
Roarr
Raungan Binatang Buas mengguncang Istana Ufuk Barat,
Semua orang terdiam, tak berani bersuara dengan alasan mereka masing masing, Para Prajurit penjaga istana jelas terkejut dengan kemunculan tiba tiba Harimau Putih setinggi dua meter berwarna putih tersebut, bahkan Suara nya saja hampir membuat jantung mereka berhenti berdetak sebelum melihat betapa besar dan gagah nya subjek tersebut,
Xiao Ahnzi sendiri juga terdiam, karena tidak menyangka Harimau Putih tersebut keluar bersama Xiao Lu Metian yang berada di punggungnya. Lagi lagi kedatangannya ke Istana membuat heboh.
Xiao Lu Metian juga terdiam karena pemandangan di depan mata nya tiba tiba berubah, semula gadis itu berwajah tegang karena di kelilingi belasan demonic beast aneh, tiba tiba saja sekarang yang ada didepannya adalah para prajurit yang dari seragam mereka sangat dikenali XIao Lu Metian, dan di luar kurungan tampak sebuah bangunan yang tidak mungkin akan dilupakannya kecuali dia mengalami gegar otak yang parah.
kreetttttt
Pintu Istana tiba tiba saja terbuka, di balik pintu yang terbuka lebar itu sudah berbaris tokoh tokoh yang cukup dikenali Xiao Lu Metian. tapi tidak terlihat wajah yang sangat ingin dilihatnya, permaisuri Ling Xue dan Raja Xiao Tian.
“Kakak?” seorang pemuda berjalan keluar dari dalam barisan, tanpa sadar pemuda itu berjalan mendekat ke Harimau putih yang dipunggungnya duduk seorang gadis, pemuda ini adalah Pangeran Putra Ketiga, murid si Raja Obat, Xiao Hong Tian
“Xiao Lu!!” seorang pemuda lain yang sedikit lebih tua menyusul Xiao Hong Tian yang berjalan lebih dulu.
Grrrr
Tapi suara geraman Harimau Putih tersebut menyadarkan orang orang, binatang besar tersebut merasa tidak nyaman ketika orang lain mendekat, Xiao Hong Tian dan Pemuda yang datang belakangan menahan langkah mereka, pemuda yang dimaksud tentu saja Xiao Jin Tian, kembaran Xiao Lu Metian.
Xiao Lu Metian mengusap bulu lembut di leher binatang buas yang jadi tunggangannya, membuat harimau putih tersebut mengerti dan berhenti mengaum Xiao Lu Metian lalu melompat turun dari punggung tunggangannya, dengan lembut menapak di tanah, dan setengah berlari menghampiri kembarannya,langsung memeluk Xiao Jin Tian, air mata nya mengalir didalam pelukan pemuda yang lebih tua beberapa menit darinya tersebut
“syukurlah kau baik baik saja,,"Xiao Lu Metian terakhir kali meniggalkan saudara kembarnya itu dalam keadaan terluka cukup parah, sekarang melihat Xiao Jin Tian yang tampak sudah sehat hatinya bahagia.
"Syukur kau kembali, ibu sangat mengkhawatirkanmu," Xiao Jin Tian membalas ucapan saudara kembarnya.
__ADS_1
Tiga bersaudara itu beranjak ke dalam istana ketika cerita mulai mengarah pada keadaan permaisuri Ling Xue dan Raja Xiao Tian yang tidak muncul menyambut kedatangan Xiao Lu Metian.
Sementara itu para prajurit belum beranjak dari tempat mereka, semua nya masih terpaku menatap sosok harimau putih yang berbaring dan meletakkan kepala di antara dua kaki depannya. Binatang itu sekarang tampak jinak dan menggemaskan.
Berlainan sekali dengan anak muda berambut putih yang berdiri tidak jauh disamping subjek tersebut, anak muda itu berkali kali tampak menggeleng, entah apa yang di lakukannya, para prajurit itu tidak tahu.
“Apa aku se asing itu?” Xiao Ahnzi menggaruk kepala nya yang tidak gatal, lalu mulai melangkah menyusul Xiao Lu Metian dan Kakak Kakak nya yang lain.
Tapi para prajurit itu kembali menghadang langkahnya.
Di dalam istana, seketika Xiao Lu Metian dihadapkan pada suasana yang berubah haru dan menyedihkan, Raja Xiao Tian tampak terbaring lemah di pembaringan, tidak hanya Raja Xiao Tian, Permaisuri Ling Xue dan Putra Mahkota juga dalam kondisi yang memilukan, Raja Obat yang merawat ketiga orang tersebut tampak berwajah keruh sambil berkali kali menggelengkan kepala nya. sesekali tampak tangannya mengusap rambutnya yang sebagian telah berwarna putih, wajahnya sungguh menggambarkan seorang lelaki tua yang telah terjaga bermalam malam tanpa istirahat.
orang tua itu bahkan tidak menoleh saat Xiao Lu Metian berjalan mendekat,
Xiao Lu Metian yang gemetaran saat berjalan tanpa sengaja menyenggol Raja Obat, saat itu baru orang tua tersebut tampak terkejut,,
“kau…Xiao Lu Metian?” Raja Obat Ragu dengan penglihatannya,
“.........” Raja Obat seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak keluar sepatah kata pun dari mulutnya, hanya saja binar mata nya sekarang tampak sedikit lebih hidup, ada sedikit kelegaan di wajahnya, pria tua itu menuntun Xiao Lu Metian ke sisi pembaringan Raja Xiao Tian.
“Ayah!!!” Suara Xiao Lu Metian yang bercampur isak tangis terdengar sampai ke tempat Xiao Ahnzi yang masih terhalang para Prajurit,
“.......” Xiao Ahnzi merasa itu bukan tangis bahagia sebagai mana seharusnya yang terjadi, “apa yang terjadi?”
Para prajurit yang masih mengacungkan senjata kepada Pemuda berambut putih itu tentu nya juga mendengar jeritan barusan, Xiao Ahnzi dapat melihat perubahan pada air muka mereka,
“Tssk” Xiao Ahnzi yang tidak mendapat penjelasan akhirnya melesat cepat memasuki istana tanpa bisa dihentikan para prajurit yang hanya terpaku dengan pandangan kosong.
__ADS_1
Tidak ada yang berani buka suara untuk menghentikan anak muda yang lolos dari ujung tombak dan pedang yang teracung ke sekujur tubuhnya itu,
“Seperti nya aku pernah melihat orang itu,,,tapi dimana,,?? “ seorang pengawal yang memiliki emblem berbeda dari kawan kawan nya seperti berbicara kepada diri sendiri,di bagian dada prajurit itu tersemat sebuah emblem dengan logo “si” yang melambangkan prajurit tersebut berasal dari kediaman pangeran ke empat.
Xiao Ahnzi sampai di dalam Ruangan tempat Raja Xiao Tian dirawat, semua mata menatap tajam kehadiran sosok asing tersebut, bahkan Xiao Jin Tian sudah menghunus pedangnya lalu berkata “Siapa yang mengijinkan kamu masuk?”
saat ini selain Xiao Lu Metian memang tidak ada yang mengetahui identitas anak muda ini, sewaktu kembali dari menghilangnya selama tujuh tahun,lebih kurang sebulan yang lalu, hanya Raja Xiao Tian dan Permaisuri Ling Xue yang tahu identitasnya, orang lain yang tahu adalah Xiao Mei Mei yang tidak nampak hadir di dalam Ruangan.
Xiao Ahnzi yang dihadapkan pada tiga ranjang, yang di atas masing masingnya terbaring tubuh orang orang yang sangat penting bagi nya, sepertinya tidak mendengar ucapan Xiao Jin Tian terus melangkah mendekat,
Hal ini tentu saja membuat saudara kembar Xiao Lu Metian ini naik darah, “berhenti di tempatmu!” nada suara Xiao Jin Tian meninggi.
!
“.....” Xiao Lu Metian tersentak mendengar bentakan saudara kembarnya, seperti disengat listrik, gadis itu segera teringat pemuda berambut putih yang menurut Xu Lian adalah adik bungsu nya, “ Xiao Jin,,!! Hentikan,,dia…adik kita,,XIao Ahnzi..”
“ ….?”
“Apa?” semua orang terkejut mendengar pernyataan Xiao Lu Metian.
“Kalian benar benar melupakan aku?” Xiao Ahnzi berkata,nada nya rendah bahkan nyaris tidak terdengar. jika situasi dan kondisi nya lebih baik, Xiao Ahnzi pasti sudah mengerjai kakak kakak nya ini,tapi saat ini anak muda itu sedang memeriksa keadaan ibu nya yang terbaring dengan wajah pucat dan tampak tidak sadarkan diri. Xiao Ahnzi melakukannya dari jarak yang masih berada tiga meter dari ranjang.
“Racun yang Jahat,,” Xiao Ahnzi memeriksa dua orang lain yang juga terbaring disebelah ranjang Permaisuri Ling Xue, Keadaan dua pasien ini hampir sama dari kondisi luka yang di idapnya,Xiao Ahnzi bisa segera mengambil kesimpulan ketiga nya di celakai orang yang sama.
Tanpa memberikan keterangan apa pun Xiao Ahnzi mendekati Raja Obat yang sudah dua kali mendapat kejutan dalam satu hari ini. “Terimaksaih paman sudah merawat mereka dengan baik” Xiao Ahnzi menjura hormat kepada Raja Obat yang tidak tahu harus berkata apa.
“....” Raja Obat menggeleng lemah,”aku hanya bisa menunda waktu nya,,,seperti nya ini sudah sampai di batas nya,,,”
__ADS_1
“Mn…” Xiao Ahnzi tahu Raja Obat sudah mengusahakan yang terbaik,
“Andainya buah itu masih ada,,,” Raja Obat bersuara pelan