
Salah satu kesalahan fatal yang dibuat oleh akademi Tianqi adalah terlalu memandang tinggi diri mereka sendiri, acara tujuh tahunan, Perburuan Naga dan Phoenix, dari masa ke masa selalu berjalan sesuai arahan segelintir oknum, acara berkedok kompetisi ini sebenarnya hanyalah upaya untuk menyingkirkan satu golongan yang di anggap tidak sejalan dengan cita cita segelintir oknum tersebut,
Dalam dua dekade terakhir, Komite kehormatan Akademi memberikan terlalu banyak ruang untuk pihak pihak menyimpang ini, komite kehormatan itu sendiri terbentuk dari perkumpulan jago jago elit benua timur, sebenarnya komite inilah yang bertugas mengawasi pihak yang mengelola Akademi agar tetap berjalan lurus sesuai cita cita pendirian Akademi Tianqi,
Bahkan tidak terdengar protes dari pihak manapun Saat Acara tujuh tahunan, perburuan Naga dan Phoenix tidak disiarkan secara langsung, padahal Akademi Tianqi memiliki seluruh fasilitas untuk menghadirkan pertunjukan tersebut ke khalayak umum.
Dengan bangga,Pihak Akademi mengumumkan pemenang pemenang serta Peringkat Tiap murid yang mengikuti acara besar ini, Tapi nyata nya bagaimana kompetisi itu berjalan tidak ada satu pihak luar pun yang tahu,
Semua telah di atur sedemikian rupa, dan sejauh ini mereka selalu berhasil, dari keberhasilan berkali kali ini lalu timbul sikap pongah, dan takabur.
Seperti pada Perhelatan tahun ini, Xiao Lu Metian dan Xiao Jin Tian putra dan putri Raja Xiao Tian dari kerajaan Ufuk Barat, keberadaan mereka berdua di akademi mengancam beberapa rencana yang telah di susun segelintir oknum tersebut, tapi mereka tidak punya cara untuk menyingkirkan si kembar selama berada di dalam kawasan Akademi Tianqi,
jika dibiarkan tumbuh, si kembar ini benar benar akan menjadi Naga dan Phoenix sebenarnya. Mereka harus di singkirkan.
Jalan itu datang saat Xiao Wen Chun mengirim Xiao Khong Chun ke Akademi. Dengan praktik nya yang tinggi, predikat sebagai jenius nomor satu Benua Timur, dalam waktu yang sangat singkat, anak muda itu telah menancapkan kuku nya hampir pada seluruh komponen Akademi Tianqi. Generasi muda dari Timur, Selatan dan Barat, tunduk dibawah kaki nya.
Oknum itu melihat kesempatan emas untuk menggapai tujuannya, dengan mengendalikan Xiao Khong Chun, berarti mereka telah mengendalikan tiga wilayah sekaligus, pengecualian untuk si kembar yang memang telah menjadi target pelenyapan.
Sedangkan untuk generasi muda wilayah utara, mereka tidak terlalu ambil pusing, orang orang utara terkenal introvert, mereka menutup diri dari persoalan yang terjadi di dalam Akademi, disamping itu,jumlah generasi muda Utara di akademi adalah yang paling sedikit jumlahnya. Tidak ada generasi muda utara yang menonjol, melenyapkan generasi muda utara hanya masalah sepele.
Diantara seribuan murid Akademi, Xiao Khong Chun benar benar di anak emaskan, termasuk juga dalam Kompetisi Perburuan Naga dan Phoenix kali ini, Xiao Khong Chun satu satu nya yang dibekali, sebut saja, senjata, harta, pengetahuan dan hal hal berguna lainnya di dalam kompetisi.
Merasa tidak akan ada tandingan, tidak ada yang pantas bersaing dengan Xiao Khong Chun sang anak emas mereka, oknum oknum ini tidak mengirimkan satu pengawas pun ke dalam arena kompetisi. Selain itu, jalur paling aman menuju Istana Naga dan Phoenix juga telah diberikan bak bentangan karpet merah kehormatan. Sejujurnya lokasi gerombolan Xiao Khong Chun berkumpul malam ini adalah tempat yang tidak pernah di jamah demonic beast sepanjang sejarah, tapi kali ini, sejarah teah di perbarui oleh seorang anak muda yang notabene nya bukan lah seorang murid akademi Tianqi.
****
Malam telah berlalu lebih dari setengahnya, saat ini camp Xiao Khong Chun dan gerombolannya mendapat kunjungangan tamu tidak di undang, tidak tanggung tanggung, tiga Raja Monster menerobos masuk ke dalam penghalang.
Seketika keributan pecah di tengah malam itu,
Yang turut menghadiri perjamuan manusia itu adalah, yang pertama Seekor demonic beast Kera Batu, tubuhnya memiliki tinggi lebih tiga meter, otot otot nya menonjol seperti batu, alot.
Kepalan tangannya seukuran kepala manusia dewasa, sepasang mata nya seperti nyala api berwarna merah menyala.
Yang kedua, tidak kalah beringas, seekor tarantula, jumlah kakinya dua belas, warna nya ungu kehitaman, yang mengerikan adalah bagian ekornya yang seperti ekor kalajengking, ada nyala api dibagian ujung ekor itu,
__ADS_1
Yang ketiga, tampak sedikit imut, tapi mungkin lebih berbahaya dibanding yang lain, seekor Kelinci berwarna merah muda,, di kepala makhluk ini tampak bertahta sebuah mahkota terbuat dari giok berwarna hijau, kuku kuku nya lebih panjang dari pada telinga nya, mungkin ukurannya mencapai tujuh puluh senti meter, bibirnya nampak basah, tapi jika di perhatikan,, itu jelas adalah darah,, kelinci ini memang terkenal suka menghisap darah korbannya sampai kering.
Cakupan array pelindung yang digunakan kelompok ini mencapai area seratus meter persegi,kultivator yang awal nya tersebar di dalam wilayah itu,akhirnya berkumpul pada titik tengah tempat pemimpin pemimpin kelompok menyalakan api unggun,
Langkah mereka sudah sangat tepat, dengan bersama sama,jumlah yang mencapai tujuh ratusan orang itu tidak akan mudah untuk dikalahkan lawan meski jumlah mereka sama banyak, namun seribu kali sayang, perbedaan kelas mereka terlalu mencolok, kekuatan satu Raja Monster ini setara dengan tujuh ratus kultivator, sekarang mereka harus menghadapi tiga sekaligus.
Jadilah keadaan itu serupa laron mengejar api, yang mendekat langsung mati.
Xiao Khong Chun dan dua peringkat terkuat lainnya benar benar tidak mampu berbuat banyak untuk menyelamatkan anggota mereka, bukan pertarungan,, yang terjadi malam itu hanyalah pembantaian oleh Raja Monster,
Xiao Khong Chun tidak pernah menyangkaa, penghalang yang seharusnya menyelamatkan mereka malah menjadi penyebab mereka tidak bisa menyelamatkan diri. Dari tujuh ratusan murid yang berkumpul di dalam penghalang, lebih setengahnya telah tewas dengan mayat yang akan sangat sulit untuk di kenali.
Array pelindung milik Xiao Khong Chun adalah seperangkat alat yang terdiri dari empat buah bendera, setiap bendera di tempatkan pada empat sudut yang berbeda, dengan kemampuan teknik mata ketiga,salah satu rune yang tersusun pada satu bendera telah di ubah oleh Xiao Ahnzi,
Dengan perubahan satu simbol itu akibat nya sangat buruk bagi orang orang yang terperangkap di dalam nya,satu satu nya cara untuk keluar hanya dengan me-non-aktifkan array tersebut, sayang nya para `kultivator ini terlambat menyadari,
Sedangkan untuk mematikan array tersebut juga bukan sebuah hal yang mudah, tiga Raja Monster ini seperti nya tidak akan melepaskan satu pun dari mangsa mangsa mereka.
Xiao Khong Chun telah mengeluarkan semua kepandaian yang di miliki nya, saat ini anak muda yang di rumorkan sebagai Cucu kandung Patriark Klan Xiao ini tengah berhadapan dengan monster yang memiliki otot otot yang melekat seperti batu, meski mendapat bantuan dari puluhan kultivator, masih tidak dapat merubah keadaan.
Qin Shi, pemuda yang berpenampilan parlente juga tengah di sibukkan monster yang memiliki dua belas kaki, berkali kali pemuda itu nyaris tertusuk bagian ekor tarantula yang mirip ekor kalajengking itu, sebuah keajaiban sampai saat ini pemuda itu masih mampu mempertahankan nyawa nya,
Meski terpisah secara berkelompok,tapi jarak antara tiga pertarungan itu sangat rapat, tidak heran beberapa kali murid murid akademi Tianqi yang sedang fokus bertarung itu tiba tiba terkena serangan nyasar dari pertarungan kelompok lain.
Pada satu kesempatan, Wan Hao Zhong yang terpaksa menghindari cakar kelinci penghisap darah memiliki kesempatan berada sangat dekat dengan Qin Shi, wajah dua orang itu tampak sangat tegang saat saling bertukar pikiran di sela pertarungan.
“Saudara Qin,, apa kau berpikiran sama dengan ku?” Wan Hao Zhong menekan suara nya serendah mungkin,tapi masih terdengar oleh Qin Shi,
“Maksudmu Xiao Khong Chun jahanam ini sengaja mengurung kita di dalam penghalang?” Qin Shi hanya mengatakan apa yang dipikirkannya,wajahnya menyiratkan kebencian saat menoleh sejenak ke arah pertarungan Xiao Khong Chun melawan Kera Batu.
Wan Hao Zhong yang memang berpikir seperti itu langsung mengangguk menanggapi. Mata nya masih tidak bisa berpaling dari anggotanya yang terus dibantai Kelinci Penghisap Darah.
“Kita harus menghancurkan penghalangnya, jika tidak kita semua akan benar benar mati di tempat ini,, “ Qin Shi yang mencurigai Xiao Khong Chung sebagai dalang kejadian ini tampak memandang penuh kebencian.
Wan Hao Zhong seperti dibangunkan dari tidur ketika mengingat penghalang yang dimiliki Xiao Khong Chun tersebut, dengan cepat Pemuda itu melesat ke sudut utara, tempat salah satu bendera di tancapkan. Dengan serangan terkuat nya Wan Hao Zhong langsung menghantam bendera array.
__ADS_1
Boooommm
Duar
Semua orang tersentak dengan ledakan yang sangat keras itu tersebut, tidak terkecuali tiga Raja Monster,
Adapun Wan Hao Zhong tampak memuntahkan seteguk darah setelah serangannya gagal menghancurkan bendera penghalang.
Qin Shi mengerti apa yang telah terjadi, Wan Hao Zhong mencoba menghancurkan penghalang, melihat Wan Hao Zhong memaksa untuk bangkit dan kembali bersiap melakukan serangan, Qin Shi berteriak memerintahkan beberapa orang untuk menyerang dua sisi yang lain, dia sendiri segera berkelebat ke satu sudut tempat tertancapnya bendera penghalang.
“Lakukan bersama sama” Qin Shi memberi aba aba. Tapi mata nya tampak memandang penuh kebencian terhadap Xiao Khong Chun yang tengah bertarung sengit dengan monster Kera Batu.
“Sekarang!!!!” Qin Shi memberi aba aba,seiring pemuda itu mengarahkan serangan terkuat nya.
Boooom
Boooom
Boooom
Boooom
Empat ledakan terjadi di waktu yang hampir bersamaan, penghalang tiba tiba pecah dalam hitungan kurang dari satu detik, setiap orang langsung saling mendahului mencari selamat,
Qin Shi, Wan Hao Zhong dan beberapa orang yang menyerang bendera penghalang melesat lebih dulu, meninggalkan rekan rekan mereka yang masih berusaha menahan gempuran tiga mosnster.
Saat penghalang itu di non aktifkan, sebagian di antara murid yang tersisa masih sempat menyelamatkan diri dari pembantaian tiga Raja Monster.
Pembantaian itu tampak nya tidak akan berakhir sampai disitu saja, Xiao Khong Chun yang berhasil melarikan diri bersama Xiao Chen dan beberapa orang dari klan Xiao, dipaksa lari terpisah setelah monster kera Batu mengejar mereka.
Xiao Khong Chun yang kalut dan merasa terpojok saat Monster Kera Batu menghadang pelariannya tanpa perasaan berniat mengorban kan Xioa Chen.
"Xiao Khong,, apa yang harus kita lakukan?" Xiao Chen benar benar kacau, tubuhnya telah terluka sebelumnya karena melawan Xiao Lu Metian, sekarang terpaksa menggantungkan hidupnya pada Xiao Khong Chun.
Xiao Khong Chun tidak menjawab, bertepatan saat demonic king beast Kera Batu itu menerjang, Xiao Khong Chun secara sengaja mendorong tubuh Xiao Chen.
__ADS_1