Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
077. Gabut


__ADS_3

"Ketua,,,Semua orang sudah berkumpul di arena Naga dan Phoenix,”


pria tua dengan alis dan jenggot yang hampir sama panjang nya itu kembali mengulang kata katanya, tapi suaranya bagai  menghilang bersama kesiur angin, Ketua Akademi yang di ajak nya bicara bahkan tidak menoleh barang sejenak, seakan tidak mendengar sama sekali apa yang di ucapkan pria tua tersebut..


Ketua Akademi yang sedang gabut, masih menatap jauh ke arah langit malam yang semarak dengan kilatan kilatan yang telah berlangsung sejak hari baru memasuki malam tadi,


Tapi bagi subjek yang wajahnya dipenuhi rambut berwarna putih di sampingnya, kondisi Ketua akademi   jelas tampak linglung semenjak kemunculan kilatan kilatan aneh di langit Pegunungan Raja Monster,


Setelah Angin kencang yang bergerak menuju satu titik di kejauhan sana itu mereda, langit berubah gelap  total, benar benar kelam tanpa bintang.


Tapi gelap itu hanya sesaat, setelah itu kilat dan petir membuat terang langit malam,bahkan nyaris tiada jeda diantara sambaran petir tersebut.


Suasana  hati orang orang  yang melihat fenomena itu dari jarak yang dapat dikatakan sangat jauh itu semakin menciut dalam ketakutan dan kekalutan.


Setelah menghembuskan nafas yang serasa mencekik lehernya, Ketua Akademi akhirnya bersuara


“Panggil semua tetua, dan Kumpulkan semua murid yang telah memasuki kawasan Istana di panggung Naga dan Phoenix" 


“Semua orang sudah berkumpul di arena Naga dan Phoenix,” pria tua itu masih berusaha ,agar suara nya tidak menunjukkan kedongkolan di dalam hatinya.


Ketua Akademi tidak mengucapkan sesuatu apa apun lagi, langkahnya segera di bawa ke Arena Naga dan Phoenix.

__ADS_1


Wajah wajah tegang menyambut kedatangan subjek Nomor satu Akademi Tianqi, kening Ptia setengah tua itu berkerut saat memperkirakan jumlah yang hadir rasanya belum separuh dari kontestan tahun ini.


*


*


*


Pertarungan antara Xiao Ahnzi melawan demonic beast ular hijau yang selangkah lagi menjadi naga, telah berada pada fase akhir, dimana kedua pihak telah mengeluarkan serangan terkuat yang mereka miliki.


Sosok Ular hijau yang sekarang hanya memiliki dua lembar sungut di bawah lubang hidungnya, tampak bergelung melingkarkan tubuhnya di udara, dari mulutnya yang terbuka lebar melesat cahaya berwarna hijau,


Sementara di atas kepala Subjek besar itu awan hitam menggumpal, asap yang tercipta dari api yang membakar benda benda disekitar mempercepat proses terciptanya awan hitam tersebut, suasana malam semakin kelam, subjek tersebut tidak menyadari satu makhluk kecil yang berpendar cahaya naik semakin tinggi memasuki gumpalan awan hitam.


"mati!!" Suara yang berat dan menggema membuat permukaan danau bergetar semakin keras, Ular Hijau itu sudah merasa kan kemenangan berada ditangannya,


Xiao Ahnzi yang mendengar kata yang diucapkan dengan penuh percaya diri itu hanya menyeringai, seiring Pangeran Ke Empat mengangkat wajahnya yang tertunduk, sebuah pusaran energi muncul di depannya, menelan lesatan cahaya hijau.


Bertepatan dengan itu petir mulai menyambar. Demonic beast berusia ribuan tahun itu mengeluarkan jeritan melengking saat sisik sisiknya seperti dirasuki parasit yang aneh.


Belum lepas rasa kejut karena sambaran petir yang memberi sensasi aneh itu, sebuah pusaran energi tiba tiba muncul di depan hidungnya yang tidak memiliki batang.

__ADS_1


Sinar hijau yang seharusnya menamatkan riwayat lawan malah berbalik menghajar mulut nya sendiri. Akibatnya ular hijau itu terpental bergulung gulung menghempas danau.


Sambaran petir Xiao Ahnzi masih terus menyerang, tubuh ular hijau yang tenggelam kedalam danau semakin tersiksa saat sambaran petir aneh itu langsung menembak permukaan danau.


Didalam air, ular hijau besar itu menjerit dengan gelombang suara ultra sonik, rasa sakit yang dideritanya diluar jangkauan penggambaran dengan kata kata. bahkan sisik sisik keras yang melekat sebagai perisai ditubuhnya itu mulai luruh,


Dari tempat si anak muda berdiri, hanya cahaya kilatan kilatan petir yang menyentuh permukaan air danau yang mampu dilihat. Begitu menyentuh permukaan air,kilatan kilatan itu menghilang seperti masuk ke ruang hampa.


Xiao Ahnzi tidak berani menghembuskan nafas lega, anak muda berambut putih itu tidak bisa melihat apa yang terjadi di kedalaman air danau, instingnya mengatakan semua ini belum berakhir.


Keadaan menjadi hening ketika Makhluk berpendar itu kembali di tarik ke dalam Dantian Lubang Hitam, Xiao Ahnzi menunggu..


"sial!! Dia melarikan diri!"


Xiao Ahnzi telah menunggu beberapa lama, jika binatang buas itu mati, setidaknya bangkainya akan terlihat di permukaan danau yang telah kembali tenang. Tapi nyata tidak ada tanda tanda apa pun yang mengarah kepada kemungkinan tersebut.


Xiao Ahnzi mulai merasa kelelahan secara fisik, meski tenaga nya terus kembali terisi berkat kemampuan dantian lubang hitam, yang nama nya manusia tetap memiliki keterbatasan dalam fisik nya.


Waktu telah melewati tengah malam, Xiao Ahnzi belum beranjak dari pinggir danau yang benar benar dalam keadaan kacau, di sana sini tanah berlobang, pohon pohon yang tadi pagi masih berdaun rindang, saat ini telah rata dengan tanah, terlebih kayu hidup itu masih di lalap api. Bahkan beberapa batu tampak membara seperti habis terbakar.


Tapi...

__ADS_1


Entah Insting nya, entah memang lidah anak muda itu yang asin, air danau yang tadinya tenang sejenak itu tiba tiba naik membentuk pilar yang berputar putar, bukan hanya satu tapi ada dua pilar yang dalam waktu sekejap saling berpilin, ujung runcingnya seperti mata bor menghentak langit.


"ahh,,,aku mengalah!!" Xiao Ahnzi mengusap keningnya dengan sebelah tangan, entah bagaimana dia bisa yakin, dua pilar yang saat ini saling berpilin, salah satu nya adalah ular hijau yang berhasil selamat dari teknik pamungkas milik nya. Dan repot nya,, ternyata dia membawa kawan sekarang.


__ADS_2