
*"pesan author.
Hai..readers pangeran keempat...
Terimakasih sudah bersabar dalam mengikuti kisah ini, author minta maaf telah membuat kalian menunggu lama untuk kelanjutan kisah ini,
Curhat sedikit boleh ya,,
Bukan karena kehabisan ide, atau sudah malas menulis, sama sekali bukan seperti itu,,,@_@
Dua bulan kebelakang sebuah musibah atau mungkin juga cobaan atau bahkan mungkin ujian menimpa istri author, yang mana,, yang terkasih di vonis menderita cancer liposarcoma dan harus menjalani pengobatan yang intens, hal ini menyita seluruh pikiran dan kekuatan author,disamping mengobati si sakit, juga ada dua bidadari kecil yang harus diperhatikan di rumah kecil kami, dengan demikian waktu untuk menulis jadi tipis,, setipis kepercayaan diantara kita @_@,,
Hmmm,, gitu aja sih,, tidak berharap kalian mengerti apalagi sampai menyumbang ini itu selain like n comment, @_@,
Here we go...
*#*#*#*#
"Jangan!! Jangan lakukan itu, kematian lebih baik untukku daripada kembali ke Akademi saat ini!” suara anak muda itu bergetar,ketakutan jelas terpapar dari nada suaranya,
“......kalau kau ingin mati ya mati saja!” Serigala mendengus tidak puas dengan tanggapan murid senior akademi Tianqi yang telah ditolong Xiao Ahnzi tersebut.
“Kau Ikut denganku saja!” Xu Lian yang telah hidup lebih lama dibanding siapa pun ditempat itu jelas mengerti maksud tersirat dari ucapan pemuda tersebut,
“Begitu juga boleh,” Xiao Ahnzi langsung setuju dengan usul Xu Lian, Pangeran ke Empat dari Istana Ufuk Barat itu lalu mengeluarkan dua keping giok yang dipenuhi simbol simbol diatasnya dari cincin penyimpanannya, lalu menyerahkan masing masing kepada Xu Lian dan Serigala,
“Ini,,,,?” Xu Lian menelan ludah saat menyadari benda yang berada di tangannya,
“Dalam keadaan genting,pecahkan! Kalian akan langsung kembali ke tempat ini,,” Xiao Ahnzi berkata acuh,pikirannya sedang bergumul dengan banyak analisa dan pertimbangan.
!
Dilain sisi,Xu Lian dan Serigala semakin tercengang dengan penjelasan Xiao Ahnzi, jimat teleportasi adalah benda langka dan lumayan tinggi dalam hal harga, untuk jimat teleportasi jarak pendek saja, harga nya cukup untuk menguras seluruh kekayaan sekte kecil, dan lagi, yang beredar dipasaran hanya jimat teleportasi jarak ratusan meter, ucapan Xiao Ahnzi tentang kembali ke tempat ini, berarti kembali ke dalam dunia kecil milik Xiao Ahnzi,
Serigala dan Xu Lian mengetahui jelas posisi mereka saat ini berada di dalam dunia kecil di dalam cincin anak muda berambut seputih salju itu, artinya tidak terpengaruh jarak, mau mereka berada berapa ribu kilo meter, mereka tetap bisa kembali ke dunia kecil,,
__ADS_1
mereka tidak akan pecaya jika yang mengatakan hal itu adalah orang lain,,tapi anak muda yang memiliki mata sehitam malam berbintang ini lain cerita,, dua orang yang telah menemani sepertiga usia Xiao Ahnzi itu hanya terpaku di tempat berdirinya.
“Kenapa wajah kalian seperti itu?” Xiao Ahnzi yang melihat kawan kawannya tertegun dan seperti orang linglung jadi heran,
“Eh…?? Tadi kau bilang apa? Kembali kesini?” Serigala memastikan telinganya tidak salah dengar.
“Benar,” Xiao Ahnzi menjawab singkat
!
!
“Tuan muda….” Suara Xu Lian tercekat di tenggorokannya,tapi dari gestur tubuh dan tangannya yang mengulurkan kembali slip giok di tangannya ke arah Xiao Ahnzi,jelas perwujudan demonic beast rubah api berekor empat itu enggan menerima benda tersebut.
“Aku tidak bisa menerima ini,,,” Serigala ikut ikutan mengembalikan Giok di tangannya.
Xiao Ahnzi mengerutkan kening mendengar ucapan Serigala,baginya seakan akan dua orang ini tidak percaya dengan kegunaan benda yang dia berikan, terdengar kata kata nya pedas di telinga.
“Kalian tidak percaya kepadaku?”
“bu-bukan begitu,,,” suaranya tercekat di kerongkongan,tidak tahu bagaimana menjelaskan alasan penolakannya terhadap pemberian tuan muda-nya itu.
“Hah,,,kau benar benar penuh kejutan! Dan bodoh” Serigala menggenggam erat giok di tangannya sebelum melanjutkan ucapannya. “Benda ini sangat berharga, Rubah jelek itu tentu merasa nyawanya tidak sebanding dengan benda yang kau berikan,”
“Hmp?” Xiao Ahnzi semakin tidak mengerti, tapi dibanding ucapan mengenai nyawa yang tidak sebanding itu, hatinya lebih panas mendengar dirinya dikatai bodoh oleh tua bangka didepannya ini.untunglah Serigala segera menjelaskan tentang betapa berharganya benda yang diberikannya tersebut.
“Ooohh,,semahal itu?” wajah Xiao Ahnzi berbinar,seringai lebar muncul di wajahnya.”benda ini semahal itu? Wah,,,pangeran ini memang luar biasa,,,aku bisa kaya mendadak bila menjual kerikil kerikil tidak penting didalam cincin milik bibi mei mei ini” matanya semakin berbinar saat melihat cincin di jari tangannya.
“Jangan bilang kau masih punya banyak lagi di dalam penyimpanan mu” Serigala yang faham betul arti seringai anak muda di depannya ini tanpa sadar mengusap tengkuknya yang terasa dingin.
“Jadi seperti itu,,,”wajah Riang Xiao Ahnzi semakin membuat Serigala yakin dengan firasatnya “kalian ambil saja,,aku masih punya banyak kerikil itu disini” Xiao Ahnzi menunjukkan Cincin di jari tangannya.
Nyaris saja Serigala dan semua orang disana memuntahkan darah mendengar pengakuan anak muda itu, beruntung Xiao Ahnzi cepat cepat mengusir mereka keluar dari dunia kecil itu.
"sekarang kalian bisa berangkat dengan tenang,,tidak perlu dipikirkan,,tuan muda ini tidak akan perhitungan dengan kawan sendiri” bibirnya masih menyeringai, bahkan diakhir kalimatnya Xiao Ahnzi mengeluarkan satu buah giok lagi dan diberikan kepada pengawal pribadi Shu Liu Xin,
__ADS_1
Tangan anak muda itu bergetar menerima hadiah yang berarti nyawa cadangan untuknya,bagi kultivator ini tempat dimana dirinya berada sekarang tidak seperti berada dimanapun di benua timur, tempat ini pasti sangat jauh dari mana mana pun jika ia kembali ke wilayah utara atau kota manapun disekitar jangkauan akademi Tianqi. ”te-terimakasih tuan muda”
Tidak menunggu basa basi lainnya,Xiao Ahnzi mulai membuat gerakan mantra tangan,
Sebuah pusaran energi muncul dihadapan orang orang itu,Xu Lian yang sudah sangat familiar dengan pusaran energi pemindah milik Xiao Ahnzi segera membungkuk memberi penghormatan, batu giok itu masih berada di genggaman tangannya
“kami berangkat tuan muda”
sambil memasukkan benda ditangannya kebalik jubahnya.
********
Xiao Ahnzi masih menyisakan senyum lebar di bibirnya ketika ketiga orang itu telah meninggalkan dunia kecil, informasi tentang harga benda buatannya itu sungguh membuat hatinya berbunga bunga. Meski statusnya adalah seorang pangeran, tapi selama ini Xiao Ahnzi tidak terlalu peduli soal harta, hampir seluruh hidupnya selama ini dihabiskan di dalam gedung perpustakaan,hal hal yang berkaitan dengan berbelanja ini itu tidak pernah menjadi pengalaman berharga untuknya, bahkan selain membayar sewa penginapan dan biaya makan selama perjalanannya Xiao Ahnzi tidak ingat apa benda berharga yang pernah dibelinya.
“Sekarang apa yang harus ku lakukan?” Xiao Ahnzi bermonolog setelah pikirannya kembali ke dunia.
”masih ada waktu sampai paman Serigala kembali dan memberikan informasi mengenai orang orang yang aku cari, apa aku coba saja menelusuri jajaran batu apung yang lainnya?” mata Xiao Ahnzi memandang hamparan batu apung lain, masih ada dua gugusan batu lagi yang dia yakini mengarah ke tempat tempat berbeda.
“Jika ditelisik dari pengakuan senior Chu Tian, sepertinya tua bangka itu tidak mengetahui keberadaan tiga dunia lain di dalam formasi kabut ilusi ini,,,” Xiao Ahnzi mengetuk ngetuk jidatnya dengan bukul jari nya,” artinya,,,,seseorang yang menulis gulungan aneh itu adalah salah satu pemilik dunia kecil lainnya, apakah dia si Pemilik teknik pernapasan hitam itu?”
“Ahhh sudahlah,,, siapa yang tahu? Aku akan memeriksanya sendiri,,tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang Ibu dan kakak kakak ku itu, mereka akan baik baik saja,,setidaknya untuk saat ini,,aku yakin itu”
Xiao Ahnzi lalu mulai melangkahkan kakinya menuju gugusan batu lain yang terapung di atas awan putih itu, batu batu di depannya tampak berbeda, selain ukurannya yang sedikit lebih kecil dibandingkan dua jalur yang sudah pernah dilalui Xiao Ahnzi, batu batu apung kali ini jelas berbeda materialnya, batu batu ini tampak merah menyala, bahkan awan putih itu tidak berani mendekat, wilayah sekitar sepuluh meter di sekeliling batu batu itu bersih dari awan putih. hal itu semakin membuat Xiao Ahnzi yakin bahwa batu batu terapung itu benar benar panas.
Setelah mengambil keputusan, Xiao Ahnzi mulai menyiapkan teknik pernapasan air miliknya dan mulai bergerak selangkah menginjak batu apung pertama,
Desss
Benar saja bunyi desisan benda panas yang terpercik air menghiasi telinga pangeran keempat, “seperti yang ku duga,,,”
Tidak berlama lama Xiao Ahnzi melanjutkan langkahnya ke arah batu kedua ketiga dan seterusnya, Xiao Ahnzi cukup lega, Meski batu batu ini ini panas namun jauh lebih stabil dibanding gugusan batu menuju dunia milik Chu Tian yang saat ini hanya menyisakan ladang herbal ribuan tahun, sedangkan dunia kecil yang terhubung melalui celah dimensi itu memang langsung luruh setelah Xiao Ahnzi menyelesaikan pelatihan-nya seiring dengan lenyapnya sisa sisa jiwa Chu Tian.
Semakin jauh berjalan, tingkat kesulitan yang dihadapi Xiao Ahnzi semakin tinggi, disamping dikelilingi hawa panas dari batu batu apung, jarak antar batu juga semakin jauh, hal ini memaksa Xiao Ahnzi berkali kali harus menggunakan teknik pernapasannya secara bergantian, saat menginjak batu membara Xiao Ahnzi menggunakan teknik pernapasan air, sedangkan untuk melompat dari batu ke batu selanjutnya ia terpaksa menggunakan teknik pernapasan angin yang membuat pergerakannya jadi lebih enteng dan gesit.
Seiring ranah nya yang semakin tinggi, kemapuan dan kecepatan Xiao Ahnzi jadi lebih terasah, tidak terlalu lama hingga anak muda itu sampai pada satu daratan berwarna hijau, sepertinya tempat itu tengah dalam musim semi, sungguh asri dan indah dipandang mata.
__ADS_1