PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part26


__ADS_3

Riko membawa Rere pulang bersama dirinya, setelah meminta ijin dengan Zidan meskipun dirinya tahu jika Zidan tidak akan mengijinkan nya, tapi bukan Riko yang memiliki banyak alasan untuk mendapatkan keinginannya.


"By, kita kemana?" Tanya Rere yang melihat jalan berbeda menuju rumah Zidan.


"Kemana saja asal bersamamu." Ucapnya dengan wajah datar.


Rere menatap Riko dengan kening mengekerut tidak biasanya Riko bersikap dingin dan datar padanya apalagi mereka sedang baik-baik saja.


"By, kamu ada masalah?" Tanya Rere yang kepo.


Riko masih diam matanya fokus pada jalan di depan. Entah mengapa mendengar penjelasan dokter yang ternyata Silla istri pertama Zidan memiliki penyakit yang harus mengangkat rahimnya membuat Riko tak tenang.


Apalagi ditambah mendengar pertanyaan Zidan kepada Rere, seakan hatinya merasa di himpit batu besar.


"By.." Rere menyentuh lengan Riko.


chitttttt

__ADS_1


"By..!!" Rere memekik ketika tubuhnya hampir saja terpelanting kedepan keren Riko mengerem mendadak.


Cup


Riko langsung menarik tengkuk Rere dan Melumaatt bibirnya rakus, pikiranya berkelana kemana-mana.


"Emph.." Rere mendesis ketika bibirnya dikulum dan disesap kuat oleh Riko.


Lidah Riko menyusuri rongga mulut Rere dengan intens bibirnya terus menyesap benda kenyal yang membuatnya candu. Tangannya turun mengelus kedua bahu Rere dengan bibir masih Melumaatt dan menyesal seakan bisa dirinya makan.


"By..emph." Rere yang mendapat cumbuan kasar Riko mencoba mendorong dada Riko agar menjauh namun tubuh Riko sama sekali tak bergerak.


"By.." Tangan nya meraih kepala Riko, napas keduanya sama-sama memburu dengan gairah yang baru saja menguasai keduanya.


"Aku tidak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya." Mata Riko menatap wajah Rere dengan berkaca-kaca, kali ini dirinya benar-benar merasa takut kehilangan Rere kembali.


Tidak mungkin jika Zidan akan melepaskan Rere jika Silla istri pertamanya sudah tidak bisa mengandung dan memberikan keturunan, dan Rere sebagai istri sirinya sudah pasti akan Zidan pergunakan untuk mendapatkan keturunan. Jika itu terjadi maka dirinya tidak akan tinggal diam. Ia akan merebut kembali miliknya apapun yang terjadi.

__ADS_1


Deg


Hati Rere mencolos mendengar ucapan Riko, ternyata Riko juga memikirkan ucapan Zidan kepada dirinya.


Riko membawa Rere ke apartemen miliknya dirinya enggan untuk mengantar Rere pulang kerumah Zidan.


"By..kapan kamu kembali ke Jakarta?" Tanya Rere membawakan secangkir kopi untuk Riko, dan secangkir cokelat panas untuk dirinya sendiri.


"Besok pagi aku berangkat." Riko menarik tangan Rere agar duduk diatas pangkuannya.


Kedua tangannya melingkar di perut Rere wajahnya bersandar di dada Rere.


Hatinya tidak tenang meninggalkan Rere, meskipun kemarin dirinya bisa namun kali ini terasa berat mungkin karena kejadian tadi yang masih membuatnya merasa takut. Takut jika Zidan melakukan hal lain pada Rere yang tidak pernah mereka lakukan.


"Kamu kenapa hm..seharusnya aku yang sedih kamu tinggal kembali, tapi malah sebaliknya." Jari Rere mengelus rambut Riko lewat sela-sela jari nya.


Rere yang sebenarnya juga merasa takut, takut jika Zidan meminta haknya untuk mendapatkan anak. Meskipun Zidan berhak dan dirinya sebagai istri harus menuruti tapi hati dan pikiranya tidak bisa melakukan hal itu.

__ADS_1


Zidan bukan pria yang Ia cintai meskipun orang baik dan tidak pernah kasar pada dirinya namun Zidan sudah memiliki istri yang dia cintai, Rere tidak mau menjadi perusak rumah tangga mereka meskipun disini dirinya yang dirugikan dengan kebohongan mereka.


__ADS_2