Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
118. Gugusan Batu Apung


__ADS_3

Xiao Ahnzi yang gabut akhirnya memutuskan untuk keluar dan memastikan dugaan nya tentang lokasi yang digambarkan di dalam gulungan,


Soal Paman Lan yang mungkin kembali saat dia meninggalkan dunia bersalju bisa dipikirkan nanti, lagi pula orang tua itu hanya menyuruhnya untuk memulihkan diri.


pusaran energi muncul di hadapannya, pemuda empat belas tahun itu lalu memasuki pusaran tersebut, pusaran energi tersebut menghilang setelah Xiao Ahnzi memasuki nya,


Tidak butuh sampai hitungan menit, Xiao Ahnzi sampai di tujuannya, lokasi yang dia curigai tidak lain adalah lembah berkabut itu sendiri, lokasi yang menyimpan misteri sekaligus menjadi jalan masuk menuju dunia bersalju,


“.....? Xu Lian? Kenapa aku malah menemukan si ceking di sini?"Xiao Ahnzi menggaruk kepalanya yang tidak gayal, "Apa karena aku memikirkan Rubah api ini? ”


Xiao Ahnzi sempat ragu ketika di depannya adalah pemandangan yang berbeda, tidak ada kabut pekat seperti yang dia ingat beberapa tahun lalu,


Xiao Ahnzi sampai memutar badan memperhatikan keadaan di sekelilingnya, pandangan matanya berhenti pada sebatang pohon berukuran besar, pohon ini tempo hari digunakan Xiao Ahnzi sebagai tempat bersandar dan menyantap makanannya sebelum memasuki lembah berkabut. “Benar ini tempat nya,,”


kedatangan anak muda yang memiliki bola mata hitam sekelam malam namun berbintang itu tepat ketika Xu Lian mulai memasuki lembah, hanya saja di mata Xiao Ahnzi pemuda bertubuh tinggi kurus itu tampak seperti orang linglung, bahkan ia tidak tahu kemana arah langkah kaki nya,


Ketika sebelah kaki Xu Lian terangkat, belum lagi kaki itu sempat menemukan pijakan, Xiao Ahnzi secepat kilat menahan bahu perwujudan demonic beast rubah api berekor tiga itu, pasti celaka. Karena di bawah kaki nya adalah jurang.


Setelah menyelamatkan hidup  Xu Lian dan perwujudan demonic beast itu menceritakan semua kejadian dalam sebulan ini, Xiao Ahnzi semakin mantap untuk memperkuat diri secepatnya.


“Ayo…”


Pemuda empat belas tahun itu berdiri dan mulai melangkah memasuki lembah berkabut.


Tapi satu hal yang tidak di sadari Xiao Ahnzi adalah perbedaan penglihatan antara dia dan Xu Lian, jika di mata Xiao Ahnzi gambaran alam di depannya nampak sangat jelas, yaitu berupa jurang lebar dengan gugusan batu mengapung di atasnya, lain pula yang dilihat Xu Lian, selain kabut tebal yang membuat jarak pandang tidak lebih dari satu meter, tidak ada hal lain lagi yang bisa dilihat demonic beast rubah api itu.


“....tuan muda Xiao..” Xu Lian menelan air ludah ketika pangeran ke empat dari kerajaan ufuk barat itu mulai melangkah ke dalam kabut, ia masih membeku di tempatnya.


“Apa yang kau tunggu? Kesini!” Xiao Ahnzi menjawab dari dalam kabut, tapi Xu Lian tidak bisa melihat wujudnya.


“Ssa saya tidak bisa melihat tuan muda,,” setengah berteriak Xu Lian mengungkapkan kondisinya,


!

__ADS_1


“.....?”  Xiao Ahnzi mundur beberapa langkah, yang membuat Xu Lian dapat kembali melihatnya,


“Apa karena mata ini?” Xiao Ahnzi berpikir teknik mata ketiga tidak terpengaruh kabut ilusi tersebut.


“Ba -bagaimana tuan muda bisa tidak tersesat didalam sana?” Xu Lian masih gugup, seingatnya, waktu Xiao Ahnzi menariknya keluar dari dalam kabut, Xu Lian tidak bisa melihat apa apa, baru setelah tubuhnya terjerembab di rerumputan di bagian yang tidak tersentuh kabut Xu Lian mampu menggunakan indera penglihatannya.


Xiao Ahnzi tidak menjawab pertanyaan Xu Lian, dia pun sedang memikirkan jawabannya, Xiao Ahnzi ingat, terakhir kali memasuki lembah berkabut ia juga tidak bisa melihat apa apa, padahal saat itu Xiao Ahnzi kecil sudah memiliki teknik mata ketiga, “apa mata ini semakin bertambah kuat?” 


Melihat Xu Lian yang membeku ditempatnya Xiao Ahnzi lalu bertanya


“apa kau hanya melihat kabut tebal?” 


“Iya,,bahkan di dalam sana saya juga mendengar suara suara aneh,,apa tuan muda tidak mendengarnya?”


Xiao Ahnzi menggeleng, pertama kali kesini ia juga mengalami hal serupa, tapi sekarang tidak lagi,


mengabaikan si ceking Xu Lian, Xiao Ahnzi memeriksa batu batu terapung di udara yang membentuk jalan setapak tersebut. 


Terdapat beberapa jalur yang terbentuk dari batu batu mengapung tersebut, tapi hanya satu jalur yang cukup stabil, Xiao Ahnzi menduga salah satu jalur ini merupakan jalan menuju dunia bersalju, tapi untuk memastikannya Xiao Ahnzi harus memeriksa sampai ke ujung jalan sana.


“Baik” terdengar jawaban yang cukup pelan, tapi Xiao Ahnzi masih bisa melihat gerakan bibir Xu Lian, 


“...Sial,,aku sudah berteriak tapi jawabannya yang seperti berbisik itu terdengar jelas kesini” 


Xiao Ahnzi mencoba peruntungannya dengan teknik pusaran energi pemindah ketika dapat melihat daratan di seberang sana, tapi baru saja pusaran itu terbentuk sudah langsung menghilang


“hmm,,,jadi tetap harus di injak satu persatu untuk sampai keseberang sana?” pusaran energi pemindahnya tidak berfungsi, sesuatu yang kuat,entah apa itu menghalangi tekniknya.


Xiao Ahnzi memperhatikan gugusan batu apung lain yang membentuk jalur berbeda, gugusan lain itu memiliki pola dan jarak antar batu lebih jauh,


“ini akan merepotkan,,,masa aku harus menggendong si ceking bau pesing itu?”


Apapun itu, Xiao Ahnzi memutuskan untuk memastikan jalur yang ada didepannya lebih dulu. jalur yang dia duga menuju ke dunia bersalju.

__ADS_1


Dengan langkah mantap Xiao Ahnzi mulai menginjak satu persatu gugusan batu apung sampai menemui daratan tanah keras berbatu, berjalan beberapa langkah Xiao Ahnzi menemukan bibir sebuah lorong di dinding batu, samar samar terlihat simbol pada ubin di lantai kasar tersebut, Xiao Ahnzi menginjak simbol di lantai, sebuah obor menyala pada dinding lorong.


“Ini cukup akrab” Xiao Ahnzi meneruskan langkahnya,setiap kali ubin bersimbol itu terinjak sebuah obor akan menyala, sampai terdengar suara angin yang membawa hawa dingin, di ujung lorong, di depannya nampak alam baru berwarna putih,


"benar ini dunia bersalju"


Xiao Ahnzi lalu melangkah keluar dari lorong memasuki dunia bersalju, ada sesuatu yang mengganjal pikirannya, dan harus segera dibuktikan.


Hal itu ialah pernyataan Paman Lan dulu dulu, katanya jalan keluar dari dunia bersalju ini tidak sama dengan jalan masuk kesini, pernyataan yang membuat Xiao Ahnzi berjam jam di tengah gurun salju mencari sebuah anomali, hingga akhirnya dirinya dikirim ke dunia lain, ke kota terapung. 


Xiao Ahnzi segera berbalik begitu tubuhnya memasuki dunia bersalju, memeriksa apakah benar lorong itu sudah menghilang,


tapi kali ini pemuda itu masih bisa melihat bibir lorong,bahkan melihat nyala api di dalam lorong, “ahhh tua bangka itu benar benar membohongi ku”


Sekarang bagi Xiao Ahnzi sudah jelas mengapa Xu Lian bisa berada di lembah berkabut, bisa disimpulkan paman Lan keluar melewati lorong ini sehingga bisa tetap berada di daratan benua timur, bukan berpindah ke dunia di kota teraung.


Xiao Ahnzi menggunakan pusaran energi pemindah untuk kembali ke perbatasan lembah berkabut, 


Xu Lian langsung menyadari kehadirannya dan perwujudan demonic beast itu segera berdiri, siap mengikuti Xiao Ahnzi,


“Jalannya terlalu sulit, karena kau tidak bisa melihat, baiknya kau kembali ke dunia kecil bersama serigala” Xiao Ahnzi


Xu Lian hanya mengangguk, lalu terdengar perwujudan demonic beast rubah api itu menyebutkan sebuah kalimat


“ Zhi Wu Yuan”


bibirnya menyunggingkan sebuah senyum,


?


“Guru tuan Muda menyebutnya Zhi Wu Yuan, beliau mengenali cincin pusaka dijari tuan muda,” Xu Lian menjelaskan,


“.......” Xiao Ahnzi tampak berpikir sejenak, “apa tua bangka itu mengatakan hal hal yang lain?”

__ADS_1


“Cincin itu tidak mengizinkan selain pemilik untuk menyentuhnya,” Xu Lian menyampaikan ucapan paman Lan


__ADS_2