
Grrrrr…
Sosok Harimau Putih yang lebih besar daripada Kuda itu menggeram lagi, bahkan berdiri tiba tiba, posisi nya segera berubah membelakangi Xiao Lu Metian, tapi anak muda yang tidur memeluk leher binatang itu tampak tidak terganggu, bahkan sekarang terdengar dengkurannya,,
Bagi Xiao Lu Metian ini seperti sebuah de javu, belum genap satu hari berlalu, harimau putih itu berbuat hal yang sama saat kedatangan Xiao Chen dan belasan anggotanya, hanya saja sekarang sedikit absurd dengan ada nya seorang pemuda yang tidur di punggung Harimau Putih itu,
“Keparat!! Orang itu bagaimana bisa tidur dalam keadaan seperti itu?” Xiao Lu Metian akhirnya tidak tahan untuk tidak berkomentar melihat kejadian luar biasa di depan mata nya.
Komentar Xiao Lu Metian yang tanpa usaha menahan suara itu jelas terdengar oleh telinga Shu Liu Xin membuat pemuda dari wilayah utara memaki didalam hati “kau sendiri lebih parah saat tertidur! Untung saja orang itu tidak bermaksud buruk,,jika tidak,,aku mungkin harus menyaksikan resepsi belah duren yang hambar”
Shu Liu Xin menyudahi meditasi singkat nya, bersiap menunggu apa yang akan segera keluar dari arah yang sedang menjadi pusat perhatian.
sekilas Shu Liu Xin melihat Harimau Putih itu mundur mendekat ke Xiao Lu Metian.
Tidak perlu menunggu lama, objek yang menjadi pusat perhatian itu muncul dengan satu lompatan besar, tidak hanya satu, tapi ada tiga yang datang, pendatang itu memiliki bulu bulu tebal berwarna putih kebiruan, tinggi nya mencapai dua meter, keempat kaki nya memiliki kuku yang tajam,
bahkan mulutnya yang besar tidak sanggup menyembunyikan gigi nya yang putih dan tajam.binatang itu,,,Serigala salju.
Xiao Lu Metian sampai menahan napas melihat kemunculan tiga makhluk ini, tapi bukan hanya makhluk ini saja, di punggung makhluk itu tampak penunggangnya, meski belum terlihat jelas siapa sosok di punggung binatang buas itu.
Shu Liu Xin juga tampak kaget, wajah pemuda itu tampak berubah, tapi bukan takut, ekspresi nya lebih kepada marah seperti nya.
tiba tiba saja Shu Liu Xin menerjang ke depan, menghadang langkah binatang besar bersama penunggangnya.
Kemunculan Shu Liu Xin yang tiba tiba, begitu mengejutkan Serigala Salju yang berlari paling depan, kondisi nya benar benar gawat bagi Shu Liu Xin saat ini,
Serigala Salju itu sedang dalam keadaan melompat, sedangkan Shu Liu Xin baru saja mendarat, pemuda dari utara itu berdiri tepat di jalur Serigala Salju,
Shu Liu Xin tak bergeming, seakan anak muda ini sengaja mencari mati, tapi cara mati seperti itu sungguh tidak elegan,,
“Bodoh!!! Cepat menghindar!!” Xiao Lu Metian meneriaki pemuda yang telah ditolong nya itu dari kejauhan.
Penunggang Serigala Salju yang sedang melayang beberapa meter dari tanah pun ikut syok, melihat kemunculan orang di depannya, wajahnya tampak pucat seketika. Sedetik lagi tunggangannya yang besar pasti menabrak orang di depannya,
Untung kesadaran orang itu datang sepersekian detik lebih cepat, terdengar suara lirih dari mulutnya “lepas.”
__ADS_1
Penunggang Serigala Salju itu berjumpalitan di udara seiring sosok besar Serigala Tunggangan nya menghilang persis lima senti di depan batang hidung Shu Liu Xin,
tubuh penunggang itu sendiri berputar di udara melewati kepala Shu Liu Xin, mendarat dengan wajah lebih dulu mencium tanah.
Dua penunggang Serigala Salju yang lain lebih sigap, dua penunggang itu membelokkan arah lompatan tunggangannya ketika melihat seseorang menghadang jalan. Kedua nya lalu melompat turun dalam waktu yang nyaris bersamaan,
Dengan setengah berlari kedua orang itu mendatangi Shu Liu Xin yang masih tak bergeming di tempatnya.
Xiao Lu Metian yang melihat anak muda dari utara itu tidak bergerak merasa sedikit cemas, tubuhnya melenting melewati tubuh besar Harimau Putih yang beberapa saat lalu berdiri membelakangi nya, sikap binatang itu seperti seorang Pria yang siap pasang badan untuk wanita cantik ini.
Dalam dua lompatan dengan peringan tubuh, Xiao Lu Metian telah berdiri didepan Shu Liu Xin yang tidak bergerak dan tidak bersuara semenjak kemunculan tiga orang penunggang Serigala Salju tersebut.
“Kau Gila?,kalau Kau ingin mati,setidaknya bayar dulu hutang mu padaku!!” Suara Xiao Lu Metian terdengar ber api api.
“.......”
Shu Liu Xin masih tidak memberikan reaksi apa apa, mata nya tampak memperhatikan Dua Orang penunggang Serigala yang sedang mendekat.
“Ka…”
Xiao Lu Metian baru saja akan mengomel kembali saat sebuah adegan tidak terduga terjadi di depannya. Dua orang yang baru saja datang itu tiba tiba menjatuh kan diri di hadapan Shu Liu Xin.
suara dua orang itu bergetar, sampai ke telinga XIao Lu Metian, membuat gadis itu sampai mengorek kuping nya memakai jari kelingking nya yang ramping,
“Berikan alasan yang logis. Kenapa Kalian membawa binatang binatang itu ke wilayah ini?”
suara itu terdengar dingin dan tegas, lagi lagi Xiao Lu Metian tidak menduga pemuda itu bisa berakting sedemikian hebat, gaya bicara nya jauh berbeda, yang berbicara barusan benar benar pemuda bernama Shu Liu Xin itu.
Perubahan keadaan yang begitu tiba tiba membuat Xiao Lu Metian tidak dapat berkata kata, meski sebenarnya otaknya terus meracik omelan berkualitas terbaik, tapi ia mencoba menjadi pendengar terlebih dahulu, instingnya mengatakan pemuda Shu Liu Xin itu memiliki latar yang tidak biasa.
Dari penjelasan tiga penunggang serigala salju ini, akhirnya Xia Lu Metian mengetahui latar belakang Shu Liu Xin dan orang orang yang datang dengan mengendarai serigala salju, ternyata anak muda yang pernah mendapat pertolongan Xiao Lu Metian tersebut adalah seorang pangeran dari utara, dan ketiga orang yang baru datang tersebut sebenarnya adalah pengawal pribadi pangeran Shu Liu Xin sendiri.
Shu Liu Xin tampak berang karena pengawal pengawal ini membuka identitas mereka sebagai penjinak binatang buas. Kenyataan yang selama ini coba di tutupi rapat rapat oleh murid murid akademi yang berasal dari wilayah utara.
Keberadaan seorang tamer atau penjinak binatang, memang sangat di rahasiakan di daratan Benua Timur, di dunia yang dipenuhi binatang buas ini, seorang tamer adalah subjek yang selalu diburu berbagai golongan.
__ADS_1
Kemampuan mereka ibaratnya pedang bermata dua tanpa gagang,
bertemu pihak yang tepat, mereka akan dimanfaatkan, bertemu pihak yang salah mereka akan dihabisi tanpa basa basi.
Demi menjaga rahasia itu tetap aman, Shu Liu Xin nyaris kehilangan nyawa nya di tangan orang orang klan Xiao, beruntung di saat kritis Shu Liu Xin ditolong oleh Xiao Lu Metian, hingga nyawa nya terselamatkan.
Padahal dengan kemampuannya, seharusnya Shu Liu Xin dengan mudah dapat menyingkirkan tiga orang dari klan Xiao tersebut.
Xiao Lu metian terdiam.
Meski pernah mendengar rumor tentang klan penjinak binatang dikait kait kan dengan kultivator dari wilayah utara, setelah mendengar sendiri perbincangan Shu Liu Xin dengan anak muda yang juga adalah murid akademi tianqi sekaligus bertugas sebagai pengawal pribadi Shu Liu Xin itu, Xiao Lu Metian masih sulit untuk mempercayai itu semua, seandainya dia tidak melihat dengan mata kepala nya sendiri orang orang itu datang dengan mengendarai Serigala Salju berukuran besar tersebut.
Xiao Lu Metian masih terdiam di tempatnya berdiri saat orang orang itu telah selesai dan menutup pembicaraan mereka.
“Nona Xiao Lu Metian,, “
“......”
“ Nona…”
Shu Liu Xin telah berdiri tepat di depannya, tapi gadis itu masih melamun,
entah keberanian dari mana, Shu Liu Xin tiba tiba memegang bahu gadis cantik di depannya,
hal itu sontak membuat Xiao Lu Metian tergeragap.
“Eh.. Kau…Kau” wajah Xiao Lu Metian timbul rona kemerahan, gadis itu dengan cepat menepis tangan Shu Liu Xin.
Shu Liu Xin sendiri sampai menahan nafas saat menyadari apa yang barusan dia lakukan, hati nya seperti disiram air dingin, bahkan membuat wajahnya jadi pucat. Benar benar keadaan yang canggung.
Dua orang itu mungkin masih akan diam diaman sampai tiga hari kedepan seandainya tidak ada yang tiba tiba memecah suasana,
“Oooohhh….jadi begitu,, benar benar sialan. Seseorang memintaku datang ketempat ini untuk mengawasi dua orang yang sedang berpacaran,,tsk tsk benar benar merusak reputasi ku saja.”
sebuah suara yang penuh nada provokasi meluncur dari arah belakang, tempat dari mana Xiao Lu Metian berada sebelum bergerak tiba tiba mengikuti Shu Liu Xin.
__ADS_1
Dua orang yang sempat saling kehabisan kata kata itu sama sama berpaling melihat sumber suara yang ngajak ribut itu. Ternyata yang berbicara adalah seorang anak muda yang memiliki rambut seputih salju,
orang itu tampak masih berbaring menelungkup di punggung Harimau Putih yang rebahan ditanah, tangan anak muda itu bahkan sedang mempermainkan kumis binatang buas yang kelihatan sangat keberatan dengan perlakuannya itu.