Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
116. Rajah Bulan Sabit


__ADS_3

Xu Lian yang baru saja akan merebahkan punggung,tiba tiba bangkit dari posisi nya, seketika itu juga terpaksa melompat keluar bangunan rumah makan, karena bangunan yang tiba tiba ambruk. 


Dalam pelariannya Xu Lian memukul patah kayu kayu yang berjatuhan menghadang jalannya. Tapi begitu menginjakkan kaki di luar bangunan, sebelum sempat mengatur nafas sebuah serangan telah langsung menyambut nya. 


Swooosh


Boomm


Beruntung perwujudan demonic beast Rubah api ini memiliki kecepatan yang luar biasa, sehingga masih sempat berkelit, ubin tempat dia menapak sebelumnya langsung terbongkar sedalam satu setengah meter di hajar serangan dadakan tersebut. 


Baru saja akan menarik nafas, Xu Lian kembali dikejutkan serangan susulan dari lawan yang masih belum memperlihatkan wujudnya. 


"Tsk! Brengs*k! "


Xu Lian tidak lagi menghindar, karena posisi nya saat ini sedang tersudut dinding bangunan lain, dengan kedua tangan di selimuti api rubah, Xu Lian menerima serangan itu. 


Booom! 


Tenaga lawan lebih kuat, tubuh Xu Lian sampai melesak ke dalam dinding, perwukujan demonic beast rubah api itu tampak meringis, ada darah merembes di sudut bibir nya,


Swooossshh


sebuah serangan datang lagi, Xu Lian yang dalam keadaan terjepit di dinding bangunan berusaha sekuat tenaga untuk menghindar, tapi serangan itu datang lebih cepat, Xu Lian tahu ia tidak akan sempat lagi, 


Seseorang tiba tiba sudah berdiri di depan Xu Lian, orang itu tidak lain Paman Lan, orang tua itu menahan serangan dengan kedua telapak tangannya, 


Tampak biasa saja, tapi telapak tangan Paman Lan ternyata benar benar mampu menahan serangan ganas yang akan menamatkan riwayat perwujudan demonic beast rubah api berekor tiga itu. 


boooom


Ledakan yang lebih keras terjadi lagi, 


Dinding bangunan yang menahan tubuh Xu Lian langsung roboh karena tidak mampu menahan kerasnya ledakan. 


"Merepotkan! " 


Terdengar suara yang dari nada nya, dikeluarkan seseorang yang sangat malas melakukan hal hal seperti ini. 

__ADS_1


"Terimakasih, tuan" Xu Lian yang baru saja diselamatkan orang, dan tubuhnya telah terbebas tidak mengambil hati kata kata orang tua yang barusan,


pemuda tinggi kurus itu dengan tulus mengucapkan terimakasih. 


“Menghindar!” Paman Lan telah melesat duluan.


Xu Lian terkejut, tapi reaksi nya bagus, tubuhnya melesat kearah berlawanan dengan Paman Lan.


Booomm


terlambat sepersekian detik bisa dipastikan perwujudan demonic beast rubah api berekor tiga itu menerima luka fatal bahkan bukan tidak mungkin mengirimnya ke kematian.


Wilayah radius sepuluh meter dari tempat Xu Lian berdiri sebelumnya luluh menjadi debu akibat serangan yang belum juga diketahui siapa pelaku nya.


sampai saat ini Xu Lian belum bisa mengetahui dimana posisi lawan, apa atau siapa, semua nya benar benar membuat Xu Lian tidak bisa berdiri dengan tenang, hal ini hanya menandakan musuh benar benar kuat. Musuh benar benar jauh melampaui kemampuan Xu Lian,


“Kau pergi lah!”


paman Lan yang mengambang di udara menyuruh Xu Lian melarikan diri, wajah orang tua itu sangat serius sekarang,


Tapi sebuah suara segera menimpali,


Selepas suara itu angin dingin berhembus membawa embun, udara dingin itu berputar putar membentuk titik titik air yang akhirnya berkumpul membentuk sesosok tubuh,


Xu Lian yang semula telah berniat meninggalkan tempat itu akhirnya tercekat di tempat, keringat dingin membasahi punggungnya “Dia,,,demonic beast,?,”


Memang yang muncul di hadapan Xu Lian dan Paman Lan saat ini adalah perwujudan manusia yang tidak sempurna, dari struktur kepala lengan badan bahkan kaki, semua nya benar benar mirip manusia seutuh nya, tapi terdapat sesuatu yang ganjil di bagian belakang tubuhnya, tulang punggung manusia ini menonjol keluar, membentuk duri duri kasar, diperhatikan lebih lanjut tulang ekor itu terus tumbuh melengkung hingga membentuk ekor berduri.


Paman Lan masih tampak sangat tenang walau lawan sudah menunjukkan wujudnya yang mengerikan, bahkan energi spiritual yang kuat merembes dari tubuh setengah monster itu.


Terdengar pria berpenampilan setengah tua itu berucap


“dengan teknik gagal begitu, kau ingin pamer di depan ku?” nada nya jelas menghina.


merasa borok nya diremas orang, manusia yang memiliki ekor seperti ekor buaya itu menatap tajam subjek di depan nya. Energi dan aura pembunuh semakin besar keluar dari tubuhnya.


Paman Lan bergeming, "jangan menatapku,,"

__ADS_1


Tiba tiba lelaki berpenampilan setengah tua itu bergerak secepat kilat, tangannya melayangkan tamparan tepat ke wajah manusia buaya itu.


Plak!


Tanpa di sangka sangka tamparan itu membuat tubuh manusia buaya terlempar menghantam jalanan kota yang terbuat dari batu yang disusun menyerupai ubin.


Bruk


Tubuhnya melesak di jalanan, wajah itu mengucurkan darah, tapi tatapan mata nya memancarkan kebencian yang semakin menjadi jadi. Dengan cepat makhluk itu bangkit kembali dan menyerang Paman Lan.


Paman Lan mendengus, ia merasa seseorang sedang mengawasi, orang ini akan lebih merepotkan, jadi makhluk jadi jadian ini harus di selesaikan secepatnya.


Paman Lan mendekatkan telapak tangan kiri nya ke mulut, lalu meniupkan sesuatu ke telapak tangan tersebut, begitu manusia buaya itu sampai di depan nya, telapak tangan Paman Lan yang di tiup itu mengeluarkan siluet kepala harimau yamg langsung melabrak manusia buaya.


Roooarrr


Tubuh manusia buaya itu ditelan siluet kepala harimau, menyisakan bagian ekor nya mengepak kesana kemari melakukan perlawanan.


Tapi siluet kepala harimau itu terlalu kuat, bahkan dapat dilihat dengan mata telanjang siluet kepala harimau itu menggerakkan rahang nya seperti sedang mengunyah.


"mati!" Paman Lan berkata pelan.


Xu Lian yang melihat adegan itu sampai mengusap tengkuknya yang terasa merinding, "seni beladiri macam apa itu?".


"Pergi!! Cari bocah itu !"


Xu Lian terkesiap ketika Paman Lan mengirim pesan suara ke benak nya.


Perwujudan demonic beast rubah api berekor tiga itu menjura hormat,lalu secepat kilat melarikan diri dari kota Tiānqì zhēn hǎo.


Paman Lan memandangi kepergian pengikut setia murid nya itu selama beberapa saat, tapi kewaspadaan nya tidak pernah lepas.


Manusia Buaya itu sudah tewas terkena jurus Paman Lan, tubuhnya yang di penuhi darah lalu di muntahkan siluet kepala harimau dalam wujud yang mengenaskan.


"akhirnya kau menunjukkan diri,," Paman Lan memutar tubuhnya ketika merasa semilir angin dari belakang.


"mn...kenapa kau mencari ku?" seseorang entah sejak kapan telah berdiri di bubungan atap sebuah bangunan.

__ADS_1


Subjek itu memakai pakaian merah dengan aksen hitam bersilangan di bagian dada, rambutnya lurus sampai ke punggung, wajahnya sangat putih untuk ukuran manusia, seperti tidak ada cacat di wajah itu, pandangan mata nya tegas, dan satu hal yang terpenting, di pertengahan alis, di bagian kening subjek ini tampak ciri yang di cari Paman Lan, rajah bulan sabit berwarna biru.


__ADS_2