PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part21


__ADS_3

"Kenapa gak bilang jika kamu kesini By?" Tanya Rere dengan memberikan minuman dingin kepada Riko, dan membuka bungkusan tisu basah.


"Awalnya aku ingin memberi kamu surprise Hon, tapi malah aku yang mendapat surprise nya." Ucap Bimo dengan wajah lelahnya.


Rere hanya tertawa, bagaiman tidak tertawa jika penampilan Riko berantakan.


Tangan Rere mengusap wajah Riko yang terkena bekas lipstik ibu-ibu girang yang main sosor.


Keduanya sedang duduk di bangku belakang toko bunga Rere, disana terdapat tempat bersantai.


"Surprise nya bikin terkejut ya By." Ucap Rere masih dengan tawa kecilnya.


"Hm..sangat terkejut Hon." Riko menatap wajah cantik Rere yang tersenyum dan fokus membersihkan wajahnya.


Wanita didepanya ini sudah membuatnya tergila-gila, bisa dibayangkan baru satu Minggu Riko sudah kembali ke kota B untuk melihat wajah wanita yang sangat Ia cintai dan rindukan.


"Sudah bersih." Rere membuang tisu bekas membersihkan wajah Riko ke kotak sampah.


"Sayang, boleh aku katakan sesuatu." Riko meraih tangan Rere untuk dirinya genggam.

__ADS_1


"Apa?" Rere pun mengalihkan pandangannya menatap wajah Riko dengan serius.


"Emm...aku rindu tongseng buatan mu." Ucap Riko dengan memamerkan deretan giginya yang rapi.


"Iss..aku kira apa, bikin jantung jedag jedug aja." Ucap Rere kesal.


"Bapak?" Ucap Bella yang melihat suami tak dianggap oleh bosnya.


"Dimana Rere?" Tanya Zidan, ketika masuk kedalam tidak menemukan Rere di kursi kerjanya.


Bella pun bingung sendiri, mau menjawab apa. Karena tidak mungkin jika dirinya menjawab jujur. Oh tidak bisa.


Zidan menghela napas, dirinya sengaja datang ke toko Rere untuk mengajak istri sirinya itu makan siang, tapi malah tidak ketemu. Bahkan tadi pagi dirinya sengaja menunggu Rere di meja makan tapi juga tak ketemu, karena Rere bangun kesiangan.


"Ya sudah nanti sampaikan jika Rere sudah kembali, kalau saya datang mencarinya." Ucap Zidan dan langsung pergi dari toko Rere.


"Huh..untung aja orangnya gampang dikibuli, enak aja mau pdkt sama si bos, gak rela Bella." Bella bicara sendiri dengan menatap punggung Zidan yang semakin menjauh.


.

__ADS_1


.


Jika Zidan mencari Rere tidak ketemu, lain dengan Riko yang malah merecoki Rere yang sedang memasak di dapur mini Apartemen Riko.


Ya, setelah sampai di Jakarta Riko menyuruh Felik untuk mencarikan dirinya apartemen di kota B. Karena Riko pasti akan sering berkunjung kesana, jika menginap di hotel dirinya tidak leluasa mengajak Rere karena Riko ingin Rere memasakkan makanan yang Ia inginkan, jika di hotel tidak mungkin Rere akan memasak.


Riko pun mengajak Rere untuk berbelanja kebutuhan untuk mengisi kulkasnya di apartemen karena memang masih kosong dan Riko juga baru mengecek fasilitas pagi tadi setelah sampai.


Di supermarket Riko tak segan-segan menunjukan keposesifan dan kemesraan nya didepan umum, begitulah sifat Casanova mesum yang pernah menjadi kekasih Rere.


Rere pun tidak risih ataupun malu, karena yang Rere rasakan itu adalah bentuk rasa cinta Riko terhadapnya, posesif dan cemburu itulah Riko.


"By, jangan ganggu ih." Rere mengedikkan bahunya yang selalu di lendotin wajah Riko, jangan lupakan tangan Riko yang aktif mengusap-usap perut Rere dari belakang.


"Aku diem loh Hon, gak nangis, ngapain sirih diem." Ucap Riko tanpa dosa.


Plak.


"Auwss panas Hon.." Riko mengusap lengannya yang di geplak Rere menggunakan centong.

__ADS_1


"Makanya jangan usil."


__ADS_2