PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part57


__ADS_3

Karena merasa terpojok wanita itu menjadi takut, dirinya tidak menyangka akan menjadi seperti ini, jika dirinya tahu pasti tidak mau melakukan hal ini.


"Ayolah, aku sudah tidak sabat untuk melihat hasilnya." Ucap Rere yang dengan sengaja kembali meraih tangan wanita itu agar mau ikut dengannya.


"Tunggu dulu.." Wanita itu menghentikan langkah kaki mereka semua yang sudah akan keluar dari tempat khusus keluarga itu.


"Emm..aku_" Wanita itu meremat tangannya yang saling bertaut, selain takut, dia juga gugup.


"Katakan, sebelum aku berubah pikiran." Ucap Rere tegas, menatap wanita itu penuh intimidasi.


"Aku hanya disuruh." Ucapnya cepat, dengan satu tarikan napas.


"Aku hanya disuruh seseorang, dan aku tidak tahu siapa, dia hanya memberikan uang dan aku harus mengikuti semua perintahnya." Jelasnya lagi sambil menunduk.


Semua yang di ruangan itu menghela napas lelah, ternyata sejak tadi mereka hanya di permainkan oleh sebuah kebohongan, memuakkan.


"Katakan siapa yang sudah menyuruhmu, tentu saja kamu tau dia siapa?" Tanya Riko yang mulai geram, sejak tadi dirinya sudah di sudut kan orang tua nya dan ayah mertua.


"Saya tidak tahu tuan, saya hanya menjalankan apa yang dia suruh." Wanita itu menatap semua orang di sana dengan wajah sendu. "Saya butuh uang untuk biaya persalinan, karena saya hanya seorang diri, maka dari itu saya menerima tawaran pria itu."


"Pria?"


Wanita itu mengangguk. "Dia seorang pria, tapi saya tidak tahu namanya."

__ADS_1


Riko menghela napas kasar. "Berani sekali dia mempermainkan aku."


"Ya sudah pergilah, lain kali carilah uang dengan cara halal, karena menipu adalah perbuatan dosa." Ucap Rere menyuruh wanita itu pergi.


Tanpa banyak kata, wanita itu segera pergi dari sana sebelum mereka berubah pikiran.


"Honny...terima kasih sudah percaya padaku." Riko memeluk pinggang Rere.


"Aku tau kamu seperti apa By, meskipun masa lalu kamu memang cukup menyandang predikat jelek, tapi aku yakin jika kamu tidak sembarangan menebar bisa mu itu." Ucap Rere tersenyum tipis.


"Ck, aku mencintaimu." Riko memajukan wajahnya untuk meraih bibir sang istri.


Ehem


Deheman keras terdengar di telinganya.


"Dasar Mantu gak ada ahlak.." Hilman mendelik menatap menantunya.


"Ayah mertua, jangan galak lagi aku takut darah tinggi ayah mertua kambuh."


"Apa katamu..!!" Hilman yang akan keluar berbalik menatap Riko tajam.


"Tidak apa, jangan lupa kunci pintu kamarnya ayah, jika ingin a*n*u."

__ADS_1


Brak


Hilman menutup pintu ruangan itu keras, karena dirinya yang terakhir keluar dari sana.


"Dasar Mantu kurang asem."


"By.." Rere memukul dada Riko.


"Maaf, sudah membuat pesta kita berantakan." Riko menatap wajah Rere, dirinya merasa bersalah.


"Bukan salah mu, mungkin ini hanya awal di depan masih banyak wanita hamil yang akan mengaku kamu yang menghamilinya."


"Dan aku butuh istri seperti kamu, yang bisa mengatasi semua wanita hamil itu."


Riko semakin mengeratkan pelukannya. "Sudah tengah malam, apa kamu tidak ingin melakukan malam pertama kita?" tangannya mengelus pipi sang istri.


Istri?


Tak di sangka wanita yang dulu Ia sakiti kini bisa Ia raih kembali dan menjadikannya istri yang sesungguhnya.


"Emm.. Berapa lama ular bisa mu tidak beroperasi?" Tanya Rere dengan mengelus dada bidang suaminya.


Riko nampak berpikir. "Semenjak pertama kali bertemu kamu Honny." Wajahnya Ia majukan untuk meraih bibir ranum Rere.

__ADS_1


"Mungkin kamu butuh mengasahnya By, siapa tau dia tidak bisa menyembur dengan benar.." Rere pun mendorong dada bidang Riko dengan kuat, dan dia pun segera pergi meninggalkan ruangan itu.


"What? Kau meragukan Ular naga ku."


__ADS_2