Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
096. unjuk gigi


__ADS_3

Xiao Ahnzi merasa dirinya bagai pesakitan ketika baru saja memasuki istana Ratu Ular, Puluhan pasang mata menatap tajam, seandainya pandangan mata dapat membunuh mungkin saat ini Pangeran Ke Empat sudah mati berkali kali. 


Tapi di antara puluhan pasang mata tersebut, terdapat satu pasang yang menikam tepat di jantung Xiao Ahnzi, meski telah membaca kemungkinan ini sebelumnya, Xiao Ahnzi tetap saja kecewa karena tebakannya nyaris tidak meleset sedikitpun. 


Ya, pandangan merendahkan disertai kebencian yang dalam itu milik Ratu Ular, bahkan ternyata kata kata yang meluncur dari mulutnya jauh lebih menyakitkan. 


"Annchi'er,, manusia ini yang membuat kau buta mata? " Nada suara nya penuh penekanan


"...... " She Annchi juga merasakan ada yang berbeda dari ibu nya yang tercinta, sebelumnya wanita ini sendiri yang meminta di pertemukan dengan subjek yang sudah menolongnya keluar dari jebakan kematian, tapi kini… . 


She Annchi bahkan tidak tahu harus berkata apa terhadap rundungan ibu nya. Gadis itu sampai tertunduk menatap lantai. 


"Nah,, kau lihat sendiri bukan?,, " Sebuah suara yang terdengar bagai air mengalir membuat She Annchi mengangkat kepala, dia sadar telah membawa pemuda ini kedalam masalah, Pemuda itu jelas sangat tersinggung dengan sepatah kalimat yang baru di ucapkan ibunya. 


"Aku sebenarnya tidak ingin bertemu dengan mu, tapi karena putri mu bersikap baik dan memohon agar aku bersedia menemui mu aku bisa sampai kesini. " Xiao Ahnzi bicara dengan lantang dan tanpa gentar. 


"Lancang! "


"Jaga bicara mu! "


"Manusia tak beradab! "


Bergantian segala macam kata kata penolakan langsung di Terima Xiao Ahnzi. Bahkan wajah Ratu Ular di singgasana nya tampak seperti mengucurkan darah karena emosinya tersulut. 


"Ibu… . " She Annchi mulai berlutut


"Hmpp! " Xiao Ahnzi berbalik dan membiarkan Putri Ular itu melakukan apa pun yang dia mau, Xiao Ahnzi berjalan keluar dari istana Ratu Ular. Tapi sebelum mencapai pintu keluar, seorang manusia ular menghadang di depan langkahnya. 


"Kau tidak akan pernah bisa sesuka hati mu di istana ku!" Suara itu menggema di dalam ruangan, 


Lalu terdengar perintah nya. 

__ADS_1


"Tangkap dan siksa manusia itu! "


"Ibu… " She Annchi mengangkat kepala nya yang sejak tadi tertunduk, tidak percaya rasa nya bahwa ibu nya yang Agung akan memperlakukan penolongnya dengan cara tidak pantas, tanpa terimakasih. 


Sementara itu manusia ular yang di perintahkan menangkap Xiao Ahnzi sudah bergerak menerjang sangat pemuda, walau disuruh menangkap, tapi jelas sekali niat membunuh begitu besar dalam serangannya. 


Xiao Ahnzi hanya mendengus, kali ini dia berniat pamer kekuatannya untuk membungkam mulut Ratu Ular yang tidak tahu terimakasih ini. Begitu serangan itu datang, Xiao Ahnzi sama sekali tidak menghindar, sebaliknya, Serangan anak muda kita masuk lebih dulu ke tubuh lawan. 


Kitab milik perpustakaan Istana Ular yang belum sempat di letakkan kembali ke tempatnya, karena keburu di seret She Annchi dengan tujuan menemui sangat Ratu, tanpa sungkan kitab itu dijadikan senjata oleh Xiao Ahnzi, 


Seperti di gampar balok yang sangat tebal dan kuat, kepala manusia ular itu pecah  seketika sebelum serangannya berhasil menemui tujuan. 





"Bedebah!! " Ratu Ular memekik dari singgasana nya. 


Xiao Ahnzi berbalik dan menatap tajam wanita itu lalu berucap " Aku memang menghargai putri mu, tapi walau begitu kalau kau ingin aku mati, aku tidak menolak bertarung denganmu! "


Xiao Ahnzi melepaskan energi nya, niat membunuh yang kental dan mengintimidasi segera memenuhi Ruangan istana Ratu Ular. 


Beberapa pelayan langsung muntah darah begitu Xiao Ahnzi melepaskan niat membunuhnya. 


"Mengerikan,,! "


"Ini niat membunuh yang sadis! "


"Dia ini, apakah dia iblis? "

__ADS_1


Bisik bisik yang terdengar jelas karena keadaan yang tiba tiba hening membuat Ratu Ular menyadari bawahannya tertekan. 


Melihat Rakyat dan bawahannya terdesak Ratu Ular turut melepaskan energi nya, tubuhnya berubah menjadi setengah ular, bagian kaki nya sekarang berganti tubuh ular yang memiliki sisik sisik seperti berlian. 


Aura yang di pancarkan Ratu Ular bahkan mampu mengatasi niat membunuh yang di lepaskan Xiao Ahnzi. 


Xiao Ahnzi bergeming, pemuda itu sudah siap memberi pelajaran atas kepongahan manusia setengah ular ini. 


Ratu Ular tersinggung harga diri nya karena manusia ini tidak mau tunduk. 


Dengan segala kemarahan dan dendamnya terhadap ras manusiamanusia, Ratu Ular menyerang Xiao Ahnzi,  pertarungan jarak dekat langsung terjadi dengan sengit. 


Pukulan dan tendangan yang bisa merenggut nyawa saling dilepaskan, ketika pukulan dan tendangan itu akhirnya berbenturan, udara jadi bergetar, ruangan besar istana Ratu Ular bergoncang. 


Ratu Ular tidak pernah menduga lawan yang belia ini akan membuatnya demikian kesulitan untuk memasukkan bahkan hanya satu serangan. Malah Xiao Ahnzi yang tampak di atas angin, 


Beberapa kali serangan Xiao Ahnzi luput hanya sejarak seujung rambut dari titik fital Ratu Ular. Hingga suatu ketika Ratu Ular tiba tiba mengambil jarak, dari kedua mata nya melesat sepasang sinar berwarna perak mengincar kepala dan dan dada Xiao Ahnzi, 


"Tidak tahu diri! " Xiao Ahnzi berujar dingin, sesaat lagi serangan Ratu Ular akan mengenai target, Xiao Ahnzi memunculkan sebuah pusaran energi yang langsung melahap sepasang sinar perak milik Ratu Ular, 


Serangan Ratu Ular berupa sepasang sinar perak yang menebarkan hawa panas itu muncul kembali dengan kecepatan berkali lipat, hanya saja arahnya serangan yang dipercepat beberapa kali percepatan itu sungguh tidak pernah diduga Ratu Ular maupun orang orang yang menonton, tubuh Ratu Ular langsung terlempar dengan keadaan penuh luka begitu serangan miliknya secara aneh berbalik menghantam dirinya sendiri. 


Ratu Ular beruntung, jika saja sebelumnya dia tidak menganggap enteng Xiao Ahnzi, dan mengerahkan kekuatan penuhnya, dapat dipastikan Ratu Ular akan meregang nyawa menerima hantaman beberapa kali lipat dari yang sanggup di Terima tubuhnya. 


Xiao Ahnzi bergeming, tanpa ekspresi pemuda itu lalu berkata


"Aku akan memberikan kematian paling menyakitkan bagi siapa pun yang ingin mati"


Semua manusia ular terdiam membisu mendengar kata kata yang seperti nya tidak di ucapkan untuk sekedar menakut nakuti. 


Tidak terkecuali She Annchi, gadis itu hanya tertunduk lemas menghadapi kenyataan, sepenuh hati dia meyakini anak muda itu benar benar akan melakukan apa yang telah di ucapkan nya. 

__ADS_1


Sebuah pusaran energi muncul di depan Xiao Ahnzi, pemuda itu kemudian memasuki pusaran energi, dan menghilang dari pandangan semua manusia ular yang merasa baru saja melewati mimpi buruk. 


__ADS_2