itu, serangan senjata rahasia pasti lebih dahulu mencapai punggung Beruang,
Xiao Ahnzi yang melesat dengan teknik pernapasan angin tanpa waktu berpikir menerapkan teknik pernapasan petir, ini adalah percobaan pertama, Xiao Ahnzi belum memikirkan efek buruk penggabungan ini.
Sifat teknik pernapasan petir adalah menyedot,sedangkan sifat pernapasan angin selama ini seringkali di gunakan Xiao Ahnzi untuk membentur kan qi dengan udara sehingga bisa menambah kecepatan gerak.
Gabungan sifat menarik dan menolak dalam satu waktu membuat tubuh anak muda itu merasakan sakit yang paripurna.
Xiao Ahnzi memuntahkan banyak darah, walau berhasil membuat senjata rahasia yang mengincar Beruang melenceng, tapi harga yang harus di bayar nya sangat mahal,
Beruang yang tidak tahu menahu apa yang sedang terjadi, tampak melongo melihat anak muda di depan nya berwajah sangat pucat, bahkan wajah dan rambut anak muda itu warna nya nyaris sama. Seperti gundukan salju.
Saat itu beruang menyadari satu sosok tubuh berdiri tidak jauh dari tempatnya. Orang itu yang tadi melepaskan senjata rahasia.
Seorang wanita memakai pakaian ketat berwarna merah darah, tersenyum licik memandang dengan sorot yang kejam pada Beruang.
Aroma racun menyebar dari sosok wanita itu, dia Osasa.
Cakra yang melayang kesana sini sebelumnya, merasakan kehadiran aroma yang familiar, sosok bayangannya melesat mengikuti arah sumber aroma itu.
Cakra di paksa terkejut melihat Xiao Ahnzi yang terduduk di tanah, didepan anak muda itu tampak genangan darah, bahkan sebagian darah menempel di sudut bibir sampai dagu nya.
"kau,,, bisa terluka juga?"
"......."
"......"
Beruang yang mendengar pertanyaan Cakra kepada anak muda ini malah bertambah jengkel, bisa bisa nya orang tua itu mengejek seorang anak muda yang sedang terluka seperti itu.
"siapa bilang?? ini bukan darah, ini gula aren" Xiao Ahnzi sebenar nya jengkel, tapi memperlihatkan kelemahan pada tua bangka di depan nya jelas dia tidak sudi.
Regenerasi tubuh anak muda itu sungguh luar biasa, hakikat air yang di fahami nya benar benar membuat luka dalam itu sembuh dalam beberapa detik. Sekarang anak itu telah berdiri dengan sikap santai menyambut musuh kuat yang baru datang.
Osasa yang merasa orang orang di depannya sangat merendahkan sekte selaksa racun menyeringai, di belakang wanita yang menebarkan aroma racun itu mulai berdatangan kekuatan inti sekte selaksa racun yang selamat dari jurang kematian. Burka dan Xuan Lei Ting juga ternyata masih hidup.
Penebas dan Serigala bergabung setelah menuntaskan musuh musuh mereka, saat ini tampak dua kelompok saling berhadapan dalam jarak tiga puluh meter.
Di satu sisi adalah Xiao Ahnzi dan jago jago tua dari Minanka Bao, dan di lain sisi adalah kekuatan inti sekte selaksa racun.
"kalian harus mati hari ini!!" Seorang Pria berkelebat ke arah tim sekte selaksa racun, orang itu Mo Xiang Jin.
"siapa saja, boleh memilih lawan, tapi aku tidak ingin berhadapan dengan makluk besar menjijikan itu" Xiao Ahnzi menunjuk Burka, "aku tidak mau dekat dekat dengan orang salah kaprah itu"
"dia cocok sebagai samsak tinju ku!!" Beruang malah tertarik melihat sosok Burka,
"jangan sampai paman di perkosa!!" Xiao Ahnzi mengedik kan bahu saat berkata begitu, entah mengapa dia jadi merinding.
Beruang yang jarang berpikir, sempat tertegun,,"oh jadi begitu,akan ku tendang belut kecil nya itu!" Beruang sudah melesat.
"wanita baju merah itu milikku!" Cakra berpikir wanita itu adalah murid musuh bebuyutannya.jadi untuk memancing sang guru keluar, dia akan menganiaya murid nya lebih dulu.
__ADS_1
Penebas menghadapi Xuan Lei Ting,
Serigala mengambil tiga orang musuh yang tidak pernah muncul sebelumnya,
Yang tersisa hanya Mo Xiang Jin,, membuat Xiao Ahnzi menyesal membiarkan para tua bangka memilih lebih dulu.
"hft... Kalian benar benar tidak berperasaan!!" Xiao Ahnzi tidak percaya orang orang ini memberikan lawan terkuat untuk nya,, " kalian ingin aku mati muda?" jelas orang orang itu mendengar keluhan Xiao Ahnzi, tapi seperti nya mereka tidak punya waktu untuk mendengar lebih jauh. Pertempuran telah di mulai.
Xiao Ahnzi tampak gugup sekarang, anak muda itu bahkan tidak bergerak dari tempatnya,lututnya juga tampak bergoyang, terlebih wajahnya memang telah jadi pucat.
Mo Xiang Jin dapat melihat jelas perubahan pada anak muda itu, "hmp.. Kemana kesombongan di awal itu bocah?" dia yakin sangat yakin dapat mengalahkan anak kecil di depan nya dalam satu pukulan.
"aiya... Orang tua, aku akan menendang bokong mu" suara bocah itu jelas bergetar seperti nya benar benar ada ketakutan di dalam diri nya menghadapi Mo Xiang Jin,
Serigala yang memiliki pendengaran super bahkan sempat tertegun sesaat "keputusan ku menyerahkan Mo Xiang Jin pada anak itu tidak salah, bukan?"
Sementara itu Mo Xiang Jin telah mulai merangsek ke arah Xiao Ahnzi, sebuah angin pukulan melabrak deras tubuh anak muda itu,
Xiao Ahnzi membenturkan qi nya dengan angin pukulan itu hingga tubuhnya dipaksa mundur melayang jauh,
Mo Xiang Jin tampak menyeringai, anak muda itu ternyata hanyalah tong kosong. Dia diam tidak bergerak menunggu apa yang akan terjadi dengan anak itu saat tubuhnya berhenti melayang.
Xiao Ahnzi melayang sejauh tiga puluh meter akibat benturan tenaga dalam itu. Gerakan tubuhnya baru berhenti saat punggungnya membentur sebuah batu besar,
Xiao Ahnzi jatuh dengan ke dua lutut membentur tanah terlebih dahulu, tapi tidak perlu menunggu lama sampai anak muda itu kembali berdiri.
"tua bangka!! Pukulan mu tidak sakit!!" Xiao Ahnzi malah mengeluarkan kata kata provokasi, sungguh bertolak belakang dengan penampilan nya saat ini.
"kalau begitu, terima ini!!!" Mo Xiang Jin kembali menerjang, jarak tiga puluh meter di lewati dengan sekali hentakan, kesiur angin kembali mendahului serangannya.
Xiao Ahnzi memasang sikap, buru buru menghindar, tendangan Mo Xiang Jin lewat beberapa senti dari perutnya.
Xiao Ahnzi terus menghindar, setiap serangan datang, anak muda itu terus mundur dan mundur.
Kening Mo Xiang Jin berkerut, setelah puluhan serangan ternyata masih tidak dapat membunuh anak kecil di depan nya.
Karena terus terusan mundur menghindari serangan Mo Xiang Jin, sekarang dua orang itu telah terpisah cukup jauh dari tempat pertarungan Cakra dan kawan kawan.
Sementara itu di lingkungan sekte selaksa racun pertempuran terus bergulir,
Beruang menggempur Burka habis habisan, lelaki berotak di tangan itu benar benar membuat lawannya bagai samsak tinju. Berkali kali Burka menerima bogem mentah di wajahnya,
Bukan karena Lelaki beda selera itu lemah, tapi sebenarnya karena nafsu nya menggelora melihat tubuh besar Beruang, sehingga keahlian sebenarnya tidak dia gunakan,
Dua orang itu benar benar hanya beradu tinju, Burka tidak menggunakan racun, bagaimana pun sebagai anggota sekte selaksa racun orang itu tidak terbiasa bertarung tanpa cara cara curang.
Tubuh Burka yang juga besar terhempas setelah dada nya di gedor tinju Beruang, tubuhnya membentur tanah, bahkan tanah ikut bergetar..
Beruang menunggu, dan mengintip pertarungan lain, saat itu lah Beruang menyadari 'tuan nya' telah menghilang dari pandangan mata nya, pikirannya terpecah,
Kelengahan yang beberapa detik itu tidak di sia sia kan oleh Burka, lelaki penyuka batangan itu melesat cepat, tinju nya telah di aliri racun, sekarang tinju nya yang besar berubah warna hijau kebiruan.
__ADS_1
Beruang terlempar belasan meter saat sebuah tinju menghantam wajahnya. Dari mulutnya menyembur seonggok darah kental.
Beruang merasa nanar di kepala nya, bertumpu pada lutut, Beruang lekas berdiri, ia menyesali kelalaian nya. Lalu kembali menggempur Burka.
Dua orang itu kembali beradu tinju, Beruang tidak main main lagi, pertarungannya harus segera di akhiri, jika tidak anak muda yang menjadi tuan nya itu bisa celaka.
Burka yang telah merasakan keganasan serangan Beruang juga sudah mengerahkan kemampuan terbaiknya, niat nya untuk menggagahi beruang telah hilang, sekarang Burka hanya ingin membunuh manusia berbadan besar yang menjadi lawannya.
Kedua nya terus bertukar serangan, Beruang bergantian menggunakan cakar dan tinju. Membuat Burka hanya fokus pada bagian atas, tapi itu suatu kesalahan.
Hingga pada suatu kesempatan, Beruang memberikan sebuah tendangan tepat kearah ******** Burka.
serangan tidak terduga itu tidak bisa di elakkan atau di tangkis oleh Burka. Lelaki salah selera itu menjerit menyobek langit, Tulang ************ nya melesak, Belut dan Kelerengnya terbenam kedalam tulang ************.
Seakan belum cukup, Beruang kembali menghadiahi tinju kiri kanan di kedua pipi Burka, tinju dengan tenaga penuh itu membuat tulang wajah Burka pecah. Nyawa nya telah putus.
Beruang jatuh terduduk di tanah, wajahnya yang tadi terkena tinju lawan mulai berdenyut sakit. tinju itu di lapisi racun, seperti yang telah di ingatkan Xiao Ahnzi sebelumnya, ternyata Lumut bercahaya itu memang tidak akan berfungsi jika terkena langsung.
Beruang menelan beberapa butir pil penawar racun, lalu mulai mengalirkan qi mencoba menetralisir racun di tubuhnya.
Di tempat lain,
Xiao Ahnzi telah mengiring Mo xiang Jin lima ratus meter dari tempat semula,
Anak muda itu merasa jarak nya sudah cukup jauh dari teman temannya.
Mo Xiang Jin benar benar bermuka masam sekarang, telah ratusan pukulan dan tendangan, tapi masih tidak mampu melukai apalagi menghabisi anak muda berambut putih seperti gundukan salju itu.
Untuk diketahui, Mo Xiang Jin telah mengerahkan lebih delapan puluh persen tenaga nya, bahkan semua serangannya juga mengandung racun mematikan.
Tapi tidak sekali pun musuh nya berhasil ia lukai, yang lebih membebani pikirannya adalah racunnya seperti tidak berpengaruh terhadap Xiao Ahnzi.
Setiap serangannya berhasil di hindari Xiao Ahnzi dengan cara cara yang tidak masuk logika,
Mo Xiang Jin mulai kehilangan kepercayaan diri, rasa nya dia benar benar frustasi. Anak muda itu bahkan tidak pernah menyerang dari tadi, bila di lanjutkan dia sendiri akan kehabisan tenaga.
"tua bangka!! Kenapa? Kau mulai kehabisan nafas?" Xiao Ahnzi bersuara.
sebuah senyum cemerlang di bibirnya.
Melihat senyum dibibir Xiao Ahnzi, Mo Xiang Jin benar benar merasa sudah di permainkan.
"jahanam!!"
"......."
Xiao Ahnzi tidak bereaksi, senymnya masih bertahan.
"hujan racun darah" Mo Xiang Jin berteriak menyebutkan jurus nya.
Seketika awan hitam bergerombol dan menggumpal menutupi langit di atas kepala Xiao Ahnzi.
__ADS_1
Keadaan jurang kematian yang memang selalu temaram bahkan gelap itu bertambah gelap. Titik titik air mulai berjatuhan dari gumpalan awan hitam.