Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
022. Xiao Ahnzi 2


__ADS_3

Xiao Ahnzi kehabisan tenaga, hingga terpaksa jatuh pingsan.


"celaka!!" bayangan orang tua melayang ke bagian belakang punggung anak muda itu.


Walau hanya berupa serpihan energi, bayangan orang tua itu memiliki cukup banyak qi, masalahnya mengalirkan qi membantu anak muda ini ibarat pisau bermata dua.


salah salah,nyawa anak ini pergi semakin cepat setelah menerima aliran qi dari orang tua itu. Orang tua itu benar benar bimbang.


"bocah ini pernah bercerita kalau dantian nya sangat berbeda dengan dantian orang lain, dantian nya bisa menyerap qi sendiri, semoga saja anak ini tidak bermain main soal itu!" bertaruh pada kejujuran Xiao Ahnzi, bayangan orang tua itu akhirnya mulai mengalirkan qi miliknya mencoba membantu anak muda itu.


Semakin banyak qi yang di alirkan orang tua ini, getaran tubuh Xiao Ahnzi semakin berkurang, hanya saja orang tua itu benar benar merasa aneh karena qi nya selalu menghilang setiap kali berhasil mencapai dantian anak muda itu.


"Dantiannya memang aneh!" orang tua itu berhenti mengalirkan qi nya setelah tubuh Xiao Ahnzi berhenti bergetar.


Anak muda itu masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, tapi getaran di tubuhnya benar benar telah berhenti, aliran darahnya sudah kembali normal.


Orang tua yang hanya berupa bayangan itu menghembuskan napas lega.


"sisa nya tergantung keberuntunganmu, bocah setan!" bayangan orang tua itu kini hanya menunggu anak muda di depan nya sadar.


Sementara itu didalam dantian lubang hitam,kejadian sebenarnya adalah tingkat kultivasi Xiao Ahnzi yang masih terlalu rendah, tapi tetap memaksakan diri menelan api biru, sedangkan kekuatan api biru itu jauh di atas kekuatan Xiao Ahnzi, akibatnya dantian lubang hitam tidak cukup kekuatan untuk memurnikan inti api tersebut.


Bila tidak ada bantuan tenaga dari luar, sudah bisa dipastikan, dantian lubang hitam akan memuntahkan kembali api tersebut.


Untungnya bantuan itu datang di waktu yang tepat. Dengan tambahan tenaga, inti api berhasil di murnikan, karena tidak terlalu menyukai api yang sombong ini, dantian lubang hitam melemparnya ke dantian tengah yang berada di sekitar dada,dekat dengan jantung.


Setelah memasuki dantian tengah,inti api menjadi stabil, efek pemurnian oleh dantian lubang hitam, ditambah dengan limpahan energi di dantian tengah membuat api biru berada ditempat yang tepat.


Tiga jam setelah kejadian itu Xiao Ahnzi membuka sebentar mata nya, dia melihat sosok orang tua yang hanya berupa bayangan itu menunggui di depannya.


"orang tua!! Terima kasih, tapi aku ingin tidur sebentar lagi." selesai mengucapkan kata kata itu, dia benar benar memejamkan lagi mata nya.


Tidur sebentar yang dimaksud bocah itu akhirnya berakhir tiga hari setelah itu.


Setelah bangun, wajah anak muda itu benar benar segar,rambutnya yang serupa gundukan salju telah kembali. Binar mata nya benar benar menghipnotis pandangan.


Tapi semua itu tidak bertahan lama, tiga menit setelah tidur tiga hari, perutnya benar benar lapar sekarang.


Setelah mengatasi rasa lapar nya, Xiao Ahnzi melanjutkan meditasi, dia harus men- stabilkan ranah nya, telah terlalu lama Xiao Ahnzi terkurung di tempat ini, sedangkan tujuan nya masih panjang, karena itu lah anak muda ini mulai bersiap untuk keluar dari tempat ini.


Xiao Ahnzi mulai menyerap qi yang masih tersisa banyak di tempat ini, aliran qi di tempat itu masih sangat padat. Ternyata waktu telah berjalan sebulan lagi tanpa terasa.


Xiao Ahnzi menutup meditasinya.

__ADS_1


Sosok bayangan orang tua hanya memperhatikan selama anak muda itu bermeditasi,


Hantu tua itu cukup tertarik dengan besar nya energi yang ditarik anak itu saat melakukan meditasi, seakan akan semua energi spiritual ini berlomba lomba untuk di serap.


Bahkan saat anak muda itu telah membuka mata mengakhiri meditasinya, aliran energi itu masih terus mengarah dan berkumpul pada anak muda itu, memang tidak sebesar saat anak itu bermeditasi,tapi itu sungguh keanehan bagi bayangan orang tua ini.


Melihat anak muda itu membuka mata, bayangan orang tua itu melayang mendekatinya.


"kenapa semua energi spiritual ini tetap mengalir dan berkumpul ke arahmu padahal kamu tidak sedang bermeditasi menyerap qi?" bayangan orang tua itu langsung bertanya


"...... Mn?"


"......" orang tua itu menatap minta penjelasan.


"bukannya sudah ku beritahu? Dantian ku memang unik,dia bisa menyerap qi secara otomatis tanpa aku harus meditasi." Xiao Ahnzi menjelaskan.


".......... Kenapa selama ini aku tidak merasakan fluktuasi energi seperti ini?"


"setelah menyerap api biru kemampuannya menyerap qi juga meningkat!"Xiao Ahnzi memberikan keterangan mengenai fluktuasi energi disekitar.


"anak setan!! Itu terlalu mencolok, kamu harus bisa mengendalikannya. Kalau tidak itu akan membuat kegemparan dimana mana"


"tenang saja setan tua, hanya ada aku di tempat ini,jadi tidak akan menarik perhatian siapa siapa bukan?" Xiao Ahnzi kembali menampilkan seringai buruk di bibir nya.


"hmp terserah kau saja!" bayangan orang tua itu lalu melayang meninggalkan anak muda itu.


"orang tua, aku sudah selesai di sini, aku akan segera pergi melanjutkan perjalanan!"


"....." bayangan orang tua itu berpaling sejenak melihat anak muda di belakangnya."kemana tujuan mu selanjutnya?"


Xiao Ahnzi belum memutuskan tujua selanjutnya, masih ada dua titik yang di tandai guru nya di dalam peta.


"menurut mu, mana yang lebih dekat di antara dua tempat ini orang tua?" Xiao Ahnzi mengeluarkan peta pemberian Safira yang telah dia tandai sebelumnya.


Bayangan orang tua itu ikut melihat ke dalam peta yang dibentangkan Xiao Ahnzi.


"......" orang tua itu kelihatan terkejut


"bagaimana kamu bisa tahu dua tempat itu? Keduanya sama sama berbahaya, tapi yang ini lebih dekat" bayangan orang tua itu menunjuk sebuah titik.


"Bukankah itu titik yang lebih jauh dari tebing jurang kematian ini?" Xiao Ahnzi memperhatikan titik yang di tunjuk bayangan orang tua itu.


Titik itu berada pada ujung sebelah atas peta, sedang titik yang lain sepertinya lebih dekat dengan titik jurang kematian, jaraknya didalam peta paling jauh setengah dari jarak menuju bagian titik di ujung atas, walau memang arah keduanya tidak saling sejalan.

__ADS_1


"kalau kamu keluar dari tebing kematian akan jadi seperti yang kamu bilang, sayang nya kamu tidak bisa keluar dari tebing kematian dengan cara memanjat tebing batu itu." bayangan orang tua menjelaskan.


"......."


"jalan keluar tempat ini berada jauh dari jurang kematian, untuk keluar kamu harus menemukan sebuah portal, portal itu akan membawamu ke tempat yang lebih dekat dengan tujuanmu selanjutnya 'padang petir abadi'.


" tsk.. Dasar tua bangka, kau sendiri yang bilang tidak ada jalan keluar dari tempat ini, sekarang kau juga yang bilang pintu keluarnya dekat dengan padang petir abadi. Kamu benar benar tidak tahu malu!" Xiao Ahnzi benar benar mengatakan apa yang ada bi benaknya tanpa tedeng aling aling.


"kapan aku bilang begitu?" hantu tua itu bersungut sungut mendengar ledekan anak muda yang telah dua tahun bersama nya di tempat yang panas ini.


"haiya masih tidak mengaku? Benar benar tidak tahu malu" Anak muda itu menggeleng tanpa putus.ekspresinya benar benar membuat jengkel orang tua yang tersisa serpihan jiwa nya ini.


"..... Kapan kamu akan pergi?" akhirnya orang tua itu menanyakan juga pertanyaan yang coba dia hindari selama ini.


"setelah ini aku ingin langsung melanjutkan perjalanan, sudah terlalu lama aku meninggalkan tanah kelahiranku, aku mulai khawatir dengan keadaan orang tua dan saudara saudaraku., belum lagi entah berapa lama pula aku berada di dua tempat selanjutnya."


"......." orang tua itu cuma memandangi anak muda didepannya.


"orang tua, kamu ingin keluar dari tempat ini?, aku bisa membawamu." Xiao Ahnzi menawari orang tua itu untuk keluar dari tempat yang selalu panas ini.


"......." orang tua itu memiringkan kepala nya, seakan tidak yakin dengan pendengarannya sendiri "kamu mengajakku?"


"iya, bukankah alasanmu orang tua masih bertahan selama ini adalah inti api biru? Aku telah membawa api itu, apa lagi yang akan di lakukan orang tua seperti mu sendirian di tempat ini.?"


"......" orang tua ini membenarkan kata kata yang di ucapkan Xiao Ahnzi, sejujurnya,orang tua ini tidak lah sebaik yang dia perlihatkan kepada Xiao Ahnzi selama ini.


Didalam hati nya,sosok orang tua ini sungguh memelihara sebuah dendam yang tidak akan berakhir,bahkan setelah diri nya mati pun dendam itu masih berkobar.


Dengan sebuah perencanaan yang disusun lama, kesempatan untuk membalas dendam itu datang seiring seorang anak manusia memasuki goa besar jurang kematian.


Orang tua ini ingin mengambil alih tubuh anak muda itu, namun sekarang anak muda ini menawarkan diri nya untuk keluar dari tempat terkutuk ini,


"itu akan sulit,anak muda,, sisa sisa jiwa ku ini tidak akan bertahan lama di luar sana" orang tua itu membuang napas panjang.


"aku pernah membaca tetang sebuah pil pembentukan tubuh,, aku akan membantu mu mendapatkannya di masa depan" Xiao Ahnzi tentu telah punya sebuah rencana untuk orang tua ini.


"Benar kah?" orang tua itu sedikit bersemangat,semasa hidupnya orang tua itu telah mendengar tentang orang orang hebat yang bertugas memurnikan pil pil yang menantang langit.


"aku bisa menjanjikan itu," bagaimana pun punya sosok kuat ini di sisi nya akan banyak membawa keberuntungan buat Xiao Ahnzi,dia tidak akan melepaskan kesempatan itu.


"dan juga,, kamu orang tua setan, tidak perlu mengharapkan untuk menguasai tubuhku, kamu tidak berhasil." Xiao Ahnzi menutup kata kata nya dengan sebuah seringai.


"mn...?" sontak orang tua itu tertegun mendengar kata kata anak muda di depan nya."jadi kamu sudah tau?"

__ADS_1


"jangan heran!,,, pangeran ini telah tahu niat jelekmu dari sejak lama," Xiao Ahnzi menyombongkan diri agar setan tua ini makin terintimidasi.


"kau..."


__ADS_2