
Dengan langkah biasa, Xiao Ahnzi berjalan ke depan Xiao Lu Metian
“Coba lihat tangan Mu,,” Xiao Ahnzi meminta XIao Lu Metian mengulurkan tangannya,suara anak muda itu tanpa tendensi apa apa.
Xiao Lu Metian mencoba menggerakkan tangannya yang terasa ngilu, jelas ada yang salah dengan itu.
Xiao Ahnzi akhirnya mendekat, dengan tangan kiri nya Pangeran ke Empat memegang langsung lengan Xiao Lu Metian yang tampak bengkak dan memerah.
Tapi baru tersentuh sedikit saja gadis itu sudah menjerit histeris,
Auhhjkkk
Spontan Xiao Ahnzi melotot menatap gadis yang tiba tiba menjerit dan terkesan lebay itu.
Bahkan nampak sekali, anak muda dengan mata hitam sekelam malam yang dipenuhi bintang itu mulai berubah pikiran.
Menyadari aktingnya ketahuan terlalu awal, Wajah Xiao Lu Metian jadi semerah tomat, gadis itu jadi salah tingkah, gadis itu mencoba untuk tersenyum, walau senyum nya itu tampak sangat menyebalkan.
Tangan kanan pemuda itu tiba tiba ter ulur,sekejap kemudian memberikan jitakan di kening Xiao Lu Metian, kejadian yang tidak terduga itu membuat Xiao Lu Metian kembali menjerit.
Auuu
Tapi satu hal yang tidak disadari oleh Xiao Lu Metian, adalah tangan kiri Xiao Ahnzi memberikan sebuah sentuhan berat pada lengannya yang mengalami dislokasi, bertepatan dengan tangan kanannya memberikan jitakan.
"Itu upah untuk membuatku harus repot repot menyusul kesini."
Setelah mengatakan itu, anak muda itu pergi begitu saja.
"...... "
__ADS_1
Bagi Xiao Lu Metian kata kata tersebut harus mendapat perhatian serius, "menyusul?"
Xiao Lu Metian yang penasaran dengan maksud anak muda itu segera berdiri menyusul nya.
" hei..jelaskan maksud kata kata mu, kenapa kau menyusul aku? Siapa yang menyuruh mu menyusul aku?"
Xiao Lu Metian mulai berani tangannya sudah tidak terasa sakit lagi. Tapi anak muda itu tidak mengatakan apa apa.
Dengan tidak peduli nya , Xiao Ahnzi malah mulai memejamkan mata saat tubuhnya menemukan tempat bersandar yang empuk dan nyaman.
Sampai malam mendekati pagi, Xiao Lu Metian tidak berhasil membuat anak muda itu buka suara.
Dengan perasaan jengkel,akhirnya Xiao Lu Metian memilih duduk bermeditasi sambil menunggu pagi datang.
*
*
*
tapi ada satu peluang, beberapa orang siswa tertentu dapat mengikuti kompetisi tersebut sampai tiga kali selama menjadi murid akademi,
tapi kasus ini kemungkinan nya sangat kecil dan langka, seperti keadaan berikut ini,
Ada seorang bibit yang tergolong jenius di awal memasuki Akademi Tianqi, bibit itu masih berusia enam tahun, bertepatan setahun setelah menjadi murid, kompetisi Naga dan Phoenix di adakan, murid itu langsung mengambil kesempatan pertama nya di usia tujuh tahun, tapi ternyata setelah sekian lama menjadi murid, orang tersebut mengalami kemampatan dalam kultivasi, pada usia empat belas tahun murid itu kembali memiliki kesempatan untuk mengikuti kompetisi untuk ke dua kali, setelah dua kali mengikuti kompetisi Perburuan naga dan Phoenix, murid itu ternyata tidak kunjung naik tingkat ke tingkatan murid khusus, sehingga statusnya didalam Akademi jadi seperti sampah, yang hanya jadi bahan olok olok bagi seluruh isi akademi,
Meski dikatakan sampah, dan hanya membuat malu nama baik akademi Tianqi, murid itu tidak dapat dikeluarkan begitu saja, selama tidak memiliki kesalahan fatal. seiring berjalannya waktu, usia murid itu akhirnya sampai pada usia dua puluh satu tahun, kesempatan ke tiga akhirnya datang, untuk terakhir kali nya, murid itu berhak mengikuti perburuan Naga dan Phoenix,
Di lain sisi, Kesempatan itu sekaligus menjadi peluang berharga bagi pihak oknum menyimpang dari akademi untuk menyingkirkan sampah tersebut. Keberadaan orang itu adalah aib yang sangat besar bagi Akademi Tianqi.
__ADS_1
Tahun ini manusia yang beruntung tapi juga tidak beruntung itu kembali mengikuti kompetisi perburuan Naga dan Phoenix, malam telah berada di penghujungnya saat anak muda berumur dua puluh satu tahun itu memasuki wilayah padang rumput yang hanya ditumbuhi semak setinggi manusia dewasa,
Pemuda itu tampak berjalan sendirian, ditangannya memegang sebatang rumput yang sesekali rumput itu diselipkan di bibirnya, ada sobekan pada lengan baju nya yang kelihatan sempit dan menggantung,warna pakaian nya agak lusuh, mungkin karena terlalu lama di pakai, di kepala nya pemuda itu menggunakan sebuah pita berwarna putih sebagai pengikat kepala, wajahnya tampak riang, bahkan sesekali dengan suara yang rendah, pemuda itu melantun kan sepotong nyanyian yang syair nya terus di ulang ulang.
Setelah Praktik nya mampat, atau istilah orang orang di dunia kultivasi kondisi bottle neck yang terlalu dini, praktik nya telah terhenti lama di tingkat forging qi ke delapan, jadi selama di Akademi Tianqi Pemuda itu hanya naik tingkat praktik sebanyak satu kali.
Keadaan itu membuat pihak pengelola Akademi memutus semua akomodasi bagi nya, hal yang sama juga di lakukan pihak keluarga sang pemuda sendiri, meski tidak di buang dari keluarga, kondisi nya lebih kurang tidak di inginkan.
Pemuda itu berjalan dengan santai sambil sesekali menggigit rumput kering ditangannya, benar benar tidak nampak beban apa pun dari rona wajahnya yang bersemangat.
Hanya saja, bila seseorang yang bukan dari kalangan beladiri memperhatikan langkah santai pemuda itu, dipastikan orang itu akan segera melarikan diri karena ketakutan.manusia mana yang berani bernyanyi di dalam kondisi gelap sebelum pagi ini?
Ini adalah pegunungan Raja Monster, bahkan suara desah nafas saja bisa membuat nyawa melayang.
Dalam waktu yang tidak seberapa lama, pemuda itu telah mendekati bagian ujung padang rumput, tempat Xiao Ahnzi dan rombongan Shu Liu Xin berada, rombongan itu akhirnya menghabiskan malam di pinggir sungai setelah ketegangan panjang yang mereka alami.
Sosok Harimau Putih yang rebahan di samping Xiao Lu Metian tiba tiba berdiri dengan bulu bulu pada ekornya ikut berdiri, persis seperti kucing yang sedang dalam mode siap tempur.
Xiao Ahnzi yang semula menjadikan tubuh Harimau itu sebagai sandaran, berada dalam keadaan setengah tertidur, kepala nya langsung terhempas ke tanah, posisi kepala Xiao Ahnzi sekarang seakan berada dibawah kolong, dalam keadaan itu barulah pemuda itu menyadari, ternyata harimau putih ini,, betina.
Tidak seperti biasanya, Pangeran ke Empat tidak mengomeli binatang itu, Xiao Ahnzi beranjak duduk sambil menggerakkan urat leher nya, acuh tak acuh lalu berkata “tidak perlu cemas,,, dia tidak berniat jahat.”
Meski mulutnya berkata begitu,nyata nya anak muda itu malah memasang sikap waspada, bagaimana pun, tamu yang datang ini bukan orang biasa, nyanyiannya mampu membuat takut demonic beast,
Xiao Lu Metian yang mendengar anak muda berambut putih itu berbicara,segera membuka mata nya, XIao Lu Metian tidak berani mencoba tidur setelah apa yang dia alami,gadis itu memilih bermeditasi,mencoba memulihkan tenaga nya yang sempat terkuras habis.
Terus terang Xiao Lu Metian tidak mendengar sesuatu apa pun,selain suara Xiao Ahnzi barusan yang ternyata berbicara pada binatang harimau putihnya, Harimau Putih itu sendiri tampak memasang sikap siaga,bulu bulu ekornya mengembang persis ekor kucing yang sedang marah.
“Sikap binatang itu,,,,” Xiao Lu Mengenal betul sikap semacam itu selama beberapa hari di ikuti harimau Putih tersebut,gadis itu ikut waspada,
__ADS_1