PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part07


__ADS_3

Rere sampai rumah sudah pukul setengah enam sore, namun keadaan rumah begitu sepi, dirinya langsung masuk kekamar dan membersihkan diri dikamar mandi belakang.


Jika suaminya pasti Rere tahu, Zidan akan pulang kantor pada pukul hampir tujuh malam.


Karena itu memang kebiasaan jam Zidan pulang kantor.


Jika Silla dan ibunya Rere tidak perduli, yang jelas dirinya tidak mau ikut campur urusan mereka, karena Rere tidak suka urusannya juga dicampuri.


Meskipun tahu kemana istri sah suaminya itu pergi, namun Rere tidak begitu mengurusi dan mengadu pada Zidan, Karena bukan tipenya untuk mengadu ataupun mencari muka di depan Zidan.


Setelah selesai menuntaskan urusannya, Rere keluar kamar dengan keadaan sudah segar, hanya memakai daster lengan pendek dengan panjang di bawah lutut diri nya mulai melancarkan aksinya didepan kompor.


Memasak makan malam untuk suami?

__ADS_1


Suami jika Rere yang menganggap, namun sayang Zidan tidak menganggapnya istri tapi malah sebaliknya.


Rere berkutat cukup lama di dapur, hingga tidak sadar ada seseorang yang memperhatikannya dari jarak lumayan jauh dengan menyunggingkan senyum.


Zidan pulang lebih cepat dari biasanya, dirinya yang baru saja masuk rumah mencium aroma harum masakan. Tak disangka ketika berjalan kedapur melihat istri sirinya yang memasak, padahal dirinya berharap Silla lah yang sedang berdiri disana dan dirinya akan memeluk istri sahnya itu dari belakang.


Namun sayang ketika yang berdiri disana Rere tak berani Zidan melakukan hal itu, karena memang sejak sah menjadi istri sirinya dia sama sekali tidak menyentuh Rere.


Zidan melangkah pergi menuju kamarnya ketika Rere hampir saja menyelesaikan masaknya, dirinya tidak mau ketahuan diam-diam memperhatikan istri sirinya itu. 'jadi selama ini masakan yang menurutnya sangat enak itu masakan Rere, bukan dari restoran yang biasa Silla pesan' Pikir Zidan dalam hati.


"Tidak usah panik sayang, cari alasan dan beri sentuhan yang manja, agar suamimu itu senang." Ucap Mama Silla dengan santai.


"Mama benar."

__ADS_1


Silla masuk rumah diikuti Mamanya dan sudah melihat Zidan duduk di meja makan, dengan Rere yang menyiapkan makanan di piring Zidan, namun belum sempat terjadi suara Silla sudah menghentikan Rere.


"Eh..sayang kamu sudah pulang." Silla berjalan mendekati Zidan dan mencium pipi suaminya itu.


"Kamu dari mana saja baru pulang?" Tanya nya yang melihat Silla pulang dengan membawa banyak paperbag.


"Biasa Mas, berburu barang branded yang lagi viral dan kesalon merawat diri, biar gak ada pelakor yang ngelirik Mas." Ucapnya dengan melirik Rere sinis.


"Iya Nak, kasihan jika Silla harus dirumah terus melakukan pekerjaan rumah tanpa ada waktu untuk merawat diri." Ucap ibu mertuanya yang membantu membela Silla.


Zidan hanya diam dengan pikiran mulai tidak suka dengan apa yang setiap hari Silla lakukan, yaitu belanja hal yang tidak penting dan semenjak ada ibunya Silla jarang dirumah ketika dirinya pulang dari kantor, yang ada hanya Rere yang selalu menyiapkan makanan dia atas meja, padahal Zidan ingin jika Silla yang menyiapkan makanan ketika dirinya pulang.


Dan kini hati Zidan mulai bisa membandingkan antara Rere dan Silla, membandingkan cara mereka memperlakukan kebutuhan suaminya.

__ADS_1


Jika Silla memenuhi kebutuhan ranjangnya, maka Rere memenuhi kepuasan perutnya. Rere tidak pernah gagal ketika memasak makanan, dan Zidan sangat menyukai masakan yang Rere buat.


Jika Silla, Silla hanya bisa membuat roti lapis untuknya pagi hari, dan Zidan sekarang mulai bosan ketika merasakan makanan enak hanya malam hari, ingin sekali Zidan menyuruh Rere untuk membuatkan sarapan pagi untuknya, namun dirinya sangat gengsi.


__ADS_2