PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part25


__ADS_3

"Aakh..Mas..!!" Suara teriakan Silla begitu keras dari arah belakang, dan hal itu mengalihkan pembicaraan penting mereka.


"Silla." Zidan segera berlari ketika mendengar teriakan istrinya.


Riko hanya memutar kedua bola matanya malas, berbeda dengan Rere wajahnya juga ikut khawatir dengan apa yang terjadi pada Silla.


"Mau kemana Hon?" Riko menarik tangan Rere yang ingin pergi mengikuti Zidan.


"Kau mau lihat kenapa mbak Silla berteriak By." Ucap Rere menatap Riko kesal. Dirinya masih kesal melihat Riko yang mengambil keputusan sendiri tanpa lebih dulu memberi tahunya.


Riko menghela napas dalam, dirinya ikut berdiri mengikuti di belakang Rere untuk melihat apa yang terjadi.


"Ya ampun Mas, mbak Silla kenapa?" Rere yang tiba-tiba panik melihat Silla pucat dan lemas, apalagi di belakang bokong Silla terdapat bercak darah, karena Silla menggunakan baju berwarna terang jadi terlihat jika itu merah darah.


Zidan membopong tubuh Silla dari dalam kamar mandi dan keluar menuju mobilnya.


"Mas..ahhkk sakit.." Silla meringis menahan sakit di bawah perut nya.


"Tolong antar kami kerumah sakit." Ucap Zidan pada dua orang yang berada dirumahnya.

__ADS_1


"I-iya Mas." Alena mengambil kunci mobil namun belum sempat tangannya di cekal oleh Riko.


"Hon.. biar aku saja yang bawa mobil." Riko menarik tangan Alena untuk mengikuti dirinya masuk kedalam mobilnya.


"Pakai mobil saya saja Dan." Ucap Riko membuka kan pintu agar Zidan segera masuk.


Tidak berpikir dua kali meskipun hatinya kesal Zidan tidak perduli yang penting istrinya segera di bawa kerumah sakit.


"Mas..shh.." Silla semakin merasakan sakit di bagian perutnya membuatnya tak tahan dan tak sadarkan diri.


"Silla sayang.." Zidan begitu panik melihat Silla sampai tak sadarkan diri.


"Tolong lebih cepat..!!" Teriak Zidan dengan keras.


"Sudah Hon, dia sedang panik." Ucap Riko dengan menambah kecepatan laju mobilnya.


Dua puluh menit mobil Riko sampai di rumah sakit besar yang dekat dengan rumah Zidan.


Zidan segera membawa tubuh Silla masuk kedalam dan mencari suster ataupun dokter agar segera ditangani.

__ADS_1


"Sabar Mas, mbak Silla pasti baik-baik saja." Ucap Rere yang duduk di kursi bersebelahan dengan Riko. Sedangkan Zidan mondar mandir didepan mereka mengusap wajahnya kasar.


Mama Silla sedang keluar untuk pergi bersama teman-teman nya dan menginap untuk beberapa hari.


Ruangan UGD dibuka dari dalam, keluar dokter dan Sorang perawat. "Bagaiman keadaan istri saya dok?" Tanya Zidan yang sangat khawatir.


"Apa anda suaminya?" Tanya dokter itu.


"Iya dok saya suaminya."


Rere berdiri dibelakang Zidan sedangkan Riko masih duduk santai, dirinya terlalu malas melihat drama mereka yang pasti akan membuat rencana nya berantakan.


"Maaf saya harus melakukan operasi pada istri Anda, karena istri anda mengidap penyakit kanker serviks dan sudah stadium tiga, kami akan segera melakukan tindakan operasi setelah anda setuju dan mendatangi berkasnya." Ucap dokter itu menjelaskan.


Tubuh Zidan menegang mendengar ucapan dokter tersebut. Lidahnya terasa Kelu jadi selama ini Silla mengidam penyakit kanker serviks dan dirinya tidak tahu.


"Silahkan anda segera menandatangi berkasnya, agar kami bisa segera menangani pasien." Dokter itu pun pergi.


"Mas.." Rere yang mendengar ucapan dokter merasa kasihan dan juga iba.

__ADS_1


"Silla kanker serviks, Re itu berarti Silla tidak bisa memiliki anak." Ucap Zidan sepontan menatap wajah Rere.


Rere nampak terkejut mendengar ucapan Zidan meskipun dirinya tahu jika setelah operasi Silla tidak bisa hamil tapi ketika mendapat tatapan mata Zidan entah mengapa membuat dirinya merasa takut.


__ADS_2