
Sore hari setelah setelah seharian menemani Rere di toko bunga kini keduanya berada di pusat perbelanjaan di pusat kota.
Riko membantu Rere mendorong troli yang berisikan beberapa cemilan dan minuman, kini keduanya sedang berada di kebutuhan sayur.
Keduanya menjadi pusat perhatian pengunjung lain, apalagi penampilan Riko yang membuat dirinya terlihat begitu mencolok.
Menggunakan jaket jeans dan kaca mata hitam penampilan Riko memukau para wanita yang melihatnya.
Rere yang sejak tadi menyadari hal itu hanya ngedumel dan bersungut-sungut.
Dirinya kesal karena para wanita menatap Riko seperti makanan yang lezat.
Bruk
"Auws..Hon keranjangnya disini bukan di wajahku." Riko mengusap kasar wajahnya yang tertumpuk sayuran hijau.
Rere hanya melengos dengan wajah kesal. "Dasar laki-laki gak peka." Ucapnya dengan kaki dihentakan ke lantai.
Riko menatap Rere dengan bingung, melihat tingkah Rere yang tak biasanya kini terlihat sedang marah dan kesal.
"Honny, kamu kenapa?" Kesemutan?" Tanya Riko yang melihat kaki Rere di hentakan diatas lantai.
Rere yang mendengar mendelik kan matanya menatap Riko tajam dengan bibir mengerucut.
__ADS_1
"Lah, kok malah manyun." Riko pun mendorong troli dan menghampiri Rere. "Sayang kamu lelah, kalau begitu ayo kita pulang." Ucapnya lagi tanpa tahu keadaan di sekeliling dirinya menjadi pusat perhatian para wanita.
"Nyebelin." Rere pun pergi ke arah lain, meninggalkan Riko yang berdiri bingung di tempatnya.
"Kenapa sih, perasaan gue tadi yang kesel dan sekarang dia yang ngambek." Riko menggaruk kepalanya, matanya tak sengaja melihat ke samping. "Ehh..kenapa mendadak isinya jadi wanita semua." Ucapnya pelan.
"Aduh mas ganteng, lagi sendirian ya ayo aku bantu milih yang masih bagus." Ucap ibu muda dengan gaya centilnya.
Riko hanya tersenyum kikuk, melihat para wanita semakin lama mendekatinya.
"Eh..ibu udah tua gak pantes Ama ayang beb, minggir daun muda mau lewat." Ucap gadis seksi dengan wajah sok cantiknya padahal bedaknya tebal lima cm.
"Mampus gue, pantes aja Rere kabur." Riko menoleh kanan dan kiri. "Maaf yaa semua, saya sudah menikah jadi saya hanya perlu istri saya." Ucapnya perlahan mundur.
Riko yang merasa dirinya terancam segera menghindar dan berlari meninggalkan troli belanjanya disana.
.
.
Pluk
Riko melempar buah anggur ke atas lalu membuka mulutnya sehingga buah itu masuk ke mulutnya tepat sasaran.
__ADS_1
Plak..
"Auws..Yank sakit." Riko mengelus pahanya yang baru saja di geplak oleh Rere.
"Makan yang bener By." Ucapnya yang langsung duduk di sebelah Riko membawa cemilan dan secangkir coklat panas.
Keduanya sudah berada di dalam apartemen Riko, mereka yang awalnya berniat untuk belanja kebutuhan isi dapur pun kandas karena kejadian tadi sore dimana Riko yang di kerumuni banyak wanita beda usia.
Dan akhirnya mereka lebih memilih memesan makan online untuk makan malam mereka, karena Rere tidak mau di ajak makan di luar.
"Sepertinya kamu tidak senang aku datang." Ucap Riko dengan mengambil cemilan yang berada di pangkuan Rere.
Rere memincingkan mata, melirik pria disebelahnya yang terkesan cuek.
"Apa kehadiranku mengganggumu dengan anak kecil itu dan bapaknya." Ucapnya ketus.
Mengingat tadi siang anak kecil itu datang kembali ke toko bunga dan selalu memanggil Rere mama membuat Riko muak dan kesal. Apalagi di tambah ayah anak kecil itu datang dan menopoli Rere menggunakan anaknya. Riko pun hanya diam di balik pintu karena Rere menyuruhnya untuk menunggu di dalam.
Rere menghela napas, dirinya tahu kemana arah bicara kekasihnya itu.
"Aku bertemu dengan mereka dengan kebetulan By, dan aku tidak tahu jika anaknya akan begitu dekat denganku." Ucapnya dengan pelan mencoba menjelaskan.
Dirinya tahu jika Riko cemburu, dan jika sudah cemburu pasti masalahnya akan di bahas sehari semalam tidak akan kelar.
__ADS_1