
"Menagislah dear, selagi air matamu masih bisa mengalir." Frans menatap Rere dengan senyum psikopat nya.
Frans yang dulu notabenya adalah pria baik dan penyayang, selain itu Frans juga pria penyabar. Entah kenapa sejak kedua orang tuannya memutuskan untuk berpisah Frans yang dulu mulai berubah, dan Rere selalu berusaha membuat Frans tetap menjadi Frans yang penyayang dan baik, tapi lambat laun Frans yang sudah bergaul dengan teman yang salah membuatnya kian terjerumus dan berubah menjadi Frans yang suka keluar malam, mabuk-mabukan, terakhir Frans bermain wanita di dalam hotel, dan itu membuat Rere tak bisa lagi menjalin dengan pria itu. Karena Frans yang Rere kenal sudah tidak ada dalam dirinya yang sekarang.
Frans adalah pria korban dari broken home kedua orang tuanya, dan karena hidupnya tidak ada yang menuntun alhasil pria itu terjerumus dengan pergaulan yang bebas.
Dua tahun terakhir Rere tidak pernah bertemu dengan Frans, karena semenjak putus Frans menghilang bagai di telan bumi, dan sekarang pria itu muncul di depannya sebagai penjahat.
"Sadar Frans..Frans yang aku kenal tidak seperti ini." Rere menatap nanar wajah pria yang berdiri tak jauh darinya, memandangnya penuh dengan kebencian.
"Dulu Frans bukan seorang penjahat, Frans yang dulu adalah Frans yang baik dan penyayang yang aku kenal." Ucap Rere yang mencoba untuk menyadarkan Frans, jika tindakannya sekarang adalah salah.
Frans berdecih. "Frans yang duku sudah mati, dan sekarang Frans yang di depan mu adalah Frans masa depan." Ucapnya tersenyum menyeringai. "Jika bukan karena kamu pergi, makan Frans yang dulu masih ada." Frans bicara dengan nada lirih, tatapan matanya berubah sendu dan sedih.
"Kembalilah padaku Re, kembalilah..maka aku akan berubah untuk mu." Frans yang sudah mendekati Rere, tangannya terulur mengelus wajah Rere.
"Tidak, kamu tahu aku sudah menikah, dan hidup kita sudah berbeda."
"Brengsek..!! Pria itu sudah merebutmu dariku." Frans menatap tajam Rere dengan wajah penuh amarah.
"Jika aku tidak bisa memilikimu, maka dia juga tidak akan bisa memilikimu." Frans tertawa keras.
"Frans sadarlah..!!"
Brak
Terdengar suara pintu di dobrak dari luar.
"By.." Gumam Rere degan perasaan lega.
__ADS_1
"Oh.." Frans bertepuk tangan, bibirnya menyunggingkan senyum. "Lihatlah sang pangeran menemukan pujaan hatinya."
"Rere..!!" Riko yang melihat istrinya segera menghampiri.
Seett
Frans menodongkan pisaunya ke Riko. "Tidak semudah itu kawan." Tangannya beralih menodongkan nya ke wajah Rere. "Jika aku tidak bisa memilikinya lebih baik, tidak ada yang bisa memilikinya sama sekali."
"Brengsek..!! lepaskan istriku." Riko menatap Frans tajam, kemarahannya sudah sampai di ubun-ubun, apalagi melihat keadaan istrinya yang terikat dan berantakan apalagi sudut bibir Rere terluka.
"Uhh..sisweett.." Frans menunjukan mimik menjijikan.
"Langkahi dulu mayatku."
Frans langsung menyerang Riko menggunakan pisaunya, mereka beradu otot baku hantam.
Frans terhuyung kebelakang ketika wajahnya terkena tonjokan Riko
"Shitt..!!" Umpatnya dengan meludah kasar.
"Jangan harap kamu akan lolos." Ucap Riko dengan napas memburu.
Frans mengayunkan tangannya untuk melukai Riko, dengan sigap Riko menahan tangan Frans yang memegangi pisau.
"By..!!" Rere berteriak ketika pisau itu akan mengenai perut Riko, beruntung dengan gerakan cepat tangannya mencekal pergelangan tangan frans.
"Tempat mu di rumah sakit jiwa, bukan berkeliaran disini."
Krekk
__ADS_1
"Arrgghh ." Frans mengaduk kesakitan.
Riko memuntir pergelangan tangan frans membuat pisau itu langsung jatuh ke lantai.
Bugh..
Bugh..
Bugh..
Riko memberikan pukulan bertubi-tubi bagian perut Frans, membuat pria itu jatuh terkapar.
"Lawan mu tidak sebanding." Riko menatap remeh Frans yang sudah terkapar di lantai.
"Sayang kamu tidak apa-apa?" kedua tangan nya membelai wajah Rere.
"Tidak By." kepalanya dengan cepat menggeleng.
"Syukurlah.." Riko menciumi kening dan kepala Rere.
Riko membantu membukakan ikatan di tangan Rere.
Dirinya fokus pada Rere, tidak menyadari jika Frans sudah berdiri di belakang Riko dengan senyum psikopat nya.
"By Awas...!!"
Dor
"Arrgh.."
__ADS_1