Pangeran Ke Empat

Pangeran Ke Empat
049.Perburuan Naga dan Phoenix


__ADS_3

“Xiao Ahnzi,,, Dimana Kau sekarang??, kamu harus menyelamatkan kakakmu, dia tidak akan bertahan sendirian di luar sana”


Entah bagaimana bisa, Xiao Ahnzi yang saat ini sedang fokus dengan 𝘥𝘢𝘯𝘭𝘶 atau tungku pil di depannya bisa kehilangan kontrol, inti api api biru tiba tiba meletup, menyebabkan goncangan keras di kediaman Safira pada bagian terpisah di ujung kota terapung.


Wajah anak muda yang memiliki rambut putih seperti gundukan salju itu tiba tiba berubah pucat, “ini bukan ilusi,,aku benar benar yakin, aku mendengar suara Pangeran Ke Tiga,,,tapi bagaimana bisa?” 


Xiao Ahnzi menarik kembali inti api api biru kedalam dantian tengah, firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk tengah menimpa saudara saudara nya di Benua Timur.


Danlu yang masih menyisakan hawa panas dari pembakaran selama dua hari dimasukkan begitu saja kedalam cincin spasialnya.


Xiao Ahnzi melangkah keluar dari kamarnya yang masih terasa bergetar, derit pintu kayu menarik perhatian Safira yang tengah membersihkan debu debu pada jendela.


Safira,wanita berpenampilan seperti perempuan berusia pertengahan empat puluhan itu berkedip saat melihat perubahan pada wajah anak muda yang memanggilnya Ibu itu, “ ada apa Ananda? Apa terjadi sesuatu?” suara wanita cantik ini lembut dan penuh irama yang menenangkan, wanita itu telah menganggap pemuda tiga belas tahun tersebut sebagai anak sendiri, insting keibuannya dapat menangkap perubahan raut wajah dan suasana hati Xiao Ahnzi.


Pangeran Ke Empat menghembuskan napas tertahan, dada nya seperti di penuhi pasir sekarang, sesak sekali, setelah tujuh tahun tidak berjumpa keluarga, baru kali ini anak muda tersebut merasa rindu yang menusuk hati seperti ini. Bibirnya tetap memberikan sebuah senyum  saat menjawab pertanyaan Ibu Safira nya ini “mungkin Xiao Ahnzi ini rindu pada keluarga di benua timur sana,,” 


Dengan senyum hangat,wanita itu berkata “ Pulanglah sejenak,,,sejauh jauh terbangnya bangau,pulangnya ke kubangan jua”.


Keakraban yang telah lama terjalin, membuat hubungan dua orang asing itu benar benar serupa ibu dan anak,


Telah tiga hari Pangeran keempat berdiam di kediaman Safira, selama tiga hari itu banyak pengajaran dan pelajaran tentang kehidupan yang diterima Xiao Ahnzi dari wanita tersebut.


Pengetahuan Safira ternyata sangat luas mengenai dunia paralel, dunia yang tumpang tindih tapi tidak bertabrakan.


Bahkan Safira memahami konsep portal dimensi, walau sekedar teori, hal itu sangat berguna dan bermanfaat bagi Xiao Ahnzi, pemahaman baru itu membuka cakrawala pikiran Xiao Ahnzi tentang pusaran energi teleportasi milik nya,


adapun maksud kedatangan anak muda itu ke kediaman Safira adalah untuk mempelajari portal yang terhubung ke dunia bersalju di lembah berkabut,


berkat keterangan wanita itu Xiao Ahnzi tidak perlu lagi mempelajari secara langsung portal yang terletak di kedalaman danau. 


Xiao Ahnzi telah menceritakan tentang keluarga nya di Benua Timur, wanita itu terkagum kagum mendengar kisah Xiao Ahnzi yang ternyata adalah seorang pangeran.


Meski bercerita banyak hal, Tapi sebagian hal tetap di simpan Xiao Ahnzi sebagai rahasia.

__ADS_1


Selama berada di kediaman Safira, Xiao Ahnzi tidak pernah membahas tentang Xu Lian dan Serigala yang berada di dalam dunia kecil di dalam cincin.


Bukan karena tidak percaya pada wanita baik itu, tapi lebih kepada memilih merahasiakan, sebab ada kemungkinan antara orang orang tersebut saling ada persinggungan nasib., bisa saja Serigala mengendus bekas keberadaan si Alang di kediaman Safira, pertemuan mereka akan sangat mempengaruhi rencana jangka panjang Pangeran Ke Empat.


Begitupun dengan Xu Lian, demonic Beast Rubah Api Berekor Tiga adalah keberadaan yang tidak semua orang dapat menerima dengan terbuka, bisa saja timbul masalah baru bila Safira mengetahui keberadaan nya bersama Xiao Ahnzi.


**************


Wajah Raja Xiao Tian tampak muram di singgasana,di depannya dalam keadaan bersujud,seorang kurir bahkan tidak berani mengangkat kepala melihat perubahan wajah Baginda Raja. Suasana hati Raja Xiao Tian benar benar dalam kondisi buruk. bahkan gulungan surat yang dibawa si kurir telah berubah jadi abu di genggaman nya.


Surat yang di bawa kurir ternyata di kirimkan oleh Pangeran Ketiga, di dalam nya Pangeran ke Tiga menceritakan keadaan Xiao Lu Metian serta kondisi terkini di Akademi Tianqi. 


“Xiao Wen Chun!!!” Raja Xiao Tian menggeram, telah lama Raja Xiao Tian menduga niat terselubung Xiao Wen Chun, yang tidak pernah di duga Raja Xiao Tian adalah manusia licik tersebut akan menargetkan Xiao Lu dan Xiao Jin di akademi Tianqi.


Sementara itu Permaisuri Ling Xue telah jatuh pingsan sesaat setelah mendengar isi surat yang dibaca Raja Xiao Tian, Satu Putra nya telah menghilang bertahun tahun, sekarang dua orang anak nya juga tengah menempuh bahaya di Akademi Tianqi, bahkan Xiao Jin yang mengirimkan surat sedang dalam keadaan terluka, Putri satu satunya sendirian di luar sana menunggu serangan dari segala penjuru. Ibu yang mana yang bisa tabah menerima kenyataan sepahit ini?


Musuh dari luar dan dalam, pihak Akademi Tianqi sendiri hanya melindungi murid mereka di dalam kawasan akademi, meski secara teritorial Pegunungan Raja Monster adalah dibawah kendali mereka, cerita nya jadi berbeda setelah acara perburuan Naga dan Phoenix di mulai, Pihak Akademi akan tutup mata pada setiap kejadian yang terjadi selama perburuan Naga dan Phoenix, Raja Xiao Tian jelas mengetahui itu semua, bagaimana pun beliau juga jebolan Akademi Tianqi.


Raja Xiao Tian tidak melihat peluang untuk membantu Putra dan Putri nya di Akademi, mengirim Pangeran Putra Makhkota jelas tidak mungkin, Pangeran sendiri sedang menyabung nyawa di perbatasan Selatan. Gejolak dan perang dengan orang orang selatan tidak pernah benar benar selesai meski bukan perang terbuka seperti ratusan tahun yang lalu.


Betapa tidak?


Xiao Hong lebih mendalami ilmu Pengobatan, seni bela diri nya tergolong biasa saja untuk ukuran seumuran.


Siapa lagi? Xiao Ahnzi? Anak itu tidak di ketahui keberadaannya sampai saat ini.


Disamping itu,


Bahkan Raja Xiao Tian tidak pernah berharap akan terjadi  keajaiban terhadap putra Bungsu nya ini, yang dia tahu, bakat si bungsu sangat buruk dalam kultivasi, di usia enam tahun bahkan Xiao Ahnzi hanya di forging qi pemula. Akan bisa sejauh mana perkembangan Xiao Ahnzi?


Meminta Klan Xiao membantu putri nya? Lebih tidak masuk akal, Orang orang Klan Xiao yang ada di Akademi Tianqi jelas jelas telah menunjukkan belangnya dengan memusuhi Xiao Lu dan Xiao Jin,


Raja Xiao Tian benar benar menemui jalan buntu,,,

__ADS_1


Raja Xiao Tian ingin menerobos sendiri ke dalam Pegunungan Raja Monster, itu pun tidak ada gunanya, Pegunungan Raja Monster di pasangi segel yang mencegah apa pun keluar atau masuk kawasan itu, hanya murid murid dari akademi Tianqi yang dapat memasuki Pegunungan Raja Monster, itu pun memiliki batasan usia,hanya orang orang yang berusia dua puluh tiga tahun kebawah yang di terima di Pegunungan Raja Monster.


Dalam keadaan buntu, Raja Xiao Tian mengalihkan pandangan, baru saja dia menyadari keadaan Permaisuri Ling Xue.


Melihat istri tercintanya jatuh tidak sadarkan diri, Raja Xiao Tian segera berkelebat, tubuh permaisuri terasa panas tinggi, dengan perasaan tertekan Raja Xiao Tian sendiri membopong tubuh permaisuri Ling Xue ke pembaringan.


************


Hari yang ditunggu tunggu murid Akademi Tianqi akhir nya tiba, Kepala Akademi memberikan sambutan dan kata pengantar untuk melepas murid murid akademi memasuki pegunungan Raja Monster, segala protokol keselamatan disampaikan orang tua itu, tapi semua orang tahu, pada kenyataannya itu semua hanya omong kosong belaka.


Setelah serangkaian acara pembukaan, pemberitahuan hadiah, dan lain sebagainya, empat orang tetua secara bersamaan melakukan serangkaian gerakan untuk membuka portal memasuki pegunungan Raja Monster.


“Mulai!!!” seorang pria tua yang menjabat sebagai Kepala Akademi Tianqi memberi tanda,


Semua murid memasuki portal dalam tiga barisan memanjang ke belakang. Di dalam barisan antrian itu juga nampak Xiao Lu Metian, ada Pemandangan yang aneh bagi orang orang yang selalu mengintai Putri Raja Xiao Tian ini, gadis anggun itu hanya seorang diri, tidak bersama saudara kembarnya, itu terbilang aneh, karena si Kembar di ketahui selalu bersama.


Di sisi lain, pandangan dan kata kata menusuk di lontarkan orang orang itu, bisik bisik di antara mereka terdengar jelas meremehkan keberanian sang gadis


Rombongan besar itu akhirnya menghilang di dalam portal, Xiao Lu mendapati diri nya saat ini muncul di tepi sebuah danau luas, air nya berwarna biru, tidak ada orang lain di sisi nya, bahkan dalam radius lima ratus meter Xiao Lu tidak merasakan kehadiran orang lain.


Tidak ada yang tahu apa yang telah dilakukan Xiao Lu terhadap kembarannya, Xiao Lu memberikan obat tidur dosis tinggi pada Xiao Jin,


semalam Xiao Jin masih mencoba membujuk Xiao Lu agar tidak berpartisipasi dalam acara perburuan Naga dan Phoenix, tapi tuan Putri itu tidak bergeming, akhirnya sebuah ide di utara kan, Xiao Jin membiarkan Xiao Lu memasuki Pegunungan Raja Monster, dengan syarat mereka masuk bersama.


Keadaan Xiao Jin yang tengah terluka, jelas saja di tolak mentah mentah oleh Xiao Lu, hampir saja terjadi pertengkaran di antara dua saudara kembar tersebut. Xiao Lu mundur selangkah, dia setuju dengan rencana Xiao Jin, bagaimana pun bertukar satu dua serangan dalam kondisi seperti ini, bisa membuat Saudara nya terbunuh di tangan Xiao Lu sendiri.


Tapi Xiao Jin tidak pernah tahu, Xiao Lu telah mempersiapkan obat tidur dosis tinggi untuk diri nya,


setelah saling sepakat, Xiao Lu bergegas mengambilkan ramuan obat untuk Xiao Jin, di dalam ramuan itu Xiao Lu membubuhkan obat tidur dengan dosis terkuat, setidak nya Xiao Jin tidak akan bangun selama tiga hari ke depan.


Sekarang Xiao Lu Metian berada sendiri di Pegunungan Raja Mosnter, semenjak memasuki portal.


Kewaspadaan Xiao Lu telah di tingkatkan pada keadaan puncak, sedikit gerakan bisa langsung di ketahui gadis itu.

__ADS_1


Srak..


__ADS_2