
"orang tua, mengikuti aku keluar dari sini lebih baik bagimu, ketimbang kamu mengharapkan kesempatan untuk menguasai tubuhku." Xiao Ahnzi akhirnya melanjutkan bualan nya, padahal sebenarnya anak muda ini tidak benar benar tahu niat terselubung bayangan orang tua tersebut.
Semua yang di lakukan Xiao Ahnzi adalah buah dari membaca terlalu banyak,anak muda ini menyimpan terlalu banyak hal yang tidak akan di sangka orang lain.
'Tidak ada makan siang yang gratis,' begitu yang tertulis dalam sebuah gulungan tidak penting di lantai satu perpustakaan kerajaan ufuk barat.
"bagaimana kamu tahu semua yang telah aku rencana kan?" suara orang tua dalam bentuk bayangan itu benar benar bergetar. Anak di depannya ini tidak biasa.
"bagaimana aku tahu?" Xiao Ahnzi tertawa keras menanggapi pertanyaan orang tua itu, dia tidak mau menjelaskan.
"seharusnya aku langsung melenyapkan sisa jiwa mu yang kerdil ini, tapi aku ingin memberikan sebuah kesempatan balas dendam padamu." Kali ini Xiao Ahnzi tidak sedang membual, ini adalah kesimpulan dari sebuah penelitian, orang tua ini telah mengalami keracunan yang parah sebelum meniggalkan jasad nya, pada jasad itu masih terdapat sisa racun korosif,
dari aroma racun yang telah berusia lebih tiga ratus tahun itu, Xiao Ahnzi menemukan kemiripan dengan salah satu dari tiga orang yang pernah muncul di atas tebing.
"a- apa maksudmu?" orang tua itu tergerapap mendengar kata kata bersayap Xiao Ahnzi.
"orang yang meracuni mu, masih hidup bahkan kaki tangannya semakin terbang tinggi di luar sana," Xiao Ahnzi berkata dengan kepercayaan diri yang tinggi.
"..... Tidak mungkin!! " orang tua itu benar benar sulit untuk percaya, tapi bocah ini bertingkah seolah mengetahui semua nya.
"dua tahun yang lalu, racun yang menggerogoti tulangmu pernah muncul di atas tebing jurang kematian!" Xiao Ahnzi langsung kepada inti percakapan
"apa??" benar benar tampak kilauan penuh amarah dan dendam di mata orang tua itu sekarang."kau jangan menipuku! Semua itu tidak mungkin!!"
Melihat orang tua itu mulai termakan amarah Xiao Ahnzi tidak melanjutkan. Tapi semua itu sudah cukup untuk mencapai maksudnya.
"Baiklah, semua terserah padamu orang tua, aku harus melanjutkan perjalanan ku!" Xiao Ahnzi mengemasi barang barangnya,
"Tunggu!! Aku akan mengikuti kamu, katakan syaratmu!" orang tua itu merasa tidak punya pilihan lain, terus menunggu ditempat ini sudah tidak lagi ada guna nya.
"tidak ada!, kamu orang tua boleh ikut, pangeran ini tidak butuh apa apa dari dirimu.!" Xiao Ahnzi ingin membuat seolah olah dirinya tidak membutuhkan orang tua itu sama sekali.
"kenapa kamu tidak membawa armour itu keluar dari sini? Kamu boleh memilikinya" orang tua itu teringat sebuah keinginan lama anak muda ini.
".....mn... begitu boleh juga," Xiao Ahnzi lalu mendekati jasad orang tua yang tinggal tulang belulang, lalu melepaskan armour yang melekat di tubuhnya.
Sebelum melepas armour yang menjadi penopang tubuh orang tua itu, Xiao Ahnzi telah mengalir kan sebuah energi dingin yang membekukan, sehingga tulang belulang itu tidak roboh ketika armour yang menopangnya di lepas.
"dengan teknik pernapasan air, Sisa sisa racun yang juga menempel pada armour terserap ke dalam dantian lubang hitam.
setelah racun yang menempel itu dibersihkan,muncullah warna asli armour ini, perpaduan perak dan emas.
" kamu pakai saja!" orang tua itu melihat anak muda ini hanya memandangi armour yang ada ditangannya.
Xiao Ahnzi tidak menolak, langsung memakai armour ditangannya.
"alirkan qi, maka ukuran dan bentuknya akan menyesuaikan bentuk tubuhmu," orang tua itu melanjutkan.
Benar saja, ukuran armour itu langsung klop pada tubuh Xiao Ahnzi, sebenarnya tubuh anak ini telah tumbuh cukup pesat dalam tahun tahun ini.
Sekarang tinggi anak muda ini sudah mencapai seratus enam puluh tujuh sentimeter. Untuk ukuran remaja sepuluh tahun itu tergolong tinggi, binar mata nya semakin menggoda hati, anak muda sepuluh tahun ini benar benar menarik,dan tidak bisa di abaikan. Rambutnya putih, menjuntai sampai bahu, sekilas penampilannya seperti rambut kaum elf,.
"kamu bawa juga Cincin spasial itu, sementara aku bisa tinggal didalam cincin spasial itu" orang tua itu menjelaskan.
Xiao Ahnzi tidak banyak bertanya,langsung mengambil cincin dan memakai di jarinya.
"kita berangkat!!" anak muda itu tersenyum puas,pengetahuan orang tua ini akan sangat berguna.
Sosok bayangan orang tua itu lalu masuk kedalam cincin spasial,menghilang dari pandangan.
"anak muda, pintu keluar nya ada di depan,di tempat semula kamu memasuki tempat ini" sebuah suara terdengar di benak Xiao Ahnzi, orang tua itu ternyata bisa bicara melalui pikirannya.
Xiao Ahnzi segera menuju balkon depan. Tidak seperti dahulu saat pertama memasuki goa besar ini, sekarang Xiao Ahnzi tidak butuh waktu lama untuk sampai di balkon.
"Pintu keluar itu tepat didalam aliran lava dibawah sana."orang tua itu memberi petunjuk melalui suara didalam pikiran Xiao Ahnzi.
Ada jarak lima ratus meter dari balkon mencapai kolam lava dibawah sana, Xiao Ahnzi menerapkan pernapasan angin untuk melayang turun, setelah mencapai permukaan lava segera mengganti pernapasan angin dengan pernapasan api.
Dengan teknik pernapasan api,tubuhnya segera terlindungi dari temperatur panas ekstrim kolam lava,
__ADS_1
Dengan kecepatan yang biasa,Xiao Ahnzi mulai menyelam kedalam kolam lava, api biru di dantian tengah bereaksi terhadap hawa panas tempat ini.
Sejenak energi di dalam tubuh Xiao Ahnzi mengalami lonjakan. Penomena yang di alami Xiao Ahnzi persis seperti orang orang yang mengalami kenaikan tingkat praktik kiltivasi.
"hantu tua, di bagian sebelah mana portal itu berada?" setelah mencoba menggunakan teknik mata ketiga, tapi tidak membawa hasil, akhirnya Xiao Ahnzi bertanya.
"terus saja, nanti sebuah anomali akan memberitahumu!" sebuah suara muncul di pikirannya.
Setelah mencari beberapa lama, Xiao Ahnzi menemukan sesuatu yang tampak berbeda,
"air,,, lagi!?" Xiao Ahnzi masih ingat portal sebelumnya yang juga berupa air, anak muda ini dibuat pingsan kala itu.
"hantu tua, apa itu portal yang kamu maksud?"
"masuk saja" suara orang tua itu kembali terdengar di kepalanya.
Xiao Ahnzi berenang mendekati genangan air yqng tampak kontras didalam genangan lava berwarna merah.
Anak muda ini mencoba bersikap hati hati, perlahan Xiao Ahnzi mengulurkan tangan menyentuh air yang bening itu, air itu terasa dingin, tapi tidak terjadi hal hal yang mengejutkan.
"masuk saja, portal itu cukup stabil!" suara di kepalanya meyakinkan Xiao Ahnzi untuk melakukannya.
Xiao Ahnzi semakin merapatkan diri dengan genangan air di antara genangan lava berwarna merah.
Tiba tiba sebuah energi yang sangat besar menarik tubuh Xiao Ahnzi memasuki genangan air, dalam sekejab tubuhnya telah berputar putar didalam genangan air..
*
*
*
Xiao Ahnzi merasakan langit berputar di atas kepala nya, saat ini anak muda itu berada dipinggir sebuah sungai,
Portal itu ternyata melempar tubuhnya pada sebuah sungai dengan arus yang deras, dengan pandangan yang berputar putar, anak kuda itu berusaha menggapai pinggir sungai.
"hoek!!"
"aku benar benar benci dengan portal seperti itu." anak muda ini tidak bisa percaya bahwa dirinya harus muntah muntah begini setelah melalui portal.
Sebuah bayangan tiba tiba berdiri di depan nya..
"kamu benar benar payah!!" sebuah kata kata penuh hinaan dilontarkan sosok bayangan itu.
"......."
Anak muda itu tidak membalas hinaan si bayangan, lebih penting memulihkan dirinya.
Xiao Ahnzi memperhatikan bentang alam disekelilingnya, mencoba mencari tahu posisinya saat ini.
Didepannya adalah sebuah sungai yang cukup luas, pemandangan disisi sebelah sana hanya tebing tebing curam dengan sedikit pepohonan.
Di kejauhan tampak sebuah gunung yang menjulang tinggi,bahkan sebagian puncak gunung hilang menembus awan.
Xiao Ahnzi lalu membentangkan sebuah peta di atas rerumputan.
Setelah memperhatikan peta didepannya, Xiao Ahnzi memperkirakan posisinya sekarang ini,
"kita menuju utara, seharusnya setelah setengah hari perjalanan kita akan memasuki sebuah kota kecil bernama kota embun bunga" suara orang tua terdengar di kepala nya.
"orang tua, jangan sok tahu, sudah berapa lama kamu terkurung didalam dunia yang cuma ada api dimana mana itu?" Xiao Ahnzi mengingatkan orang tua didalam cincin, mungkin ingatannya tentang dunia ini perlu di upgrade.
"dari peta yang aku terima dari sesorang di kota terapung, tidak ada nama kota embun bunga sama sekali." Xiao Ahnzi melanjutkan.
"apa?" orang tua didalam cincin jelas terkejut mendengar tidak ada nama kota embun bunga didalam peta.
Xiao Ahnzi mengambil langkah menuju utara, anak ini tidak pernah menyukai sesuatu yang buru buru, dengan langkah yang sangat biasa seperti seorang rakyat jelata,
Menikmati perjalanan sebagai rakyat jelata memberikan waktu pada mata nya untuk menikmati pemandangan alam sekitar. Sesekali bahkan anak muda ini berhenti di suatu tempat hanya untuk melihat kupu kupu yang beterbangan menghisap sari bunga.
__ADS_1
Perjalanan yang di perkirakan setengah hari oleh orang tua didalam cincin, nyatanya tidak menemui titik temu.
Setelah waktu hampir memasuki malam, Xiao Ahnzi bertemu satu rombongan kafilah dagang,
Melihat anak muda ini hanya berjalan seorang diri,rombongan itu tidak menaruh curiga, malahan menyambut kedatangan anak muda ini dengan tangan terbuka.
Rombongan dagang ini adalah milik seorang saudagar dari negeri di ujung timur, kota angin timur.rombongan kafilah dagang ini sangat besar, dengan anggota lebih dari dua ratus orang, belum termasuk pengawal pengawal bayaran.
Penanggung jawab rombongan ini adalah seorang pria berusia empat puluhan,nama orang itu Lu Xioran.
lu Xioran menyapa Xiao Ahnzi setelah seorang pengawal mengajaknya menemui penanggung jawab rombongan.
"selamat datang anak muda, siapa nama mu?" orang itu buka suara.
"perkenalkan, nama saya Xiao Ahnzi," Xiao Ahnzi menyatukan kedua tangan didepan dada memberikan penghormatan.
"tidak perlu se sungkan itu anak muda, kita orang sendiri!" Lu Xioaran membalas penghormatan anak muda didepannya."kemana tujuanmu, Xiao'er?
Xiao Ahnzi lalu menyebutkan tujuannya,
"Oh..., kota itu tidak terlalu jauh dari sini, kebetulan sekali, tujuan kita adalah kota yang sama, tapi melanjutkan perjalanan dimalam hari sangat berbahaya untuk rombongan besar ini, beristirahatlah malam ini bersama rombongan kami, besok pagi kita lanjutkan perjalanan bersama!" Lu Xioran menawarkan Xioa Ahnzi untuk bermalam didalam rombongan
Xiao Ahnzi tidak menolak," kalau begitu, maafkan saya yang nanti akan merepotkan paman dan rombongan"
Jadilah malam itu Xiao Ahnzi bermalam bersama rombongan besar kafilah dagang dari kota angin timur.
*#*#*#
Matahari belum lagi sempurna menampakkan wujudnya saat rombongan besar kafilah dagang mulai bergerak menuju Kota Batu.
Seperti yang dikatakan Lu Xioran, perjalanan ini akan berbahaya bila dilakukan pada malam hari,
Rombongan melewati sebuah jalan kecil di pinggang gunung, di salah satu sisi jalan sempit itu merupakan sebuah jurang yang cukup curam dan dalam,
Di khawatirkan bila menempuh turunan itu dalam suasana yang tidak cukup penerangan, kuda kuda penarik kereta dapat terjatuh kedalam jurang.
Rombongan besar yang berjalan lambat berhasil melalui jalan kecil tanpa insiden yang berarti.
Tidak berapa lama,rombongan itu telah memasuki gerbang sebuah kota, Kota Batu.
Xiao Ahnzi lalu memisahkan diri dari rombongan dagang itu setelah berbicara beberapa saat dengan Lu Xioran penanggung jawab kafilah dagang tersebut.
Hal pertama yang ingin dilakukan anak muda ini tentu saja mengisi perutnya.
Walaupun semalam telah disuguhi beberapa jenis makanan oleh rombongan dagang, nyata nya anak muda ini tidak puas, makanan yang dibawa rombongan itu hanya pantas disebut cemilan bagi Xiao Ahnzi.
Xiao Ahnzi memasuki sebuah bangunan besar dan megah, aroma masakan yang menggugah selera segera memenuhi penciuman anak muda ini. Di pintu Bangunan itu terpajang sebuah papan nama besar 'Paviliun Angsa Putih"@
Pengunjung Rumah makan itu sangat ramai, apalagi Xiao Ahnzi memasuki rumah makan itu tepat pada saat orang orang menikmati makan siang.
Melihat tidak tersedia tempat yang kosong di lantai satu, Xiao Ahnzi naik ke lantai dua.
seorang pengawal menghentikan langkahnya saat melangkah ke tangga lantai dua.
"selamat datang tuan muda,untuk tempat di lantai dua, pengunjung dikenakan biaya tambahan dua keping emas!" penjaga itu berkata sopan.
Xiao Ahnzi langsung mengeluarkan tiga keping emas,"kelebihannya untukmu!'" dan ia langsung melenggang masuk menaiki lantai dua.
Suasana dilantai dua tidak seperti di lantai satu, ruangan ini menampilkan kesan yang mewah,dan hanya ada beberapa meja yang ditempati pengunjung.
Tiba tiba cincin spasial dijarinya bergetar, Xiao Ahnzi merasa ada sesuatu yang menarik akan terjadi, "hantu tua, kamu ingin membuat sebuah masalah?" Xiao Ahnzi mengirim suara pada sosok bayangan didalam cincin.
Tidak ada jawaban dari dalam cincin, hingga Xiao Ahnzi mengabaikannya, dan memilih sebuah tempat duduk yang memiliki pemandangan keseluruh kota.
Seorang pelayan datang dengan membawa banyak makanan, dan menempatkan di atas meja Xiao Ahnzi.
Anak muda itu baru saja akan memulai makannya saat sebuah gelas besar melayang ke arahnya.
Swhoooshh..
__ADS_1
Brak.