Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
051. Mempermainkan Psikis?


__ADS_3

Trang!!!


Suara pedang beradu menarik perhatian semua orang, termasuk juga perhatian Harimau Putih bertaring Panjang dan tajam seperti Pedang,


“Anjing licik” Suara Xiao Lu Metian terdengar.


 kultivator klan Xiao yang ingin membunuh orang dari utara tersebut bahkan melangkah mundur, tangannya terasa kesemutan, benturan tadi menunjukkan kekuatan gadis di depannya tidak rendah.


Hanya saja setelah menyadari siapa yang menjadi lawannya, sebuah seringai muncul di bibir orang itu. “O oh hhohoh,,Tuan Putri Xiao Lu Metian,


Mendapat tanggapan penuh nada merendahkan dan meremehkan seperti itu, Xiao Lu Metian meledak, Pedang di tangannya mendengung di aliri energi spiritual,


Pertarungan sengit pun di mulai, musuh Xiao Lu Metian kali ini adalah orang dari Klan Xiao sendiri, meski pun masih terbilang keluarga, Xiao LU Metian telah menutup mata dan hati untuk orang orang ini, Sikap mereka yang memusuhi Xiao Jin Tian, saudara kembar Xiao Lu Metian telah jadi cukup alasan untuk mengirim mereka ke neraka.


Dengan singkat pertarungan Xiao Lu Metian dengan orang klan Xiao itu telah menampakkan siapa pemenangnya, nyawa orang klan Xiao itu berakhir di ujung pedang Xiao Lu Metian.


Melihat rekan mereka mati di tangan Xiao LU Metian, dua orang yang dari semula disibukkan Harimau Putih bertaring pedang berusaha melepaskan diri.


Ternyata untuk bisa lepas dari terkaman Harimau Putih berbadan besar itu juga bukan hal mudah, bahkan Harimau Putih itu menggunakan ekor panjangnya seperti layaknya cambuk,


serangan dari depan maupun sergapan dari belakang benar benar di antisipasi mahkluk ini dengan cara yang tidak disangka sangka. 


Taring pedang di mulutnya berhasil menggigit putus lengan satu kultivator, sabetan ekornya juga mengirim seorang musuh terbang kedalam danau, semua itu terjadi dalam waktu yang nyaris bersamaan.


Xiao Lu Metian yang menyaksikan pertarungan itu dari tempat nya, sampai menelan ludah dulu sebelum mampu bernapas, seperti ada duri di kerongkongan nya, kejadian di depan mata nya sungguh mengenaskan.


*


*


*


**********


Xiao Ahnzi benar benar tidak menahan diri, belasan prajurit yang bertugas mengawal Rumah Pangeran ke Empat yang berdatangan karena teriakan Xiao Mei Mei, langsung mengepung anak muda berambut seputih salju itu.


Aneka rupa senjata terarah pada sosok pemuda yang terus tersenyum. Pertarungan berlanjut di halaman depan Gedung Perpustakaan.


Semua Prajurit yang cukup terlatih itu semua di pukuli seperti samsak tinju.


Bahkan tidak sedikit di antara para prajurit itu yang mengalami patah tulang.


Xiao Mei Mei yang melihat keadaan tidak menguntungkan, kembali memasuki gelanggang pertempuran, Perempuan berpenampilan berusia pertengahan empat puluhan itu benar benar jengkel, mereka menang dalam jumlah, tapi anak muda ini tetap memasang wajah senyum, bagaimana tidak jengkel?


Keributan yang terjadi karena ada Penyusup di Perpustakaan terdengar sampai ke Istana, Raja Xiao Tian yang sedang merawat Permaisuri Ling yang jatuh pingsan beberapa saat lalu.


Mendengar kata “Penyusup” Raja Xiao Tian seperti menemukan pelampiasan untuk rasa sesak di dada nya.


Sekali bergerak, tubuhnya telah melesat seperti anak panah menuju halaman Perpustakaan.


Raja Xiao Tian dibuat tidak percaya melihat puluhan prajurit tergeletak di tanah, darah mulai menebarkan bau amis nya seantero gedung Perpustakaan. Bahkan setelah beberapa menit menjadi penonton, Raja Xiao Tian mulai meneriaki Xiao Mei Mei yang bertarung seperti seorang pemula.


Xiao Mei Mei makin kesal mendengar teriakan Raja Xiao Tian, dia sedang tidak bermain main, dari tadi tadi Xiao Mei Mei telah mengeluarkan kemampuan tingkat tinggi nya.


“Dungu!! Kau coba saja langsung! Jangan berlagak di depan ku!” Xiao Mei Mei yang semula ingin menyerang Xiao Ahnzi membelokkan serangannya.


Raja Xiao Tian menyesal memprovokasi wanita ini. Mereka memang sulit sekali bisa akur.


Raja Xiao Tian terpaksa memasuki kancah pertarungan, dua orang ini sekarang berhadapan dengan seorang anak muda berambut seputih salju, hanya saja setelah bertukar belasan jurus, Raja Xiao Tian menyadari tidak ada niat membunuh dari pemuda yang di hadapinya.


Raja Xiao Tian menguras tenaga untuk melumpuhkan pemuda penyusup itu, di samping juga menguras memorinya mencoba mengingat sebuah petunjuk tentang identitas anak muda ini.

__ADS_1


Di dalam hati nya terasa hangat saat melihat senyum yang terus menerus di tunjukkan Pemuda dengan mata yang hitam kelam sekelam malam berbintangtersebut, hatinya ingin menebak orang di depannya adalah Xiao Ahnzi, putra nya sendiri. Tapi akal sehatnya segera memberi bantahan, mengingat bagaimana keadaan putra keempat tujuh tahun silam,,


jelas tidak akan mencapai apa yang di perlihatkan anak muda ini.


Xiao Ahnzi sendiri walau merasa terkejut dengan kemunculan Paduka Raja Xiao Tian, tapi masih belum mau mengakhiri permainannya. Entah apa yang dipikirkan Pangeran Ke Empat ini hingga berbuat sejauh itu.


Di dalam istana, Permaisuri Ling Xue baru saja membuka mata, kata pertama yang keluar dari mulut nya adalah “Xiao Ahnzi”, dalam keadaan yang masih lemah, seorang dayang membantu Permaisuri Ling Xue bersandar di kepala dipan pembaringan, 


“Dimana Yang Mulia Baginda Raja?” pandangan Pemaisuri Ling Xue menyusuri kamar besar bahkan di bagian luar yang terlihat dari pintu yang terbuka, Permaisuri Ling Xue tidak melihat Raja Xiao Tian.


Seorang dayang datang membawa membawakan ramuan obat, sambil menyuapi Permaisuri Ling Xue,dayang itu menceritakan tentang penyusup yang memasuki perpustakaan, dayang ini mendengar cerita dari Prajurit yang sedang mendapat perawatan setelah ikut bertarung dengan penyusup tersebut.


Permaisuri Ling Xue semakin ingin tahu dengan kejadian itu, lalu meminta beberapa dayang untuk memapahnya menuju gedung perpustakaan. 


Pertarungan di halaman Gedung Perpustakaan Masih terus berlanjut, Keringat mulai membasahi Pakaian kebesaran yang Mulia Raja Xiao Tian,


memang Raja Xiao Tian tidak sempat salin sewaktu mendengar ada penyusup, ini kejadian pertama kali semenjak dirinya menjadi Raja Kerajaan Ufuk Barat.


Xiao Ahnzi juga mulai kewalahan setelah dua Jago ini mengeluarkan simpanan simpanan terbaik mereka, anak muda ini mulai terdesak, beberapa pukulan mendarat di tubuhnya, selama itu anak muda ini tidak pernah mengeluarkan suara sedikitpun, bahkan ia tidak menjerit sewaktu sebuah serangan tapak mendarat di dada nya. Seteguk darah yang hampir dimuntahkan kembali di telannya.


Xiao Ahnzi memiliki segudang seni beladiri, semua yang di gunakan nya selama pertarungan ini adalah seni seni beladiri yang di pelajari nya dari hasil jarahan di jurang kematian. Dari berbagai sumber, campur aduk, bahkan anak muda ini tidak menghindari belajar seni beladiri dari golongan hitam.


Raja Xiao Tian dan Xiao Mei Mei adalah orang orang yang telah kenyang makan asam garam dunia beladiri, berbagai jenis seni beladiri telah pernah mereka hadapi, tapi semua gerakan dan jurus yang digunakan anak muda ini terasa begitu asing, bahkan mereka belum pernah mendengar atau melihat kultivator di daratan benua timur menggunakan gerakan yang sejenis dengan ini.


Ditambah lagi anak muda itu bahkan tidak pernah mengeluarkan suara, bahkan setelah sebuah pukulan yang bisa mengantar seorang master berpindah ke dunia bawah yang dilancarkan Raja Xiao Tian telak mengenai dada nya anak muda itu tidak menjerit kesakitan. Hanya sedikit perubahan pada roman wajahnya yang terus tersenyum.


Permaisuri Ling Xue dapat melihat jalannya pertarungan, jaraknya ke gedung perpustakaan masih seratus meter lebih, tapi senyum anak muda yang di hadapi Suami nya Raja Xiao Tian terasa sangat akrab, Permaisuri Ling berdesis, “Xiao Ahn..”


Pada dasarnya Permaisuri Ling Xue bukanlah wanita yang lemah, Permaisuri yang tidak punya madu itu juga adalah seorang kulitvator, bahkan kemampuan nya tidak kalah dibanding Raja Xiao Tian,


hanya saja, tekanan pada jiwa nya terasa sangat berat, si bungsu yang pergi tanpa pamit sangat melukai perasaanya.


Sekarang Si Bungsu, Pangeran ke Empat ada didepan mata, semangat Permaisuri Ling Xue telah kembali, arus energi yang tersumbat di meridian nya meledak menembus sumbatan, tubuhnya segera berkelebat meninggalkan dayang yang semula memapah tubuhnya.


Xiao Ahnzi tiba tiba saja berlutut dengan mengangkat tangan tinggi tinggi.


Semua orang terbelalak melihat tingkah anak muda itu,


Dalam keadaan yang sama sekali tidak bisa dikatakan terdesak, anak muda itu tiba tiba berlutut menyerahkan diri, kedua tangannya bahkan di angkat tinggi tinggi, lalu berteriak.


” Ampun!!! Saya menyerah…”


Xiao Mei Mei tertegun mendengar suara nya.


Raja Xiao Tian bahkan merasa akrab dengan suara ini,


Tapi tidak dengan Permaisuri Ling Xue, wanita itu begitu yakin yang ada di depannya adalah Xiao Ahnzi, Pangeran Ke Empat. Permaisuri Ling Xue menarik Pedang dari cincin spasial, Permaisuri Ling Xue mengikuti permainan Xiao Ahnzi.


Raja Xiao Tian terlambat menyadari kehadiran istri nya, “Adik Ling!!”


Tapi permaisuri Ling Xue mengabaikan, wanita cantik itu memburu Pemuda berambut seputih salju yang tengah berlutut di tanah. Pedang di tangannya bahkan menciptakan semburan api yang langsung mengincar titik vital,


Xiao AHnzi terjebak didalam permainannya sendiri, anak muda ini yakin Permaisuri Ling Xue sudah mengenalnya, tapi ibu nya ini tetap menyerangnya, mau  tidak mau Xiao Ahnzi terpaksa menghindar,


Sratt


Sebuah bekas tebasan menganga di atas rumput halaman perpustakaan yang berwarna kekuningan, nyala api segera membakar rumput yang tengah bersiap memasuki musim gugur.


Xiao Ahnzi masih sempat berkelit,


Mendapati kenyataan itu, semua orang seperti terhipnotis, tiba tiba orang orang yang terlibat dan yang menonton pertarungan itu mematung, Serangan Permaisuri Ling Xue mustahil di hindari saat seseorang dalam posisi berlutut begitu.

__ADS_1


Tapi anak muda itu berhasil lolos, dan langsung balik menyerang.


“Adik Ling!!”


“Permaisuri!!”


Semua terjadi begitu cepat,musuh itu dalam lesatan kilat menyambar ke arah Permaisuri Ling Xue, Permaisuri Ling Xue sendiri tampak tidak bergerak.


*


*


*


*****************


Xiao Lu Metian menahan napas, Pemandangan yang menyesakkan terjadi pada Orang orang Klan Xiao, kultivator yang tangan nya tergigit Harimau Putih memaksa melepaskan tangan tersebut, alhasil tangan itu putus, dengan aura yang mengintimidasi, sosok Harimau Putih memaksa kultivator itu menyaksikan tangannya di makan makhluk buas itu.


Wajah Xiao Lu Metian benar benar pucat, sesuatu bergerak naik dari dalam lambungnya, meninggalkan rasa getir di tenggorokan, menjelma sebagai muntah.


Hoeekk!!


Perut Xiao Lu Metian seperti di aduk aduk tangan setan, sekujur badannya sudah lemas, untung saja kekuatan jiwa nya telah cukup tinggi, kalau tidak sudah dari tadi gadis yang selalu menebarkan aroma wangi dari tubuhnya itu pingsan menyusul kultivator dari utara.


Xiao Lu Metian akhirnya mengalihkan pandangan, apa yang di lakukan Harimau Putih bertaring seperti pedang itu tidak sanggup ia lihat lebih jauh, Xiao Lu Metian teringat anggota klan Xiao yang di lemparkan ekor Harimau Putih kedalam danau, seharusnya orang itu telah berhasil naik ke permukaan, 


Tapi setelah beberapa lama tidak ada pergerakan dari dalam danau,


hanya saja sebagian air danau memiliki warna merah seperti darah, tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada kultivator klan Xiao tersebut.


Aaaaàaaaaaakhhh


Jeritan panjang menyayat hati membuat Xiao Lu Metian semakin gemetar, tapi rasa penasaran membuat nya terpaksa melebarkan mata,


walau sesaat, matanya dapat menangkap sebuah adegan, dimana sekarang di mulut Harimau Putih melintang sebelah kaki milik Kultivator klan Xiao yang tadi telah kehilangan sebelah tangan.


Xiao Lu Metian tidak tahan lagi, selanjutnya bisa jadi giliran dia yang dijadikan santapan oleh binatang buas itu, Xiao Lu Metian mengangkat tubuh kultivator dari utara yang sedang pingsan itu ke bahu nya, tubuh kultivator itu lebih besar dibandingkan tubuh sang gadis, jelas menyelamatkan orang itu akan jadi perjuangan yang amat berat.


Xiao Lu Metian berhasil melarikan diri walau dalam keadaan yang teramat payah.


Di lain sisi, binatang buas Harimau Putih itu telah berhenti bermain main dengan psikis sang korban, kultivator Klan Xiao yang telah kehilangan sebelah kaki dan sebelah tangan itu ditinggalkan begitu saja,


Harimau Putih merasa Aroma gadis itu terasa menjauh,


Harimau ini menyukai wangi tubuh Xiao Lu Metian, entah ketertarikan seperti apa, masih menjadi misteri,


sebab jika melihat sosok besar itu bisa mematahkan sebatang pohon dalam satu serangan, tidak ada alasan bagi makhluk itu sekedar menunggu dibawah pohon selama Xiao Lu Metian bersembunyi di bagian yang menjorok ke dalam danau.dalam arti kata kalu ingin menyerang, tentu ia dapat melakukannya dengan mudah.


 


Harimau itu akhirnya berlari lari kecil mengikuti bau wangi yang tertinggal di udara,mengikuti ke arah Xiao Lu Metian melarikan diri. Walau dibilang berlari kecil, kenyataannya setiap langkah Harimau Putih bertaring setajam pedang itu dapat melewati jarak sepuluh meter sekali melangkah.


Xiao Lu Metian yang melarikan diri sambil memanggul tubuh kultivator dari utara yang tidak dikenalnya,


kecepatannya jadi jauh berkurang,tidak butuh waktu lama bagi monster itu untuk menyusul, tapi monster itu juga tidak menyergap sang gadis, entah sengaja mempermainkan Psikis mangsa nya entah bagaimana, sosok nya seakan sengaja menjaga jarak dengan gadis itu.


“Sial!! Kenapa monster ini terus mengikuti ku?” Xiao Lu Metian mulai lelah, beban yang di panggulnya benar benar menyita banyak tenaga.


Setelah lebih satu jam melarikan diri sosok Harimau Putih bertaring setajam pedang itu tetap mengikuti nya dengan jarak konstan.


Setelah mengerahkan segala daya, Xiao Lu Metian akhirnya jatuh setelah tersandung akar pohon. Sosok yang dari tadi di panggulnya terhempas jatuh,

__ADS_1


Xiao LU Metian ingin peduli,tapi dia sudah tidak sanggup. Dengan rasa putus asa, Tuan Putri dari kerajaan Ufuk Barat itu berbalik menatap Harimau Putih yang ikut diam beberapa meter di arah belakang.


"Kalau kau ingin memakan ku datang lah kesini!!"


__ADS_2