
Rere mendesah kasar di depan wastafel cermin kamar mandi. Dirinya kesal lagi-lagi Riko banyak membuat tanda merah di leher hingga dadanya. Dirinya yang tidak sadar karena terlena dengan permainan mereka yang membuat dirinya lupa.
Bercumbu bukan berarti dirinya menyerahkan miliknya begitu saja kepada pria yang di cintai nya itu, walaupun dirinya sempat terhanyut dan ingin melakukan hal lebih, tapi akal sehatnya masih bisa Ia gunakan ketika alarm bahaya berdering nyaring di kepalanya.
"Hon, kenapa kamu lama sekali."
Riko mengetuk pintu kamar mandi apartemen ketika dirinya kebelet untuk buang air, tapi kekasihnya itu tak kunjung keluar.
Riko yang sudah tidak tahan, menerobos pintu yang tidak terkunci itu, dirinya tak peduli jika Rere akan memarahinya.
"Aaakkh..By kamu ngapain..!" Rere berteriak dengan menutup kedua Matanya.
"Shhh..ahh.." Riko mendesahh lega, sejak tadi dirinya menahan ingin buang air dan sekarang baru terlaksana. Dirinya tidak malu meskipun di lihat oleh Rere.
"Kamu lama sekali hon di dalam, aku sudah tidak tahan." Riko menekan tombol flush ketika selesai menuntaskan hajatnya.
Mendekati Rere sambil tersenyum geli. "Kenapa kamu menutup matamu hm."
Riko menatap Rere tak berkedip, karena Rere tidak sadar jika dirinya hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuh kecilnya, Riko menelan salivanya ketika melihat dada Rere yang begitu menggoda untuk dirinya sentuh.
__ADS_1
Rere masih merapatkan kedua matanya. "By, jangan mendekat." Pikirannya membayangkan Riko tidak memakai pakaian, karena Rere melihat sekilas ketika Riko masuk bertelanjang dada, padahal Riko masih memakai celana pendeknya.
Riko tidak mengindahkan ucapan Rere, dirinya semakin mengikis jarak keduanya.
Berdiri tepat di depan wajah Rere, Riko menatap lekat wajah cantik Rere begitu intens.
Rere semakin merapatkan matanya, entah mengapa dirinya melakukan hal itu, padahal sebelumnya mereka sudah bersentuhan intens, meskipun tidak pernah melakukan Making love.
Cup
Riko mengecup bibir Rere sekilas, tangannya menyentuh pipi mulus Rere.
"Buka matamu." Ucapnya dengan napas menerpa wajah Rere begitu hangat.
"Kamu tahu?" Ucapnya dengan saling menatap kedua mata mereka. "Jika seperti ini, kenapa kita tidak menikah saja." Tatapan mata Riko membuat jantung Rere berdebar kencang, apalagi bibir merah Riko yang begitu Ia sukai seperti menggodanya untuk di lu*mat.
Rere tak bergeming melainkan pandangannya fokus pada gerakan bibir Riko yang begitu membuat otaknya tercemar terus terusan.
"Aku tidak tahu sampai kapan aku akan bisa menahan semua ini." Wajah Riko lebih mendekat dan mencium bibir ranum yang sejak tadi juga menggodanya untuk kembali di kulum.
__ADS_1
"Emph..." Dengan senang hati Rere menerima ciuman Riko, dirinya selalu terbuai oleh permainan Riko.
Decapan keduanya saling bersahutan dan menggema di dalam kamar mandi itu, bahkan kini Rere sudah duduk di atas marmer samping wastafel.
"Egh.." Rere meleguh ketika tangan Riko meremat buah dadanya perlahan dengan lembut.
"Ah." Rere tak kuasa menahan desahannya, ketika bibir Riko menyusuri leher hingga turun ke dadanya.
Karena tangan Riko yang terus meremas kedua dadanya, membuat lilitan handuk nya terlepas, dan kini terpampang lah kedua buah dadanya yang ranum dan padat.
Riko semakin bergejolak, jakun nya naik turun melihat pemandangan di depan matanya yang begitu indah.
"By..Emm." Rere tak bisa lagi menahan gejolak di dadanya ketika dengan cepat nippelnya di sesap begitu kuat.
"By..ah..aku tidak tahan." Desahhmya dengan menekan kepala Riko.
.
.
__ADS_1
Sekarang bakalan rajin Up kok, tenang saja..🤣🤣