Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
046. Selamat Tinggal! hiduplah dengan baik.


__ADS_3

"sial!!, pasti ada cara lain!" Xiao Ahnzi bahkan meremas rambutnya, dia bukan demonic beast, tidak mungkin memiliki kemampuan bergerak seperti itu bukan?


"gerakan bawah sadar yang aku maksud,,, kau mengerti bukan?" si tua Cakra menyipitkan sebelah mata nya saat memandang Xiao Ahnzi.


"......." Xiao Ahnzi berkedip


"atau,,,aku yang salah menggunakan istilah?" si tua Cakra menggaruk kepala nya. Kedua orang itu sama sama terdiam untuk beberapa saat.


"kakek,, jika dengan memicu Xu Lian bertindak di luar kesadaran nya saat ini,, atau melepaskan sifat bawaan nya sebagai demonic beast yang liar dan ganas...." Xiao Ahnzi buka suara.


Sosok transparan Cakra tampak memperhatikan,


Lalu Xiao Ahnzi melanjutkan "apakah sudah pasti gerakan liar nya tidak terdeteksi pusaran energi gelap tersebut?"


Wajah Cakra me muram,Sebenarnya Cakra sendiri juga tidak bisa memastikan teori nya. Cakra hanya mencoba membuat Rubah Api berekor tiga itu mengamuk. dalam keadaan tidak terkendali itu kekuatannya yang besar mungkin bisa menghancurkan kastil, atau setidak nya,, minimal dalam amukan nya, demonic beast itu membuat tubuh Xiao Ahnzi terlempar sampai keluar kawasan kastil.


melihat si tua Cakra tenggelam dalam lamunan, Xiao Ahnzi mengedarkan pandangan nya berkeliling.


Pusaran energi di tempat ini persis seperti pusaran energi gelap di dalam kastil, Xiao Ahnzi mendekati salah satu pusaran energi tersebut. "kemana aku akan di lemparkan saat memasuki pusaran ini?"


Xiao Ahnzi mengulurkan tangannya, tidak ada kekuatan berupa tarikan dari pusaran energi ini. "berbeda?"


pangeran ke empat lalu mencoba meneliti struktur pusaran tersebut dengan pengerahan teknik mata ke tiga.


"ini tidak tercipta dengan sendiri nya?" sebuah senyum cemerlang hadir di bibir Xiao Ahnzi.


Di dalam benak nya Xiao Ahnzi mencoba me reka ulang proses tercipta nya pusaran energi tersebut.


Dengan hati hati Xiao Ahnzi mencoba mengulurkan tangan kedalam pusaran energi,tangan itu lalu menghilang seperti memasuki ruang kosong.


Tidak ada rasa sakit, tidak ada tarikan yang memaksa tubuhnya memasuki pusaran energi tersebut.


Tubuh Xiao Ahnzi menghilang ke dalam pusaran energi, sesaat kemudian muncul dari pusaran lain yang tidak jauh dari sosok transparan cakra yang masih larut dalam pikirannya.


Bahkan hal itu membuat cakra terkejut. "apa yang kau lakukan? Tempat ini bukan tempat yang bisa kau jadikan tempat bermain!" wajah orang tua itu tampak cemas.


Xiao Ahnzi berkedip, memutar tubuh untuk meneliti pusaran energi tempat tubuhnya keluar barusan.


Dengan teknik mata ketiga hal itu menjadi sangat mudah, bahkan anak muda itu semakin lebar tersenyum ketika menemukan beberapa perbedaan antara dua sisi pusaran yang sebenarnya adalah portal tersebut.


Tanpa rasa takut Pangeran ke Empat kembali memasuki pusaran energi d idepannya.kali ini tubuh nya tidak muncul di tempat semula tapi berpindah ke pusaran yang lain.


Waktu yang singkat menurut sosok transparan Cakra, pada kenyataannya lebih banyak di gunakan Xiao Ahnzi untuk melompat keluar masuk dari pusaran energi.


Tapi kesenangan anak muda itu harus berakhir saat sosok transparan Cakra bertambah pudar, waktu nya telah habis.


"anak muda, waktu kita telah habis, aku senang di penghujung waktu ku bisa berkenalan dengan mu. Hidup lah dengan baik!."


sebuah pusaran energi menarik sosok transparan Cakra, orang tua itu menghilang dari pandangan Xiao Ahnzi.


Xiao Ahnzi merasa ada bagian dari hatinya yang merasa sedih, bagaimana pun selama tiga tahun ini, sosok Cakra adalah orang yang paling dekat dengannya.

__ADS_1


Xiao Ahnzi tidak di biar kan berduka terlalu lama,pusaran energi lain menarik tubuhnya. Dan pandangannya berubah gelap setelah itu.


*


Esensi air di tubuh Xiao Ahnzi membantu pemulihan tubuhnya secara perlahan, tulang lehernya yang sempat mengalami kepatahan secara ajaib tidak merenggut nyawa nya, perlahan semua susunan tubuh nya di perbaiki.


Pangeran ke Empat membuka mata nya, kejadian barusan jelas bukan sekedar mimpi,di tangan anak muda itu tergenggam selembar daun yang memiliki aroma khas, bau yang kuat menguar dari lembar daun tersebut.


"benar benar bukan mimpi!" Xiao Ahnzi tidak berani melakukan gerakan kecil apa pun saat ini. "ku harap prediksi orang tua itu tidak salah!"


Dalam diam nya, Xiao Ahnzi mencoba memeriksa dantian lubang hitam milik nya, teknik mata ketiga saat ini di tunjang kekuatan besar dari dantian atas, sepanjang waktu aliran energi di sana tidak pernah terhenti, arus qi di dalam nya terus bergerak, boleh dikata sekarang pergerakannya alami seperti aliran darah di dalam tubuh. jadi seharusnya itu tidak akan memicu kemunculan pusaran energi gelap.


Dantian lubang hitam tidak aktif menarik qi alam, tapi pusaran di dalam nya masih tampak liar.


Pangeran ke empat masih ingat dengan pusaran energi di ruangan persimpangan hidup mati, dia coba membandingkan dengan keadaan dantian lubang hitam.


"benar benar berbeda, meski sama sama pusaran energi, jelas dantian lubang hitam tidak memiliki jejak penciptaan."


Xiao Ahnzi menunggu reaksi dari tanaman di genggamannya. Waktu benar benar berjalan perlahan dalam kondisi seperti ini,


telah lewat setengah jam, tapi tidak ada pergerakan seperti yang diharapkan dari sosok demonic beast rubah api berekor tiga itu.


"apa si ceking itu sudah mati?" Xiao Ahnzi merasa sesak memikirkan kemungkinan tersebut,


"entah bagaimana nasib paman serigala di dalam dunia kecil"


Entah berapa lama Xiao Ahnzi menunggu Xu Lian mengamuk, tapi harapan itu tidak kunjung terwujud, suasana benar benar hening di dalam kawasan kastil kuno. Bahkan tidak terdengar desir angin.


"aku tidak bisa terus menunggu dalam keadaan seperti ini,, mau sampai kapan? Sampai punggung ku di penuhi belatung?"


"eh,,, cepat?" Xiao Ahnzi tidak pernah memikirkan ini sebelumnya,


"pusaran energi gelap itu datang dengan cepat, bagaimana kalau aku mampu lebih cepat?" Xiao Ahnzi mengulum sebuah senyum, masih ada harapan.


"benar!! Aku hanya harus lebih cepat dari makhluk menyebalkan yang mengendalikan pusaran energi itu."


Xiao Ahnzi mencoba memutar otak, dia harus meminimalkan resiko. Begitu hati nya mantap, Xiao Ahnzi segera mengalirkan sedikit qi, teknik pernapasan angin langsung mengambil peranan.


Xiao Ahnzi mencoba bergerak lebih cepat, sebuah pusaran energi gelap langsung menghadang jalur nya.


Xiao Ahnzi mengempos tubuh lebih cepat. Pusaran pertama Xiao Ahnzi berhasil menghindar, sebuah pusaran baru muncul di jalurnya.


Xiao Ahnzi berhasil mendekati sisi kastil yang tampak mengalami kerusakan. Jarak yang ditempuh Xiao Ahnzi hanya belasan meter, tapi bila di hitung berapa kali pusaran energi telah mencoba menelannya,, sepuluh kali.


Pangeran ke empat di paksa melesat dengan cara zig zag, waktu yang di butuhkannya untuk jarak tersebut tiga detik.


Xiao Ahnzi terus mengerahkan kemampuannya pada puncak, hingga akhirnya bisa mencapai sisi kastil yang rusak. SeSeorang tampak mengenaskan di antara runtuhan batu batu penyusun kastil.


Xiao Ahnzi terpaksa berputar putar menghindar beberapa kali,sosok tubuh yang sebagian terhimpit batu akhirnya bisa dia kirim ke dalam dunia kecil di dalam cincin, bahkan sekalian dengan batu batu nya. bertepatan dengan tubuhnya berhasil diseret ke dalam pusaran energi gelap.


Sensasi tubuh tercabik cabik kembali di rasakan anak muda dengan rambut berwarna putih seperti gundukan salju itu.

__ADS_1


"sial!! Rasa sakit nya tidak berkurang!" Xiao Ahnzi bahkan sampai mengeluarkan air mata menahan siksa yang menimpa tubuhnya. Walau begitu, Pangeran ke empat berusaha sekuat hati untuk tidak berteriak.


Tubuh Xiao Ahnzi kembali di tembakkan dari ketinggian. lintasan tubuhnya seperti lesatan meteor.


Xiao Ahnzi harus bergerak, dia tidak boleh menghantam dinding kastil seperti waktu itu. Kekuatannya kembali di kerahkan sampai puncak, Xiao Ahnzi kembali mengincar sisi kastil yang lain, ia yakin di sana ada salah satu rekan nya.


Bagaimana pun dan betapa pun sulit nya, tidak peduli hidup atau mati, jasad rekan rekannya akan dia kirim ke dalam dunia kecil,


Dengan usaha yang super kuat, Xiao Ahnzi berhasil mengirim sosok ke dua ke dalam dunia di dalam cincin.


Tapi waktu yang di perlukan untuk memindahkan sosok itu tidak bisa lebih cepat di banding kecepatan Xiao Ahnzi yang bisa meningkat. Tubuh nya kembali jadi peluru meriam.


Rasa sakit nya masih sama,kecepatan lesatan nya tetap sama, yang berbeda adalah Xiao Ahnzi mulai memiliki senyum di bibir nya. "berhasil!!"


"satu lagi!! Setelah itu aku akan bersenang senang dengan pemilik lubang gelap sialan ini!"


dengan teknik mata ketiga, Xiao Ahnzi mengetahui posisi tepat target nya yang terakhir.


Xiao Ahnzi terpaksa mengulang kejadian yang sama sekali lagi demi sosok yang tidak diketahui entah bernyawa entah tidak itu.


*


*


Xiao Ahnzi berhasil keluar dari kastil kuno setelah tiga jam,berkali kali diri nya harus keluar masuk pusaran energi gelap, sedikit kesalahan, melambat, hilang fokus, tubuhnya pasti telah di telan pusaran energi hitam.


Pangeran ke empat tampak duduk di atas pasir, punggungnya bersandar pada dinding yang jadi pagar kastil bagian luar.


Penampilan anak muda itu benar benar kacau, tubuhnya di penuhi luka seperti bekas sayatan. Rambutnya bahkan jadi berwarna merah muda. Anak muda itu sedang mengolah qi untuk penyembuhan.


Setelah selesai dengan diri nya sendiri, Xiao Ahnzi memasuki dunia kecil di dalam cincin.hanya kesadarannya, di dalam dunia ini Xiao Ahnzi sama seperti sosok Cakra. Hanya berupa bayangan.


Pemandangan di depan mata nya membuat Xiao Ahnzi menelan ludah berkali kali, di depannya tampak Serigala sedang duduk merenung di depan dua bayu nisan.


Memang di antara semua rekan rekan pangeran ke empat, keadaan Serigala adalah yang paling sedikit mengalami luka.


Luka yang di derita Serigala hanya karena daya tarik yang sangat kuat dari pusaran energi gelap, luka luar seperti kena sayat.


Xiao Ahnzi hanya melihat dua nisan, berarti ada satu orang lagi yang kemungkinan masih selamat. Sosok nya lalu melayang mendekati Serigala.


"Paman sudah merasa baikan?"


Serigala menoleh, mata orang tua itu tampak merah, bahkan masih ada tetesan air di wajah klimis nya.


"Xiao Ahnzi..." orang tua itu tampak ingin menangis,suara nya bergetar menyebut nama Pangeran ke empat.


Dengan kesedihan yang dalam, Serigala mengabarkan Penebas dan Beruang telah tiada. Sementara itu Xu Lian, si demonic beast rubah api sedikit lebih beruntung, Fisik orang itu lebih kuat di banding manusia, walau ada retak di tulang bagian kepala, nyawa makhluk itu masih melekat di badannya.


Sekarang nyawa Xu Lian tidak dalam keadaan terancam, meski manusia jelmaan demonic beast rubah api itu tidak bisa bergerak, harus beristirahat total selama sebulan ke depan.


Xiao Ahnzi baru saja ingin melanjutkan pengobatan Xu Lian,pemuda itu berniat meracik beberapa pil.

__ADS_1


Tapi tiba tiba saja kesadarannya di renggut paksa dari dalam dunia di dalam cincin.


Sesuatu yang buruk tengah terjadi.


__ADS_2