PEBINOR Nakal

PEBINOR Nakal
Part95


__ADS_3

_BASTIAN & FELIK_


Acara pembukaan hotel baru milik Bastian berjalan dengan lancar, banyak rekan kerja dan pembisnis muda hadir di acara itu, dimana Bastian pria muda yang sedang meniti karirnya dari Nol, semenjak kedua orang tuanya mengalami kebangkrutan dan berakhir manjadi keluarga broken home.


Sosok Bastian sendiri adalah tipe pria yang tertutup meskipun memilki dua sahabat yang siap membantunya, tapi baginya jika masih bisa dia lakukan sendiri, Bastian tidak perlu meminta bantuan orang lain.


Dan nyatanya dengan kerja kerasnya dia bisa mencapai di titik sekarang, Bastian sudah membuka beberapa cabang hotel di beberapa kota, dan pusatnya berada di kota B.


Bastian memang berbeda dari kedua sahabatnya, dimana Riko dan Felik yang suka bermain wanita, tapi tidak dengan dirinya yang hanya beberapa kali, dan itupun ketika masih berada di LA dan yang pertama dengan Miranda.


"Bas lu udah jadi pria sukses sekarang." Felik dengan bangga menepuk bahu Bastian, dirinya tahu lika-liku kehidupan sahabatnya itu yang tidak mudah hingga di titik ini. "Gua salut punya sahabat kaya Lu."


Bastian hanya tersenyum, entah mengapa sejak tadi ada yang mengganjal di hatinya melihat kedekatan Felik dan Miranda.


"Semua hasil kerja keras gue man, gue bisa sampai di titik ini." Bastian memang bekerja keras untuk mencapai kesuksesan seperti saat ini.


"Ya, dan gue bangga sama lu." Felik selalu memuji sahabatnya itu.


"Btw, gue lihat lu sepertinya deket sama tu penjual bunga." Ucap Bastian yang mencoba mengorek informasi.


Felik hanya tersenyum menyeringai, sesaat dirinya menatap Miranda yang sedang berada di dekat stan makanan bersama teman kerjanya.

__ADS_1


"Entahlah sepertinya tubuhnya sudah candu buat gue." Ucap Felik sambil meminum red win yang berada di tangannya.


Deg


Bastian mengepalkan tangan nya mendengar ucapan Felik.


"Jadi lu udah_"


"Yaap, gue udah pake dia tadi malam, karena gue mabok, dan dia nolongin gue." Ungkap Felik yang bercerita. "Kalau saja gue yang pertama untuk dia, pasti gue udah nikahin dia..sayangnya gue bukan yang pertama." Felik menatap Bastian sekilas.


Dada Bastian terasa tersentil mendengar ucapan Felik, bagaimanapun dirinyalah pria pertama yang mendapatkan Miranda.


Felik tersenyum miring, "Bukan gue, tapi dia sendiri yang suka sama gue jadi yah, siapa yang ngak mau sama pria kayak gue."


Bugh


Reflek Bastian memukul wajah Felik, membuat pria itu terhuyung ke belakang.


"Lu brengsek Lik, dia wanita baik-baik dan seenaknya lu permainan dia." Bastian mencekram kerah baju Felik, dan adegan barusan menyita perhatian para tamu undangan yang masih berada disana.


"Lu kenapa pukul gue hah."

__ADS_1


Bugh


Felik membalas pukulan di wajah Bastian, keduanya adu jotos membuat beberapa wanita berteriak histeris ketika pukulan silih berganti mengenai keduanya.


Miranda yang melihat dua sahabat itu bertengkar Berlari mendekati mereka.


"Stopp..!! kalian apa-apaan sih." Miranda mencegah Bastian yang akan kembali memukul Felik, wanita itu berdiri didepan wajah Bastian.


"Minggir Mir, pria brengsek seperti dia tidak pantas dapetin kamu." Bastian mendorong bahu Miranda agar menyingkir.


"Cih, siapa lu ngatur-ngatur." Ucap Felik dengan meludah, di mana sudut bibirnya robek dan terasa bau anyir.


"Gue, gue adalah pria_"


"Stop, apa kalian tidak malu dilihat banyak orang hah..!!" Miranda menatap tajam Bastian. "Seharusnya anda bisa mengontrol emosi anda, ini adalah acara anda dan anda mempermalukan diri anda sendiri."


Setelah mengatakan itu Miranda pergi, dirinya sengaja motong ucapan Bastian agar tidak memicu keributan lebih parah dari sebelumnya, karena dirinya tahu jika mereka berkelahi karena dirinya.


Miranda tidak sengaja mendengar percakapan kedua pria itu, ketika dirinya ingin mengambil minuman, dan Miranda tidak bisa menyalahkan Felik, karena dirinya juga yang dengan suka rela melakukan hal itu. Dan Miranda tidak ingin kedua pria itu bertengkar hanya karena dirinya.


"Mir, tunggu Mir..!!" Bastian mengejar Miranda, dengan cepat Felik menarik tangan Bastian dan kedua sahabat itu kembali adu jotos hingga security memisahkan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2