
"Kalian."
"Oh, ya kebetulan saya tadi melihat Rere sedang di pinggir jalan karena motornya mogok." Ucap Riko santai, dan sudah pasti bohong.
Berbeda dengan Rere yang takut ketahuan.
"Oh." Zidan masih memperhatikan Rere. "Ya sudah ayo masuk, istri saya sudah menunggu di dalam." Zidan pun menyuruh tamunya masuk.
Rere mengikuti langkah Riko dari belakang dirinya bernapas lega, karena Zidan percaya dengan ucapan Riko.
Rere yang sebenarnya kesal pada Riko karena menahannya tidak boleh pulang, alhasil harus pulang bersama dirinya yang datang untuk makan malam bersama di rumah suaminya.
"Sayang." Zidan memanggil Silla yang sedang berdiri di depan kompor.
Silla membalikkan badan, dan melihat siapa orang yang berdiri dibelakang suaminya membuat matanya membola.
"Eh.." Rere menahan tawa melihat wajah Silla.
Sedangkan Riko hanya menatap datar, meskipun rasanya ingin tertawa lepas namun sebisa mungkin dirinya tahan.
"Ya, ampun sayang wajah kamu kenapa?" Zidan mendekati istrinya yang berdiri diam dengan senyum manis namun malah terlihat aneh.
"Wajah, memang wajah aku kenapa?" Silla malah balik bertanya.
__ADS_1
"Kan, aku sudah bilang jika tidak bisa tidak usah di paksakan." Zidan mengambil tisu dan membantu membersihkan wajah Silla.
"Ihh..Mas apa-apa sih, nanti make up aku luntur." Silla menapik tangan suaminya kesal, karena dirinya sudah Dadan semaksimal mungkin tapi malah di hapus oleh suaminya.
"Tapi wajah kamu." Ucapan Zidan pun terhenti ketika Silla mendekat kearah Riko.
"Tuan Riko, selamat datang kembali maaf kalau tidak ikut menyambut kedatangan Tuan, karena saya sedang membuatkan menu spesial untuk anda." Silla yang tidak tahu seperti apa wajahnya tersenyum manis di depan Riko.
Zidan menepuk jidatnya, tidak habis pikir dengan sang istri malah membuatnya malu.
"Mbak aku pinjamkan kaca nih." Rere mengambil kaca kecil yang berada di tasnya, dan memberikan pada Silla.
"Maksud kamu apa?" Tanya Silla menatap Rere tajam.
Tangan Riko meraih kaca di tangan Rere kalau mengarahkan pada wajah Silla.
Silla yang bingung pun mengarahkan wajahnya melihat cermin yang di pegang Riko.
"Aakkhh..Muka ku." Silla mengusap wajahnya yang banyak tepung nya. "Mas kenapa ngak bilang sih..ahkh." Silla yang malu dan kesal berlari ke dalam kamarnya.
"Hahaha..." Rere tertawa lepas melihat kelakuan Silla yang malu sendiri. Dan dirinya tidak menyadari jika Zidan terpaku melihat tawa nya.
Riko yang menyadari tatapan Zidan berdehem keras.
__ADS_1
Ehem.
"Eh." Zidan sadar dari pesona Rere.
"Aku sakit perut By." Ucap Rere tanpa sadar dan dirinya berjalan menuju dimana kamar nya berada karena merasa perutnya kaku akibat tertawa.
Zidan yang mendengar ucapan Rere menjadi penasaran.
Sedangkan Riko hanya tersenyum dan terlihat santai.
"Tuan, kenapa Rere memanggil anda dengan sebutan 'By'?" Tanya Zidan yang sudah berdebar jantungnya.
Keduanya sudah duduk di kursi meja makan yang sudah banyak hidangan di atas meja.
Riko tersenyum tipis menatap Zidan. "Tidak ada apa-apa."
Ucapan Riko malah semakin membuat jantung Zidan menjadi-jadi, pikiranya sudah negatif. Karena panggilan 'By' merupakan salah satu panggilan sayang untuk pasangan kekasih ataupun Suami istri.
Tidak, tidak mungkin jika Rere menjalin hubungan dengan pria lain dan itu membuat Zidan tak suka dan tak rela. Jika miliknya didekati oleh pria lain.
'Pasti hanya bercanda' Gumam Zidan dalam hati.
.
__ADS_1
.
Hari ini update nya karet pake banget..😭