Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
088.rencana cadangan next level


__ADS_3

“Lari!! Selamatkan dirimu!” Xiao Ahnzi mengulangi lagi kata kata nya,


She Annchi yang mulai merasakan tekanan besar, berusaha menggerakkan tubuhnya, walau agak terlambat gadis itu masih berkesempatan melarikan diri, tapi sesuatu di dalam hatinya menahan langkah gadis itu, bukannya lari menyelamatkan diri, tubuh subjek yang di panggil dengan sapaan Ratu itu mengubah bentuk tubuhnya ke mode setengah ular, energi kuat seketika terpancar dari tubuhnya, meringankan tekanan yang menghimpit pemuda berambut putih.


Kesempatan yang sesaat itu tidak di sia sia kan oleh Xiao Ahnzi, walau belum memperlihatkan wujudnya, musuh kali ini jelas berada pada kelas yang berbeda,, Pangeran keempat segera menarik keluar makhluk kecil bersayap yang berpendar cahaya dari dantian lubang hitam, 


Berkebalikan dengan hukum alam, makhkluk kecil berpendar itu sama sekali tidak membuat suasana jadi terang benderang, tapi malah bertambah gelap, kesiur angin memekakkan telinga ketika suara gesekan di udara itu bergema di dalam goa.


She Annchi mencoba fokus pada indera nya yang lebih peka dibandingkan manusia, detektor panas tubuhnya mulai menangkap kehadiran subjek lain yang bergerak mendekat dalam kecepatan rendah, menilai dari pergerakan subjek tersebut She Annchi cukup lega karena beranggapan masih mampu memberikan perlawanan ketika harus bertarung dengan musuh lamban itu.


Yang di lihat She Annchi sama seperti yang di lihat Xiao Ahnzi, tapi respon diantara kedua nya jelas berbeda, Xiao Ahnzi menilai subjek tersebut bergerak pelan semata mata karena menganggap rendah, mangsa nya tidak akan sanggup melepaskan diri dari jerat yang ditaburnya.


Xiao Ahnzi cukup faham tentang arogansi makhluk yang punya kekuatan, mempermainkan Psikologi musuh adalah hal lumrah dan umum di lakukan.


"Bagus, silahkan kau pandang remeh pangeran ini,,"


Xiao Ahnzi menerapkan teknik pernapasan hitam milik nya, kesiur angin tiba tiba berhenti, tapi gelap semakin pekat.


"Kita mungkin bisa mati disini karena keputusanmu,," Xiao Ahnzi berkata lirih,


"Tsk, jangan khawatir, aku akan melindungi mu!" She Annchi menjawab dengan begitu percaya diri. 


"Eh??" Xiao Ahnzi sebenarnya sudah menduga gadis ini akan membantah dan menolak untuk kabur, karena itu dalam selang waktu singkat yang dibuat She Annchi ia telah mempersiapkan serangan terkuatnya, 


"Kalian tidak akan bisa kemana mana, jadi,,mati saja disini melengkapi piaraan ku! " sebuah suara datang dari kegelapan


Meski keadaan di dalam goa sangat gelap, Xiao Ahnzi dapat melihat seorang pria tua berdiri dengan bersandar pada dinding goa, dari cara berdiri nya yang sangat santai, tidak salah lagi pria tua itu meremehkan kedua muda mudi tersebut. 


"..... "


She Annchi masih mengingat jelas suara ini, meski tidak bisa melihat dengan jelas rupa pria tua di dalam kegelapan, dia yakin tidak salah orang. 


"Cuih!! Tua bangka! Hari ini aku akan membunuhmu dan menagih semua hutangmu."



".... " Pria tua itu melirik sejenak, 


"Ohh Ratu Ular ingusan,, Kau masih berharap bertemu kekasihmu itu? Sayang sekali waktu itu kau melarikan diri,, tapi sekarang mungkin kalian bisa bersama,,," Orang tua itu menyeringai di dalam kegelapan, lalu melanjutkan, "setelah dia memakanmu.. Hahaha"

__ADS_1


"Kurang ajar!! Apa yang kau lakukan pada nya? " She Annchi si Ratu Ular meledakkan energi spiritual nya, kuku kuku pada kedua tangannya memanjang dan juga berubah berwarna kehitaman, 


"Kampret!! Jadi dia kesini untuk menemui kekasihnya? " Xiao Ahnzi tersenyum masam, untungnya keadaan sangat gelap hingga ekspresi nya tidak sampai terlihat orang lain, bahkan oleh She Annchi yang berdiri disebelahnya, 


"Stt.. Hei, jadi barang mu itu maksudnya,,, " Xiao Ahnzi tidak melanjutkan kata kata nya, karena Gadis Ular itu telah menerjang kegelapan, 


"Benar benar urusan kapiran!"


Xiao Ahnzi masih syok diri nya yang tampan ini malah di manfaatkan seekor manusia ular, siapa yang akan mengira jika barang yang ingin di ambil gadis itu ternyata… Xiao Ahnzi mengusap wajahnya, 


Di dalam kegelapan Goa, dua cahaya yang saling bertubrukan menghasilkan getaran di dinding dinding goa, bahkan sesekali ledakan keras membuat Xiao Ahnzi harus menutup indera pendengarannya menggunakan energi spiritual. 


Tapi tampak nya pertarungan tidak akan berlangsung lama, beberapa kali terdengar suara jeritan dan suara pakaian robek, suara itu jelas milik She Annchi, meski kekuatannya meningkat pesat saat menggunakan mode setengah ular, tapi ternyata belum cukup untuk mengalahkan pria tua yang di curigai sudah menjadikan kekasih wanita itu sebagai tawanan. 


"tsk merepotkan! " Xiao Ahnzi sudah mempersiapkan serangannya dari awal awal, tapi seiring berjalannya waktu, setelah melihat pertunjukan kekuatan musuh, Xiao Ahnzi membutuhkan rencana cadangan, rencana yang pasti memberi dampak signifikan, tentu nya selain melarikan diri.


Xiao Ahnzi ingin mengalahkan pria tua tersebut, bukan karena dia cemburu, Xiao Ahnzi jauh dari perasaan seperti itu, memang Xiao Ahnzi menikmati saat saat mendebarkan ketika wanita ular itu melakukan adegan adegan panas, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan, terlalu naif.


adapun pertimbangan Xiao Ahnzi adalah kenyataan yang tersirat, jika benar subjek tersebut bisa membuat kekasih She Annchi sebagai tawanan, berarti subjek tersebut memiliki harta jarahan yang melimpah,, itu sangat menggoda..


Xiao Ahnzi menarik pedang melengkung dari cincin spasialnya, dengan berteriak keras Xiao Ahnzi menerjang ke dalam pertarungan, 


Tindakan anak muda itu jelas membuat heran ke dua orang yang sedang bertarung, 


"Kau sudah punya piaraan baru, seharusnya kalian bersenang senang saja di istana kecil mu itu, bukan datang kesini mengantar nyawa,, " Pria tua itu melirik Xiao Ahnzi lalu melirik She Annchi yang wajahnya pasti bertambah merah menahan kebencian meski kegelapan dapat menutupi nya. 


"Pak Tua, aku sependapat denganmu, tadi nya aku begitu menikmati saat indah bersama nya, aaahhh kalau aku tahu dia kesini mencari kekasih lama nya, aku pasti tidak akan mengikutinya kesini. " Xiao Ahnzi memasang wajah menyedihkan, lalu melanjutkan kata kata nya


"Bagaimana kalau kita lupakan saja masalah ini? "


"Hahahahah kau cukup pintar sebagai manusia ular! " Orang tua itu malah tertawa sebagai tanggapan atas ucapan anak muda yang dianggap nya sebangsa dengan sang Ratu Ular. 


"Ayo cantik,, kita kembali saja,, lupakan saja dia, masa lalu biarlah masa lalu, " Xiao Ahnzi berbalik dan tangan nya sudah menggenggam tangan She Annchi, 


Ratu Ular itu ingin marah dengan sikap pemuda yang tidak punya malu ini, tapi walau begitu dia tidak berusaha menepis tangan sang pemuda yang mulai menyeret nya meninggalkan pria tua yang juga tampak tidak bereaksi apa apa. 


Tapi arah yang di tuju anak muda itu malah arah sebaliknya dari arah mereka datang tadi, 


"Ehem" Pria tua itu berdehem membuat Xiao Ahnzi menoleh dan seperti nya baru sadar jika dia salah arah. 

__ADS_1


".... "


Pemuda itu kembali menarik tangan si gadis berjalan ke arah lain, She Annchi mengikuti seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. 


Kedua orang itu lalu berjalan beriringan melangkah di belakang pria tua yang hanya diam memperhatikan pemuda bodoh tersebut. 


Setelah kedua muda mudi itu melewati punggungnya dan masih terus melangkah seakan akan bisa pergi begitu saja dari goa miliknya, pria tua itu mendengus dan berkata " Setelah ku pikirkan sebaiknya kalian mati disini saja! " Nada nya begitu santai dan percaya diri, 


Xiao Ahnzi tinggal selangkah lagi, dengan gaya yang lugu anak muda itu lalu berkata


"Aku lupa jalan keluarnya,,, " 


Bahkan untuk tampak lebih meyakinkan Xiao Ahnzi menggaruk kepala nya sebelum merubah arah langkahnya, 


Selangkah, dua langkah, langkah ketiga ke empat dan pada langkah ketujuh persiapannya selesai, bertepatan dengan suara bergemuruh dari arah si orang tua, pria tua itu sudah menyerang. 


"Mati! "


She Annchi yang merasakan serangan dari samping belakang mencoba menghindar, tapi tangannya dipegang erat oleh anak muda berambut putih yang barusan mengeluarkan kata 'mati'


Wanita ular yang lebih cocok disebut Gadis ular itu tidak sempat berpikir terlalu jauh bahwa dirinya kembali dijadikan tumbal oleh anak muda itu, 


Serangan si pria tua menderu tapi tidak pernah sampai ke tempat sepasang muda mudi itu berdiri. Serangannya seperti membentur dinding kaca yang sangat tebal, lalu memantul mengincar pemiliknya sendiri dengan kecepatan dan kekuatan yang jauh lebih besar berkali lipat. 


Tidak hanya sampai disitu, di langit langit ruangan tiba tiba saja muncul kilatan kilatan petir yang sekejap kemudian mulai menyambar si pria tua yang terkurung di dalam segel segitiga. 


Pria tua itu tidak bisa bergerak untuk menghindar, ratusan petir menyambar tubuhnya sampai hangus, 


Di luar kurungan segitiga Xiao Ahnzi belum merasa cukup yakin, sekali lagi, anak muda itu menarik inti api api biru dari dantian tengah, sekejab kemudian inti api api biru sudah melahap tubuh hangus pria tua sampai tidak menyisakan abu sekalipun. 


Kejadian yang terjadi dalam hitungan detik itu membuat She Annchi terdiam tak bersuara, semua itu diluar dugaan,


She Annchi bahkan tidak menyadari,,


keadaan goa yang semakin gelap itu bukan karena Xiao Ahnzi menguras habis semua batu bercahaya, 


Untungnya perkiraan Xiao Ahnzi tidak salah, pria tua itu semakin meremehkan diri nya ketika berteriak teriak menyerang seperti seorang pemula dan amatir, dengan begitu rencana cadangannya dapat berjalan mulus, 


Xiao Ahnzi adalah perpustakaan berjalan, hal buruk, hal baik dan abu abu tersalin ke kepala nya, salah satu yang mendapat perhatian adalah kitab mengenai segel dan formasi, 

__ADS_1


Meski bisa disebut Pustaka berjalan, Tapi tidak semua hal di kuasai dan dipelajari Xiao Ahnzi, ini kali pertama Pangeran ke Empat menggunakan secara langsung teknik segel nya. Persentase gagalnya lebih besar ketika baru memulai sesuatu, karena itu Xiao Ahnzi harus menggunakan sedikit trik untuk menempatkan segelnya, dengan harapan meningkatkan persentase keberhasilannya. 


"Ayo cari kekasihmu! " Xiao Ahnzi menarik semua harta berharga nya dengan kecepatan yang tidak sempat di sadari She Annchi, makhluk berpendar dan inti api api biru sudah kembali ketempat masing masing. 


__ADS_2