
Riko membawa Rere kesebuah tempat yang yang menurutnya sangat nyaman untuk mereka berdua. Disebuah taman yang begitu indah ketika malam hari.
Rere tidak pernah datang ketempat ini selama tinggal di kota B, dan baru pertama kali melihat keindahan taman kota malam ini.
"By, dari mana kamu tahu tempat seperti ini?" Tanya Rere menatap kesekeliling.
"Mbak google dong, memangnya dari mana." Riko duduk disamping Rere, di bangku taman.
"Aku kira kamu juga tahu tempat ini."
"Dan sekarang aku tahu, itupun bersama kamu." Riko merangkul bahu Rere kedelapannya.
Tangan Rere melingkar di pinggang Riko, dengan pipi menempel di dada bidang Riko.
"Aku mau tanya sesuatu." Ucap Riko dengan mengecup pucuk kepala Rere.
"Hm.." Rere hanya bergumam untuk memberi respon.
"Bagaiman jika suamimu kamu mulai menyukaimu, apa kamu juga akan belajar menyukainya" Tanya Riko dengan pandangan lurus kedepan.
Rere terkekeh mendengar ucapan Riko. "Kamu ngaco By, mana mungkin Mas Zidan suka sama aku, melihat aku aja gak pernah." Ucap Rere yang masih menyandarkan kepalanya di dada Riko.
"Kamu tidak tahu saja, akal bulus pria jika sudah merasa suka." Ucap Riko kesal, mengingat Zidan memuji masakan Rere dan menatap Rere tak berkedip ketika Rere berdandan.
"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya begitu By." Ucap Rere yang kembali menegakkan duduk nya, untuk melihat wajah pria yang dicintainya.
Riko menghembuskan napas kasar. "Aku mulai merasa jika Zidan sudah mulai menyukai mu Hon, aku takut jika kamu luluh dengan pria itu." Ucap Bimo menatap wajah Rere yang begitu cantik dibawah sinar cahaya lampu yang remang. Sungguh Riko sangat mencintai wanita didepanya ini.
Tangan Rere menyentuh wajah Riko. "Aku akan tunggu pria yang aku cintai menjemputmu untuk menjadi pendamping hidupnya." Rere mengecup bibir Riko sekilas.
Riko tak tahan untuk tersenyum, mendengar ucapan manis Rere. "I love you honny." Riko mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir ranum yang sudah menjadi candunya sejak dulu.
__ADS_1
"Maaf mengganggu, ijinkan kami untuk menyayikan sebuah lagu untuk tuan dan nona." Dua orang pengamen menyapa mereka.
Riko mengumpat kesal karena kegiatanya terganggu.
Ehem.
Rere berdehem mengurangi rasa malunya, yang sepertinya kepergok.
A.. awalnya teman biasa...
B.. biasa menjadi suka..
C.. cantik paras mu menggoda..
D.. detak jantung berbicara...
Dirimu yang kupuja...
Inginku mengatakan... I love you..and i Miss u..
Lagi...lagi..ku ngak bisa tidur..
Lagi..lagi.. ku ngak bisa makan..
Pikiranku selalu terbayang..
Wajahmu pun selalu terbayang..
Riko dan Rere yang awalnya kesal menjadi ikut bernyanyi dan menggerakkan tangan mereka untuk menggoda satu sama lain.
Lagi...lagi.. ku ngak bisa tidur..
__ADS_1
Lagi..lagi..ku ngak bisa makan..
Esok lusa akan ku katakan...
Bahwa aku mencintai kamu..
Riko mengeluarkan uang lembaran untuk para pengamen barusan. Dirinya cukup terhibur dengan suara mereka, meskipun awalnya merasa kesal karena kehadiran mereka menganggu.
Namun melihat Rere yang bahagia dan ikut bernyanyi pun menjadi ikut tersenyum.
"By, kamu besok pulang jam berapa?" Tanya Rere yang ingat jika Riko akan pulang ke Jakarta besok.
"Aku jadi malas untuk pulang Hon, padahal awalnya aku sangat malas dan kesal datang ke kota ini." Ucap Riko jujur.
Rere menautkan alisnya bingung." Kenapa malas, kamu tidak suka melihat aku disini." Ucap Rere menatap Riko menyelidik.
"Hem..aku malas bertemu kamu..karena pikiranku kamu pasti sudah bahagia dengan suami kamu."
Rere tersenyum mendengar ucapan Riko. "Tapi aku lebih bahagia karena bisa ketemu kamu lagi." Rere merapatkan duduk nya pada Riko, dan memeluk tubuh pria itu.
Riko pun membalas pelukan Rere. "Dan aku lebih bahagia karena kamu hanya menjadi istri yang tak dianggap."
Bugh
Rere memukul dada Riko, membuat Riko tertawa.
.
.
'Lagi-lagi ku ngak bisa tidur' 💃💃
__ADS_1