Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
095. pembalasan


__ADS_3

***warning


Chapter ini mengandung adegan kekerasan, harap bijak dalam membaca


“Aku kesini untuk membebaskan kalian, dan kalian bisa melarikan diri menemui dewa yama,,” Xiao Ahnzi berkata tanpa nada, 


“Hmmp! Mimpi! “ serempak manusia ular yang statusnya sebagai tahanan itu mulai  berdiri,


Kondisi mereka terbilang masih prima, mengingat belum satu pun di antara penghianat ini yang terluka, She Annchi yang menangkap sekumpulan penghianat ini tidak menjatuhkan tangan kejam begitu mereka menyerah tanpa syarat. 


Mereka cukup pandai menilai situasi, She Annchi berhasil kembali hidup hidup dari goa kediaman pria tua yang menjadi tuan mereka selama setahun belakangan, arti nya cukup jelas, pria tua tersebut berhasil di kalahkan!


saat ini mereka hanya berharap pengampunan dari ratu ular, semoga tidak dihukum terlalu berat, apalagi sampai dihukum mati,


tapi siapa yang akan menyangka, ancaman terbesar yang sebenarnya adalah dendam kesumat pemuda dari ras manusia ini.


Mantan algojo ini mulai membentuk formasi pertarungan, dan membuat pemuda itu dalam keadaan terkepung di tengah lingkaran, meski tidak bersenjata, para narapidana ini sangat percaya diri dalam menghadapi manusia kecil ini,


Mereka menang jumlah dan secara fisik dan praktik, ras manusia ular tentu lebih unggul dibanding manusia, apalagi tingkat praktik pemuda itu hanya di forging qi tingkat delapan.


Xiao Ahnzi berdiri dengan gagah ditengah kepungan, dari sikapnya yang tetap tenang, dapat dilihat Xiao Ahnzi tidak kalah percaya diri dibanding musuh musuhnya,


bahkan seringainya masih tidak memudar meski lawan telah melepaskan niat membunuh,


Pertarungan satu melawan lima belas orang pun akhirnya pecah, dengan sebilah belati di tangan, pangeran ke empat tidak serta merta menjadi pihak yang tertekan, malah lawan yang sempat meremehkan terpaksa menelan pil pahit melihat main tangan anak muda ini,


Xiao Ahnzi tidak menggunakan seni bela diri apa pun untuk membuat lawan merasa terdesak, langkahnya bahkan terkesan serampangan dan asal asalan, tapi ternyata semua itu sangat efektif untuk menghindar dan melakukan serangan balik dengan cepat, 


“Sial! Jangan kasih kendor!”

__ADS_1


seorang manusia ular memberi aba aba pada kawan kawan nya, setelah pertempuran berjalan beberapa lama, tapi serangan mereka masih belum mampu menjatuhkan lawan yang jauh lebih lemah tingkat praktiknya dibanding mereka semua.


“Baik,cukup pemansannya!” Xiao Ahnzi menimpali ucapan manusia ular itu, gerakannya berubah semakin cepat tapi masih sulit di tebak kemana kaki nya melangkah selanjutnya, tahu tahu seorang manusia ular telah menerima sebuah tusukan pada mata sebelah kiri nya,


“Iiiiikkkkhh!!!”


jeritan manusia ular itu terhenti ketika Xiao Ahnzi kembali memainkan belati nya, kali ini sebuah sayatan muncul di leher manusia ular yang sudah kehilangan sebelah mata nya,


Kawan kawannya berusaha menolong dengan memberikan serangan, Xiao Ahnzi terpaksa menarik mundur serangannya, tapi sedetik kemudian begitu ada celah kembali mengincar manusia ular yang telah terluka, dalam keadaan terdesak dan putus asa, manusia ular itu menjulurkan lidahnya melepaskan racun, Xiao Ahnzi tidak peduli dengan racun yang di lepaskan lawan, belatinya kembali berkelebat di antara serangan yang dilancarkan manusia ular lain dalam upaya melindungi nyawa rekannya.


Sangat cepat,!! bahkan manusia ular yang menerima serangan belati sampai tidak sadar kapan pemuda itu melakukannya, mata nya seperti akan melompat keluar dari rongga nya ketika menyaksikan ditangan anak muda itu tergenggam sesuatu yang tampak bergerak berwarna merah kehitaman, ujung sesuatu itu terbelah seperti bercabang,,


Seperti dikomando belasan manusia ular lain nya serempak melirik kearah rekan mereka yang baru saja ditargetkan musuh, seperti melihat setan disiang bolong, mereka bahkan sampai memegang leher masing masing begitu melihat kondisi kawannya yang berdiri dengan leher robek besar dan,,,batang tenggorokannya terlihat tidak lagi berada di tempatnya. Tubuh nya lalu tumbang dengan mata melotot. Pertempuran sempat terhenti sejenak.


“Kalian juga akan kebagian,,,” Xiao Ahnzi melempar lidah beserta batang tenggorokan manusia ular ditangan nya kearah seorang manusia ular yang tampak sangat syok. Manusia ular satu ini adalah orang terakhir yang mencoba melindungi rekannya yang telah tewas tersebut.


“Bunuh! Bunuh Bajingan ini!” 


Keadaan mulai tidak baik bagi tiga belas orang manusia ular yang tersisa, kekejaman pemuda di depan mereka jelas diluar perhitungan, bahkan sebagai algojo yang kesehariannya berkecimpung dengan beragam mode penyiksaan dan pembunuhan,mereka belum pernah melakukan cara se sadis dan sebrutal itu. Sedikit demi sedikit mental mereka mulai down,


Xiao Ahnzi yang telah membantai sekian banyak demonic beast, bahkan telah dimulai dari sejak usia nya belum genap enam tahun benar benar tidak memperlihatkan perasaan dan pengampunan dalam serangan nya,


seorang manusia ular lain yang mengaktifkan mode setengah ularnya kembali mati dengan cara yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya, Pemuda itu mematahkan kedua tangannya, lalu memotong motong bagian setengah ular nya sedikit demi sedikit dimulai dari bagian paling lancip sampai bagian setengah ular itu memang tidak bersisa barang seinci pun,


Semua itu dilakukannya dalam keadaan menghindari serangan serangan yang terus berdatangan, tanpa terluka sama sekali. Keadaan ini benar benar membuat sisa manusia ular lainnya frustasi, 


Seorang manusia ular lain nya sampai berniat mati bersama, dengan sisa semangat nya manusia ular itu mengumpulkan semua energi di dalam mulut, membuat kepalanya membesar dengan cepat dan akan meledak dalam batas tertentu.


 

__ADS_1


Kawan kawan manusia ular itu serempak berteriak mencegah apa yang ingin dilakukan manusia ular yang nekat tersebut


“Jangan!!!” 


formasi yang mengurung XiaoAhnzi itu akhirnya melebar ketika masing masing orang berusaha menyelamatkan diri dengan menghindar sejauh yang mereka bisa, beberapa bahkan telah mengambil posisi tiarap di sudut ruangan ketika mereka tidak bisa berlari lebih jauh,


XIao AHnzi menyadari apa yang akan dilakukan lawannya, sebuah pusaran energi segera terbentuk, lalu menelan manusia ular yang akhirnya meledak ditempat yang jauh diluar ruang tahanan.


Tidak ada ledakan seperti yang di takuti para mantan algojo tersebut,


Setelah hening beberapa lama, mereka memberanikan diri melirik kearah tempat seharusnya ledakan berasal, tapi ditempat tersebut hanya ada seorang anak manusia yang berdiri tak goyah dan gagah.


“Apa yang terjadi?” seorang manusia ular yang sedang tiarap melirik kawan dibelakangnya yang juga dalam posisi yang sama.


Orang yang di tanya hanya menggeleng, wajahnya sudah pucat, keringat menetes di jidatnya,


Para mantan algojo itu tetap tidak beranjak dari tempat mereka setelah beberapa lama, mereka sepertinya telah kehilangan semangat untuk melanjutkan pertarungan, dan berharap seseorang akan datang menolong mereka dalam situasi seperti ini, tapi siapa?


“Kalian memiliki hutang yang sangat besar kepada pangeran ini, aku benar benar harus menagihnya, walau apa pun yang terjadi!” seseorang memecah keheningan, orang itu tentu saja Pangeran ke empat. 


Ancaman yang dilepaskan Xiao Ahnzi menusuk tepat ke dalam jiwa para narapidana tersangka penghianatan tersebut, bahkan mereka jadi putus asa.


Merasa tidak ada lagi jalan selamat, beberapa manusia ular yang tersisa itu akhirnya memilih mengakhiri hidup mereka dengan cara memecahkan kantong racun di dalam tubuh, secara tiba tiba dari mulut mereka keluar busa bercampur darah, mereka telah mati bahkan sebelum Xiao Ahnzi menyadari apa yang dilakukan mantan algojo tersebut.


“Sial!! Aku lupa,,mereka kan punya racun didalam tubuh nya!” wajah pemuda itu tampak jengkel, seiring beberapa kata kata caci maki yang sekiranya akan membuat novel ini di banned bila dituliskan.


Xiao Ahnzi menggunakan teknik pernapasan air untuk menghilangkan noda darah ditubuhnya, lalu menggunakan teknik pernapasan angin untuk membuang sisa amis di pakaiannya, setelah yakin tidak ada tanda tanda yang akan menunjukkan pemuda itu telah mengalami kejadian brutal barusan, Xiao Ahnzi  melepaskan segelnya, lalu sebuah pusaran energi muncul didepannya, pemuda itu kembali ke dalam perpustakaan menunggu She Annchi mengunjunginya,


Setelah menyalin beberapa gulungan ke dalam otak nya, She Annchi akhirnya datang dengan wajah cerah dan mata berbinar, masih sampai di pintu, tanpa bertanya ini itu gadis itu lalu berkata,

__ADS_1


“Ibu ingin bertemu denganmu,,ayoo” sambil terus melangkah dan menarik tangan pemuda yang gelagapan,bahkan Xiao Ahnzi lupa mengembalikan gulungan ditangan nya.


__ADS_2