
Sebagian besar prajurit istana ufuk barat sudah tumbang, sisanya bahkan didesak mundur mendekati bangunan utama istana, tapi bukannya selamat, prajurit ini dengan tragis malah jadi korban salah sasaran dari pertarungan Xiao Ahnzi dan Xiao Wen Chun, bahkan beberapa orang dari klan Xiao ikut tertimbun runtuhan bangunan istana.
Xiao Ahnzi mulai merasa jerih, walau berhasil memasukkan beberapa serangan, dia sendiri juga harus menerima beberapa pukulan dari lawannya.
“Sial,,dia benar benar kuat!”
Sudah sejak tadi Xiao Ahnzi menelan darah nya sendiri,
sekarang dia tidak sanggup lagi menelan darah yang memenuhi mulutnya, kini darah hitam itu bergumpal keluar dari mulut si anak muda.
Disisi lain, walau terkena pukulan musuh, Xiao Wen Chun terlihat hampir tidak terpengaruh oleh lukanya, orang tua itu semakin beringas dan telengas dalam bertindak. Serangan nya mampu membuat Xiao Ahnzi terpojok dan bonyok.
Xiao Ahnzi masih bertahan sejauh ini karena pemahamannya akan hakikat air yang membuat proses penyembuhannya sangat cepat dibanding orang lain, bahkan setelah wajahnya babak belur karena pukulan pun anak muda itu masih bisa bangkit dengan cepat dan kembali menyerang.
Tapi seperti tidak ada batasnya, orang tua itu masih mampu bertahan bahkan membalas lebih keras setiap kali terkena serangan.
Pertarungan cepat dan lawan yang ganas membuat Xiao Ahnzi merasakan tenaga nya terkuras dengan cepat, serangan lawan mengandung racun yang menyebar melalui meridian, rasa nya sungguh menyiksa, aliran energi spiritual di dalam tubuhnya menjadi kacau,
”aku tidak akan bertahan lebih lama bila terus begini”
Hoeeekkk
!
Xiao Ahnzi kembali memuntahkan darah dari mulutnya, anak muda ini menyesal sudah menganggap tinggi diri sendiri,
Kekuatannya ternyata masih terpaut jauh untuk melawan tua bangka ini.
"tidak ada jalan lain!"
__ADS_1
Tiba tiba langit menjadi gelap, suara angin yang bergerak melalui celah celah bangunan terdengar bagai suara seruling yang menyayat pendengaran,
seekor makhluk kecil menyerupai kupu kupu dengan cahaya berpendar dari tubuhnya terbang tinggi kebagian tergelap yang ternyata adalah gumpalan awan hitam yang menutupi cahaya matahari siang hari.
Xiao Wen Chun tidak bergerak dari tempatnya melihat fenomena aneh ini, bahkan ketika titik titik air mulai berjatuhan dari langit yang gelap di sekelilingnya, patriark klan Xiao Itu masih terkesima,
mendung yang luar biasa dan membawa kegelapan itu tidak hanya terjadi di dalam istana, tapi cahaya matahari benar benar terhalang kegelapan sejauh radius lima kilo meter dari istana ufuk barat.
Hal ini bisa terjadi karena Xiao Ahnzi kesulitan mengendalikan energi spiritualnya, keadaan seperti ini serta merta membuat semua penduduk didalam kungkungan kegelapan berada didalam bahaya.
Petir yang sangat rapat dan lapar mulai menyambar atap bangunan, menghanguskan apa saja yang disentuhnya.
Xiao Wen Chun tersadar ketika petir menghantam sebuah ranjang di hadapannya, patriark klan Xiao Itu bahkan belum sempat bereaksi ketika
sebuah petir tiba tiba menyambar ubun ubun nya, Xiao Wen Chun terbanting menghantam lantai istana. Tubuhnya langsung hangus dan jadi kering setelah beberapa detik,demi setelah itu tubuh kering tersebut kembali disambar petir sampai abu pun tidak tersisa dari jasadnya.
Diluar istana,pertarungan antara Xiao Lu Metian bersama Harimau putih melawan Xiao Khong Chun masih berjalan alot dan sengit, ketiga nya bergerak terpisah ketika langit menjadi gelap tiba tiba. Pertarungan terhenti ketika petir mulai menyambarbangunan istana,
Naas bagi Xiao Khong Chun, Cucu Patriark klan Xiao itu tidak sempat bereaksi ketika hujan petir meluluh lantak kan seluruh istana dan area sejauh radius lima kilo meter dari istana ufuk barat.
Harimau putih bertaring pedang meraung histeris saat tubuh besar nya mulai tersambar petir,
Dengan cepat Xiao Ahnzi menggunakan teknik nya, Pusaran energi yang lain juga muncul tidak jauh dari sosok harimau putih, makhluk yang sudah mengenal baik pusaran energi tersebut, tidak kehilangan akal, tubuhnya lalu melompat masuk kedalam pusaran dan menghilang.
Salah satu Angsa hitam putih sempat melirik saat harimau Putih bertaring pedang itu meraung, sekaligus melihat pusaran energi aneh yang muncul tidak jauh dari harimau Putih bertaring pedang, dia sempat tertegun ketika harimau putih tersebut melompat kearah pusaran energi,
orang yang tidak diketahui wujud asli nya ini sempat pula melepaskan sebuah serangan jarak jauh yang akhirnya menghantam lesatan petir yang terus menyambar dan harimau putih itu menghilang dari pandangan.
"siapa? Kemampuan yang unik!"
__ADS_1
Salah satu manusia yang memakai riasan serupa hantu gantung itu berbicara sendiri melihat kemampuan orang yang telah menyelamatkan Demonic Beast Harimau Putih Bertaring Pedang.
Begitu demonic beast harimau putih itu menghilang, Pertarungan tidak seimbang antara Xu Lian dan Dua Angsa Hitam Putih kembali berlanjut, dua manusia dengan riasan bagai hantu gantung itu kembali menghajar Xu Lian yang saat ini sudah berubah ke wujud asli nya, seekor Rubah Api yang memiliki tiga ekor di bagian belakang tubuhnya.
Diantara sambaran petir yang menghanguskan apapun yang disambarnya, angsa hitam putih masih sempat menghajar Xu Lian yang ikut tersambar petir, Kekuatan subjek ini benar benar di luar nalar, bahkan tubuhnya hanya bergetar sedikit ketika petir menyambar kepala mereka.
Xiao Ahnzi yang melihat Angsa hitam putih menyerang pusaran energi pemindah miliknya tidak mau mengambil resiko, bisa saja dua mahkluk aneh itu menemukan persembunyian orang tua dan saudara nya dengan memasuki pusaran energi tersebut bila langsung memunculkannya di dekat demonic beast rubah api tersebut.
Untuk menyelamatkan pengikutnya yang satu ini Xiao Ahnzi harus melakukannya secara manual dengan resiko diri nya sendiri akan tertangkap atau terbunuh, tapi itu lebih baik daripada membiarkan orang orang ini menemukan keluarga nya lalu menghabisi mereka.
Dengan memaksakan energi spiritualnya yang seperti sedang digerogoti sesuatu dan kapasitasnya terus menurun dengan cepat, Xiao Ahnzi melesat cepat,
jedah sekejap akibat sambaran petir itu berhasil dimanfaatkan dengan baik untuk membawa tubuh Rubah Api berekor tiga menjauh,
Begitu mendapat jarak dari angsa hitam putih, Xiao Ahnzi segera melarikan diri dengan Pusaran energi pemindah, tapi sebuah serangan jafak jauh masih sempat menghajar punggungnya sebelum tubuh Xiao Ahnzi menghilang di dalam pusaran.
Angsa Hitam Putih berkelebat cepat, mereka ingin mengikuti pemuda berambut putih itu kedalam pusaran, tapi mereka terlambat sepersekian detik, pusaran itu sudah menghilang.
“Benar benar kemampuan yang unik” angsa hitam berkata, kawannya yang disebut angsa putih mengangguk setuju.
Bersamaan dengan menghilangnya sosok anak muda berambut putih, petir yang menyambar itu serta merta reda dan keadaan kembali terang, hanya saja Ribuan petir yang menyambar di langit istana ufuk barat telah menyapu rata bangunan istana, tidak menyisakan suatu apa pun yang masih berdiri, bahkan tembok istana yang terbuat dari batu keras juga ikut terbakar,
Dalam radius lima kilo meter tersebut hanya satu bangunan yang tetap utuh seperti tidak tersentuh, bangunan berbentuk pagoda bertingkat itu tidak lain adalah gedung perpustakaan istana ufuk barat.
Hamparan tanah kosong yang terbakar adalah pemandangan terbaru di bekas istana ufuk barat, tidak ada bangunan apa pun yang masih berdiri lebih tinggi dari tanah,
Tidak dapat dipastikan berapa jumlah total korban keganasan hujan petir Xiao Ahnzi, mengingat kawasan lima kilo meter di sekeliling istana adalah pemukiman terpadat kerajaan ufuk barat. Semua nya tidak bersisa.
angsa hitam putih adalah pemandangan lain yang berbeda, kedua nya nampak melayang di atas tanah yang terbakar, lalu terdengar salah satunya bersuara “tua bangka itu juga ikut mampus bersama anggota klan nya,,hihihhi sial sekali,bagaimana kita melaporkannya kepada orang itu?”
__ADS_1
“Aku tidak peduli” kawannya menjawab singkat, lalu kedua nya seperti debu tertiup angin menghilang dari pandangan.