Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
123. Padang Petir tingkat ekstrim


__ADS_3

"aku lebih suka mengurung anak nakal seperti kamu di disini"


"aku tahu kau mampu melakukan itu, tapi aku akan membuat itu se-sulit mungkin!" Xiao Ahnzi bahkan tidak berniat mundur sejengkal pun meski mengetahui gap antara diri nya dengan subjek di dalam lukisan begitu besar.


"hahaha" suara tawa menggema di dalam ruangan tanpa pintu tersebut, pria itu lalu berujar santai


"aku suka keberanian dan tekadmu,, siapa nama mu anak muda?"


"Xiao Ahnzi" anak muda itu menjawab singkat, bulir bulir keringat mulai berkecambah di keningnya.


Seluruh ruangan kosong itu bergetar seiring subjek itu keluar dari lukisan, dari gambaran yang semula hanya terlihat bagian dada ke atas, sekarang tubuh itu benar benar lengkap dan semakin menegaskan betapa subjek tersebut sempurna.


Xiao Ahnzi mengerahkan tenaga hampir sepenuh nya hanya untuk tidak sampai tersungkur dibawah tekanan lawan, tapi ia cukup tenang,setidaknya Xiao Ahnzi yakin potongan jiwa ini tidak berniat membunuhnya saat ini.


"untuk kelas kecebong kamu lumayan,," pria itu tersenyum dengan senyum yang membuat jantung Xiao Ahnzi bagai diremas tangan iblis.


"cih.. Aku bukan katak!! Seburuk buruknya aku akan jadi buaya!" Xiao Ahnzi mulai menerjang di ujung kalimatnya.


"mn.." senyum pria itu masih mekar meski serangan Xiao Ahnzi nyaris merobek mulutnya, dengan bergaya ia berhasil menghindari serangan itu.


Pertarungan berjalan keras dan deras setelahnya, Xiao Ahnzi yang sebenarnya tidak memiliki kesumat apa pun tetap bertarung sepenuh hati, seakan anak muda itu berniat menghabisi lawan secepatnya.


Di lain sisi, meski tampak selalu tersenyum seakan meremehkan anak muda yang menjadi lawannya,nyata nya kepingan jiwa spiritual itu tetap menggunakan seni beladiri terbaiknya.


"anak muda ini menarik,, aura pembunuh nya begitu mengerikan,,berapa banyak kultivator yang sudah dihabisinya?" pria dari lukisan membatin.


"berapa banyak desa yang kau bantai? " akhirnya pria itu menyuarakan rasa penasaran nya.


"hmp.. Aku tidak seburuk itu!" Xiao Ahnzi jengkel, perkataan orang baru saja mencongkel kenangan pahitnya di insiden istana ufuk barat.


Pria dari dalam lukisan mengganti lagi seni beladiri yang digunakannya, meskipun cukup sibuk meladeni serangan Xiao Ahnzi yang datang bagai gelombang laut, lalu terdengar kalimat singkat dari mulutnya  “Masih berbohong?”


“Aku tidak lagi berbohong sejak delapan tahun lalu” Xiao Ahnzi masih sanggup meladeni perang mulut yang juga sedang berlangsung, 

__ADS_1


Xiao Ahnzi tidak berbohong soal itu, memang sejauh yang bisa diingatnya,Xiao Ahnzi memutuskan berhenti berkata bohong semenjak mengenal sosok di dalam buku yang jadi panutannya. Sosok itu adalah orang jahat sesungguhnya yang dimusuhi tiga aliran. Tapi satu sifat nya yang tidak dimiliki siapapun di dunia kultivator adalah tidak pernah berbohong!


Pertarungan telah berlangsung cukup lama, ratusan jurus berganti,tidak terhitung lagi berapa pukulan dan tendangan yang dilancarkan kedua belah pihak. Tapi seperti yang diperkirakan Xiao Ahnzi,subjek tersebut memang sangat tangguh, hingga pada suatu kesempatan Xiao Ahnzi dengan sengaja meloloskan satu serangan, serangan itu dengan telak menghantam dada pangeran ke empat dari ufuk barat ini.


Bruk


Tapi itu keputusan yang sedikit salah, tanpa ampun tubuh Xiao Ahnzi menghantam dinding kubus istana tanpa pintu,meski tidak ada tulang yang patah, rasa sakitnya nyaris membuat anak muda berambut seputih salju itu pingsan seketika.


“Aiyyaa sombong betul!” pria yang tidak mau menyebutkan namanya itu berdiri dengan kedua tangan bertelekan pada pinggang, lalu melanjutkan dominasinya dengan menelurkan kata kata bijak


“Kau kira aku akan tertipu? tanpa Kau sengaja pun aku pasti berhasil memukul dada kosong itu,,” pria itu berjalan mendekat kali ini,begitu berdiri tepat di depan Xiao Ahnzi,ia membungkukkan tubuh lalu seperti berbisik mengatakan sesuatu di samping telinga sang anak muda


“Seperti yang kau inginkan, aku akan mengurung kamu disini untuk waktu yang lama,,,”


!


“......” Xiao Ahnzi memberi tatapan tidak percaya,jelas dia syok


!


"........" Xiao Ahnzi tidak bisa berkata kata, anak muda yang memiliki mata hitam sekelam malam berbintang ini jelas mengerti maksud dari ucapan pria yang keluar dari dalam lukisan ini, tapi ucapan orang menohok tepat ke dalam jantungnya. Ucapan pria itu benar belaka. Dia lamban dalam belajar dan mungkin akan terkurung lama di tempat ini.


"terimakasih senior! Aku akan bekerja cerdas!" Xiao Ahnzi berdiri lalu membungkuk memberi salam.


".....?" pria itu menoleh, tatapannya menyatakan ketidakpercayaan atas pendengarannya, "anak ini,,walau tampak serampangan tapi penuh perhitungan,,,sayang sekali dantian nya itu,,,,serba salah,"


"kesini!" pria itu berjalan ke arah dinding yang selama ini di curigai Xiao Ahnzi.


Xiao Ahnzi seperti kucing oren berjalan mengikuti pria itu, Xiao Ahnzi penasaran bagaimana pria itu akan membuka pintunya.sekarang Xiao Ahnzi tepat tiga langkah dibelakang pria yang keluar dari dalam lukisan itu.


"berhenti di sana!"


Xiao Ahnzi tertegun,dan membeku ditempatnya.

__ADS_1


"berbalik"


!


Meski tidak mengerti, anak muda berambut putih seperti salju itu tetap melakukannya.


Bertepatan dengan wajah Xiao Ahnzi menatap ke kanvas kosong yang di lengkapi bingkai indah, Pria dari dalam lukisan itu menggerakkan tangan, sebuah cahaya menyilaukan memancar dari lukisan kosong itu.


Xiao Ahnzi yang terpapar cahaya itu merasa tubuhnya di dorong perlahan


"Jadi ini rahasia nya? " perasaan yang sama seperti saat dirinya memasuki pusaran energi pemindah di alami Xiao Ahnzi, lalu sedetik kemudian tubuhnya telah berpindah ke suatu tempat yang baru,


"ahhh tempat seperti ini lagi,,," Xiao Ahnzi sudah membayangkan siksaan seperti apa yang akan di alaminya kali ini, tempat ini di mata Xiao Ahnzi tidak ubahnya seperti padang petir abadi, tapi dalam versi yang lebih ekstrim.


"kenapa? Kau takut? Percaya saja petir ini bisa membunuhmu,,, ahhh aku akan kesepian lagi jika kau mati terlalu cepat.semoga kau tidak terlalu mengecewakan,,!" pria itu berucap dengan suara yang sarat prihatin, tapi wajahnya menunjukkan ekspresi sebaliknya.


"mohon bimbingan senior,,!" Xiao Ahnzi berujar mantap, tidak tersirat keraguan apa pun dalam nada bicara nya.


"kau yakin?" Pria itu sekali lagi terkejut dengan keberanian dan kecerdasan anak muda ini.dari kata kata nya Seperti sudah mengetahui rintangan apa yang akan di lalui nya.


"...." Xiao Ahnzi mengangguk mantap


"hasilnya sebanding dengan resiko, jika kamu mampu menyerap salah satu inti petir ini, kamu bisa membentuk master foundation."


"....."


"salah satu? Ada berapa inti petir di tempat ini?" Xiao Ahnzi sangat gembira namun tidak mengesan diwajahnya sama sekali.


"aku akan mengajarimu teknik pernapasan petir" pria dari dalam lukisan lalu membentuk beberapa mantra tangan, setelah itu serangkaian simbol kasat mata berputar putar di udara, perlahan rangkaian simbol itu menyelimuti Xiao Ahnzi.


Xiao Ahnzi merasakan simbol simbol itu memperbaiki pemahamannya mengenai teknik pernapasan petir yang telah dia kuasai, "ini....".


!

__ADS_1


".....,apa dia sudah memiliki dasar dasar teknik pernapasan petir?" pria itu terkejut dengan resonansi antara simbol buatannya dengan tubuh anak muda di depannya.


__ADS_2