Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
065. jangan sia sia kan


__ADS_3

“Ini bukan Karena aku mengerjai array pelindung mereka,bukan?”


Tentu saja dengan kemampuan teknik mata ketiga, Xiao Ahnzi dapat melihat kilasan kilasan kejadian sebenarnya di tempat ini.


dia hanya tidak terima bila disalahkan sebagai penyebab kejadian naas ini.


"Tidak ku sangka bisa seburuk ini" Xiao Ahnzi menggaruk kepala nya yang tidak gatal, 


Harimau Putih yang ditunggangi nya mengeluarkan suara menggereng pelan, lalu melangkah lebih dekat ke lokasi bencana. 


Wajah Pangeran ke empat tidak menampakkan perubahan ekspresi sama sekali, dia telah cukup terbiasa dengan pemandangan  seperti ini, kejadian di jurang kematian bahkan belum separuhnya dari kejadian di tempat ini. 


Harimau Putih itu terus melangkah, di otak makhluk ini hanya ada Xiao Lu Metian, gadis itu telah jauh di depan, hingga ia ingin cepat cepat menyusul. 


"Ehh?? "


Meski tahu, Xiao Ahnzi tetap heran dengan Harimau Putih bertaring Pedang ini yang begitu ter obsesi terhadap kakak nya. 


" Kau buru buru sekali,!! Coba kau lihat! Ada banyak harta di tempat ini, sayang sekali jika dibiarkan sia sia. "  Xiao Ahnzi menepuk jengkel kepala Harimau tunggangan nya. 


Tindakan itu terpaksa membuat Harimau Putih bertaring Pedang itu berhenti, Xiao Ahnzi merosot turun, padahal dengan mudah seharusnya dia dapat melompat. 


Tidak butuh waktu lama sampai anak muda yang tidak berperasaan itu selesai menjarah harta murid murid Akademi Tianqi yang jadi korban, 


"Ahhh… kalian benar benar payah, tidak memiliki satu kitab pun di dalam penyimpanan. Jangan jangan kalian tidak belajar apa apa selama di Akademi,,, pantas saja kalian mati begitu cepat. "


“Benar benar kismin, tidak punya selera!! Bahkan tidak seorang pun diantara kalian yang punya majalah dewasa?”


Xiao Ahnzi masih menggerutu bahkan saat Harimau Putih yang jadi tunggangannya berjalan lebih cepat 


**************


Wei Dan Guo belum sepenuhnya berhasil menyerap khasiat pil penyembuhan yang diberikan Xiao Lu Metian, tapi kondisi nya sudah lebih baik, senja telah mulai menepi, langit mulai gelap. Mau tidak mau dia harus menghentikan meditasi nya,


“Aku sudah lebih baik, mari kita lanjutkan, akan berbahaya sekali bila kita kemalaman disini,” Wei Dan Guo bisa melihat kegelisahan pada Shu Liu Xin dan kawan kawan. Dia merasa tidak enak menempatkan orang orang ini dalam bahaya setelah menerima kebaikan mereka.


Rombongan yang semula berjumlah lima orang itu ketumpangan satu anggota baru, Xiao Lu Metian telah mendapatkan ketenangan nya setelah istirahat sejenak selama menunggu Wei Dan Guo menyembuhkan diri nya, perjalanan akhirnya dapat dilanjutkan lebih cepat.


Didalam gelap nya malam, akhirnya Xiao Lu Metian, Shu Liu Xin dan pengawalnya, beserta Wei Dan Guo berhasil keluar dari wilayah padang perdu.


Mereka berhenti tepat di bibir sebuah sungai.begitu berhasil menyeberangi sungai ini, mereka akan memasuki kawasan yang sama sekali berbeda, bentang alamnya adalah bukit berbatu dan sungai yang mengalir berkelok kelok layaknya ular besar, tentu dengan pohon pohon yang juga tumbuh besar dan tinggi.

__ADS_1


jika keterangan yang diberikan para senior tidak salah, seharusnya setelah menyeberangi sungai, dan menembus hutan di bukit berbatu ini, mereka akan sampai pada titik aman terdekat.


Rombongan Xiao Lu Metian tidak menemui kendala dalam menyeberangi sungai,


pohon pohon tumbuh subur dan besar di daerah ini, sekarang masalah mereka adalah hutan didepan mata, melintasi hutan dalam kegelapan malam, jelas bukan keputusan yang bijak, Shu Liu Xin akhirnya membuat keputusan untuk bermalam di pinggir sungai. 


“Kita tidak bisa lebih jauh, melintasi  hutan ini dimalam hari sangat beresiko,”


Semenjak menyeberangi sungai, Shu Liu Xin tidak pernah melepaskan tatapan mata nya dari bayang bayang pohon yang seperti raksasa pemangsa manusia, firasatnya menyatakan sesuatu yang sangat berbahaya bersemayam di kegelapan ini.


Xiao Lu Metian tidak bersuara, tapi dari ekspresinya gadis ini setuju dengan keputusan Shu Liu Xin, entah mengapa bulu bulu halus ditubuhnya meremang tiap kali menatap bayangan gelap hutan,


“Wei Dan Guo, bagaimana menurutmu?” Shu Liu Xin meminta pendapat teman baru nya ini.


“Itu lebih baik, aku masih trauma dengan kondisi malam seperti ini,” tampak sekali Wei Dan Guo berusaha keras untuk mengendalikan suara nya agar tidak bergetar.


“Baiklah, tanpa pengapian, tanpa suara, usahakan tidak membuat gerakan yang memancing perhatian.” Shu Liu Xin memberi aba aba.


Enam orang itu akhirnya duduk dalam posisi melingkar saling membelakangi, dengan posisi seperti ini Shu Liu Xin berharap setiap bahaya yang datang dari arah manapun dapat di ketahui lebih dini.


Xiao Lu Metian benar benar tegang detik demi detik yang berlalu, detak jantungnya bahkan terdengar seakan jantungnya berpindah ke gendang telinga, perlahan dan pelan sekali Xiao Lu Metian menarik napas mencoba menarik ketenangan kedalam sukma nya,


Shu Liu Xin berusaha tetap tenang, walau didalam benak nya sedang berkecamuk pikiran pikiran negatif, bayang bayang tentang kamp gerombolan Xiao Khong Chun yang jadi arena pembantaian. "Bagaimana bila kejadian yang sama menimpa kami? Haruskah aku mengungkap jatidiri sebagai seorang penjinak di hadapan Wei Dan Guo? Semoga saja kami bisa melewati malam ini tanpa kejadian yang buruk"


Sekarang hanya dengan ber enam, berapa lama mereka mampu bertahan?


Shu Liu Xin tidak pernah menunjukkan kemampuannya, Xiao Lu Metian walau berada di peringkat ke sepuluh daftar murid terkuat, sejauh mana ia akan bertahan bila berhadapan dengan makhluk buas seperti laba laba berekor kalajengking itu? 


Sibuk dengan pikiran pikiran buruk nya, Wei Dan Guo benar benar lalai mendeteksi sebuah pergerakan, sesuatu yang menebarkan aura bahaya sedang mendekati mereka. 


*#*#*#


Xiao Ahnzi yang mulai bosan berjalan seharian, akhirnya kembali tertidur dipunggung Harimau Putih, posisi tidur nya benar benar membuat jengkel binatang buas tersebut, bagaimana tidak, anak muda itu tidur sambil memeluk leher harimau putih, membuat binatang itu kesulitan bergerak cepat, 


Dengan kecepatan Harimau Putih, sebelumnya Xiao Ahnzi telah mampu memangkas jarak yang cukup signifikan dari rombongan Xiao Lu Metian, sekarang jarak nya dari rombongan Xiao Lu Metian berada dalam radar mata ketiga. 


Xiao Ahnzi sengaja menjaga jarak, agar keberadaan nya tidak diketahui, tapi Harimau Putih yang di tunggangi nya memiliki pemikiran sendiri, berkali kali binatang yang ngebet Xiao Lu Metian itu berusaha mendekat, tiap kali itu pula Xiao Ahnzi menjitak kepala makhluk yang di anggap nya kucing itu. Mengingatkan agar jangan terlalu dekat. 


Saat Xiao Lu Metian, Shu Liu Xin dan pengawalnya bertemu Wei Dan Guo, kucing itu terpaksa berhenti di jarak lebih kurang satu kilo meter dibelakang mereka. Dari sana Xiao Ahnzi mulai merasa bosan, hingga akhirnya tertidur. 


Harimau Putih yang benar benar jerih dengan anak setan di punggung nya, tidak lagi punya keberanian untuk melanggar perintah. Binatang itu terpaksa menjaga jarak nya tetap stabil lebih kurang satu kilo meter di belakang rombongan Xiao Lu Metian, 

__ADS_1


Xiao Ahnzi akhirnya terbangun saat tunggangannya terasa tidak lagi bergerak, meski lehernya dipeluk erat, tapi kucing itu masih bisa bergerak leluasa, yahh meski tetap harus menjaga sosok di punggungnya tidak terbangun. Kucing itu tengkurap di tanah sambil menjilati kuku kuku nya yang tajam, 


Malam telah lama datang, keadaan ditempat itu benar benar gelap dan sunyi, tapi pendengaran Xiao Ahnzi yang terintegrasi dengan teknik mata ketiga dapat menangkap suara gemericik air, 


"Didepan ada sungai, kenapa orang-orang bodoh itu memilih bermalam diseberang sana? Bagian sebelah sini jelas lebih aman,,"


Xiao Ahnzi benar-benar kecewa dengan Akademi Tianqi, mereka bahkan tidak mengajarkan pelajaran yang paling berharga seperti bertahan hidup. 


"Kucing besar, menurutmu mereka juga bodoh, bukan?" Xiao Ahnzi kumat, dia kembali mengajak binatang itu bicara layaknya seorang manusia. Yang ditanya hanya mengereng pelan, 


"Hei.. Kalau kau melihat kearah sana, cahaya mata mu itu dapat terlihat dari arah mereka. Lihat tempat lain saja! " Tangannya usil menarik sebelah telinga Harimau Putih, mau tidak mau binatang itu terpaksa memutar kepala. 


"Kau tidur saja, biar aku yang mengawasi mereka, tuan muda ini tidak mau disebut sebagai orang yang tidak berperasaan, apalagi bila disebut menindas binatang lemah seperti mu." Dengan percaya diri Xiao Ahnzi berucap kata kata semanis itu. 


Sungguh mati, jika  saja Harimau Putih itu mampu berbicara, dia tentu akan secepat kilat membantah tuduhan tidak beralasan tersebut. 


" Apa? Tidak mau disebut tIdak berperasaan? Lalu yang kau lakukan pada ku ini nama nya apa? "


"Tidak ingin disebut menindas? Hei bung, sepanjang hari kau hanya tiduran di punggung Raja Hutan yang Gagah ini! Lihat bahkan bulu bulu ku yang Putih telah ternoda air liur mu, setan!! "


"Entah dosa apa yang dilakukan moyangku hingga aku harus bertemu setan seperti mu! "


Begitulah serangkai protes yang hanya di mengerti oleh diri nya sendiri.


*"*"*"*


Malam terus turun, mengantar embun yang menekan suhu tubuh pada titik hampir membeku,


Xiao Ahnzi seperti basa basi nya terhadap Harimau Putih yang telah memanjakan diri nya sepanjang hari, benar benar membiarkan makhluk itu istirahat, waktu berlalu tanpa kejadian yang berarti, anak muda itu merasa bosan, tapi prioritas keselamatan kakak nya tidak dapat di abaikan, 


Kehadiran Harimau Putih legendaris membuat binatang liar kualitas lebih rendah menjauh sampai jarak teraman. Tapi disisi lain juga dapat memancing makhluk kuat yang merasa tersaingi untuk bertindak, dari dalam hutan bukit berbatu, yang pohon pohon besarnya seperti bayangan raksasa dalam kegelapan mulai muncul pergerakan pergerakan yang membuat bergidik,


Xaio Lu Metian dan Shu Liu Xin yang menjaga pada arah tersebut mulai melihat berpasang pasang cahaya merah bergerak mendekat. Kadang berpasang pasang cahaya itu menghilang dalam kerimbunan dedaunan, tapi yang pasti jaraknya terus mendekat.


Dua orang itu saling pandang dalam ketegangan, dalam udara dingin yang membekukan tampak bulir bulir keringat di kening dua orang itu, Shu Liu Xin paham situasi ini genting, tapi berusaha tampak tenang, jari telunjuknya di tempatkan di bibir, memberi tanda agar Xiao Lu Metian tidak bersuara, diam. 


Dengan perlahan, dua orang itu mengabari empat kawan yang lain menggunakan kode agar tidak bersuara, wajah wajah terkejut tampak jelas walau dalam kegelapan, berpasang pasang cahaya itu kian dekat, bahkan suara gaduh mulai memecah malam, 


Samar samar, Xiao Lu Metian mulai melihat wujud berpasang pasang cahaya merah tersebut, pemiliknya ternyata bergelantungan dari dahan ke dahan pohon besar. Xiao Lu Metian kesulitan untuk menelan ludah, tangannya menggenggam pedang, bersiap.


Shu Liu Xin walau tampak fokus memperhatikan belasan makhluk yang bergelantungan di pohon, masih sempat menggerakkan tangan untuk mencegah Xiao Lu Metian bertindak lebih lanjut, terasa sekali tangan gadis itu bergetar, barulah getaran itu sedikit berkurang saat Shu Liu Xin menggenggam nya seakan berkata, tenanglah, aku akan menjagamu.

__ADS_1


Posisi Shu Liu Xin dan Kawan kawan tepat diluar hutan, mereka juga tidak bisa mundur karena dibelakang langsung disambut arus sungai, harapan selamat mereka hanya saat makhluk makhluk yang baru datang itu tidak menyadari keberadaan mereka.


Berpasang pasang cahaya merah itu akhirnya berhenti tepat di pohon terluar bagian hutan, semua orang menahan nafas, selangkah lagi mereka bergerak, Xiao Lu Metian dan kawan kawan benar benar akan dalam bahaya.


__ADS_2