
Suara gaduh datang dari dataran padang rumput yang diselingi perdu setinggi manusia dewasa, tidak hanya satu, tapi suara gaduh itu datang dari berbagai arah, bisa dikata saat ini posisi Xiao Lu Metian dan kawan kawan dalam keadaan benar benar genting, dari seberang sungai juga terdengar suara gemerisik, subjek lain dipastikan juga sedang bergerak dari sana.
Xiao Lu Metian yang jauh dari kata pulih, terpaksa menghembuskan nafas yang terasa menyesakkan dada nya.hanya ini hal terbaik yang bisa dia lakukan,bahkan dia tidak sanggup menelan ludah,
“Nona Xiao Lu Metian,,,”
Sebuah suara yang terdengar bergetar menyadarkan Xiao Lu Metian, yang bersuara ternyata pengawal Shu Liu Xin yang paling tua dan paling berpengalaman,meski usianya belum lewat dua puluh satu tahun, setidaknya diantara semua orang yang ada di pinggir sungai ini orang inilah yang paling tua dan berpengalaman.
XIao Lu Metian berusaha memalingkan wajahnya menatap sumber suara tersebut,tapi tidak mengatakan apa apa.
Melihat Xiao Lu Metian Yang Hanya diam,pengawal Shu Liu Xin itu kembali bersuara
“ maafkan kami, kami tidak berhasil membalas budi pertolongan Nona Xiao terhadap Pangeran,,” orang itu menelan ludah sebelum melanjutkan kata kata nya “ bila ada kehidupan kedua,kami masih akan tetap berhutang banyak terhadap Nona,”
Xiao Lu Metian tidak bersuara,namun hati nya benar benar perih, baru saja Putri Raja Xiao Tian ini merasakan memiliki apa yang nama nya teman,sekarang semua nya akan segera sirna,bahkan dia tidak tahu bagaimana nasibnya setelah ini.
Suara gaduh dari padang rumput itu semakin mendekat, di antara suara gaduh itu terdengar suatu suara lain, suara seperti rapalan mantra pemanggil setan, itu suara Wei Dan Guo, pemuda itu mengalami nasib yang tragis di penghujung hidupnya, jiwa nya terganggu, sehingga sekarang statusnya dikenal dengan istilah ODGJ pada sebuah buku yang di baca Xiao Ahnzi, penggunaan kata tersebut konon sebagai pengganti kata Gila.
Suara Wei Dan Guo masih terdengar, jaraknya terpisah cukup jauh dari tempat Xiao Lu Metian dan kawan kawan,suara itu semakin jauh,tapi suara gaduh dari padang rumput semakin dekat,
Aaaaaakkkkkkkhhh
Sebuah jeritan panjang dan mengiris hati, terasa sebagai penutup semua rapalan mantra pemanggil setan itu, setelah itu tidak lagi pernah terdengar suara Wei Dan Guo. bisa dipastikan pemuda itu akhirnya telah melepas nyawa nya sebagai ODGJ.
Xiao Ahnzi masih tampak duduk tenang dipunggung Harimau Putih bertaring Pedang, berlainan sekali dengan sikap yang ditunjukkan sosok yang meringkuk dibawah pantat nya, harimau putih itu sangat gelisah, bahkan bulu bulu pada ekornya telah mengembang sejak pertama kali mendengar suara gaduh yang datang dari padang rumput,
Sebagai makhluk yang tumbuh dan besar di pegunungan Raja Monster,jelas Harimau Putih bertaring seperti pedang ini berpengalaman menghadapi sekian banyak demonic beast yang menghuni pegunungan ini, dan yang datang kali ini adalah salah satu dari sedikit yang membuat Harimau ini merasa jerih.
Suara gaduh dari padang rumput ini membuat nya jerih bukan karena makhluk itu kuat, tapi karena mereka sangat banyak, dapat di gambarkan, bila mereka muncul maka tanah lapang seluas seratus meter akan sulit untuk sekedar mencari tempat berpijak,
“Kucing,ayo bertindak, aku bisa bisa di kebiri raja tua itu jika gagal membawa kakak Xia Lu pulang dengan selamat”
Karena jaraknya bersembunyi dengan posisi Xiao Lu Metian dan kawan kawan cukup dekat, dalam dua kali lompatan Harimau Putih itu sudah muncul di depan XIao Lu Metian.
Ahhhkkhhh
Kemunculannya yang tiba tiba membuat Xiao Lu Metian histeris, gadis itu sangat syok, tapi ajaibnya gadis itu tiba tiba mampu berdiri.
"Sttt… " Xiao Ahnzi melintang kan telunjuknya di depan bibir, wajahnya tampak tidak merasa bersalah, dengan nada datar anak muda berambut putih itu lalu berkata "aku kaget, tolong jangan berteriak seperti itu lagi" Bahkan sekarang sebelah tangan nya mengusap usap dada, gaya nya benar benar seperti orang yang khawatir jantungnya copot karena terkejut.
__ADS_1
Xiao Lu Metian benar benar jengkel, gadis yang selalu menebarkan aroma wangi ini walau telah beberapa hari tidak mandi baru saja akan memaki-maki anak muda di depannya saat suara berdesis terdengar telah mengepung tempat itu. Dengan sendiri nya semua kata makian milik Xiao Lu Metian menguap begitu saja.
"Ahh.. Nanti saja bicarakan," Anak muda itu lalu melompat turun dari punggung harimau Putih, lalu berkata "kucing, kau lindungi kakak ku,"
Anak muda itu cepat cepat menutup mulutnya memakai telapak tangan, dia keceplosan.
"......... "
"Kucing, kau lindungi Nona ini,, dan juga pengawalnya, aku yang mengurus mereka."
Xiao Ahnzi langsung berkelebat, ditangannya saat ini tergenggam sebilah pedang yang sedikit melengkung, bilah tajamnya hanya pada satu sisi, yang menarik, pegangan pedang itu sangat panjang jika dibandingkan pedang yang umumnya di gunakan ahli beladiri benua timur.
Xiao Ahnzi yang keceplosan menyebut kata kakak tidak ingin menerima serangan pertanyaan dari Xiao Lu Metian. Karena itu pemuda itu segera kabur dengan alasan menghadapi musuh yang datang.
Yang menyambut Pangeran ke empat adalah ratusan, bahkan mungkin ribuan binatang melata berwarna hijau, Ular hijau ini tidak memiliki racun ditubuh mereka, bahkan tubuh ular itu pun kelihatan sangat lunak seperti slime, yang jadi masalah terbesar adalah jumlah mereka, saking banyak nya benar benar tidak ada lahan kosong untuk berpijak,
Dengan cepat Xiao Ahnzi menarik inti api api biru keluar dari dantian tengah, seketika cahaya nya menerangi seantero tempat itu.
Begitu tempat itu diterangi cahaya api biru, ular ular berwarna hijau itu mengangkat kepala mereka tinggi tinggi, tampaknya mereka lebih tertarik dan sangat peka terhadap cahaya, Xiao Ahnzi langsung berkelebat, setiap gerakannya memotong tubuh ular hijau,
Ular ular hijau yang datang hampir dari setiap penjuru akhirnya seperti disedot, saling berlomba lomba mendekati inti api api biru.
Xiao Lu Metian yang berdiri dengan kaki bergetar, dapat melihat dengan jelas pergerakan ular ular itu, gadis itu menghembuskan nafas saat menyadari makhluk makhluk itu tidak lagi bergerak ke arah mereka,
Setelah berjalan beberapa lama, tidak terhitung berapa banyak makhluk berwarna hijau itu yang berhasil dibunuh Xiao Ahnzi, tapi sepertinya jumlah mereka tidak berkurang.
Xiao Ahnzi jadi jengkel
"Sial.. Ini akan sangat lama."
Xiao Ahnzi kembali menarik sesuatu dari dalam dantian nya, kali ini seekor makhluk yang memancarkan cahaya berpendar tiba tiba melayang di langit malam, itu makhluk yang didapatnya dari padang petir abadi.
Malam kelam yang semula sempat diterangi cahaya api inti api biru, tiba tiba menjadi semakin gelap setelah cahaya berpendar itu melayang layang setinggi dua puluh meter dari permukaan tanah.
Setelah itu Xiao Ahnzi hanya berdiri diam ditengah kerumunan ular hijau, di langit di atas kepalanya tampak dua sumber cahaya, tidak lama cahaya yang berpendar itu mulai melebar.
Sebuah seringai muncul di bibir anak muda yang berdiri diam di bawah cahaya dan kegelapan itu. Lalu terdengar sebuah kata dari mulutnya
"Rasakan! "
Petir tiba tiba saja menyalak dan menyambar kepala kepala ular yang setengah badan nya berdiri. Dalam hitungan detik, tidak satu pun dari makhluk yang gemar keroyokan itu yang tersisa.
__ADS_1
Setelah pertarungannya dengan patriark sekte selaksa racun tempo hati di jurang kematian, Xiao Ahnzi menyadari sesuatu tentang makhluk berpendar yang didapat nya dari padang petir abadi. Makhluk itu selain mengeluarkan petir, ternyata juga mampu menciptakan awan hitam sendiri.
Selama di kediaman Safira di kota terapung, selain meracik pil, anak muda itu juga sempat berlatih untuk mengendalikan petir yang tercipta dari mahkluk berpendar itu.
Xiao Lu Metian dan pengawal Shu Liu Xin yang tersisa bahkan belum sempat bereaksi saat pertarungan pemuda itu berakhir.
Xiao Lu Metian sangat terpukau dengan pertunjukan pemuda berambut putih itu, bagaimana tidak, mereka berada di tengah tengah serangan yang dilepaskan orang asing itu, tapi tidak satu pun serangannya yang meleset menyambar mereka. Hal ini hanya membuktikan bahwa pengendalian orang itu sangat menakjubkan.
Tidak ada bau amis, tapi bau daging gosong benar benar membuat kepala pusing. Xiao Lu Metian kembali terduduk, tapi kali ini perasaannya begitu lega, dia tertolong.
Setelah tidak ada lagi yang tersisa hidup hidup dari ratusan bahkan ribuan ular hijau itu, petir yang menyambar nyambar itu berhenti begitu saja, Xiao Ahnzi kembali memasukkan makhluk berpendar itu kedalam dantian lubang hitam.
Api biru sengaja dibiarkan mengambang di udara, cahaya yang terpancar keluar dari api itu cukup untuk menerangi padang rumput seluas seratus meter,
"Aisshhh,, benar benar buang buang tenaga, tidak ada hasil panen, tsk." Xiao Ahnzi merasa kecewa, seharusnya demonic beast ular hijau ini memiliki demonic core, walau kualitas ecek ecek, tapi semuanya malah hangus tersambar petir.
Pemuda yang memiliki rambut seputih salju itu dengan malas malasan sengaja memelankan langkahnya menuju ke tempat Xiao Lu Metian.
Sambil terus melangkah, Xiao Ahnzi menerapkan teknik pernapasan hitam, hal ini membuat kinerja dantian lubang hitam jadi optimal, semua energi negatif dari pertarungannya menghadapi sekian banyak ular hijau diserap ke dalam dantian lubang hitam.
Meski dantian lubang hitam terus bekerja menyerap qi dari alam, tapi praktik Xiao Ahnzi tidak juga mengalami kenaikan, terakhir kali pemuda itu naik tingkat saat di gurun kematian.
Xiao Lu Metian hanya terdiam, dia tidak memiliki kata kata yang bisa di ucapkan untuk kehadiran dan pertunjukan pemuda yang telah berdiri di depannya saat ini. Pemuda penuh misteri ini ternyata juga penuh kejutan.
Begitupun dua orang pengawal Shu Liu Xin, mereka telah berhenti mengalirkan qi ke tubuh Pangeran dari utara itu, kekuatan spiritual mereka nyaris terkuras habis, tapi Shu Liu Xin belum juga menunjukkan tanda tanda kemajuan dalam kondisi nya,
Xiao Ahnzi jadi salah tingkah dengan keheningan ini, bicara dengan Xiao Lu Metian dalam kondisi seperti ini bisa bisa identitasnya terungkap, sembilan puluh sembilan persen,kakak nya itu pasti menghajarnya. Itu sama sekali tidak keren.
Akhirnya anak muda yang memiliki mata sehitam malam yang berbintang itu mendapat pencerahan,tubuh Shu Liu Xin yang terbujur tidak bergerak sangat cocok untuk pelarian,
“Kalian sudah mengobati orang ini?” Xiao Ahnzi memegang pergelangan tangan Pangeran wilayah utara itu,seperti layaknya seorang tabib yang memeriksa denyut nadi dan segala macamnya dari pergelangan tangan, padahal itu hanya kamuflase, pemeriksaan dengan teknik mata ketiga dapat melakukan semua itu sekaligus tanpa harus menyentuh si pasien.
“Mn…” roman wajah pengawal Shu Liu Xin tampak menggelap dibawah siraman cahaya dari api biru. Mereka tidak berani mengatakan apa yang mereka lakukan barusan diebut mengobati.
“Aku bisa mengobati orang ini, tapi apa kalian percaya pada ku?” Xiao Ahnzi tampak memberi sebuah senyum yang terlihat aneh dimata dua orang pengawal Shu Liu Xin. lalu anak muda itu melanjutkan kata kata nya, “kondisi orang ini dalam bahaya, beberapa meridian nya rusak, ada sumbatan juga menuju jantung,seharusnya dia tidak memaksakan diri sampai sejauh ini.”
Mendengar diagnosa pemuda itu,kepuctan di wajah orang orang itu semakin menjadi jadi, bahkan XIao Lu Metian yang duduk agak jauh ikut tersentak, ada rasa perih didalam hatinya saat mengingat dirinya adalah penyebab luka parah yang diderita Shu Liu Xin.
“Tolong obati dia,berapa pun harga nya” suara Xiao Lu Metian bergetar, dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada Shu Liu Xin.
Xiao Ahnzi menoleh kan kepala melihat ekspresi kakaknya,”aisshh,,kakak ku ini sedang jatuh cinta?”
__ADS_1
“Bagaimana? Keputusannya ada ditangan kalian, bukan pada Nona itu”