Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
090. punya panduan


__ADS_3

"Boleh aku mencoba nya? " 


Xiao Ahnzi hanya mengangguk, sambil tetap mengunyah makanan di dalam mulut nya, entah itu makan malam atau bukan, tapi kedua orang itu akhirnya makan berdua di satu meja, dan di akhiri protes sang gadis. 


"Kenapa kau membuatnya terlalu sedikit? "


"..... " 


Xiao Ahnzi tidak tahu harus berkata apa, jujur saja porsi itu harusnya untuk sepuluh orang, tapi gadis itu masih berkata terlalu sedikit. "Ahh,, mungkin karena kau terbiasa menelan seekor gajah utuh,, "


Tapi berikut adalah kata kata yang akhirnya di ucapkan Xiao Ahnzi


"Kau menyukai nya? "


"Mn,, ternyata rasa nya luar biasa dibanding seekor gajah utuh! "


Gluk


Xiao Ahnzi menelan ludah karena kejujuran gadis ini yang ternyata sesuai dugaannya. 


"Lain kali aku akan memasakkan lagi untukmu bila ada waktu." 


Gadis itu tampak bahagia, bibir nya tersenyum matanya berbinar. 


"Hmm, sebenarnya apa yang terjadi sampai kekasihmu itu di tawan? "


Memang saat bicara yang paling tepat itu setelah makan, gadis itu tidak menunjukkan perubahan pada ekspresi nya. Lalu mulai bercerita. 


Lebih setahun lalu, istana Ular di serang seorang pria tua yang bisa mengendalikan binatang buas, Dia Pria tua yang tewas di tangan Xiao Ahnzi, kemampuan pria tua itu sangat hebat, bahkan beberapa panglima manusia ular berhasil di kendalikan, She Annchi beruntung di selamatkan oleh Ratu Ular yang asli, ibu nya, tapi keselamatan She Annchi harus ditebus dengan harga yang sangat mahal, ibu nya berhasil di tawan.


tapi bukan itu masalah terburuknya, pria tua itu adalah seorang kultivator yang mempraktekkan praktik terlarang, diketahui pria tua yang berasal dari dunia manusia itu dikenal dengan kelakuan menyimpang level selanjutnya, yaitu menyukai hubungan badan dengan makhluk buas, tidak peduli binatang itu jantan atau betina. 


Hoek


Xiao Ahnzi hampir saja memuntahkan makanan yang belum sempat di cerna lambungnya, dia buru buru menutup mulutnya menggunakan telapak tangan.


"Itu,,, horror sekali,, " Xiao Ahnzi mengusap bagian belakang tengkuknya, 


"Mn.. Aku pikir juga begitu, apa mereka menyebutnya???" She Annchi tampak berpikir keras, bahkan sampai muncul kerutan di keningnya, "Kultivasi ganda,, begitu kalau tidak salah, " 


"Lalu apa yang terjadi dengan,,, bagaimana aku menyebutnya? Binatang buas yang jadi korban pelecehan s*ksual si tua bangka? "


She Annchi menggeleng, wajahnya mengelam, lalu berkata "tidak ada yang tahu, informasi dari bawahan ku, menyatakan orang yang aku cari kemungkinan masih hidup, karena sering terdengar suara jeritan dari dalam goa, aku berasumsi mereka sedang di siksa"


".... Aku kira mereka berbohong, bukannya laporan mereka mengatakan tua bangka itu sedang pergi keluar? "

__ADS_1


"Sekarang aku juga berpikir begitu! " She Annchi menjawab singkat setelah berpikir sejenak. "akan ku habisi semua ular keparat itu!" batin nya.


"Kau benar benar Ratu yang tidak kompeten! " Xiao Ahnzi akhirnya kelepasan juga, 


"..... Tsk! Aku juga tidak ingin menjadi Ratu! Di usia muda harus mengatur ini itu dan segala macam pekerjaan membosankan, kau kira aku mau? " Gadis itu membalas sengit. 


"Heh muda? Memang berapa usia mu?" Xiao Ahnzi terlihat tidak percaya gadis di depan nya bisa mengaku masih muda, dari beberapa kitab yang di baca nya, demonic beast yang bisa memiliki tubuh manusia setidaknya berusia ribuan tahun. 


"Kau pikir aku demonic beast? Kaum manusia ular bukan demonic beast, kami adalah spesies tersendiri, bahkan tanpa praktik kultivasi sekalipun keturunan manusia ular bisa mengambil wujud manusia! " She Annchi faham ke arah mana pembicaraan anak muda di depannya mseki tidak mengatakannya secara gamblang.


".....? "


Ini pengetahuan baru bagi Xiao Ahnzi


"Lalu berapa umurmu?" Xiao Ahnzi semakin penasaran. 


"Tujuh belas tahun! "


"Kekasihmu itu? " Xiao Ahnzi melanjutkan.


"Aku belum punya kekasih! Dia adalah sahabat kecilku. " Nada suara She Annchi berubah. 


Perubahan itu tentu dapat dirasakan Xiao Ahnzi, bukannya simPATI, anak muda itu malah mengajukan pertanyaan yang sama sekali tidak ada hubungannya


"Berapa kali kalian melakukan itu? " Sambil melipat tangannya di depan dada. 


"Brengs*k!! Bahkan kau yang mengambil ciuman pertama ku! " Meski memaki tapi gadis itu tidak memiliki kebencian dalam nada nya. 


"... Kalau begitu kau beruntung, memberikannya pada pemuda se luar biasa aku, "


"..... " Bahkan She Annchi tidak tahu harus berkata apa. 


Setelah berdiam beberapa lama, Xiao Ahnzi mulai mengemasi perangkat makannya, tanpa di cuci, semua menghilang dari pandangan menyisakan bagian kotor itu untuk seseorang di dalam cincin. 


"Waspada, ada sesuatu yang sangat kuat di dalam salah satu lorong tersebut, " Xiao Ahnzi menunjuk bagian goa yang memiliki lobang lobang yang membentuk lorong. 


She Annchi mengangguk tanda mengerti, lalu bertanya dengan nada rendah


"Bagaimana kau melakukannya? "


"Aku punya panduan nya, namanya kitab kamasutra, kau boleh meminjamnya kalau mau"


Xiao Ahnzi tidak mungkin membuka semua rahasia dan kemampuannya, wanita ini adalah ular, tidak ada jaminan di hari depan mereka tidak menjadi lawan. 


"Boleh, apa itu hebat,? " Gadis itu bersemangat. 

__ADS_1


"..... "


"Ya ampuunn,, dia benar benar lugu apa bodoh? "


"..... " 


"Bagaimana? " She Annchi makin penasaran. 


"Nanti saja, kau bisa menilai sendiri" Xiao Ahnzi mulai memasuki salah satu lubang di dinding, arah yang sama tempat keluarnya energi spiritUal yang sangat besar itu. 


Teknik mata ketiga tidak menemui hambatan apa apa, Xiao Ahnzi melangkah hati hati di dalam ruang temaram, ada penerangan di dalam goa, yang bagi Xiao Ahnzi terasa janggal dan lebih tertinggal dibanding goa kediaman pria tua m*sum di atas sana. 


Penerangan di tempat ini terbuat dari nyala api yang dibentuk seperti obor, Xiao Ahnzi mencoba menyelidiki usia obor obor tersebut, ternyata obor ini telah tertancap di dinding ini dalam waktu yang sangat lama, puluhan bahkan mungkin ratusan tahun yang lalu, Xiao Ahnzi tidak menyelidiki lebih jauh, itu menguras energi nya terlalu banyak.


dalam rekaman ulang kejadian, Xiao Ahnzi melihat seekor manusia ular memasuki lorong ini, keadaan manusia ular itu tampak tidak baik, saat manusia ular memasuki lorong, secara otomatis obor di dinding menyala. Dan yang paling mengejutkan,kejadian itu terjadi lebih kurang setahun yang lalu,


Selama Xiao Ahnzi fokus menyelidiki masa lalu, beberapa kali She Annchi memanggil manggil diri nya, bahkan sempat mengusap rambut putih pemuda itu,


Xiao Ahnzi seakan tidak menyadari, nyata nya dia tidak menanggapi, sehingga gadis yang merasa di abaikan itu akhirnya hanya diam mengikuti sambil terus mengusap usap rambut putih yang terasa dingin. 


"berhenti melakukan itu" Xiao Ahnzi menegur tanpa menoleh, bahkan nada nya tidak terdengar keberatan sama sekali,


apa yang menanti Xiao Ahnzi di ujung lorong adalah pemandangan yang bukan main menakjubkan, 


sebuah ruangan dengan banyak pola pada lantai, bahkan terdapat beberapa tuas dan roda bergerigi, setelah mengedarkan pandangan lebih jauh, Xiao Ahnzi menemukan sebuah ruangan tembus pandang, dibalik pembatas tembus pandang tersebut sesuatu yang lebih  menakjubkan tampak diam tak bergerak,


She Annchi berlari dan baru berhenti saat tubuhnya terhalang dinding tembus pandang. Gadis itu berusaha merusak dinding tembus pandang tersebut dengan kuku kuku nya, bahkan ketika tidak berhasil dengan kuku kukunya ia mulai  membenturkan kepala nya, dinding tembus pandang itu tidak bergeming, jangan kan pecah, bergetar pun tidak. 


She Annchi menangis di balik dinding tembus pandang yang sekilas tampak  seperti kaca, tampak sekali kening gadis itu berwarna kemerahan akibat benturan.


Xiao Ahnzi memperhatikan dinding penghalang tembus pandang, sebelumnya Pangeran ke empat lebih fokus terhadapa subjek di balik dinding yang terlihat menakjubkan, subjek itu yang di lihat Xiao Ahnzi sebelumnya memasuki lorong melalui teknik mata ke tiga, tidak di sangka makhluk itu terjebak di dalam sana.


Xiao Ahnzi mengenal jenis batuan super keras berwarna jernih ini, 


jenis paling langka, giok jadeit tidak berwarna, bening seperti kaca.


Xiao Ahnzi masih menunggu, dia percaya akan segera tahu kenapa gadis itu sampai menangis membenturkan kepala ketika melihat subjek di balik dinding tembus pandang. Anak muda ini juga tengah berpikir bagaimana cara mendapatkan batuan tak ternilai ini, 


untuk memecahkannya Xiao Ahnzi tidak menemukan suatu cara pun, pasti ada mekanisme untuk menggerak kan penghalang ini.


"pola pola pada lantai, tuas, roda bergerigi,,,? semua nya tidak mungkin secara kebetulan, pasti 


memiliki fungsi tertentu." Xiao Ahnzi mulai mempelajari pola pada lantai, menguras semua ingatannya.


tidak terlalu lama sampai ia menemukan sesuatu.

__ADS_1


"dapat!"


__ADS_2