Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
025. Padang Rembulan


__ADS_3

Dua serangan ganas yang datang bersamaan, nyata nya tidak membuat anak muda ini lantas panik,


Dengan gerakan menghindar, yang lagi lagi tidak pernah diduga oleh Penebas, Xiao Ahnzi berhasil lolos dari dua puluh satu tebasan mematikan yang dilancarkan jago tua itu.


Sebuah serangan lain dari si Serigala tidak dihindari, tapi Xiao Ahnzi membelokkan sedikit tendangan itu,


Dengan teknik mata ke tiga, Xiao Ahnzi langsung tahu titik lemah tendangan yang dilancarkan si Serigala,


Dengan kecepatan yang tidak kalah dibanding tendangan itu sendiri, Xiao Ahnzi memberikan sengatan tepat di titik lemah tendangan serigala.


"ahkkkhhh" serigala langsung tersungkur dengan memuntahkan seteguk darah.


Penebas yang telah kehabisan serangan, sungguh menyayangkan tindakan serigala. "aku kalah!!"


Xiao Ahnzi, anak muda yang menjadi objek percobaan dua jagoan berbeda generasi, perlahan mendekati si serigala,


Dengan pengerahan setitik energi pada tempat yang tepat, Xiao Ahnzi membantu melepaskan sumbatan energi didalam tubuh serigala.


"tidak ada permusuhan di antara kita, aku rasa cukup begini saja" Xiao Ahnzi lalu menaiki lagi kuda nya. Bersiap melanjutkan perjalanan ke utara.


"terimakasih!" serigala membungkuk memberi penghormatan.


Penebas yang lebih banyak diam hanya memandangi kepergian anak muda itu dalam perasaan kagum.


Anak muda dengan rambut berwarna putih dan mata yang bagaikan langit malam penuh bintang itu telah menghilang dari pandangan.


Penebas "Sepertinya anak itu benar benar telah bertemu si beruang!"


"aku juga merasa begitu,, haha kita tidak salah telah datang ke dunia ini bukan?" serigala mulai berpikir ulang tentang keputusan mereka memasuki dunia ini.


Ingat tentang konsep dunia paralel? Dunia ini adalah dunia yang timpang tindih, hanya saja untuk bisa berpindah antar alam tidak semudah membicarakannya.


Beruang, serigala dan Penebas adalah ahli beladiri dari alam lain, tiga jagoan beladiri ini berasal dari alam yang sama dengan Paman Lan, Alam itu tidak terlalu dikenal dalam dunia kultivator. Tapi para penjelajah antar dunia mengenal Alam itu dengan nama Minanka Bao.


"Jika bukan karena mengikuti jejak jejak si tua Alang kita tidak akan mengalami kesialan tak berkesudahan seperti ini. Tsk.." serigala sepertinya sangat menyesali keputusan mereka saat ini.


"aku juga heran, kenapa jejak tua bangka itu bisa hilang setelah sampai sejauh ini" Penebas menegaskan buah pemikirannya.


"Masih ada waktu, dalam setahun ke depan jurang kematian mungkin akan memberikan kita jawaban yang kita cari." serigala mencoba mempertahankan asa.


*


*


*#*#"#


Xiao Ahnzi memacu kuda yang ditunggangi nya melewati jalan kecil berbatu, bila saja perkiraan si orang tua di dalam cincin tidak salah, dalam tiga hari ke depan, mereka akan memasuki wilayah tanpa sinar matahari yang mereka tuju.


"Padang Petir Abadi" begitu sedikit orang yang mengetahui keberadaan tempat yang seolah terkutuk ini menyebutnya.

__ADS_1


Masih berjarak setengah hari perjalanan, tapi kuda yang di tunggangi anak muda ini telah mulai merasa gelisah, bagaimana tidak, tempat ini sepanjang hari hanya remang remang,


Ketakutan menggantung di kejauhan, langit yang hitam sangat kontras dengan kilatan kilatan petir yang tidak henti menyambar.


"Anak setan!! Tempat itu sudah sangat dekat,,aku belum pernah menginjakkan kaki di tanah terkutuk itu. Sebenarnya apa yang kamu cari ditempat seperti itu?" Sebuah bayangan keluar dari cincin spasial di jari anak muda itu.


"tempat itu tidak biasa, pasti menyimpan banyak hal yang tidak biasa juga!" Xiao Ahnzi tetap memacu kuda nya, tapi sebuah senyum penuh misteri terbit di bibir nya.


Melihat senyuman yang sempat timbul dari bibir anak muda ini, sosok orang tua berupa bayangan itu merasa dingin di tengkuknya.


"aku rasa tempat ini lah yang dinamakan Padang Rembulan, coba kamu lihat jauh disana, langit hanya menyisakan cahaya redup matahari, jika dilihat dari sini, sepertinya itu adalah Bulan..." sosok orang tua itu berspekulasi mengenai cahaya matahari yang lebih mirip cahaya bulan saat mencapai Padang Rumput kering tempat mereka berada sekarang.


Memang, dilihat bagaimana pun yang bersinar redup di atas sana lebih cocok disebut bulan, padahal beberapa jam yang lalu matahari baru muncul di ufuk timur,


Dengan asumsi perjalanan yang memakan waktu kurang dari empat jam, sejak pagi,sekarang seharusnya masih sangat siang, mustahil langit berbulan seterang itu.


Kuda yang di tunggangi Xiao Ahnzi sudah sangat enggan untuk melanjutkan perjalanan saat memasuki wilayah padang rembulan.


Berkali kali kuda yang awal nya jinak ini mulai bersikap liar dan berniat melemparkan penunggangnya dari punggung.


Xiao Ahnzi menyadari ketakutan yang di idap kuda tunggangannya, pemuda itu melompat turun, lalu melepaskan tali kekang kuda.


"terimakasih kuda baik, sekarang kamu boleh kembali, semoga kita bisa bertemu lagi suatu hari." Xiao Ahnzi menepuk pelan pinggul kuda, kuda itu segera berlari kembali dan hilang dari pandangan.


Pemandangan Padang Rembulan benar benar mengiris hati, tempat ini benar benar sunyi, bahkan angin pun seakan tidak berhembus di dataran lapang ini.


Jalan setapak itu sudah hampir menghilang di telan perdu dan lumut, menguatkan bukti betapa jalan ini sangat jarang di lalui.


Benar benar sunyi..


Dua jam lebih menelusuri jalan setapak yang kadang menghilang ditelan Lumut, Xiao Ahnzi tidak pernah melihat makhluk hidup yang berlarian atau pun sekedar bunyi kepak sayap burung memecah kesunyian.


"anak setan!! Tempat ini membuatku merinding!!" setelah memasuki Padang Rembulan,sosok bayangan tua telah kembali memasuki cincin spasial, baru sekarang orang tua itu bersuara.


"......?" Xiao Ahnzi tidak tahu harus berkata apa.


"setan tua,, kamu.... Takut hantu?" Xiao Ahnzi akhirnya tidak tahan untuk tak bertanya.


"......, pertanyaan macam apa itu? Tidak ada yang bisa membuat lelaki sejati ini takut" suara orang tua itu terdengar sedikit aneh bagi Xiao Ahnzi.


".... Kamu merinding ??" Xiao Ahnzi bertanya lagi,


" i -iya.."


"kamu sendiri kan hantu?"


"............."


Tampaknya orang tua di dalam cincin benar benar kehabisan kata kata saat ini,

__ADS_1


Jalan setapak yang lebih sering menghilang ditelan rumput dan lumut.


Pemandangan sekarang adalah batu batu hitam penuh lumut, tapi mulai ada yang tampak berbeda,


Arca,,


Setelah jalan setapak yang semula di tempuh Xiao Ahnzi menghilang total dari pandangan, saat ini keadaan jadi benar benar mencekam,


bagaimana tidak, patung patung besar berwarna hitam menampilkan sosok manusia dengan sayap seperti kelelawar, memiliki wajah seperti paruh burung dengan mata berwarna merah menyala seperti tengah mengawasi kedatangan Xiao Ahnzi.


"tempat ini sepertinya pernah dihuni manusia manusia pemuja setan!" Xiao Ahnzi mengamati bekas bekas peninggalan peradaban Padang Rembulan.


"setan kecil,, kita langsung menuju Padang Petir Abadi saja,, patung patung sialan ini benar benar membuatku tidak nyaman!" orang tua didalam cincin benar benar merasa keberatan harus ber lama lama di tempat ini.


Xiao Ahnzi sendiri pun merasakan hal hal yang tidak biasa memenuhi bekas peradaban ini,


Anak muda ini pun tidak pernah melepaskan teknik mata ke tiga semenjak memasuki kawasan Padang Rembulan.


hanya saja, mata ke tiga tidak menangkap hal hal yang aneh sepanjang perjalanan ini.


Xiao Ahnzi meneruskan langkahnya dengan kewaspadaan penuh, melewati gugus demi gugusan perdu dalam suasana menghitam, sesekali patung manusia dengan sayap dan wajah serupa kelelawar itu masih menghadang jalan yang akan di lalui anak muda ini.


Tapi kenyataan nya,semakin dalam melangkah, keadaan malah bertambah mencekam, mulai tampak rumah rumah yang telah runtuh sebagian, bahkan dari sekian banyak bangunan yang telah runtuh itu, terdapat beberapa bangunan yang sangat tinggi,


"manusia seperti apa yang pernah hidup di tempat seperti ini?" Xiao Ahnzi mendesis tidak percaya melihat besarnya bekas peradaban di depannya.


"setan tua, aku benar benar tidak bisa mengabaikan bangunan besar yang didepan sana!." Xiao Ahnzi segera melesat ke dalam bangunan yang sangat menarik perhatian.


Bangunan itu masih berdiri kokoh walau telah lama tidak terawat, Pintu utama dalam keadaan telah terlepas dari engsel nya, Posisi daun pintu saat ini tersandar didinding, dengan begitu Xiao Ahnzi dapat langsung masuk kedalam bangunan.


bangunan yang tampak hitam dari luar itu, begitu di masuki benar benar menjadi sangat hitam, cahaya matahari yang seperti cahaya rembulan tidak benar benar mampu menembus masuk ke dalam ruangan.


"anak setan, kamu bisa mengeluarkan inti api mu untuk menerangi tempat ini!" orang tua didalam cincin memberi saran.


"....mn?" Xiao Ahnzi langsung mencoba mengeluarkan inti api biru dari dantian tengah,ternyata cukup mudah,


Saking mudahnya,, Xiao Ahnzi merasa tidak percaya.


"......."


"apa apa an ekspresi mu itu?" orang tua di dalam cincin heran


"semudah itu?"


"........" tidak ada tanggapan.


Semua perhatian telah ter alihkan, ruangan besar itu sekarang penuh cahaya,


Koak!!!

__ADS_1


__ADS_2