
“Tidak ada waktu untuk menjelaskan, ikuti aku”
Shu Liu Xin langsung berkelebat, dalam satu lompatan tubuhnya telah menapak lembut di permukaan sungai, arus sungai yang deras tidak berpengaruh pada peringan tubuhnya, dalam langkah yang sangat cepat pemuda itu berlari menyeberangi sungai, terakhir Shu Liu Xin menghentakkan kaki di permukaan air, tubuhnya dengan indah melayang ke daratan dan baru berhenti saat kaki nya menginjak rumput yang menghitam di dalam kegelapan.
Meski tidak mengerti, Xiao Lu Metian dan rekan rekannya yang lain segera mengikuti, dengan cara serupa, tidak lama kemudian enam orang itu telah berkumpul di daratan berumput dengan tanaman semak setinggi manusia dewasa, tidak ada yang bersuara, hanya pandangan mata Shu Liu Xin yang tampak berusaha menembus ke kedalaman hutan di seberang sana yang menjadi penanda, semua orang sekarang sama menanti, apa yang diperhatikan Shu Liu Xin.
Groaarrr
Semua orang terkesiap, tidak terkecuali Shu Liu Xin, tanah bahkan terasa mulai bergetar saat terdengar suara langkah dan semak semak yang terinjak, seperti nya yang datang itu adalah subjek yang sangat besar.
Bahkan dari suara raungan barusan saja telah cukup untuk membuat Wei Dan Guo bercucuran keringat dingin di punggung nya, wajah nya yang sudah pucat benar benar kehilangan darah,
“Bersiaplah untuk kemungkinan terburuk,” Shu Liu Xin buka suara, nada nya begitu datar sekaligus bergetar.
Xiao Lu Metian menelan ludah mendengar kata kata Shu Liu XIn yang seperti pesan kematian ditelinga nya. Bulu kuduk Xiao Lu Metian seperti ditiup seseorang hingga rasa nya…
Begitu subjek yang berlari dari dalam hutan akhirnya menampakkan diri, kaki kaki Wei Dan Guo benar benar tidak dapat lagi menopang berat tubuhnya, pemuda itu akhirnya tersungkur, dari mulut nya terdengar suara seperti seorang yang sedang mengigau.
“Tidak,,,aku tidak mau mati,,pergi pergi,,tinggalkan aku sendiri”
Dan mulutnya masih terus meracau tidak jelas, kadang bahkan terdengar seperti berkumur kumur,
Xiao Lu Metian yang berdiri tidak begitu jauh dari pemuda itu merasa jengkel, jelas Xiao Lu Metian ngeri dengan subjek yang datang, tapi suara Wei Dan Guo yang seperti rapalan mantra pemanggil setan dalam kisah kisah pengabdi setan itu hanya membuat ketakutan nya bertambah tambah berkali lipat,
Shu Liu Xin yang memiliki jiwa pemimpin berusaha keras mengendalikan diri nya terlebih dahulu, setelah semua hal yang mereka lalui selama ini, siapa yang tidak akan merasa jerih melihat demonic beast itu berjalan semakin dekat, bahkan sekarang makhluk itu tengah bersiap melompati bibir sungai.
Shu Liu Xin mencabut pedang yang tersoren di punggungnya, setelah melirik sejenak kepada Xiao Lu Metian dan pengawalnya lalu berkata
“Bersama sama kita pasti bisa mengalahkan monster itu,,Nona Xiao Lu Metian, jika keadaan diluar kendali, Nona harus segera pergi sejauh mungkin, kami akan menahan monster itu.”
“.........”
Xiao Lu Metian tidak pernah menduga, Pemuda yang baru saja dikenalnya ini akan berkata seperti itu, tentu saja dia tidak akan pernah melakukan apa yang di kata kan Shu Liu Xin, dia adalah Xiao Lu Metian, putri Raja Xiao Tian, sebuah aib yang tidak akan pernah bisa dia sembuhkan bila melakukan hal pengecut seperti itu, lebih baik mati daripada mengorbankan orang lain untuk keselamatan nya.
nyata nya subjek yang baru datang itu bahkan tidak perlu menyentuh air sungai untuk bisa sampai ke seberang, satu lompatan besar makhluk itu mampu melompati sungai yang hampir selebar dua puluh meter tersebut.
__ADS_1
Xiao Lu Metian, Shu Liu Xin dan pengawalnya yang telah bersiap, segera menghambur melepas serangan, serangan kolaboratif itu membuat pertempuran jadi sengit, subjek yang jadi lawan mereka adalah seekor demonic beast kera berbulu hitam kemerahan, tinggi makhluk ini hampir dua kali tinggi Shu Liu Xin, terdapat dua tanduk di kepala kera besar itu, hawa pembunuh yang menyesakkan dada mengalir keluar dari tubuhnya,
pertarungan berjalan cukup berimbang berkat kolaborasi serangan Xiao Lu Metian dan empat kawannya, bahkan beberapa kali pedang Xiao Lu Metian berhasil melukai demonic beast kera bertanduk tersebut, tapi luka luka yang berhasil diberikan Xiao Lu Metian dan Kawan kawan hampir tidak memiliki arti bagi demonic beast kera bertanduk itu, kulit nya benar benar keras.
Dalam suatu kesempatan emas, Shu Liu Xin menebaskan pedangnya sambil melompat, serangan itu telak mengenai lengan demonic beast kera bertanduk tersebut.
Trang
Xiao Lu Metian bersorak, dia yakin serangan Shu Liu Xin berhasil memotong tangan monster itu, tapi diluar ekspektasi, jangan kan putus, malah pedang Shu Liu Xin dipaksa Patah. Tubuh pemuda itu mental bersama patahan pedangnya.
Wei Dan Guo yang masih tersungkur di tanah, dengan mulut yang tidak henti mengeluarkan suara suara yang tidak jelas seperti orang yang mengalami gangguan jiwa benar benar bernasib malang, tubuh Shu Liu terpental tepat ke arah pemuda itu, dengan keras kedua tubuh itu bertabrakan.
aaaaaakkkkhhhh
Shu Liu Xin sampai muntah darah, walau lesatan tubuh nya akhirnya berhenti ketika menabrak tubuh Wei Dan Guo, tapi pemuda ini menderita luka dalam kembali, dada nya terasa sesak seperti ditindih ribuan kilo, nafas nya tersengal, wajahnya seolah berhenti dialiri darah.
Dilain sisi, Wei Dan Guo yang ditabrak tubuh Shu Liu Xin menjerit sejadi jadinya, bahu nya yang dari awal telah remuk, sekarang terasa sakit berkali lipat, saking tidak tahannya terhadap rasa itu, Wei Dan Guo sampai berguling guling dengan mulut yang terus menjerit, bahkan darah sudah ikut mengalir dari mulutnya,
Pertarungan masih berlanjut dengan sengit, Xiao Lu Metian yang mendapat bantuan dari tiga pengawal Shu Liu Xin tampak semakin terdesak, pedangnya mulai mengalami keretakan, jika terus beradu dengan tinju demonic beast kera bertanduk itu, sesaat lagi pedang itu pasti hancur berkeping keping,
Karena tusukan tombak itu dilakukan dalam keadaan melompat, dengan maksud memberikan tekanan yang lebih besar. pemuda itu kehilangan keseimbangan, bertepatan dengan itu tinju monster itu menggedor dadanya, membuat jantungnya meledak, tubuhnya yang tanpa nyawa akhirnya tenggelam kedalam sungai.
Shu Liu Xin yang menyaksikan salah satu pengawalnya tewas di tangan demonic beast itu, akhirnya dengan sangat terpaksa membuka identitasnya sebagai seorang tamer,
Nyawa nya beserta rekan rekannya jelas lebih berharga, daripada apa pun yang di janjikan Akademi Tianqi, dalam keadaan terluka parah, Shu Liu Xin membuat serangkaian mantra tangan. Setengah berteriak pemuda itu lalu berkata
"Summon"
Di ujung kata kata nya, terjadi sesuatu yang luar biasa, seekor serigala salju dengan tinggi mencapai tiga meter datang dari kehampaan.
Aura yang dipancarkan makhluk ini terasa menekan.
"Habisi binatang buruk rupa itu!!" Shu Liu Xin memberi perintah kepada binatang panggilan miliknya.
Xiao Lu Metian sedikit teralihkan saat mendengar kata kata Shu Liu Xin, kelengahan sekejap itu malah berakibat fatal, tinju besar demonic beast kera bertanduk itu mencecar Xiao Lu Metian,
__ADS_1
Dalam keadaan yang terdesak begitu, Xiao Lu Metian hanya bisa me melintang kan pedangnya untuk menahan pukulan maut yang sewaktu waktu dapat merenggut kehidupannya.
Trang
Benturan Pedang dengan tinju demonic beast itu menghasilkan suara seperti kaca yang pecah. Pedang Xiao Lu Metian meng akhiri perjalanan bersama tuannya, setidak nya pengorbanan pedang itu menyelamatkan nyawa Xiao Lu Metian untuk terakhir kali.
“Xiao Lu Metian!! “ Shu Liu Xin berseru. Pemuda itu bergerak cepat menangkap tubuh Xiao Lu Metian yang terhempas dengan kuat akibat benturan, di samping tenaga nya kalah jauh dari demonic beast kera bertanduk itu, posisi Xiao Lu Metian yang sedang bertahan menjadi penyebab tubuhnya terhempas dengan keras.
Shu Liu Xin yang sedang terluka dalam mengambil resiko yang sangat besar untuk menyelamatkan gadis yang membuatnya berhutang nyawa itu. Akibatnya Shu Liu Xin kembali harus memuntahkan darah kental dari mulutnya,
Serigala Salju yang di panggil Shu Liu Xin dengan cepat mengambil alih pertarungan, dua orang pengawal Shu Liu Xin yang tersisa memanfaat jedah itu untuk memanggil binatang yang lain, dalam hitungan detik, pertempuran yang semula menjadi milik kera bertanduk karena dominasi dan kekuatan nya, sekarang menjadi lebih berimbang.
Kerjasama antara serigala salju itu tampak cukup mampu membuat demonic beast kera bertanduk tersudut, bahkan binatang yang konon memiliki potensi kecerdasan sedikit dibawah manusia ini mulai mengalami luka luka,
“Akhiri dengan cepat”’ Shu Liu Xin memberi aba aba yang mengakibatkan dia harus kembali memuntahkan darah. Keadaannya sungguh jauh dari kata baik baik saja,
Untuk diketahui, kemampuan memanggil binatang ini memerlukan penggunaan tenaga spiritual yang besar, begitu pemanggil kehabisan tenaga, binatang panggilannya akan menghilang. Karena itu, kesempatan yang sangat singkat ini tidak boleh di sia sia kan oleh Shu Liu Xin dan pengawalnya.
Sebuah serangan kombinasi dari serigala salju akhirnya membuat perlawanan demonic beast kera bertanduk terhenti. Binatang buas itu tewas dengan tubuh yang tercabik cabik bertepatan dengan Shu Liu Xin kehilangan kesadarannya,
Binatang panggilan Shu Liu Xin menghilang, yang tersisa hanya dua serigala salju milik dua pengawalnya, kondisi dua orang itu sedikit lebih baik dibanding Shu Liu Xin, begitu menyadari keadaan tuan muda mereka, dua orang itu langsung berlari menghampiri Shu Liu Xin, mengabaikan keselamatan mereka sendiri.
“Tuan muda,,,” bahkan orang itu mengguncang guncang tubuh Shu Liu Xin,berusaha membuat anak muda itu tetap terjaga, tapi mereka terlambat, Shu Liu Xin telah pingsan. Di pangkuan Shu Liu Xin, Xiao Lu Metian juga terkulai lemah, gadis itu berhasil di selamatkan Shu Liu Xin, hingga tidak sampai terluka parah, hanya saja Xiao Lu Metian sudah kehabisan tenaga, meski masih sadar, gadis itu tidak sanggup bergerak samasekali.
Sekarang dua orang itu tampak seperti sebuah adegan drama yang mengharukan,, setidak nya bagi seseorang yang mengintip di balik serumpun perdu. Si anak Setan, Xiao Ahnzi. penyebab segala kemalangan yang menimpa orang orang ini.
Dengan sedikit usaha, akhirnya dua pengawal Shu Liu Xin berhasil membuat tubuh pemuda itu berbaring di tanah, lalu memindahkan tubuh Xiao Lu Metian yang terkulai lemah untuk dibaringkan berdampingan. Agar bisa sama sama di obati.
Meski tidak sebaik milik Xiao Lu Metian, orang orang dari wilayah utara juga memiliki pil penyembuhan di dalam inventori mereka, salah seorang dari dua pengawal itu memasukkan satu buah pil kedalam mulut Shu Liu Xin, sedangkan satu orang pengawal yang lain membantu Shu Liu Xin untuk mencerna khasiat pil.
Di samping tubuh Shu Liu Xin yang sedang mendapat perawatan, Xiao Lu Metian yang hanya kehabisan tenaga, perlahan mulai mampu merasakan aliran qi di dalam meridiannya, perlahan kondisi nya membaik, walau untuk dikatakan fit, akan memakan waktu satu sampai dua hari ke depan, setidaknya nyawa nya tidak dalam bahaya untuk saat ini.
Tapi….
Keamanan itu ternyata semu,,
__ADS_1
Anyir darah dari bekas pertempuran sebelumnya ternyata mengundang subjek subjek lain untuk berdatangan, tidak hanya dari hutan di seberang sungai, dari dataran padang rumput, terdengar suara gaduh, pertanda tidak hanya satu, tapi mungkin dua atau tiga,bahkan mungkin lebih.