Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
044. Domino Effect


__ADS_3

Xu Lian memiliki insting yang kuat sebagai demonic beast, tapi perasaan terancam yang mengungkung saat ini benar benar berbeda, aura ini begitu mengintimidasi.


Xiao Ahnzi sendiri juga merasa khawatir, anak muda ini bahkan telah menarik keluar pedang melengkung dengan sebelah sisi tajam.


Bilah pedang berwarna hitam di tangan Xiao Ahnzi tampak di selubungi aura hitam yang memiliki percikan petir yang berpindah secara acak.


Penebas,Beruang dan Serigala telah bergabung di dalam ketegangan, Serigala yang memiliki keahlian khusus sebagai pemburu, tentu merasa kan pula aura yang mencekam ini.


Hanya Beruang yang tampak bersikap biasa,tidak seperti yang lain, tampaknya orang bertubuh besar ini tidak merasakan ada nya aura yang mengancam di tempat itu.


"Apa yang kalian tunggu?" Beruang tanpa ekspresi mendahului Xiao Ahnzi masuk lebih jauh ke dalam kastil.


baru beberapa langkah, tiba tiba sebuah pusaran energi gelap menelan tubuh Beruang, pusaran energi gelap itu menghilang bertepatan dengan hilang nya tubuh Beruang.


Xiao Ahnzi yang berusaha memberi bantuan, berdecak kesal. Kejadian itu berlangsung kurang dari satu detik,


Xiao Ahnzi baru saja akan melontarkan kata kata sumpah serapah saat sebuah pusaran energi gelap muncul di ketinggian.


Semua mata tertuju pada pusaran energi gelap itu, pusaran energi gelap tersebut memuntahkan satu sosok tubuh, itu tubuh beruang.


Beruang seperti baru menyadari keadaan, manusia berbadan besar dan berotak di lengan itu tiba tiba menjerit histeris, lesatan tubuhnya seperti bintang jatuh. Saat menabrak tanah kemungkinan leher nya akan patah, itu pun jika dia beruntung. paling jauh... Sulit di bayangkan. Sederhana nya Beruang bisa mati.


"Celaka!!" Serigala melesat menghadang jatuhnya tubuh Beruang, tapi naas, detik itu juga sebuah pusaran energi gelap menelan tubuhnya.


Semua orang dalam keadaan tegang, Xiao Ahnzi mengingatkan semua orang agar tidak bergerak. Hampir mustahil menyelamatkan Beruang, sekarang Serigala juga mulai jatuh dengan kecepatan tinggi dari ketinggian lima ratus meter saat pusaran energi gelap itu memuntahkan tubuhnya di ketinggian.


Dalam keadaan genting, Xiao Ahnzi bergerak,selangkah,dua langkah,


Sedetik kemudian, tubuh anak muda itu juga menjadi salah satu orang yang jatuh dari ketinggian lima ratus meter.


Krak!!

__ADS_1


Duar!!


Beruang membuat hancur tembok kastil yang tersusun dari batu alam yang besar. Xiao Ahnzi gagal menahan laju jatuh tubuh Beruang,


Xiao Ahnzi menggunakan teknik pernapasan petir untuk menambah kecepatan lesatan jatuh tubuhnya.


Dengan kecepatan tiga kali lebih cepat dari kecepatan jatuh Serigala, Xiao Ahnzi dengan cepat menyusul lesatan tubuh serigala. Orang tua itu telah hilang kesadarannya saat Xiao Ahnzi berhasil menangkap tubuhnya,


Bahaya belum sepenuhnya berlalu, sekarang lesatan tubuh Xiao Ahnzi yang secepat kilat saat membentur tanah masih akan membuat jiwa Serigala dalam bahaya.


Xiao Ahnzi mencoba memperlambat laju nya dengan pengerahan teknik pernapasan angin, jika sesuai rencana, ini akan membuat lebih sedikit luka yang akan di terima Xiao Ahnzi, maupun oleh Serigala.


Tapi semua keberuntungan anak muda itu seperti nya sedang menjauh kali ini.


Sebuah pusaran energi gelap lain muncul, langsung menelan kembali tubuh pangeran ke empat yang sedang memeluk Serigala yang sedang pingsan.


"sial!!"


Tidak berapa jauh dari sana, situasi yang sama juga di alami Penebas, orang tua yang paling kalem ini, tampak tidak bergerak, walau tatapan mata nya berusaha menembus kepulan debu yang di hasilkan tabrakan tubuh Beruang.


Tidak ada pergerakan kecil apa pun dari dalam kepulan debu,tidak bisa di pastikan keadaan Beruang, hidup atau mati.


*


*


*Beberapa saat sebelumnya...


si Tua Cakra yang tidak ikut masuk setelah melewati perang mulut dengan murid murid si Alang karena pertanyaan tidak berperasaan nya terhadap nasib Beruang, saat ini masih terpaku memandangi segel yang telah di pecahkan Xiao Ahnzi di gerbang kastil.


Dalam keadaan melayang di udara, kening makhluk gentayangan itu tampak di penuhi kerutan, bagaimana pun pemahaman orang tua yang seharusnya di tolak bumi ini terhadap segel dan simbol simbol terbilang mumpuni. Jika di bahas kelas, maka kelas nya adalah master.

__ADS_1


Si Tua Cakra yang lebih berpengalaman, cukup memaklumi keteledoran si anak setan. Segel ini tidak sembarang orang yang akan mampu memecahkan. Bahkan itu bisa di buktikan dengan keadaan, dimana tidak ada satu pun mayat kering di sekitar gerbang, bahkan dapat di bayangkan, orang orang itu lebih memilih menerobos dinding batu yang tebal ketimbang menghancurkan gerbang ini.


Anak muda bermarga Xiao yang penuh percaya diri itu tentu saja merasa bangga saat berhasil memecahkan segel serumit dan se antik itu.anak muda itu tidak pernah menduga, memecahkan segel di gerbang berarti memicu sesuatu yang lebih merepotkan di dalam kawasan kastil.


"sesuatu yang sangat berbahaya terkubur disini!" Si Tua Cakra menghela napas seperti ada jutaan pasir di dalam saluran pernapasannya,meski sebenarnya si tua ini tidak pernah benar benar bernapas semenjak tiga ratus tahun yang lalu.


Sosok orang tua yang hanya seperti bayangan hologram itu tidak menemukan solusi untuk membatalkan kejadian yang memicu terbebasnya "sesuatu" di dalam kastil.


Aku jadi penasaran, kenapa orang orang mati itu lebih memilih mencoba menerobos dinding, apa segel array di sana lebih mudah di tembus?" Cakra dengan gerakan yang perlahan mendekati Bastion, (bastion adalah ruang datar pada dinding kastil tempat biasa nya para pemanah dan alat alat pelontar berbaris mengincar musuh yang berusaha mendekati kastil.)


Segel pelindung pada dinding setinggi lima meter itu ternyata masih aktif, pada bagian mayat kering bertumpuk di luar tembok, terjadi sedikit kerusakan, ada sebuah celah yang bisa di lalui.


"segel ini sangat unik, bahkan tidak pecah, hanya berlubang, pembuatnya sulit di tebak, bahkan mungkin bukan dari dunia yang pernah aku kunjungi."


Hanya celah sebesar tubuh manusia, karena itu lah mayat mayat kering itu sampai menumpuk pada beberapa tempat saja.


Sebenarnya perasaan Cakra sangat tertekan semenjak memasuki kawasan kastil, sebuah energi gelap yang tidak di ketahui, berkali kali mencoba menarik energi spiritualnya, sedangkan kekuatannya belum pulih seperti sedia kala akibat pertarungan dengan sosok demonic beast rubah api berekor tiga yang kemudian dia ketahui adalah wujud asli si ceking Xu Lian.


Dalam kondisi seperti ini keberadaan nya sungguh terancam. Sedikit kesalahan akan membuat kesempatannya untuk memiliki tubuh fisik kembali akan hilang selama nya. Bahkan jiwa nya tidak akan tersisa.


Kembali ke dalam dunia kecil di dalam cincin adalah tempat paling aman buat jiwa spiritual si tua Cakra, tapi itu pun akan sangat sulit, mengingat saat ini anak muda itu telah jauh di dalam kastil.


Cakra hanya belum tahu peristiwa apa yang telah dan sedang di alami anak muda itu saat ini. Sampai sebuah suara keras bergema dalam keheningan.


Krak!!


Duar!!


Itu adalah suara yang di timbulkan dari tubrukan tubuh beruang terhadap dinding kastil.


Dengan hati diliputi keraguan, si Tua Cakra memaksakan diri mendekati sumber ledakan.

__ADS_1


Dari jarak lima puluh meter Cakra dapat melihat dua orang mematung, Xu Lian si rubah api dan Penebas tampak tidak bergerak. Cakra memaksa diri nya semakin dekat, saat itu kembali cakra merasa energi nya tersedot kedalam pusaran energi gelap.


__ADS_2