PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part28


__ADS_3

Zidan berhenti di depan toko bunga Rere yang ternyata ada beberapa wanita yang sedang membeli bunga, terlihat dari luar kaca toko itu.


Keluar dari mobil Zidan menghirup napas dalam, entah mengapa dirinya sampai meninggalkan Silla di rumah sakit hanya untuk melihat keadaan Rere.


"Mbak, kapan Mas gantengnya Dateng lagi, aduh mata aku jadi seger lihat yang bening begitu." Ucap seorang ibu-ibu yang sedikit gemuk sedang menunggu Rere membungkus bunga yang dirinya pesan.


"Kalau cuma mau minta foto sama toel-toel sih jangan harap Mas ganteng mau kesini, paling tidak kalian harus membeli bunga dagangan kami." Ucap Bella yang menjawab, kupingnya terasa panas karena sejak tadi ibu-ibu itu selalu menanyakan tentang Mas ganteng.


"Dek Bella ini sensian loh, padahal mbak Rere aja gak keberatan pacar gantengnya di toel-toel apalagi cuma di ajak foto." Ucap ibu satunya melirik Bella julid.


"Ya, setidak nya kalau ibu kesini harus membeli dagangan kami, ngak cuma bisanya merusak." Bella menatap sengit ibu-ibu yang membuat rusuh tokonya tempo hari lalu, dan Bella mengingat jelas hal itu.


Ibu-ibu itu hanya diam dan segera pergi setelah membayar pesanannya.


"Kamu jangan kasar Bell, tar mereka pada kabur." Ucap Rere membereskan alat-alat nya setelah membuat buket bunga.


"Gak bakalan, tinggal panggil Mas Riko pasti mereka lari terbirit-birit datang kemari." Ucap Bella dengan tawa.


Rere hanya menggeleng kan kepalanya mendengar ucapan Bella.

__ADS_1


Obrolan mereka tak luput dari pendengaran Zidan yang sejak tadi sudah berdiri di dalam toko.


Ehem..


Zidan berdehem ketika keduanya tidak ada yang menyadari kehadirannya.


"Eh..Mas Zidan." Rere yang melihat Zidan bisa di dalam tokonya terkejut, pasalnya ini kali pertama Zidan mendatangi tokonya, padahal sudah kedua kali bagi Zidan dan Rere tidak tahu, karena Bella tidak pernah bicara.


Zidan berjalan mendekati dimana Rere berdiri. dirinya menatap Rere dari atas sampai bawah, membuat Rere merasa tak nyaman.


"Ada perlu apa?"


Ucapan Rere menyadarkan Zidan. "Em, hanya kebetulan lewat dan sekalian mampir." Alibinya dengan tetap bernada santai, padahal jelas-jelas dirinya sengaja datang menemui Rere.


Bella yang menjadi penonton kesal sendiri melihat kedatangan suami bosnya itu.


.


.

__ADS_1


"Apa Silla baik-baik saja?" Tanya Rere sambil mengerahkan satu botol minuman kepada Zidan.


"Operasinya berjalan lancar dan dia sudah sadar." Ucap Zidan sambil menatap taman bunga di belakang toko Rere.


Mereka duduk di belakang dengan pemandangan tanaman bunga kecil yang bisa Rere manfaatkan.


"Apa dia sudah tahu keadaanya." Tanya Rere lagi tanpa menatap kearah Zidan.


Zidan menghela napas pelan. "Belum, aku belum siap mengatakan nya."


Rere hanya menganggukkan kepalanya, dirinya juga merasa kasihan, sebagai seorang wanita pasti berat jika mendapat musibah seperti itu, karena setiap pernikahan dan rumah tangga pasti yang diinginkan adalah keturunan.


"Apa ibu sudah pulang? karena aku belum pulang kerumah." Tanya Zidan yang hanya basa basi karena dirinya tahu jika ibu mertuanya tidak akan pulang, dan jika bertanya langsung dirinya akan malu.


"Em..aku tidak pulang kerumah." Jawab Rere jujur, karena tidak ada yang akan dia tutupi hubungannya dengan Riko, meskipun pada suaminya sendiri.


"Tidak pulang?" tanya Zidan sepontan dan langsung menatap Rere tajam.


"Em..a-aku menginap di apartemen Riko." Ucap Rere pelan.

__ADS_1


"Si*Al." Zidan mengumpat dalam hati. Ternyata hubungan mereka sudah sejauh itu, padahal baru kenal.


Tidak mungkin jika dua orang berbeda jenis dan sama-sama sudah dewasa tidak melakukan sesuatu jika berduaan di kamar hotel ataupun apartemen, dan pikiran Zidan tiba-tiba saja terasa panas.


__ADS_2