
Riko keluar dari kamar mandi dengan handuk putih yang melilit di pinggangnya.
Keduanya kembali ke apartemen, setelah makan malam di pinggir jalan tadi.
"Sudah selesai." Rere yang duduk di depan meja rias pun berdiri, ketika melihat Riko yang sudah keluar Ndari kamar mandi dan sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.
Glek
Menelan ludah kasar, Riko menatap Rere tak berkedip.
Menghela napas dalam, Riko mengumpat dalam hati. Kenapa istrinya justru memakai baju setan, disaat tak bisa disentuh.
"Kenapa?" Tanya Rere heran karena melihat wajah Riko yang tidak menatapnya.
Rere berdiri di depan Riko dengan berjinjit, untuk membatu mengeringkan rambut.
"Kenapa membawa baju kurang bahan seperti ini." Ucapnya dengan suara serak.
Gairahnya tiba tersulut ketika matanya menatap dua buah daging bulat yang mencuat seperti ingin lepas dari tempatnya, begitu menggoda iman nya yang cetek.
"Biasanya kamu suka melihat baku pakai beginian." Ucap Rere mantap wajah Riko, tidak biasanya suaminya itu protes jika dirinya memakai lingerie seksih.
__ADS_1
"Ck. kamu memakainya tidak tepat waktu, dan malah menyiksaku." Kesalnya dengan mengusap wajahnya kasar. "Lihat lah naga ajaibku, dia sudah tak sabar ingin masuk ke sarangnya." Wajahnya begitu memelas.
Rere menahan tawa, melihat wajah Riko begitu tersiksa, apalagi pancingannya begitu kuat menggoda iman sang suami.
"Lalu kenapa di tahan." Tangannya mengelus ndada bidang yang sedang telanjang itu.
"Jangan memancing yank, aku tidak mau berakhir di dalam kamar mandi." Ucapnya menyingkirkan tangan Rere dari dadanya.
"Em..kalau aku tidak mau." Rere malah semakin merapatkan tubuhnya, hingga perutnya menempel pada benda pusaka yang sudah mengeras itu.
"Hiss.. kau itu." Riko yang sudah tak bisa menahan gairahnya segera berlalu dan kembali masuk kedalam kamar mandi.
"Ck. dasar pria." Rere tersenyum menyeringai, ketika ide licik melintas di otaknya.
Menempelkan telinganya di pintu kamar mandi, Rere bisa mendengar jika sang suami sedang bersolo karir.
"Apa enaknya coba, main sendiri begitu." Gumamnya dengan mendorong pintu, melihat Riko Nyang sedang mendongak dengan memejamkan mata. Tangannya nya pun bergerak naik turun.
Rere merasa geli sendiri, melihat wajah Riko yang begitu terlihat sangat seksih, apalagi bibirnya selalu menyebut namanya.
"Pasti botaknya memikirkan hal mesum."
__ADS_1
Dengan langkah pelan Rere melepas lingerie yang dia pakai, dan menyisakan tubuhnya yang polos. Rambutnya Ia Cepol ke atas sehingga leher jenjang nan putih itu terlihat menggoda
Riko uang tidak menyadari keberadaan sang istri masih menikamati usahanya sendiri. "Emh.. honny." Gumam Riko dengan suara dalam.
Rere menggigit bibir nya keras-keras ketika matanya melihat naga ajaib Riko yang begitu menantang. Membuatnya dalam dirinya berdenyut.
Dengan gerakan pasti Rere langsung duduk di atas pangkuan Riko yang masih bekerja sendiri.
"Hon.." Riko membulatkan matanya, ketika naga ajaibnya tertekan di bawah sana. Apalagi melihat Rere yang telanjang di depannya.
"Kamu..?"
"Hm.." Tanpa menjawab Rere hanya mengangguk, mengerti apa yang di maksud sang suami.
"Sejak kapan?" Tanyanya lagi.
"Kemarin." Ucap Rere dengan menggigit bibir bawahnya, karena merasa naga ajaib Riko sudah menyentuh miliknya.
"Nakal." Tangannya menoel hidung Rere. "Sengaja menggodaku hm."
"Emph.." Rere memejamkan mata ketika bibirnya disambar bersamaan dengan naga ajaib Riko yang melesak masuk menerobos miliknya.
__ADS_1
Keduanya sama-sama menyalurkan rasa yang sudah beberapa hari lalu tak tersalurkan, dan selalu berharap di akhir permainan mereka akan segera tumbuh benih cinta mereka.