
"Shh..auws sakit By.." Rere memejamkan matanya ketika rasa perih menjalar di tubuhnya.
"Sabar yank, sebentar lagi selesai..Eng.." Riko menekan milik Rere yang terasa perih, membuat wanita itu meringis.
"Uhh.. By perih." Tangannya mencekram lengan Riko.
"Tahan sayang, sebentar lagi selesai."
Beberapa saat kemudian Riko selesai dengan pekerjaan nya.
"Uhhh..." Rere menghembuskan napas lega.
"Lagian kamu ada-ada aja sih, pake jatuh segala." Riko mengelus perban yang dia pasang di lutut Rere.
"Kok aku sih, itu kan gara-gara kamu By." Jawabnya ketus menatap Riko tajam.
Riko menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Iya sorry Sayang, aku tidak sengaja." Mengecup pipi Rere sekilas.
Rere jatuh ketika dirinya terbawa suasana dan di landa gairah. Duduk di pinggiran wastafel membuat tubuh Rere tak seimbang, alhasil dirinya jatuh dengan posisi lutut menyentuh lantai duluan.
"Kalau kamu tidak mundur pasti aku tidak akan jatuh." Kesal Rere dengan wajah cemberut nya.
Riko yang sadar dengan kelakuan, menahan untuk tidak kebablasan, kejadian Rere jatuh begitu cepat sehingga dirinya telat untuk menangkap tubuh Rere.
Riko menghela napas, sudah pasti Rere akan terus mengomel menyalahkannya.
.
__ADS_1
.
"Hon.. nanti malam temani aku ke pesta." Ucap Riko yang duduk di sofa ruang tamu.
"Pesta..?" Tanya Rere memastikan.
"He'em.."Riko mengangguk. "Rekan Bisnisku merayakan hari pernikahan." Riko berdiri mendekati Rere yang sedang bersiap untuk pergi ke toko.
"Tapi aku tidak punya gaun untuk ke pesta By."
"Oke, nanti kita pergi ke butik." Riko memeluk pinggang Rere.
"Mau apa." Wajahnya waspada.
Riko hanya tersenyum. "Ayo kita menikah."
"Kenapa? kamu tidak mau.." Riko menatap lekat wajah Rere.
"Kamu lupa statusku apa?" Tanya nya balik.
Riko menghela napas kasar. "Aku akan minta dia ceraikan kamu."
Mata Rere membulat sempurna. "Tidak semudah itu By, kami menikah atas dasar perjodohan kedua orang tua, jadi tidak mudah untuk melakukan itu."
"Kenapa tidak, Zidan sudah membohongi kalian semua, dia sudah memiliki istri dan masih ingin menikahi kamu." Riko mengeraskan suaranya.
Yang di katakan Riko benar adanya, jika Zidan membohongi mereka semua untuk menikahinya.
__ADS_1
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Rere.
Riko tersenyum menyeringai. "Serahkan saja semua padaku, yang jelas kamu akan menjadi milikku."
Riko memajukan wajahnya untuk meraih bibir ranum Rere. "By, sudah si_ emmph.." Rere tak lagi melanjutkan ucapnya ketika bibirnya sudah dibungkam oleh Riko.
Riko mellumat bibir Rere rakus, menyesap benda kenyal itu atas bawah.
"Engh.." Leguhan Rere memancing gairah dalam tubuhnya.
"By..ah." Rere memejamkan matanya ketika lehernya mendapat serangan bibir Riko.
Menyesap kuat, Riko meninggalkan jejak merah keunguan di sana.
"Menikmati heh." Katanya setelah melihat mata Rere yang terpejam.
Bugh
"Nyebelin.." Rere memanyunkan bibirnya wajahnya memerah tersipu malu.
Riko langsung memeluk tubuh kekasihnya itu.
"Maaf sudah membuat semua nya seperti ini, jika saja aku tidak melakukan kesalahan, mungkin kita sudah bahagia." Riko mencium kepala Rere penuh kasih sayang.
Rere hanya diam, mengetakan pelukannya. "Mungkin sudah jalan kita seperti ini By." Ucapnya lirih.
"Ya, dan aku harus berjuang keras untuk mendapatkan mu kembali."
__ADS_1
Keduanya sama-sama merasakan kesedihan yang sama, ketika dulu mereka sudah hampir menikah, dan takdir tidak mengijinkan itu, kini keduanya kembali bersama tapi dinding tinggi menghalangi cinta mereka.