
Xiao Ahnzi menggunakan pusaran energi pemindah untuk segera sampai ke bagian tengah danau, sebelum tubuh ular hijau sepenuh nya menghilang dibawah permukaan air, pemuda itu berpegangan erat,dengan penerapan teknik pernapasan angin, tubuh Xiao Ahnzi seolah menyatu dengan gerakan ular hijau yang setengah langkah menjadi naga tersebut.
begitu tubuh ular hijau itu menghilang sepenuhnya dari permukaan danau, Xiao Ahnzi memasuki dunia baru yang sama sekali tidak seperti yang pemuda itu bayangkan sebelumnya,
tidak ada tekanan air yang membuat nafas sesak, tidak ada ikan yang berenang berkelompok, tapi Saat ini ular besar itu sedang merayap di antara lautan awan yang berwarna putih,
Darah yang semula mengucur dari luka di tubuh ular besar itu sembuh dalam rentang waktu yang sangat singkat, meski begitu, sisik sisik yang sempat terlepas akibat serangan petir Xiao Ahnzi tampaknya butuh waktu untuk kembali tumbuh.
ular besar itu masih terus merayap, tubuhnya bergoyang goyang selayaknya sedang merayap di permukaan tanah, Xiao Ahnzi mengikuti irama pergerakan Si Ular Hijau, yang saking dinamisnya pergerakan Xiao Ahnzi, Ular besar itu bahkan tidak menyadari kehadiran penumpang gelap yang berpegangan erat pada bagian ekor nya.
Xiao Ahnzi yang memang cepat bosan dengan sesuatu yang monoton mulai merasa mengantuk, sudah cukup lama, tapi ular ini masih belum sampai dimana mana,hanya gumpalan awan berwarna putih di sekeliling Xiao Ahnzi, tidak ada tanda tanda makhluk ini akan berhenti untuk minum atau ke toilet, atau apa lah misalnya, masih melayang layang di udara dengan gerakan merayap nya.
setelah sekian lama merayap di dalam gumpalan awan putih yang di mata Xiao Ahnzi seakan merupakan lautan susu, ular hijau mulai turun perlahan dari ketinggian,
begitu keluar dari gumpalan awan putih lembut, pemandangan dibawah sungguh menyegarkan mata, seperti hamparan permadani berwarna hijau muda, di kejauhan tampak gunung berwarna kehitaman yamg berdiri kokoh, dari gelagat nya, Xiao Ahnzi yakin gunung itu lah yang akan di tuju Si Ular Hijau.
tapi,,
Ular hijau itu terus turun dari ketinggian, bahkan kecepatannya berubah drastis, ular itu tiba tiba melesat dengan gerakan menukik tajam,
Xiao Ahnzi yang semula sangat yakin ular hijau ini akan menuju ke Gunung yang tampak menghitam di kejauhan, meningkatkan lagi kewaspadaannya,
benar saja, dalam lesatan cepat tubuh ular hijau yang menukik turun, tiba tiba saja udara telah dipenuhi bola bola cahaya aneka warna, Xiao Ahnzi terkesiap, bahkan dengan pengerahan teknik mata ketiga, Xiao Ahnzi tidak dapat melacak asal serangan serangan tersebut.
beruntung ular hijau bergerak cepat,sehingga Xiao Ahnzi yang menumpang di bagian ekor nya ikut terselamatkan.
tapi keadaan genting itu belum sepenuhnya terlewati, Xiao Ahnzi merasakan perubahan pada tubuh ular yang menjadi pembimbing jalannya walau secara tidak langsung itu,
tubuh ular itu mulai mengecil dan makin pendek, sebelum semua nya terlambat, Xiao Ahnzi akhirnya mengambil keputusan cepat untuk melepaskan pegangannya,
tubuh ular itu terus menyusut dalam kecepatan yang dapat dilihat dengan mata telanj*ng. saat mendarat di tanah bahkan perubahan wujudnya juga membuat Xiao Ahnzi kesulitan menelan air ludah, ular hijau sepanjang dua ratus lima puluh meter sebelumnya, saat ini berubah menjadi sosok setengah ular berkepala dan berbadan seperti manusia.
Xiao Ahnzi yang sedang melayang turun perlahan, berusaha bergerak menjauh sambil tetap menjaga agar tidak ketahuan,
teknik pernapasan angin menyamarkan keberadaan Xiao Ahnzi. di alam yang sangat asing ini,
Xiao Ahnzi tidak berani menggunakan teknik pusaran energi pemindah, bagaimana pun lebih baik bertindak hati hati, Xiao Ahnzi tidak tahu kejadian buruk macam apa yang akan terjadi saat dia ketahuan, entah lawan yang seperti apa yang dia hadapi, bahkan bukan tidak mungkin dirinya akan tertangkap atau terbunuh. mengingat pusaran energi pemindah sangat mencolok dan menarik perhatian.
tapi,terkadang semua hal berjalan diluar rencana, lingkungan asing ini akhirnya menghukum ego Sang Pangeran Ke Empat,
meski telah mencoba bergerak secepat kilat dengan pengerahan teknik pernapasan angin yang tidak membutuhkan penyaluran Qi, keberadaan nya masih bisa diketahui penghuni dunia asing ini.
ledakan beruntun memenuhi dunia berwarna hijau muda itu, tubuh Xiao Ahnzi yang sedang melesat di udara itu diberondong serangan yang tidak diketahui dimana penyerangnya berada.
*
*
*
dunia kecil di dalam cincin.
Xu Lian sang demonic beast rubah api berekor tiga sedang merawat tanaman herbal kesayangannya saat merasakan perubahan pada alam,
__ADS_1
langit tiba tiba berwarna redup, suasana nya seperti saat malam akan segera datang,
Xu Lian seperti orang yang tengah kebingungan, pandangan mata nya menyelidik ke segala arah, seakan mencari keberadaan matahari, padahal tidak ada matahari di dalam dunia kecil ini, selama ini langit di dunia kecil ini selalu seperti suasana pagi menjelang siang, seperti saat matahari bersinar hangat tapi tidak menyengat di dunia nyata.
wajah Xu Lian memuram, firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk sedang terjadi dengan Xiao Ahnzi, Demonic beast Rubah Api berekor tiga itu akhirnya meninggalkan pekerjaannya, bergegas kembali ke gubuk, dimana Serigala dan orang orang baru yang dikirim tuan nya sedang beristirahat.
Ternyata bukan Hanya Xu Lian yang menyadari Perubahan pada alam buatan tersebut, Serigala juga tampak memandangi langit yang tiba tiba kelam, Serigala sudah cukup lama jadi penghuni dunia ini, orang tua itu juga mengambil kesimpulan serupa dengan Xu Lian.
" apa yang terjadi?" Serigala menyambut Xu Lian dengan pertanyaan ketika anak muda tinggi kurus itu baru melangkah melewati pagar bambu yang dibuat alakadarnya.
"......."
Xu Lian tidak menjawab, perwujudan demonic beast rubah api berekor tiga itu menghela nafas yang seakan dari tadi sudah di tahannya.
Xiao Lu Metian yang tidak mengerti apa apa,ketika mendengar percakapan diluar, melangkah keluar dari gubuk kayu, gadis itu jelas heran melihat dua orang yang menjadi tuan rumah di tempat ini sedang melihat langit dalam ekspresi yang tidak normal, seperti orang yang takut dengan malam, begitu menurut Xiao Lu Metian.
tapi gadis itu hanya memandang dalam diam, menunggu orang orang itu bersuara.
"kau merasakannya?"
tanpa ba bi bu be bo tiba tiba saja Xu Lian bertanya kepada orang setengah tua yang masih menatap langit.
"....." Serigala menggeleng tidak mengerti, lalu menyuarakan rasa penasarannya "maksudmu?"
"Aliran Qi di dunia ini melemah, apa kau menyadari nya?"
Serigala tersentak, lalu mencoba merasakan arus Qi dari Alam, begitu merasakan perubahan, wajahnya juga ikut berubah,,
kata kata nya segera dipotong Xu Lian.
"aku juga mengkhawatirkan itu!" wajah Xu Lian bertambah cemas.
"........"
Xiao Lu Metian mendekat, jiwa kepo nya meronta ronta mendengar percakapan dua orang yang sulit untuk dimasuki ini. kedua nya seperti dua ekor burung yang sedang bercengkerama didalam pendengaran Xiao Lu Metian.
"sebenar nya apa yang kalian bicara kan?" Xiao Lu Metian tidak menunggu lama, gadis itu langsung bertanya saat Serigala dan Xu Lian menoleh kepada nya.
"......"
"......"
setelah saling bicara dalam pandangan, antara Xu Lian dan Serigala, akhirnya Xu Lian buka suara.
"maaf, karena Nona baru di tempat ini, jadi Nona tidak menyadari perubahan alam, tempat ini seharusnya tidak pernah memiliki langit malam seperti saat ini"
Xiao Lu Metian syok mendengar penuturan Pemuda Kurus itu. bagaimana mungkin tempat ini tidak ada malam hari nya, si ceking ini pasti bercanda. Xiao Lu Metian jelas tidak akan percaya. bahkan gadis itu tampak tersenyum mengejek, cara membual orang di depannya yang sangat tidak tahu malu.
Xu Lian tidak mempermasalahkan sikap Xiao Lu Metian, pengalaman nya ratusan tahun mendebat seorang wanita adalah nol persen kemenangan,
"jadi bagaimana sekarang?" Serigala yang dapat menebak hasil pembicaraan Xu Lian dengan gadis itu tidak mau Kawan baru nya ini patah arang.
"Kita harus mencari cara untuk bisa keluar dari dunia ini, aku harus membantu tuan muda!" Xu Lian lalu berdiri, setengah berlari menuju deretan rak yang memuat kitab kitab milik Xiao Ahnzi.
__ADS_1
Serigala mengikuti Xu Lian tanpa berkata apa apa pada gadis yang berdiri acuh di halaman gubuk.
kedua nya lalu sibuk memilih dan memeriksa ratusan kitab dan gulungan pada rak.
Xiao Lu Metian yang tidak mengerti apa yang di bicarakan kedua orang itu barusan. lalu melangkah kembali kedalam gubuk,
di dalam gubuk ternyata sudah ada Ye Ming Hao, pemuda paling senior di Akademi Tianqi itu heran melihat wajah jutek Xiao Lu Metian.
"kenapa wajah Nona Xiao seperti itu?" pemuda itu menunjuk wajah Xiao Lu Metian dengan tangan kiri nya.
Xiao Lu Metian lalu menceritakan tentang percakapan dua orang pemilik rumah yang tidak dia mengerti, gadis itu juga tidak lupa menceritakan lelucon Xu Lian tentang tidak ada malam hari di sini.
Begitu mendengar kalimat Xiao Lu Metian Tentang Tidak ada malam hari, Wajah Ye Ming Hao berubah, pemuda dua puluh satu tahun itu segera berlari keluar gubuk,
ternyata Ye Ming Hao mendatangi Xu Lian dan Serigala yang sibuk memeriksa kitab kitab yang tersusun pada beberapa rak.
"saudara Xu Lian,, apa benar seperti yang tuan bicarakan dengan Nona Xiao?" Ye Ming Hao langsung bertanya sesaat setelah berdiri didekat Xu Lian.
pertanyaan Ye Ming Hao terdengar sampai kedalam gubuk, Xiao Lu Metian Akhirnya menyusul Ye Ming Hao untuk mendengar kebenarannya.
Xu Lian menghentikan kegiatannya, melirik pemuda yang dikirim terakhir kali ke dalam dunia kecil, lalu mengangguk mengiyakan penjelasannya terhadap Xiao Lu Metian.
wajah Ye Ming Hao ikut berubah, dengan suara bergetar anak muda itu lalu bertanya
"sebenarnya,,kita semua berada dimana?"
Xu Lian yang belum menemukan cara untuk keluar dari dunia kecil akhirnya duduk begitu saja di lantai tanah, lalu memberi tanda agar Ye Ming Hao ikut duduk. pemuda itu tanpa sungkan langsung duduk berhadapan dengan Xu Lian.
Xiao Lu Metian ikut duduk agak jauh dibelakang Ye Ming Hao, ingin ikut mendengarkan.
"sebelumnya, saya ingin Tuan Muda Ye jujur, apa yang terjadi sebelum tuan Muda Ye sampai di tempat ini?"
Ye Ming Hao lalu menceritakan kejadian pertarungan antara dia dan anak muda berambut seputih salju menghadapi seekor demonic beast ular hijau,
Xiao Lu Metian syok mendengar cerita Ye Ming Hao, memang sebelumnya Xiao Lu Metian tidak mengetahui kejadian itu, tubuhnya tiba tiba saja sudah berada di tempat asing ini.
"apa saat itu tuan Muda Xiao Ahnzi terluka?" Xu Lian ingin memastikan keadaan tuannya sebelum Ye Ming Hao dikirim kedunia kecil.
"......." Xiao Lu Metian menahan nafas.
"maksud saudara Xu Lian,, pemuda berambut putih itu?" Ye Ming Hao juga kaget mendengar nama Xiao Ahnzi, nama itu sangat dekat dengan nama Xiao Lu Metian
Xu Lian menggangguk membenarkan.
"siapa?" Xiao Lu Metian sampai berdiri dari duduk nya, suara gadis itu bahkan terasa bergetar.
"......"
"......"
"Nona Xiao mengenal pemuda itu?" Ye Ming Hao heran melihat perubahan Xiao Lu Metian,
"Xiao Ahnzi….." Xiao Lu Metian bahkan memiliki genangan di sudut mata nya saat mengulang ulang Nama tersebut.
__ADS_1