
Shhuut...
Brak!
Sebuah gelas keramik menghantam dinding bangunan lantai dua rumah makan paviliun angsa putih disamping tempat duduk Xiao Ahnzi.
"bocah!! Kau bayarkan minumanku!" seorang pria berbadan kekar dengan warna kulit coklat tua telah menjatuhkan pantat nya di kursi di depan Xiao Ahnzi.
"....mn?" Anak muda itu melirik sosok yang duduk di depannya sejenak lalu menelan makanan yang sedang di kunyahnya."tentu,, sekalian kamu bisa ikut makan, kalau bersedia!"
"........." sosok berbadan besar itu seperti tidak percaya orang didepannya setuju begitu saja.
"anak setan! Orang di depan mu ini termasuk sepuluh besar rimba persilatan." orang tua didalam cincin mengirim suara ke pikiran Xiao Ahnzi.
"kamu mengenal orang ini? hantu tua?" Xiao Ahnzi tertarik dengan orang berbadan besar didepannya ini.
"jalada, si beruang! Seharusnya orang ini tidak berada didunia ini,seperti nya telah terjadi sesuatu!" orang tua di dalam cincin memberikan pendapatnya.
Xiao Ahnzi menatap orang yang duduk dengan angkuh di depannya.
"jadi,, masalah apa yang membawa si beruang jauh jauh ke negeri ini?" Xiao Ahnzi langsung pada inti.
Sosok didepannya menampilkan wajah terkejut walau sejenak, dia tidak menyangka seseorang akan mengenal diri nya.
"bertarung!" beruang menjawab singkat sambil menenggak lagi arak dari kendi nya.
Xiao Ahnzi tentu tertarik merekrut orang ini di pihaknya.
"boleh, setelah makan ini!" wajah anak muda itu sangat tenang dan tidak menampakkan takut sama sekali.
"anak setan!! Jangan main main!" suara orang tua didalam cincin mulai gusar. Menurut bayangan orang tua didalam cincin, Xiao Ahnzi tidak punya kesempatan.
Tapi anak muda ini bergeming, ini kesempatan sekali seumur hidup.
Beruang menunggu anak muda didepannya selesai dengan hidangannya.
Beruang adalah orang kasar yang tidak pernah menilai orang dari tingkatan kultivasi nya, instingnya mengatakan anak muda didepannya ini kuat, maka ia menantangnya.
Sedangkan Xiao Ahnzi adalah pendatang baru di dunia beladiri, dalam umurnya yang memasuki sebelas tahun, anak muda ini belum pernah benar benar bertarung menghadapi ahli lain.
Setelah selesai dengan santap siang nya, Xiao Ahnzi mengeluarkan beberapa keping emas, dan meminta pelayan menambahkan beberapa kendi arak untuk si Beruang.
"ayo Paman beruang!" Xiao Ahnzi lalu melangkah turun untuk mengambil tempat yang nyaman untuk bertukar pukulan dengan orang kasar ini.
Xiao Ahnzi menggiring si Beruang keluar dinding kota bagian timur, di luar kota ini sebuah padang rumput yang sepi cocok untuk meluluskan tantangan si Beruang.
Xiao Ahnzi menapak ringan di padang rumput," aku baru menginjakkan kaki di dunia ini, bagaimana paman beruang ingin bertarung?"
" tahan tiga serangan!" beruang berkata singkat.
"setuju!" Xiao Ahnzi menjawab dengan yakin.
"anak setan!! Beruang itu hanya ingin memukuli kamu!! Kenapa kamu setuju?"
Orang tua didalam cincin sangat jengkel dengan kebodohan anak muda ini.
Tapi Xiao Ahnzi tidak peduli, "mulai!"
Si beruang langsung membuka serangan, dua cakar besar menyerang dalam gerakan menebas saling bersilang,
Xiao Ahnzi menunggu cakar itu mendekat, energi besar di alirkan dari dantian tengah yang di kendalikan teknik pernapasan angin,
Dua cakar dalam gerakan bersilang lewat sekian senti dari target, beruang menggeram marah.
"satu!"
__ADS_1
Sebuah suara menggema di padang rumput, didalam cincin orang tua dalam bentuk bayangan diam tidak percaya.
Beruang melanjutkan serangan, meski lawannya adalah anak muda yang baru menetas didalam dunia bela diri, tapi bukan beruang jika tidak bertarung dengan tenaga penuh.
Di iringi suara menggeram, kali ini serangkaian serangan cakar tanpa putus meluncur dalam kecepatan tinggi.
Xioa Ahnzi masih dengan wajah datar menjalankan sebuah olah langkah dengan dukungan pernapasan angin, setiap serangan berhasil di hindari dalam jarak jarak yang tidak masuk akal.
"dua!" Xiao Ahnzi kembali menghitung.
Si beruang mengambil langkah, mundur sejenak, serangan pamungkas, semua energi disalurkan pada dua cakar, energi yang terpusat pada dua cakar menimbulkan bunyi angin yang mendesis,
Xiao Ahnzi menggunakan teknik mata ketiga memprediksi arah serangan, lalu bersiap menunggu serangan.
Angin serangan telah mendahului sebelum cakar itu sendiri berkelebat, titik titik yang di incar semua nya merupakan titik vital,
Orang tua didalam cincin merasa ngilu melihat serangan si beruang, dua orang ini adalah dua orang dari generasi yang sama dari daratan beladiri di negeri yang sama, jadi orang tua ini sangat mengenal Beruang ini.
Tapi dua serangan awal yang dilancarkan beruang benar benar tidak bisa menyentuh anak muda yang menjadi lawannya, mau tidak mau orang tua itu merasa takjub juga dengan kemampuan Xiao Ahnzi.
Serangan pamungkas dari beruang akhirnya mengalir bagai gelombang air bah, bergulung gulung dan menyayat disaat bersamaan, Xiao Ahnzi menerima serangan itu dengan pengerahan teknik pernapasan angin secara maksimal.
Xiao Ahnzi tidak mau secara langsung membentur kan tenaga nya dengan tenaga milik Beruang.Alhasil, semua serangan yang tidak dapat di hindari ada beberapa yang terpaksa di belokkan.
Serangan terakhir dari beruang tetap tidak menghasilkan apa apa, sosok tinggi besar itu mundur dalam perasaan yang benar benar kacau.
"aku kalah!"
Xiao Ahnzi masih berdiri dengan kokoh dan tak tergoyahkan, seulas senyum muncul di bibirnya.
"Setahun kemudian, kita bertemu di jurang kematian!" Xiao Ahnzi mengungkapkan isi hati nya.
"baiklah, setahun kemudian!" lalu beruang berbalik dan pergi meninggalkan anak muda itu.
"hantu tua,kita berangkat,!!"
Sosok di dalam cincin masih tidak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya, si Beruang yang terkenal keras kepala, tunduk begitu saja setelah tiga serangannya tidak berhasil menyentuh anak muda yang bersama nya ini.
Tujuan Xiao Ahnzi selanjutnya adalah sebuah tempat di utara, Xiao Ahnzi mengingat sebuah gambar jelek yang diberi tanda oleh guru nya.
Menurut informasi yang di belinya pada lembaga perdagangan yang cukup terkenal di kota batu, perjalanan menuju tempat itu memakan waktu sampai dua minggu jika menggunakan kuda. Xiao Ahnzi memang telah membuat sebuah janji dengan si beruang untuk bertemu kembali satu tahun di depan, sekarang anak muda ini berpacu dengan waktu.
Keadaan yang mendesak, perjalanan ke utara adalah untuk mengikuti petunjuk guru nya, tempat yang Xiao Ahnzi tuju adalah sebuah tempat yang hampir tidak pernah di datangi orang daratan beladiri negeri ini.
Konon tempat itu tidak tersentuh cahaya matahari sepanjang tahun. Tempat dengan latar batu batu hitam dan tanah yang tandus tanpa tanaman yang dapat tumbuh. Tempat ini hanya dipenuhi sambaran petir setiap saat. Kesana lah Xiao Ahnzi menghela kekang kuda nya dengan kuat.
Dari informasi rumah dagang itu juga Xiao Ahnzi mengetahui sebuah rahasia dari kota yang telah ditinggalkan sejak dua ratus tahun yang lalu, kota embun bunga.
Berita tentang kota embun bunga adalah berita yang tergolong top secret, Xiao Ahnzi menguras habis keping keping emas hasil jarahan dari jurang kematian tempo hari.
"kenapa tidak terbang saja?" orang tua didalam cincin tidak bisa memahami pola pikir anak muda ini.
"melelahkan!" Xiao Ahnzi menjawab se kena nya.
Perjalanan ke utara seharusnya tidak melalui kota embun bunga, tapi Xiao Ahnzi sengaja membelokkan langkah kuda nya, bagaimana pun sebuah kota yang menghilang adalah sesuatu yang pantas mendapat perhatian.
Di depannya sekarang adalah reruntuhan bekas sebuah kota, beberapa bangunan masih berdiri kokoh meski telah ditumbuhi tanaman merambat di beberapa sisi.
Xiao Ahnzi menggunakan teknik mata ketiga menyelidiki situasi, sebuah siluet menggambarkan keadaan kota didepannya.
"hmm?? Kota ini tidak benar benar kosong!" Xiao Ahnzi merasakan kehadiran beberapa orang yang tertangkap mata ke tiga.
Dua orang yang sedang duduk berhadap hadapan merasakan energi yang pdilepaskan Xiao Ahnzi saat menggunakan teknik mata ke tiga.
Merasa seseorang sedang mengintai, dua orang itu segera melesat cepat menerjang ke arah Xiao Ahnzi.
__ADS_1
Dalam waktu yang sangat singkat satu dari dua orang itu telah melesatkan dua serangan. Xiao Ahnzi yang telah menduga dua orang ini akan bersikap agresif cuma melakukan gerakan gerakan menghindar sederhana.
Dua serangan berupa tebasan itu luput dengan jarak yang diluar akal sehat. Tebasan yang mengarah leher lewat tiga senti dari target setelah Xiao Ahnzi memiringkan tubuhnya sedikit.
Tebasan yang gagal mengenai leher dengan cepat di ubah menjadi sebuah tebasan diagonal membelah dada kiri sampai pinggang sebelah kanan
Tebasan ke dua juga luput dengan cara yang tidak diketahui oleh sang penyerang.
"anak setan!! Kamu benar benar disukai masalah!! tsk.." orang tua didalam cincin mengirim suara kepikiran Xiao Ahnzi.
"Siapa Kamu anak muda?" seorang pria berpenampilan parlente telah berdiri di hadapan Xiao Ahnzi.
"Xiao Ahnzi!" anak muda itu menjawab singkat, sebuah senyum terpatri di bibirnya.
"Xiao Ahnzi..., semua orang berkumpul di negeri ini, seperti nya huru hara tidak dapat lagi dihindari" orang tua berpakaian mewah didepan menggeleng pelan, tampak menanggung beban.
"anak setan, dua orang ini berada di negeri ini, artinya cukup jelas akan ada kejadian besar!" orang tua di dalam cincin kembali mengirim suara.
"hantu tua, siapa dua orang ini?" Xiao Ahnzi mengirim pesan suara pada orang tua itu.
"penebas dan serigala, yang berpenampilan mewah itu serigala!"
Xiao Ahnzi lalu menyapa dua orang di depannya.
"angin apa yang membawa penebas dan serigala sampai di kota embun bunga ini?" anak muda itu berbuat seperti sangat mengenal dua orang jago di hadapannya.
"mn....?" orang yang dipanggil serigala sampai mundur selangkah mendapati anak muda di depannya mengenal identitas mereka berdua.
Tampak dua orang didepan sana saling pandang seperti nya saling mengirim prekuensi suara melalui telepati.
Xiao Ahnzi tidak membiarkan dua orang didepannya sempat menyusun sebuah rencana, "setelah si beruang, sekarang penebas dan serigala ada di sini, aku yakin ada sesuatu yang besar yang membuat kalian datang sejauh ini!" sebuah senyum masih bertahan di bibir anak muda itu.
".... Beruang?, kamu telah bertemu manusia satu itu?" serigala kembali buka suara,
"mn...kami pernah bertemu sebelum ini"
Xiao Ahnzi melihat perubahan air muka orang orang di depannya.
"berarti kita harus bertarung untuk membuktikan nya" penebas buka suara kali ini "bertahan tiga jurus, aku anggap kamu berkata jujur ."
Seiring kata katanya, penebas mulai menarik pedangnya, qi di alirkan pada pedang,hingga bilahnya berwarna terang.
Xiao Ahnzi sudah mendapat gambaran kasar tentang jago jago tua ini, hingga saat serangan dari penebas datang, Xiao Ahnzi telah dalam keadaan siap bertarung.
tebasan pertama dari penebas lolos dengan jarak satu inci dari leher Xiao Ahnzi,
Serigala yang memperhatikan, terbelalak melihat serangan rekannya tidak berhasil menyentuh anak muda di depannya.
Wajah anak muda di depannya sama sekali tidak memperlihatkan perubahan, jelas itu bukan sekedar keberuntungan.
Penebas tidak memikirkan serangannya yang luput, serangan kedua segera diluncurkan,
Delapan tebasan beruntun mengincar titik titik mematikan di tubuh Xiao Ahnzi.
Anak muda ini hanya menghindar dan menghindar sampai semua tebasan tak satupun menemui sasaran.
Serigala yang dari awal cuma menonton jadi gatal tangan, dalam sebuah lesatan cepat telah melancarkan sebuah serangan berupa tendangan.
Shuutt
Dari sisi yang lain, penebas telah masuk dengan serangan ketiga, satu pedang dengan selubung cahaya merah, dua puluh satu tebasan dalam kecepatan yang tinggi.
Semua cahaya bergulung tindih menindih mengincar titik vital Xiao Ahnzi.
" anak setan!! Awas!!!!"
__ADS_1