PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part48


__ADS_3

Pagi yang rencananya akan pulang ke Jakarta ternyata tidak jadi, bukan karena kehabisan tiket pesawat, melain kan kedua orang tua Rere ingin melihat toko bunga putrinya.


Dan disinilah mereka berada, di toko bunga dengan Rere dengan di temani gadis kecil cantik dan periang.


Hilman dan Fitri begitu menyukai gadis kecil itu yang sangat aktif dan banyak bicara, dan mereka menjadi terhibur.


"Opa, Oma Cika buatkan ini khusus untuk kalian." Cika memberikan satu buket kecil yang berisikan lima buah mawar.


Cika sudah fasih memanggil opa dan Oma, karena Hilman yang menyuruhnya.


"Aduh sayang, kamu kok pinter banget sih." Fitri mencubit pipi Cika gemas.


"Cika belajar dari Mama Rere dan Tante Bella Oma." Ucap Cika riang.


"Mama Rere?" Kedua orang paru baya itu saling tatap.


Cika mengangguk. "Iya, kata Mama Cika boleh kok panggil Mama Rere."


Ehem


Riko yang sejak tadi menjadi penonton dan pendengar pun panas telinganya ketika gadis kecil itu menyebut Rere Mama.


"Sayang, kapan kita balik ke Jakarta?" Tanya Riko menatap Rere yang duduk di depannya.


"Em.. mana aku tau By, ayah sama ibu belum bilang kapan." Ucap Rere santai.


"Apa kamu tidak memikirkan perasaanku." Ucap Riko dengan wajah memelas.


Rere menautkan alisnya tak mengerti.


"Ck. kamu memang tidak peka Hon." Riko membuang wajah dengan sebal.


Rere yang melihat Riko merajuk menghela napas. Dirinya juga tidak mau dalam situasi seperti ini, siapa sangka jika kedatangan kedua orang tuanya kemari malah membuat mereka betah dengan Cika.

__ADS_1


"By, aku ingin makan Cake yang berada di seberang apartemen kita." Ucap Rere tiba-tiba.


Riko yang mendengarnya pun langsung menoleh.


"Cake?"


Rere mengangguk antusias dengan menpilkan wajah imutnya.


Riko membuang muka dengan menahan senyum.


Ehem


Berdehem untuk mengurangi rasa berdebar didadanya, karena salting dengan wajah Rere.


"Ya By, ya..ya..kita kesana." Ucapnya lagi dengan merengek.


"Tapi mereka?" Riko melirik kedua orang tua Rere.


Rere tersenyum miring. "Serahkan sama aku." Berdiri dari tempat duduknya dan mendekati kedua orang tuanya.


"Mau kemana Nak?" tanya Fitri.


"Mau belanja kebutuhan toko dan rencana mau mampir ke toko kue." Ucap Rere setengah berbohong, setengah jujur.


"Ibu boleh ikut?" Tanya Fitri.


"Rere banyak tempat yang harus di datengin Bu, untuk survey harga, jadi Rere takut ibu lelah." Rere mencari alasan.


Bella yang mendengar Rere, mengernyitkan dahinya. "Sejak kapan mbak Rere pake acara survey beli barang" Gumam Bella lirih.


"Tapi kamu nanti tidak ada yang membantu nak." Ucap Fitri lagi.


"Rere punya bodyguard Bu, iyakan By." Tanya Rere menatap Riko dengan mengedipkan matanya sebelah.

__ADS_1


Riko yang melihat itu gelagapan sendiri. "I-iya Bu, biar saya yang membantu Rere."


"Tapi_"


"Sudahlah Bu, biarkan mereka pergi..lebih baik kita bermain dengan cucu kita ini " Ucap Hilman tertawa melihat Cika yang kesusahan untuk membaut buket.


"Grandson he said... Grandson from Hong Kong.." Umpat Riko kesal.


cucu katanya...cucu dari Hongkong..


Fitri pun mengijinkan putrinya pergi, diantar oleh Riko.


"Kita ke toko mana sayang." tanya Riko ketika sudah sampai di dekat apartemen nya tinggal.


"Sebelah sana By." Rere menunjuk toko seberang jalan yang lumayan ramai itu.


Riko pun membelokkan mobilnya ke area parkir toko, dan ternyata lumayan ramai.


"Kamu tunggu di sini saja By," Ucap Rere ketika mau keluar dari mobil.


"Sebentar.." Riko menarik tangan Rere, membuat nya mendekat.


Cup


Riko dengan cepat mengecup bibir Rere mellumat nya sebentar dengan penuh perasaan.


"Kenapa ini bikin candu, rasanya mau gila melihat ini tapi tak bisa merasakannya." jari Riko mengelus bibir Rere yang sedikit bengkak.


"By...isss...kamu nyebelin." Rere memukul dada Riko pelan.


"Aku merindukan nya Honny." Riko tersenyum melihat wajah Rere antara kesal dan malu.


"Hm.." Rere bergumam dan keluar dari mobil Riko.

__ADS_1


Riko hanya tertawa melihat tingkah Rere yang terkadang seperti ABG.


__ADS_2