Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
120. Celah Dimensi


__ADS_3

Xiao Ahnzi tahu makhluk kecil berpendar itu mencoba menyerap semua energi petir dari lumut hati petir yang dijumpainya, tapi Anak Muda itu tidak pernah menduga sambaran petir yang diterima makhluk itu juga akan dirasakan oleh tubuhnya,


Dalam kondisi yang sedang tidak siap Xiao Ahnzi terpaksa menelan pil pahit, dia terlalu meremehkan kekuatan besar yang tersimpan di dalam segumpal lumut berusia ribuan tahun itu. 


Di lain sisi, makhluk mungil miliknya juga tidak dalam kondisi baik baik saja, makhluk itu mencicit seperti tikus yang terjepit ekornya setiap kali disambar petir. Bisa dikatakan makhluk itu juga kesakitan, entah berapa lama lagi ia akan mampu bertahan.


Ditengah rasa sakit yang mendera jantung dan semua isi dada nya, Xiao Ahnzi harus menemukan cara untuk mengeluarkan makhluk kecil itu dari kondisi kritis ini,


“siall,, harusnya ku makan saja lumut ini!”


Xiao Ahnzi jengkel karena makhluk itu bergerak lebih cepat dari dugaannya.


Xiao Ahnzi sampai menggunakan teknik pernapasan hitam untuk membantu menguras energi lumut hati petir, rasa sakit yang dirasakannya memang sedikit berkurang, tapi setelah menyadari keadaan disekelilingnya Xiao Ahnzi terpaksa menarik kembali teknik pernapasan hitam.


Teknik pernapasan hitam dan dantian lubang hitam adalah duo rakus energi, tidak hanya lumut hati petir yang disedot energinya, tapi dalam jarak dua ratus meter disekelilingnya lumut lumut lain ikut menjadi layu, Xiao Ahnzi tidak ingin menghancurkan ladang harta karun ini untuk bayaran rasa sakit yang sebenarnya masih bisa ia tahan.


“Tunggu!! Masih bisa ditahan??, bodoh!” 


Xiao Ahnzi mendekat dengan keadaan setengah merangkak,lalu tanpa ragu meraup gumpalan lumut hati beserta makhluk kecil miliknya, tanpa berpikir panjang langsung menelan habis gumpalan lumut hati petir tersebut.


Begitu lumut hati petir melewati tenggorokannya, Tubuh anak muda berambut putih itu langsung tersungkur mencium tanah. darahnya terasa mendidih, sakitnya sulit sekali untuk digambarkan. 


Meski harus menahan sakit dalam keadaan yang absurd begitu, Xiao Ahnzi segera memusatkan pikirannya, makhluk kecil berpendar terbebas dari domain petir lumut hati, dan segera kembali ke dantian lubang hitam, 


Begitu keadaan sedikit membaik, Xiao Ahnzi mengatur lalu lintas qi di dalam tubuhnya agar terpusat ke dantian lubang hitam. 


Energi yang besar itu seakan akan mampu menghapus rasa lapar dantian rakus itu, setelah berlangsung beberapa lama, resonansi antara dantian lubang hitam dengan makhluk berpendar akhirnya berhasil menyerap tuntas lumut hati petir, 

__ADS_1


Xiao Ahnzi nampak semringah ketika merasakan fluktuasi didalam dantian lubang hitam. "Akhirnya,, "


Dengan begini Xiao Ahnzi semakin bersemangat untuk menjelajah lebih jauh, selangkah lagi praktiknya bisa membentuk master foundation atau disebut juga forging qi tingkat kesebelas.


"Aku harap tidak terlalu lama untuk menembus tingkat selanjutnya,,"


Xiao Ahnzi mengusap usap beberapa Senti dibawah perutnya, seakan mengusap dantian lubang itu secara langsung dan mulai melangkah lebih dalam ke tengah ladang lumut itu.


Karena perjalanannya lebih banyak menghabiskan waktu untuk memanen tumbuhan lumut, Xiao Ahnzi jadi berjalan sangat pelan, seakan terlena dan lupa dengan maksud utama nya ke tempat ini, 


"Eh? Tujuan utama apa?, Aku tidak ingat ada pembahasan masalah seperti itu,," 


Xiao Ahnzi memang memiliki tujuan utama, menjadi lebih kuat secepatnya, dan ternyata dengan bermain main mencari harta Karun begini sedikit demi sedikit anak muda itu berprogres.


Hingga suatu saat langkah Xiao Ahnzi terhenti pada sepasang pilar yang berdiri kokoh selama ribuan tahun. Satu satu nya benda lain selain lumut di tempat asing ini yang di temui Xiao Ahnzi.


alih alih seperti sebuah gerbang, kedua pilar itu seperti penopang bangunan yang sangat berat, tapi jelas hanya ada langit di ujung kedua tiang tersebut. Setelah diperhatikan lebih lanjut terdapat simbol simbol dan tulisan yang sangat dikenali Xiao Ahnzi, simbol dan tulisan itu kemungkinan besar berasal dari peradaban yang sama dengan gulungan pernapasan tanpa tanding,


tapi analisa awal itu segera terbantahkan, sebab di bagian lain dari pilar itu terdapat berbaris baris tulisan lain yang tersusun dari beberapa jenis tulisan, yang sebagian besar juga sudah dikenali Xiao Ahnzi, 


Xiao Ahnzi tertawa setelah menyadari tulisan aneka tipe itu ternyata hanya berisi peringatan, meski ditulis dalam bahasa yang berbeda beda, artinya tetap saja berbunyi 'dilarang masuk!'


"masuk kemana?"


Di lihat dari manapun tidak ada pintu ataupun bangunan di sekitar sana. Di bagian belakang pilar itu pemandangan nya masih tetap sama, hamparan lumut.


Xiao Ahnzi menjadi semakin tertarik dengan kedua pilar tersebut, entah pilar apa atau berfungsi sebagai apa, tapi tidaklah mungkin seorang akan begitu iseng membuat tugu peringatan dalam bermacam bahasa, pasti ada sesuatu di tempat ini!.

__ADS_1


Lama Xiao Ahnzi mencari petunjuk tentang dua pilar ini, tapi sungguh mati, tidak tertulis hal lain apa apa di atas kedua pilar selain kata peringatan dalam bermacam bahasa tersebut, bahkan anak muda itu telah mengitari pilar itu beberapa kali, sampai bagian tertinggi pun sudah diperiksa Xiao Ahnzi, tanpa sadar gerakan tubuh Xiao Ahnzi itu kadang menyerupai ratu ular yang berusaha membelit kedua pilar tersebut. Tapi ya begitu, tetap tidak terjadi apa apa.


“Apa benar sebegitu isengnya?”


Xiao Ahnzi menggaruk kepala nya yang tidak gatal, ia telah mencoba meningkatkan teknik mata ketiga, tapi tetap tidak menemukan satu petunjuk pun, meski sudah memanjat sampai puncak tertinggi, tapi ada satu hal yang belum dilakukan Xiao Ahnzi sebenarnya,


yaitu melewati celah di antara dua pilar.


Kedua pilar itu berdiri begitu berdekatan, jarak dua puluh senti di antara kedua nya membuat Xiao Ahnzi tidak pernah berpikir untuk memasuki celah itu,


Hingga suatu ketika tanpa sengaja kepala Xiao Ahnzi tersorong masuk,


“eh?”


Xiao Ahnzi melihat pemandangan yang berbeda, padahal sebelumnya hanya ada hamparan ladang lumut, pelan pelan Xiao Ahnzi menarik kembali kepala nya, didepannya diantara dua celah kembali terlihat background tumbuhan lumut,


Xiao Ahnzi memasukkan lagi kepalanya hingga wajahnya melewati kedua celah, pemandangan kembali berubah.


“Hehe,,”


setelah beberapa kali melakukan itu, Xiao Ahnzi menyadari, itu adalah celah dimensi, yang membuat Xiao Ahnzi tertawa adalah kelakuan orang itu yang dengan sengaja membangun pilar peringatan, jika memang tidak ingin ada yang memasuki celah dimensi ini, bukankah cukup dengan menaruh sebuah pilar besar saja untuk menghalangi seseorang tanpa sengaja terperosok kesana. Kenapa harus ditambahkan embel embel yang menarik perhatian begini?


“Entah orang ini bodoh atau bagaimana?, lalu apa apaan dengan kedua tugu ini? Tapi terimakasih karena kebodohanmu aku jadi tahu ada celah dimensi di sana”


Xiao Ahnzi mengangguk anggukan kepala. Sekarang tinggal memikirkan cara untuk melewati celah sempit ini, jelas tubuh Xiao Ahnzi tidak akan muat bila mencoba memasukinya.


“Hhhmmm,,"Xiao Ahnzi sudah mencoba memiringkan badan, tapi tetap tidak bisa lewat, pikirannya tiba tiba melayang layang dan terdengar mulutnya mengatakan sesuatu

__ADS_1


" jika ratu ular gadungan itu ada disini dia pasti bisa lewat,,”


__ADS_2