PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part06


__ADS_3

"Ah..si*alan memang si Felik, gue disuruh terbang ke kota B hanya untuk urusan beginian." Riko mendengus kesal ketika mendapat jadwal yang harus dirinya sendiri berangkat menuju kota yang sangat Riko tidak sukai.


"Mana lagi supir juga belum kelihatan."


Riko bertambah kesal ketika harus menunggu supir yang sudah disiapkan oleh Felik untuk menjemputnya di bandara, malah belum datang.


Riko yang mendapat jadwal berkunjung di kota B untuk menghadiri undangan pembukaan Hotel milik rekan kerjanya, karena biasanya hal seperti ini dihadiri oleh Felik, namun asisten player nya itu malah menugaskan dirinya, alhasil Riko pun terpaksa berangkat karena semua sudah Felik siap kan untuk bosnya itu.


Tak berselang lama, sebuah mobil hitam berhenti didepan Riko. "Maaf tuan Riko, tadi ban mobilnya bocor jadi telat jemput." Seorang supir turun dan membukakan pintu untuk Riko, beliau menjelaskan tentang keterlambatan nya menjemput.


Riko hanya bergumam tanpa membalas ucapan sang supir, dirinya masih kesal dengan Felik, sekarang bertambah kesal karena harus menunggu hampir setengah jam di bandara.


Mobil bergerak menuju dimana hotel tempat Riko menginap, hari sudah sore ketika Riko sampai di kota B, dan besok pagi baru dirinya akan menghadiri undangan rekan bisnisnya itu.

__ADS_1


"Silahkan tuan." Supir membukakan pintu untuk Riko setelah sampai di depan hotel tempatnya menginap, hotel bintang lima yang masih milik keluarga Aditama tak lain adalah milik suami keponakanya sendiri.


"Bapak tinggal pulang saja, besok pagi bapak kesini lagi." Ucapnya setelah sampai di depan kamar yang sudah disiapkan oleh Felik, yaitu kamar presiden suite nomor dua setelah milik Allanaro Putra Aditama.


"Baik tuan." Supir itu pergi setelah memberikan koper milik Riko.


Riko merebahkan tubuhnya di ranjang, mengambil ponsel dan melihat gambar wallpaper yang selalu dirinya pasang semenjak menjalin kasih bersama Rere.


"Aku rindu kamu Re." Riko mengelus wajah Rere yang tersenyum begitu manis diponselnya. "Alasan aku membenci kota ini, karena kamu." Ucapnya dengan wajah sendu.


Riko nampak memejamkan mata, menikmati setiap senyum dan tingkah Rere dalam pikiranya. Hanya membayangkan wajah Rere bisa sedikit mengobati rasa rindunya selama enam bulan ini.


.

__ADS_1


.


.


"Bel, bunga yang untuk pengiriman besok pagi sudah siapkan?" Tanya Rere pada Bella ketika beberes toko yang sudah mau tutup.


Hari sudah sore dan sudah pukul lima Rere harus segera menutup toko karena dirumah dirinya juga masih akan mengerjakan pekerjaan rumah.


"Sudah mbak...besok pagi kita langsung cuss antar." Ucap bela Semangat karena mendapat orderan begitu banyak buket dan bunga papan. Otomatis dirinya akan mendapat uang tambahan.


"Oke..besok kita pagi harus sudah sampai." Ucap Rere yang sudah mengunci pintu tokonya.


"Beres mbak.." Keduanya pulang dengan menggunakan sepeda motor, karena kebetulan arah rumah mereka searah.

__ADS_1


Bella memang tinggal di jalan yang sama dengan Rere, bedanya Rere masuk gang kawasan elite. dan Bella masih lurus memasuki komplek perumahan.


Rere tidak tahu jika pria yang masih dia cintai berada di kota yang sama, bahkan mungkin mereka akan bertemu kembali setelah kejadian yang begitu membuat keduanya kecewa.


__ADS_2