
Setelah membelikan gaun untuk Rere dan tuksedo untuk dirinya sendiri atas pilihan Rere, kini keduanya kembali ke apartemen milik Riko.
Pukul tujuh malam mereka akan pergi ke pesta rekan kerja Riko itu, dan kini masih pukul enam sore.
"Sayang kau sedang apa?" Riko membuka pintu kamar itu, dan melongo kan kepalanya.
"Em..aku lupa tidak membawa make up ku By." Ucap Rere dengan wajah sendu, dirinya masih menggunakan baltrobe putih.
Riko tersenyum. "Tidak apa, karena dia akan membantumu." Riko melebarkan pintu kamar itu, dan ada seorang wanita yang membawa box seperti nya perlengkapan make up.
"Kamu menyewa perias?" Tanya Rere tak percaya.
"Ya." Riko berjalan masuk di ikuti wanita yang diketahui jasa make up itu. "Seperti nya aku harus mendapat hadiah karena memberi pertolongan di saat yang tepat." Riko berdiri di depan Rere tersenyum dengan kedua tangan yang Ia masukkan ke dalam saku celana.
Rere memutar kedua matanya malas, dirinya yang sudah hafal oleh sifat mesum kekasihnya itu.
Cup Rere memberi kecupan di pipi Riko sekilas, sebelum akhir nya malu sendiri karena lupa jika ada orang lain di sana.
Ehem
"Sepertinya saya perlu keluar sebentar nona, tuan."Ucap wanita itu dengan senyum menggoda mereka.
"Eh..tidak perlu, ayo segera merias wajahku, nanti kita terlambat." Rere yang lebih dulu duduk di kursi depan cermin rias.
Riko tersenyum tipis. "Rias dia secantik mungkin." Riko berkata pada wanita itu.
"Baik tuan."
"Sayang, aku tunggu di luar juga akan bersiap." Riko keluar setelah mendapat anggukan kepala dari Rere.
Perias itu segera melakukan pekerjaannya, tidak butuh banyak yang dia lakukan di wajah Rere, karena memang wajah itu sudah terlihat cantik sebelumnya, dan hanya menambahkan make up tipis saja pasti lebih mempesona.
"Nada beruntung memiliki suami seperti tuan Riko nona." Ucap wanita itu di sela-sela pekerjaannya.
Rere hanya tersenyum masam. "Kami belum menikah mbak."
"Oh..maaf, tapi anda memang beruntung memiliki kekasih seperti tuan." Ralat wanita itu lagi.
"Ya, dia sangat mengerti saya, sejak dulu." Ucap Rere mengiyakan.
Tiga puluh menit kemudian Rere selesai dengan riasanya dirinya sudah memakai gaun yang Riko belikan yang sangat pas dan cocok di tubuh indahnya.
"Anda cantik sekali nona, saya sebagai wanita kagum dengan anda." Ucap perias itu melihat Rere takjub.
"Ah..terima kasih mbak." Rere tersenyum tipis, dirinya berdiri di depan cermin besar mematut dirinya yang memang terlihat cantik malam ini.
__ADS_1
Keluar dari dalam kamar Rere melihat Riko yang sedang duduk di sofa ruang tamu, dan belum siap dengan tuxedo dan jasnya.
"By."
Rere berjalan mendekati Riko.
Riko yang mendengar suara Rere pun menoleh dan matanya tak berkedip melihat penampilan Rere yang begitu cantik dan mempesona.
"Bagaimana tuan, nona terlihat cantik bukan." Ucap perias itu tersenyum lebar melihat reaksi Riko.
Menelan ludahnya kasar, Riko hanya mengangguk dan berjalan mendekati Rere.
"Pergilah nanti akan saya transfer." Ucap Riko setelah berdiri di hadapan Rere.
"Oke..saya permisi tuan dan nona." Wanita itu pergi setelah memberi hormat.
Rere mengangguk dan tersenyum. "Terima kasih." Ucapnya.
"By..kenapa liatin aku seperti itu." Rere memanyunkan bibirnya untuk terlihat biasa saja padahal jantung nya berdebar ketika ditatap seperti itu oleh Riko.
"Kamu cantik sayang, rasanya aku tidak ingin membawa mu ke tempat banyak orang." Tangan nya melingkar di pinggang Rere.
"Iss..kamu nyebelin By..aku udah di rias begini kamu tega hanya membiarkan ku berdiam di dalam apartemen saja." Ucap nya kesal.
Riko hanya tersenyum. "Aku tidak reka jika wajah cantik ini di lihat banyak orang." Jemarinya mengelus pipi Rere.
Berdehem untuk mengurangi kegugupannya. "Mana tuxedo nya, sini aku pakaikan." Tangannya meminta pada Riko.
Riko memberikan apa yang di minta Rere, tangannya melingkar di pinggang Rere.
"Kenapa kamu membuatku tergila-gila sayang." Bisik Riko pelan di samping telinga Rere, karena posisi Rere sedang memakaikan tuxedo di leher Riko sehingga posisi wajah mereka begitu sangat dekat. bahkan napas hangat Riko menerpa kulit wajah Rere.
"Em..kamu kan emang buaya By, tidak bisa melihat wanita cantik, pasti bibir nya gatal untuk tidak menggoda." Ucap Rere meledek.
Cup
Satu kecupan Rere berikan dipipi Riko.
"Selesai, ayo kita berangkat nanti telat." Rere mengelus dada Riko dengan lembut, pria didepanya ini terlihat gagah. "Jas nya dipakai nanti saja di mobil, nanti kusut." Ucap nya lagi.
.
.
Di lain tempat Zidan kesal karena sampai rumah dirinya tidak melihat Rere berada di rumahnya, bahkan karena kesal Zidan melempar paperbag yang dia bawa ke atas sofa.
__ADS_1
Sebelum pulang Zidan mampir ke sebuah toko pakaian membelikan gaun pesta untuk Rere, dan ternyata wanita yang dia pikir sudah menunggunya dirumah ternyata tidak ada.
Apalagi istri nya juga belum kembali sejak tadi siang, padahal hari sudah mau petang.
"Si*al..punya istri dua tapi tidak ada yang bisa di andalkan." Umpatnya kesal.
Zidan memilih untuk membersihkan diri, meredam kepalanya yang terasa panas karena kesal dengan para istrinya yang tidak ada menyambutnya dirumah ketika pulang bekerja, padahal sebelumnya Silla selalu menunggunya di rumah dan menemaninya kemana pun, dan kini wanita itu tidak bisa Ia hubungi karena sedang bersenang-senang.
"By, kita kesini lagi.." Tanya Rere yang menyapa bangunan hotel mewah didepanya.
"Ya, karena pemilik hotel sedang merayakan hari pernikahannya."
Riko memakai jasnya Yang sebelumnya Ia taruh di kursi belakang.
"Sebentar.." Rere mencegah Riko yang ingin keluar lebih dulu. "Jas nya belum rapi." Ucapnya membenarkan kerah jas Riko yang belum rapi.
Tentu saja Riko tersenyum bahagia, dirinya seperti memiliki istri yang perhatian.
Cup
Sedikit mellumat bibir ranum Rere. "Terima kasih sayang." Ucapnya setelah melepas pangutan itu.
"By... lipstik aku berantakan." Kesalnya dengan wajah cemberut. Rere mengeluarkan kaca kecil dari tas nya.
"Mana mungkin, cuma sebentar tidak akan berkurang lipstik mu itu." Riko tertawa.
"Isss...nyebelin." Rere mendelik kearah Riko.
Riko lebih dulu keluar dari mobil, danembukakan pintu untuk sang pujaan hati, seperti nya pestanya sudah di mulai karena mereka tadi sempat berhenti di pom bensin dulu dan mengantri, karena tidak tahu jika bahan bakar mobilnya akan habis alhasil mereka sedikit terlambat untuk datang tepat waktu.
"Sepertinya sudah di mulai By acaranya." Ucap Rere menggandeng lengan Riko.
"Hem... tidak apa, karena aku menjadi tamu kehormatan malam ini." Ucapnya sombong.
"Seharusnya kamu datang tepat waktu bukan malah telat, dasar." Rere menggerutu.
"Bukan masalah bagiku honny, yang penting pergi sama kamu." Riko menoel dagu Rere.
"By, malu diliatin orang." Rere mendelik menatap Riko yang malah tertawa.
.
.
Maafkeun kalau ada tipo yeee...🥰
__ADS_1
Jantung aman tidak bang...!!! 🤣