
Beruang memandangi kepergian Mo Xiang Jin dengan mata yang memerah, tatapan penuh kebencian,
"manusia keji!!" Beruang seperti berbicara kepada diri nya sendiri, suara itu begitu rendah
Beruang tersentak, Tiba tiba saja bahu nya di tepuk seseorang.
Dengan tanpa rasa bersalah orang yang menepuk bahu beruang berujar "bukan kah kita kadang juga melakukan perbuatan yang sama?" orang itu ternyata sang Penebas.
Serigala yang juga mendengar kalimat rekan rekannya menelan ludah, wajah nya diambang tawa, antara ingin tertawa dan bersimpati.
"aku malah lebih tidak dapat mempercayai dalang dari semua ini!!" serigala bersuara pelan,
"anak itu..." Beruang baru saja ingat tentang Xiao Ahnzi, Beruang langsung berkelebat, tapi tangan nya tiba tiba dipegang erat dari belakang.
Penebas menggeleng lalu berkata " anak itu ditengah asap beracun, kau tidak bisa menolong nya, kau sendiri bahkan tidak punya bakat soal racun"
Entah angin apa, hari ini Penebas jadi lebih sering bicara, tidak seperti biasa.
Serigala bahkan jadi ragu, apakah orang disebelahnya ini benar benar sang Penebas.tanpa sadar orang satu ini membuat jarak.
"ada apa dengan tua bangka berdua ini?" dalam kondisi normal jelas beruang tidak akan pernah peduli pada orang lain, tapi hari ini serigala di buat terkejut berkali kali, Penebas yang lebih sering bicara, dan kepedulian Beruang pada seorang anak muda yang bahkan tidak dikenalnya.
Tengah Serigala berpikir tentang semua kejanggalan ini, sedangkan Beruang dan Penebas sama sama terdiam, sebuah cahaya redup melesat lagi dari jurang kematian.
Tiga orang sekawan itu serentak berpaling, mengikuti lesatan cahaya redup tersebut.
Cahaya redup tersebut ternyata berasal dari sesosok bayangan manusia.
"........."
"........."
"........."
Serigala melihat rekan rekannya seolah meminta pendapat nya, lalu berkata
" yang kalian pikirkan sama dengan pikiran ku"
"tidak mungkin!" Penebas menggeleng tampak keraguan di mata nya.
"kita pastikan saja!!" Beruang sudah berkelebat saat mengucapkan kata kata itu.
Meski sedikit khawatir dengan sisa sisa racun yang masih tersebar,Penebas dan Serigala akhirnya terpaksa mengikuti langkah Beruang.
Beruang telah sangat dekat dengan gumpalan asap hitam berbau amis ketika sebuah suara menghentikan langkahnya.
"jangan mendekat Paman!"
Beruang tertegun, "ka kau masih hidup?" Beruang jelas mengenal suara itu.
Serigala dan Penebas yang datang belakangan juga tertegun mendengar suara dari dalam asap hitam.
Seorang anak muda dengan rambut seperti gundukan salju melangkah keluar dari gumpalan asap hitam, disebelah nya melayang satu sosok berupa bayangan
"......"
!!!
"kau...." Serigala cukup mampu mengendalikan diri, tapi tidak dapat melanjutkan kalimatnya.
"kalian tua bangka yang gampang sekali terkejut!" sebuah suara dengan nada datar, tapi jelas jelas bermaksud mengejek tiga orang yang sekarang sedang membatu.
"setelah tersesat sejauh ini, kalian ternyata masih selemah dulu!" bayangan itu tampak menggeleng beberapa kali.
"cakra!!" Beruang berdesis
"hmmmp.. Jalada!! Ternyata kau masih mengingat aku!" bayangan itu lalu tertawa.
__ADS_1
Xiao Ahnzi yang hanya memperhatikan, juga ikut tertawa, tiga orang jago tua dari Minanka Bao itu berjalan mendekat, aura bersahabat memenuhi tempat itu.
"tidak sangka bertemu disini!" Serigala tampak tersenyum lebar.
Hanya sang Penebas yang memasang raut muka masam " kau bilang kami tua bangka, kau sendiri sudah jadi hantu gentayangan!! Tidak tahu diri!"
Xiao Ahnzi yang telah faham bahwa orang orang ini bersahabat tiba tiba berdehem " ku kira kalian masih punya banyak waktu untuk reuni, sekalian tua bangka!" sambil tetap melangkah meninggalkan kawan lama itu Xiao Ahnzi melanjutkan " tapi Mo Xiang Jin keparat itu harus diberi pelajaran dulu!!"
"bagaimana kamu bisa selamat dari racun dua nafas itu?" Sang Penebas baru ingat tentang keadaan mereka saat ini.
".....mn..., racun?? Hahaha anak setan ini makan racun tiap hari, racun apa lagi yang bisa membunuhnya?" sosok bayangan orang tua yang selama ini menemani Xiao Ahnzi membual.
"........" Xiao Ahnzi hanya tersenyum selayang,tidak menjelaskan apa apa.
Beruang telah mengambil langkah mengikuti Xiao Ahnzi, dia memang tidak terlalu suka banyak bicara, bagi nya cakar dan kepalan adalah cara terbaik menyampaikan maksud.
Sosok bayangan yang ternyata bernama Cakra itu kemudian menyusul Xiao Ahnzi,
Serigala dan Penebas tampak nya tidak punya pilihan lain, bagaimana pun tangan mereka juga sudah gatal melihat perangai Mo Xiang Jin.
Empat orang dan satu sosok berupa bayangan melintasi jurang kematian, jika dilihat sekilas tampak orang orang itu sedang terbang, padahal hanya mengandalkan peringan tubuh sehingga satu langkah bisa menempuh jarak sepuluh bahkan dua puluh meter.
Xiao Ahnzi tidak tahu persis dimana lokasi sekte selaksa racun, tapi itu tidak pernah jadi soal, dengan teknik mata ke tiga jejak pelarian Mo Xiang Jin dapat dilihat seterang siang.
Terlebih di dalam rombongan juga ada Si Serigala, kemapuan terbaik orang satu ini adalah berburu.
Beruang yang tepat di belakang Xiao Ahnzi tiba tiba saja tertegun, makhluk berbadan besar ini merasa perut nya di kocok kocok bau busuk yang menyengat. Tangan besarnya telah berusaha menutup hidung dan mulut,
Wajah Beruang benar benar mengenaskan saat ini, lelaki yang berpenampilan seperti lelaki berumur lima puluhan itu benar benar memuntahkan isi perut nya.
Si Serigala sebenarnya juga sangat terganggu dengan bau busuk yang menyesakkan tempat ini, tapi ia masih sanggup bertahan, hanya Penebas yang tampak biasa biasa saja, jauh jauh orang ini telah menutup indra penciumannya.
Xiao Ahnzi yang merasa Beruang butuh pertolongan, segera berbalik, dari cincin spasial nya keluar segenggam benda hijau bercahaya, " makan ini, efeknya bisa menahan racun dan bau busuk ini selama tiga jam"
Beruang tampak ragu, seumur hidup manusia yang lebih suka memakai otot ketimbang otak ini belum pernah melihat lumut yang bercahaya seperti yang diberikan anak muda itu.
Insting beruang adalah bertarung, dia tidak pernah melihat lawan, begitu merasa datangnya ancaman, Beruang menelan ludah, hati nya panas. Tanpa sadar Lumut yang menyumpal mulutnya ikut tertelan.
"nah begitu kan bagus!!" Cakra yang jahil malah menyeringai melihat rencana nya berhasil.
Beruang baru saja akan membalas perlakuan tua bangka di depannya, untunglah dia segera sadar, Bau menyengat yang mengaduk aduk isi perut nya hilang sama sekali.
Serigala tertawa keras menyadari apa yang sebenarnya terjadi, sampai Xiao Ahnzi melirik ke arahnya. Lalu berkata
" Paman juga membutuh kan itu?"
Serigala berpikir sejenak sebelum akhirnya menggeleng, keahlian ku adalah memburu, jika hidung ku tidak berfungsi, itu bukan lagi aku!"
Xiao Ahnzi tersenyum mendengar kata kata Serigala.
"berikan pada ku" Penebas tanpa malu malu langsung meminta Lumut bercahaya pada anak muda di depan nya.
Xiao Ahnzi sudah tahu bahwa dari tadi Sang Penebas menutup indra penciuman nya, Xiao Ahnzi langsung memberikan lumut bercahaya kepada nya.
"kita sudah memasuki markas sekte selaksa racun, berhati hati lah, meski lumut itu bisa menahan racun, tapi hanya racun yang tersebar di udara, jika racun nya langsung mengenai tubuh tetap akan berbahaya." Xiao Ahnzi menjelaskan.
Beruang dan Penebas berkedip, tampak nya sudah mengerti. Mereka lalu melanjutkan.
Pemandangan di tempat ini benar benar membuat sakit mata, tulang belulang berserakan, bangkai bangkai yang menggembung berbelatung,
Bahkan di antara tumpukan bangkai itu ada sosok sosok yang masih memiliki nafas,keadaan nya memang kritis, tapi pembiaran atas kondisi mereka adalah benar benar tidak manusiawi.
Penebas bertindak cepat, nurani nya memberontak, bantuan terakhir untuk korban korban yang malang ini adalah kematian yang cepat.
Tidak terhitung berapa tebasan yang di lakukan Penebas untuk membebaskan orang orang itu dari penderitaan, bahkan jagoan tua itu mengayunkan pedangnya dalam keadaan mata tertutup.
"benar benar biadab!!" gigi Beruang bergemeletuk.
__ADS_1
Hanya Xiao Ahnzi dan Sosok bayangan bernama Cakra yang tampak tetap tenang, sekilas seperti nya dua setan ini tidak memiliki nurani. Hanya mereka sendiri yang tahu betapa perih hati nya saat ini.
"Musnahkan!!!" Beruang menerjang
Murid murid sekte selaksa racun kelabakan, sepanjang sejarah tidak pernah ada orang cukup gila memasuki basis sekte selaksa racun, apalagi berniat bertarung, mereka lengah, satu terjangan dari Beruang benar benar seperti air bah yang menabrak apa pun di depan nya.
Delapan murid sekte selaksa racun langsung tewas di tangan Beruang.
Penebas juga sudah memasuki gelanggang, yang tersisa di dalam sekte selaksa racun adalah tiga puluh persen kekuatan, tindakan telengas Mo Xiang Jin sebelumnya benar benar salah perhitungan.
Lebih dari sepuluh orang tetua sekte selaksa racun sudah tewas di tangan Mo Xiang Jin saat menggunakan seni bela diri Hujan Racun Darah.
Satu tetua saja yang berkurang di dalam sebuah sekte, bahkan telah membuat kemunduran untuk sepuluh tahun, dapat dibayangkan betapa lemahnya sekte selaksa racun di saat seperti ini. Tapi tidak selemah itu juga...
Cakra, si bayangan orang tua yang beberapa tahun belakangan mengikuti Xiao Ahnzi, mengalami kemajuan yang signifikan dalam kemampuannya,
dua tahun yang lalu sosok bayangan itu bahkan hampir menghilang keberadaan nya, karena orang tua itu hanyalah sisa sisa pecahan jiwa spiritual, siapa sangka setelah mengikuti anak muda yang memiliki mata hitam sekelam malam namun penuh bintang itu, hari ini bahkan memiliki kekuatan besar untuk membunuh.
Telah belasan murid sekte selaksa racun meregang nyawa di tangannya.
Sedangkan dia sendiri tidak memiliki tubuh, serangan macam apa yang akan mampu melukai nya,, nyaris tidak ada.
Xiao Ahnzi selama setahun lebih kurang berada di Padang Rembulan, membuat sebuah inovasi baru untuk sosok bayangan orang tua itu.
Cakra mengaku sebagai pemilik asli teknik pernapasan api, orang tua itu membuktikan ucapan nya mengenai pengurangan penulisan teknik pernapasan yang dia wariskan dengan memperlihatkan secuil yang disimpannya.
Yang secuil itu ternyata seperti ilham bagi Xiao Ahnzi, dengan kecerdasan dan pengetahuan yang di baca nya, anak muda itu memberi beberapa saran.
Awal nya Cakra menolak mentah mentah ide anak muda yang memiliki rambut seperti gundukan salju itu.
Cakra adalah orang yang telah berada di dunia lebih dari tujuh ratus tahun, empat ratus tahun sebagai manusia, tiga ratus tahun sebagai hantu gentayangan, bagaimana mungkin ego nya dapat menerima ide gila dari seorang bocah yang bahkan belum genap dua belas tahun?
Hari itu Xiao Ahnzi hanya mengangkat bahu nya mendengar celaan dari sosok bayangan tersebut, lalu berbalik ke dalam wilayah Padang Petir Abadi.
Cakra yang saat itu tidak punya keberanian memasuki Padang Petir Abadi, tidak memiliki kegiatan apa apa yang bisa di lakukan.
Meski ego nya menolak, tapi pikiran orang tua itu terus mengingat teori teori yang di sampaikan Xiao Ahnzi.
Disinilah dia sekarang,, dengan kemampuannya yang sangat nge-cheat .
Serigala yang memperhatikan gaya bertarung Cakra berkali kali berdecak jengkel."benar benar tidak adil!!"
Orang tua yang menjadi pusat perhatian itu melirik sekilas, sebuah seringai tampak jelas di bibir nya, seperti nya orang tua itu mendengar keluhan Si Serigala.
Cakra dengan santai kembali melanjutkan menerjang ke arah anggota sekte selaksa racun yang lain, orang tua itu benar benar menggunakan kesempatan untuk membalas dendam.
sosok bayangan itu melesat kesana sini tanpa ada yang mampu menghalangi, meski begitu mulai tampak kerutan di keningnya.
"tua bangka!! Hadapi aku!!" Cakra mulai berteriak memanggil orang yang menjadi sumber dendamnya.
Xiao Ahnzi yang juga sedang bertarung menghadapi beberapa orang murid senior sekte selaksa racun tersenyum penuh arti melihat semangat orang tua yang menggebu gebu.
Lima jagoan itu benar benar menebar malapetaka bagi sekte selaksa racun, sebanyak apa pun orang orang sekte selaksa racun yang datang, hanya seperti laron membentur api.
Penebas dan Serigala yang bertarung berdekatan bahkan sempat saling bertukar kalimat.
"jika bukan karena akal bulus anak muda itu, semua tidak akan semudah ini!" Penebas menghela napas.
" aku sendiri jika tidak melihat secara langsung tidak akan pernah percaya semua ini ulah seorang bocah kecil, heheeh" serigala sedang melepas sebuah tendangan memutar sewaktu menanggapi ucapan sang Penebas.
Tampak agak terpisah dari rombongan, Beruang bertarung dengan belasan orang,seperti biasa lelaki berbadan besar itu memukul tanpa mengeluarkan suara. Hanya tinju nya yang berbicara.
Xiao Ahnzi merasa tekanan udara di sekitarnya sedikit berubah, intuisi nya menyatakan musuh yang kuat sudah datang, bahkan teknik mata ke tiga tidak bisa mendeteksi keberadaan nya.
Beruang terus memukuli murid murid sekte selaksa racun tanpa ampun. Saat itu mata Xiao Ahnzi menangkap lesatan senjata rahasia mengincar punggung beruang. Beruang tidak akan sempat menghindar.
Xiao Ahnzi melesat meninggalkan lawan lawan nya. mencoba memapas serangan senjata rahasia yang mengincar punggung Beruang.
__ADS_1