
"Hon...Honey.." Riko mencari keberadaan Rere.
"Auwsss.."
Mendengar suara seperti orang kesakitan Riko langsung berjalan kearah sumber suara.
Dan benar saja dirinya melihat Rere yang menahan sakit duduk di kursi dengan Bella yang berjongkok di bawahnya.
"Honey.." Riko langsung memeluk tubuh Rere yang masih meringis merasakan sakit.
Rere yang terkejut tiba-tiba mendapat pelukan, sebelum dirinya kenal siapa yang memeluknya dari bau parfum Riko yang tak berubah.
"By.." Rere membalas pelukan Riko.
Bella sampai terkejut dan terjengkang kebelakang, karena tiba-tiba disenggol dengan posisi berjongkok.
"Ehh buset macam doser aja sih, main senggol-senggol." Omelnya yang belum melihat siapa yang memeluk bosnya itu.
Rere membalas pelukan Riko erat, ketika pria itu mengeratkan pelukannya.
"Aku merindukanmu." Riko bicara dengan suara lirih, perasaan nya begitu bahagia bisa kembali memeluk wanita pujaan hatinya.
"By.." Hanya kata itu yang mampu Rere ucapkan, mewakili rasa yang ada di dadanya. Air matanya menetes bersama rasa yang membuncah dihatinya.
Riko melonggarkan pelukannya menangkup wajah Rere dengan kedua tangannya. "Jangan menangis." Riko mengecupi semua wajah Rere berakhir mengecup bibir yang sangat Ia rindukan.
"Waduh mata gue." Bella langsung menutup kedua matanya menggunakan jari melihat adegan 18+ didepannya langsung.
"Mbak Rere, jantung aku gak normal, tolong jangan bikin aku pingsan." Ucapan Bella sontak menyadarkan dua manusia yang sedang meluapkan rasa rindu dan melupakan dimana tempat mereka kini berada.
__ADS_1
"By..emph.." Rere menjauhkan wajahnya dari bibir Riko.
Riko terkekeh. "Maaf sayang, kau terlalu bahagia." Ucapnya tanpa rasa bersalah.
"Kaki kamu masih sakit." Riko memegang kaki Rere yang memar.
"Aw..Aw..Sakit By." Ucapnya kesakitan.
"Kenapa bisa ceroboh sih." Riko melihat kaki Rere yang sudah membengkak.
"Namanya juga musibah pak, mana ada yang tahu." Tiba-tiba Bella mengintrupsi.
"Kamu juga, bukanya tugas kamu sebagai anak buah, tapi malah bos kamu yang harus pontang panting." Ucap Riko menatap Bella kesal.
"Lah kok jadi saya yang disalahin." Bella ngedumel.
"Udah By, ini emang salah aku yang lupa bawa pesanan penting customer." Ucap Rere.
"Mau kamu Apa-in By." Tanya Rere panik.
"Kamu boleh Jambak, atau pukul aku jika rasanya sakit." Ucap Riko lagi.
Riko mulai memijit dan merenggangkan kaki Rere.
Krek..
"Aakh.." Rere menjebak rambut Riko sekuat tenaga karena merasakan begitu sakit luar biasa.
"Tahan sebentar sayang." Meskipun dirinya merasa sakit dan perih dikepalanya karena dijambak Rere tak membuatnya kapok.
__ADS_1
Krekk.
"Akkhh..By." Rere kembali menjerit. Bersamaan Riko yang ikut menjerit.
"Auwss... Yank sakit." Riko meringis ngilu mendapat gigitan kuat dilengannya.
"Maaf By." Ucap Rere menatapnya bersalah.
"Sekarang gerakan kaki kamu pelan-pelan." Suruh Riko.
Rere mencoba menggerakkan kakinya perlahan, ajaibnya sudah tak sakit seperti tadi dan lebih enak kan.
"Gimana? masih sakit?" Tanya Riko menatap Rere.
"Udah mendingan By, makasih." Rere mencoba berdiri dibantu Riko.
"Eh..bapak ganteng-ganteng ternyata jago urut juga ya.." Ucap Bella yang sejak tadi jadi penonton.
"Jangan ngasal kamu kalau bicara, mana ada pria tampan kaya saya jago urut." Ucap Riko dengan sombongnya.
"Hemmm bilang aja iya, pake gengsi." Bella mencebik.
"Yank, kamu dapet anak buah modelan dia dari mana, sama nyebelin nya kaya Felik." Ucap Riko bertanya pada Rere.
"Udah ah..kamu kenapa disini, bukan kah acaranya belum selesai." Tanya Rere yang sudah duduk kembali.
"Nyariin kamu lah apalagi, memang nya suami kamu yang asik haha-hihi sama istrinya dan biarin kamu kesakitan kaya gini." Ucapnya dengan nada sindiran.
Deg
__ADS_1
Rere diam dan hanya menundukkan kepala. 'Dia sudah tahu'.