PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part14


__ADS_3

Silla sejak tadi sibuk berdandan karena dirinya ingin sangat, sangat terlihat cantik di depan tamu undangan spesial suaminya itu.


Zidan masuk kedalam kamar setelah dari ruang kerja, sejak tadi ternyata istrinya itu belum selesai merias diri.


"Sayang, dari tadi kamu belum selesai." Zidan mendekati istrinya di meja rias.


"Sebentar lagi Mas." Silla masih memakai lipstik nya.


"Kamu terlalu cantik sayang." Zidan menyentuh pipi Silla dengan jarinya, Zidan menatap wajah Silla dari cermin.


"Aku cantik untuk kamu Mas." Ucapnya dengan tersenyum. 'Dan untuk pria tampan itu'.


Zidan sangat mencintai istrinya ini. "Kamu selalu cantik di mata aku sayang." Zidan menunduk dan memiringkan kepalanya untuk mengecup bibir Silla.


"Mas, nanti lipstik aku berantakan." Ucapnya cemberut.


"Tinggal di pakaikan lagi." Ucap Zidan terkekeh.


Di dapur Rere sudah menyiapkan semua hidangan lengkap, tersenyum melihat hasil masakannya sendiri. "Coba aja yang aku masakin kamu By, pasti aku senang." Ucapnya menatap beberapa menu lengkap dengan disert buatan nya, entah mengapa dirinya menjadi memasak makanan kesukaan Riko hanya karena mengingat ucapan pria itu tadi ketika mengantarnya pulang. Padahal Rere tidak tahu siapa tamu spesial yang akan datang kerumah suaminya.


.


.


Suara sebuah mobil memasuki halaman rumah Zidan.


"Saat nya berakting." Riko menarik napas dalam, sebelum keluar dari mobil.


"Selamat datang Tuan." Zidan mengulurkan tangan dan memeluk tamunya ala pria. "Apa kabar." Basa basi pria itu.


Riko membalas sapaan Zidan dengan ramah. "Sangat baik tuan."


"Selamat malam, dan selamat datang di rumah kami tuan Riko." Silla muncul dengan penampilan cantik nya, serta senyum yang begitu manis Ia perlihatkan.


Riko menatap istri pertama suami Rere hanya sekilas.


Riko hanya tersenyum untuk membalas sapaan Silla.


Tatapan Silla tak lepas dari wajah tampan Riko yang begitu mempesona, jika saja dirinya lebih dulu bertemu Riko sebelum Zidan, maka sudah pasti dirinya akan menggaet pria tampan itu lebih dulu.

__ADS_1


"Kita berbincang sambil makan malam saja tuan, Mari." Zidan membawa Riko menuju meja makan yang sudah banyak hidangan masakan Rere.


"Wahh, sepertinya istri anda pintar memasak tuan." Puji Riko menatap hidangan yang begitu lengkap di atas meja.


"Tentu saja tuan, istri saya Memang pandai memasak." Ucap Zidan yang memang di tunjukkan kepada Rere, namun Riko mengartikan jika yang memasak adalah istri pertama Zidan.


Silla hanya memutar bola matanya malas, jelas sang suami memuji istri sirinya itu.


"Silahkan duduk tuan, dan nikmati hidangan spesial yang sudah istri saya masak." Ucap Zidan tersenyum.


"Tentu saja tuan, istri anda ternyata pintar memilih menu, karena semua ternyata menu favorit saya." Ucap Riko dengan tersenyum, dirinya tidak percaya jika istri Zidan memasak menu favoritnya semua.


"Oh..kebetulan sekali kalau begitu tuan." Ada rasa tidak percaya jika Rere memasak menu kesukaan tamu nya itu, padahal mereka tidak saling kenal.


"Sayang, mau makan yang mana?" Tanya Silla yang melayani suaminya.


"Apa saja sayang, sepertinya semuanya enak." Ucap Zidan yang memang menyukai semua masakan Rere.


Ehem


"Apa saya boleh permisi numpang toilet." Ucap Riko.


"Silahkan tuan, sebelah sana." Ucap Zidan mempersilahkan dan menunjukan arah toilet tamu yang dekat dengan dapur.


Grep


"Akh..emph." Suara Rere tertahan kerena Riko membekap mulutnya.


"Ssttt jangan teriak Hon.." Ucap Riko ditelinga Rere sambil tengak tengok.


"By." Rere terkejut mendengar suara Riko, ternyata yang memeluknya Riko.


"Yes honny."


"Kenapa bisa disini." Ucapnya menatap Riko yang malah tersenyum lebar padanya.


"Tentu saja menemui mu apalagi." Ucap Riko santai.


Rere mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Riko.

__ADS_1


"Sana By, nanti ketahuan Mas Zidan." Ucap Rere membuat Riko menatap Rere tidak suka.


"Jangan memanggil buaya itu Mas, Bagus sekali panggilannya." Ucap Riko malas.


Rere menatap tak percaya pada Riko, yang mengatai Zidan buaya.


"By, kamu kenapa bisa disini." Tanya Rere lagi yang belum mendapat jawaban.


"Ck. gak penting sayang, tapi karena suami kamu mengundangku kemari maka menjadi penting karena aku bisa ketemu kamu."


Cup


Ucapnya sambil mengecup bibir Rere.


"By.." Rengek Rere yang mendapat ciuman dari Riko.


"Jadi tamu penting itu kamu." Ucap Rere tak percaya, setelah menyadari jika tamu penting yang Silla maksud adalah Riko.


"Hem..mungkin." Riko memeluk tubuh Rere.


"Udah By lepas..nanti ketahuan." Ucap Rere mencoba melepas pelukan Riko.


"No, kamu siap-siap gih dandan cantik." Ucap Riko sambil menciumi rambut Rere yang wangi.


"Untuk apa?" Tanya Rere bingung.


"Temenin aku makan malam, masa Ia aku sendiri sedangkan mereka bermesraan di depan pria jomblo kaya aku." Ucap Riko kesal.


Rere mengulum senyum. "Apa kamu tahu? aku tidak tahu jika tamunya kamu By, tapi aku senang jika beneran kamu..karena semua hidangan yang aku buat kesukaan kamu semua." Ucap Rere tersenyum menyentuh pipi Riko yang berada disamping kepalanya.


"What? jadi semua itu yang masak kamu?" Tanya Riko memastikan.


"Hem..kenapa?" Tanya Rere.


Riko mengepalkan tangannya, dengan rahang mengeras, jadi yang di maksud Zidan istrinya yang memasak adalah Rere.


Sialan...


.

__ADS_1


.


Abang sih..main puji aja..🤣


__ADS_2