PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Baca dongeng


__ADS_3

Felik meninggalkan Miranda di apartemen nya tanpa membatasi ruang gerak Miranda, yang jelas jika Miranda ingin pergi harus memberi tahunya, meskipun hanya mengirim pesan.


Soal bisa mengantarkan atau tidak, yang jelas Felik ingin tahu apapun kegiatan Miranda.


Ting


Pesan masuk di ponselnya, Felik yang sedang mengadakan metting tidak melihat jika ada pesan masuk.


"Kenapa belum di baca juga." Gumam Miranda di seberang sana. Dirinya mengirim pesan karena jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam dan seharian ini Felik sama sekali tidak memberinya kabar, biasanya pria itu mengirim pesan meskipun hanya untuk menanyakan dirinya sudah makan belum?


Miranda duduk di atas ranjang sambil bersandar, dirinya menyibukkan diri dengan membaca novel online, karena merasa jenuh dan bosan apalagi setelah pukul empat sore jasa yang Felik pekerjakan di apartemen sudah pulang.


Ceklek


Felik yang baru tiba pukul sepuluh malam, dan melihat Miranda yang fokus pada ponselnya tidak sadar jika Felik pulang.


"Melakukan apa?" Felik mengecup kepala Miranda, membuat wanita hamil itu kaget sampai menjatuhkan ponselnya.

__ADS_1


"Kamu sudah pulang." Ucap Miranda dengan wajah yang masih terkejut, dirinya tidak tahu jika Felik sudah pulang karena terlalu fokus dan mendalami novel yang dia baca.


"Karena fokus pada ponsel, kamu sampai tidak tahu aku datang." Felik mengambil ponsel Miranda dan melihat apa yang membuat Miranda sampai tidak tahu kedatangannya.


"Novel?" Baca Felik pada laman pertama di ponsel Miranda.


"Oh, itu..aku lagi baca novel online." Jawabnya dengan bibir tersenyum.


"Novel online, sejak kapan kamu suka baca?" Tanya Felik yang duduk di samping wanita yang sedang mengandung putranya, meskipun mereka belum ada ikatan pernikahan tapi Felik menghargai Miranda. Walaupun dirinya harus mengesampingkan hasrat yang selalu timbul ketika dekat dengan Miranda.


"Sejak aku tinggal di sini, karena merasa jenuh dan bosan jadi aku coba baca novel, dan kebetulan mendapatkan bacaan yang sangat bagus karya milik Lautan Biru." Ucap Miranda dengan wajah senang.


"Aku masih ingin seperti ini." Felik malah memeluk bahu Miranda.


"Ish.. sana mandi dulu, aku udah siapakan airnya." Miranda masih terus berusaha membuat Felik baranjak bangun agar segera membersihkan diri, karena dirinya tiba-tiba sangat ingin di bacakan novel oleh ayah dari bayinya.


"Iya..iya..aku bangun." Felik akhirnya pasrah dan masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Miranda kembali pada ponselnya, dirinya melanjutkan kegiatannya setelah tertunda.


Hampir tiga puluh menit Felik didalam kamar mandi berharap setelah selesai Miranda sudah tidur dan dirinya tidak menjadi membacakan dongeng novel untuknya.


"Kamu belum tidur?" Felik pun kaget ketika keluar Miranda berdiri didepan pintu.


"Kamu lama sekali, aku menunggumu tahu." Ucap Miranda dengan memanyunkan bibirnya kesal. Dirinya sampai lelah menunggu Felik keluar dari kamar mandi.


"Maaf, tiba-tiba aku mendapat panggilan alam." Kilahnya agar Miranda tidak curiga.


"Ck. ayo.." Miranda yang masih menunjukkan wajah kesal menarik tangan Felik.


"Bacakan aku novel yang ini, aku baru baca setengah karena mataku sudah lelah." Miranda membenarkan posisinya dengan berbaring miring menghadap Felik yang setengah duduk bersandar.


'Dia saja matanya sampai lelah, apalagi gue yang seharian bekerja.' Batin Felik dalam hati, tapi dirinya tetap melakukan apa yang di minta oleh wanita yang sedang hamil anaknya meskipun dengan alasan ngidam.


Tangan kanannya berada di atas kepala Miranda, mengelus nya lembut dan tangan kirinya memegangi ponsel milik Miranda.

__ADS_1


Dan Felik pun membacakan novel karya milik Author Lautan Biru, dengan judul Pembantuku Canduku 2. Hingga selesai dan Miranda tertidur pulas setelah tadi ada drama menangis karena terbawa perasaan.


"Tidurlah yang nyenyak, good night." Felik mencium kening Miranda dan tak lupa mengecup perut buncitnya juga.


__ADS_2